APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dokter Ajaib Primadona Desa

Dokter Ajaib Primadona Desa

Kehidupan Tirta Hadiraja berubah drastis setelah ia tidak sengaja memakan seekor ular putih. Masalah impotensi yang dideritanya lenyap, digantikan dengan keperkasaan luar biasa, kemampuan mata tembus pandang, serta daya ingat super. Sebagai pemilik klinik, Tirta memanfaatkan keahlian baru ini untuk mengembangkan kemampuannya ke tingkat yang luar biasa. Di saat kejayaannya mulai menanjak, ia justru dihadapkan pada perebutan hati dari seorang janda, primadona desa, hingga putri konglomerat yang bersaing ketat untuk menjadi istrinya.
Bab
Bagikan

Bab 2

"Tirta, ada apa denganmu?" tanya Ayu dengan bingung. Dia tidak tahu apa yang membuat Tirta begitu gembira.

"Oh, bukan apa-apa, Bibi. Ayo, kita pulang dulu," balas Tirta sambil menahan kegembiraannya dan memapah Ayu. Dia akan mencari kesempatan untuk menguji kejantanannya nanti!

Ayu mengangguk, lalu berpesan dengan sungguh-sungguh, "Lain kali, kamu harus lebih berhati-hati kalau keluar memetik bahan obat. Kalau nggak ada Nabila, kita mungkin sudah nggak bisa bertemu. Cari waktu ke supermarket besok. Kita beli barang, lalu bertamu ke rumah Nabila untuk berterima kasih. Aku akan menemanimu."

"Aku sudah tahu, Bi. Tenang saja." Kemudian, Tirta membatin, 'Kalau bukan karena Nabila, aku juga nggak mungkin berniat bunuh diri.'

Lantaran masih merasa enggan, Tirta menggaruk kepala sambil mengeluh dengan kesal, "Bibi, aku boleh nggak pergi nggak? Wanita itu terlalu sombong."

"Jangan bicara omong kosong! Dia yang menolongmu lho! Kamu seharusnya bersikap lebih ramah! Pokoknya, besok kamu harus ikut!" tegur Ayu dengan tegas.

"Ya sudah." Tirta menyetujuinya dengan tidak berdaya.

Ayu pun mengangguk dengan puas, lalu mengelus kepala Tirta. Tiba-tiba, Tirta berucap, "Bibi, kamu sangat cantik dan lembut. Siapa pun yang menikahimu benar-benar beruntung."

Ayu memang cantik dan bening, tidak seperti wanita desa yang terlihat kasar. Bahkan, Tirta merasa beberapa selebritas wanita di TV masih kalah dari Ayu.

"Kamu ini tahunya hanya mengejekku. Bibi buta lho, siapa yang mau menikahi wanita buta?" sahut Ayu sambil tersenyum lembut. Namun, bisa dilihat bahwa senyumannya itu agak dipaksakan.

"Aku mau! Kalau aku menikah, istriku harus seperti Bibi!" ujar Tirta dengan tulus. Lagi pula, dia dan Ayu tidak punya hubungan darah.

"Cih, jangan bicara omong kosong." Wajah Ayu seketika memerah. Dia menegur, "Kalau sampai ada yang mendengarnya, nanti kamu yang kesulitan mencari istri!"

Ayu pun mencubit lengan Tirta, tetapi tenaganya tidak besar. Sementara itu, Tirta menatap Ayu lekat-lekat dan bergumam, "Bibi benar-benar cantik ...."

Kemudian, sebuah pikiran tiba-tiba muncul di benak Tirta. Dia ingin menghasilkan banyak uang agar bisa menyembuhkan mata Ayu. Sekarang, Ayu sudah sangat cantik. Jika penglihatannya sembuh, dia pasti akan bertambah cantik berkali-kali lipat!

Tidak berselang lama, keduanya tiba di klinik. Setelah mengunci pintu masuk klinik, Tirta bergegas berlari ke kamarnya dan tidak lupa mengunci pintu, lalu melepaskan celananya untuk merancap. Setengah jam kemudian, tangannya mulai terasa pegal, tetapi kemaluannya malah terlihat makin besar.

