APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dive In You

Dive In You

Maryam dan Alaska menghadapi ujian berat saat cinta tulus mereka terbentur perbedaan keyakinan. Jurang iman yang membentang luas ini menjadi rintangan menyakitkan di antara keduanya. Situasi kian rumit ketika mereka terpaksa menerima rencana perjodohan dari keluarga masing-masing. Walau mencoba pasrah pada garis takdir dan simbol agama masing-masing, perasaan mereka tidak begitu saja padam. Akankah ada celah bagi cinta mereka untuk bersatu kembali di tengah tuntutan bakti dan konflik batin?
Bab
Bagikan

Bab 1

“Kapan kamu akan segera menikah? Usiamu sudah 25 tahun, Maryam.”

Maryam diam. Dia tak bisa menjawab pertanyaan ayahnya yang sudah berulang kali ditanyakan kepadanya.

“Jawab Maryam!”

Maryam menggeleng. Dia masih belum sependapat dengan kedua orang tuanya yang terus mendesaknya untuk segera menikah. Menganggap kalau usianya sudah tak bisa ditawar lagi untuk menolak menikah. Sementara Maryam masih belum menemukan laki-laki yang dia rasa tepat untuk menjadi imamnya

“Maryam?” Ibu memanggil lembut nama putri bungsunya itu.

“Bukannya aku tidak mau menikah, Ibu. Tapi—” Maryam menghentikan ucapannya sebelum dia menjelaskan alasannya.

Sungguh, dia tak bisa selalu menjadikan Tyas sebagai alasan dia tak tertarik untuk menikah cepat. Melihat kehidupan rumah tangga yang dijalani kakaknya dengan penuh perbedaan prinsip, membuatnya merasa muak dengan laki-laki yang tak sekufu dengannya.

“Tyas dan kamu berbeda. Dia terlalu idealis dalam berpikir,” Ibu mencoba memberikan penjelasan atas pemikiran Maryam yang selama ini selalu salah dalam memandang tentang pernikahan.

“Itulah alasannya mengapa aku mempelajari tentang filsafat, agar aku—”

“Agar kamu terus menutup pikiranmu tentang sebuah pernikahan, yang selalu kamu anggap sulit!” ucap Arga, memotong perkataan putrinya yang belum selesai disampaikan.

“Maka dari itu, pikiranmu tentang kehidupan jadi dipandang sempit olehmu. Hingga membuatmu menjadi orang yang jauh lebih idealis melebihi kakakmu!”

Maryam kesal, sangat kesal mendengar ucapan ayahnya. Dia merasa tidak terima dikatakan seperti itu. Dibandingkan dengan Tyas yang selalu dia anggap buruk, dan sekarang, ayahnya malah