"Aku memang sudah sembuh, tapi kenapa nggak bisa mencapai klimaks?" gumam Tirta. Tiba-tiba, muncul tubuh seksi Nabila di benaknya.

"Apa aku harus mencarinya untuk menguji kejantananku?" Ini pertama kalinya Tirta merasa tidak nyaman karena tidak bisa melampiaskan nafsu.

Tok, tok, tok! Tiba-tiba, ada yang memukul kaca jendela sampai membuat Tirta terperanjat. Dia buru-buru mengangkat celananya.

Ketika menoleh, terlihat Melati yang merupakan seorang janda tengah menatapnya lekat-lekat dari jendela. Sebenarnya, Melati ini sangat kasihan. Pada hari pernikahannya, suaminya meninggal saat dalam perjalanan menjemputnya. Mereka bahkan belum sempat berhubungan seks.

Sementara itu, keluarga Melati sudah menerima mahar dan tidak bersedia menyerahkannya kepada Melati. Itu sebabnya, Melati hanya bisa hidup sebatang kara di Desa Persik.

"Kak Melati, sejak kapan kamu di sini?" tanya Tirta dengan ekspresi bersalah sembari menyeka tangannya di celana. Hanya pria yang tidak memiliki kekasih yang memilih untuk merancap. Kalau masalah ini tersebar, Tirta sendiri yang akan malu.

"Aku sudah menunggu di sini sejak tadi. Kenapa kamu menutup klinik secepat ini? Cepat buka pintu! Aku nggak enak badan, bantu aku periksa!" ucap Melati dengan kesal.

Begitu mendengar Melati sudah menunggu sejak tadi, hati Tirta pun menegang. Bukankah itu berarti Melati telah melihat semuanya?

Namun, Tirta tidak akan bertanya kalau Melati tidak membahasnya. Dia buru-buru menyembunyikan kemaluannya yang masih tegang, lalu keluar dari kamarnya untuk membuka pintu masuk klinik.

"Lama sekali! Aku hampir mati kepanasan di luar!" Melati mengerlingkan matanya, lalu tidak bisa menahan diri untuk melirik area kemaluan Tirta.

"Maaf, Kak. Cuaca terlalu panas, kepalaku agak pusing." Tirta tidak berani menatap Melati sehingga mencari alasan.

Sementara itu, Ayu yang duduk di dalam sudah mendengar suara Tirta sejak tadi. Dia sontak bangkit dan hendak keluar. "Melati, ya? Sakit apa? Biar aku yang periksa."

"Nggak perlu, Kak. Biar Tirta saja, kamu nggak usah repot-repot." Sesudah mengatakan itu, Melati langsung menarik Tirta ke sebuah ruangan. Wanita ini bahkan mengunci pintu.

"Kak, kamu mau berobat, 'kan? Aku belum mengambil bahan obat, kenapa kamu malah menutup pintu?" tanya Tirta dengan heran.

"Aku nggak sakit!" ujar Melati yang menatap Tirta lekat-lekat. "Ada yang ingin kutanyakan, tapi kamu harus jujur. Kalau nggak, aku akan memberi tahu Kak Ayu tentang perbuatanmu tadi!"

"Hah? Jangan, jangan. Aku akan menjawab sejujur-jujurnya." Tirta seketika panik. Kalau sampai Ayu tahu, dia pasti akan dimaki habis-habisan.

"Tirta, kamu sudah sembuh, ya?" tanya Melati. Nyalinya sungguh besar, sampai berani melirik area kemaluan Tirta. Ketika melihat Tirta hanya diam, Melati pun yakin dugaannya ini benar. Ternyata dia tidak salah lihat. Tirta memang sudah sembuh!

Meskipun tidak pernah melakukannya, Melati pernah mendengar kakaknya mengatakan bahwa bercinta dengan pria yang kuat di ranjang bisa membuat wanita terbang sampai ke awang-awang.

Melati tidak pernah melihat kemaluan pria. Hari ini, dia kebetulan lewat dan melihat kemaluan kekar Tirta, sampai-sampai melongo dan tidak bisa mengalihkan pandangannya.

"Eh ... Kak Melati, jangan begini," ujar Tirta sembari mundur dengan panik saat Melati melemparkan diri kepadanya. Namun, Melati tidak mau melepaskan diri.

"Tirta, aku nggak pernah memohon kepada siapa pun. Tapi, aku ingin meminta bantuanmu kali ini. Boleh, ya? Aku sudah dewasa, tapi nggak tahu gimana rasanya menjadi wanita seutuhnya," gumam Melati dengan napas terengah-engah sambil memeluk Tirta.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Hello Again, Husband!
9.5
Kehancuran Natta akibat dikhianati Hasbi membawanya kembali ke masa SMA berkat sebuah jam misterius. Bertekad membalas dendam, ia justru menemukan trauma masa lalu suaminya yang tersembunyi. Kehadiran Hasbi muda yang memikat kini membuat Natta bimbang antara menuntaskan amarah atau kembali jatuh cinta. Di tengah misteri dan kesalahpahaman yang mulai terungkap, ia harus memilih jalan hidupnya.
Sampul Novel Menjadi Ibu Bukanlah Hal Mudah
9.2
Kehadiran sistem misterius 'Kamu Hebat, Kamu Maju' menantang siapa saja untuk membuktikan diri lebih baik dari orang lain demi imbalan besar. Di bawah aturan ini, seorang ibu dikhianati oleh ibu kandung, suami, dan putranya sendiri. Mereka menyeretnya ke pengadilan sistem demi merebut posisinya dan mengincar bonus puluhan miliar. Jika kalah, ia akan musnah dan menjadi budak mereka selamanya. Namun, alih-alih hancur, sang protagonis justru berhasil membalikkan keadaan dan meraup keuntungan hingga 60 miliar.
Sampul Novel My Destiny (Pewaris untuk Sang Kaisar)
9.1
Putri Xiara dari Kerajaan Guangshu harus rela menikahi Kaisar Li Qiang yang kejam demi kedamaian rakyatnya. Di dalam Istana Jin yang penuh intrik dan kebencian para selir, ia berjuang bertahan hidup sendirian. Selain melindungi diri, Xiara mengemban misi berat untuk melahirkan pangeran penerus takhta. Mampukah ia menghadapi kerasnya kehidupan istana dan meluluhkan hati dingin sang kaisar demi menuntaskan takdirnya?
Sampul Novel PUISI CINTA DARI TIMUR
8.3
Reinkarnasi maha dewa, Lu Sicheng dan Yang Zhu, harus terpisah akibat kelicikan Raja Iblis Xin Yi yang menghancurkan semesta lewat perang dahsyat. Kini, mereka terlahir kembali di kubu yang saling bermusuhan, yaitu suku dewa dan suku iblis. Dengan ingatan Yang Zhu yang telah dihapus sepenuhnya oleh Xin Yi, Lu Sicheng harus berjuang keras demi menyatukan kembali cinta mereka. Mampukah ia melawan takdir dan muslihat kejam ini dalam Puisi Cinta Dari Timur?
Sampul Novel The Thread of Destiny
8.1
Altheda Estrella, seorang dokter muda di Singapura, merenggang nyawa saat menyelamatkan sang dosen. Alih-alih lenyap, jiwanya justru terbangun di tubuh Azalea Caleste, remaja malang yang didera penderitaan dan fitnah keji. Berbekal rahasia besar dari kehidupan lamanya, Altheda bertekad memanfaatkan kesempatan kedua ini dengan maksimal. Ia bersumpah akan mengubah takdir buruk Azalea, merebut kebahagiaan yang layak ia dapatkan, dan mengukir masa depan baru yang jauh lebih berarti.
Sampul Novel Transmigrasi Badgirl
9.8
Aqila Zara Maureen tak pernah menduga akan mengalami fenomena mistis pertukaran jiwa. Tiba-tiba saja, ia terbangun di dalam tubuh seorang gadis feminin yang dikenal sebagai perundung kejam di sekolahnya. Terperangkap dalam raga baru yang reputasinya sangat bertolak belakang dengan sifat aslinya, Aqila kini harus menanggung sanksi sosial yang berat. Sembari bertahan hidup, ia juga harus mengungkap misteri besar di balik transmigrasi aneh ini.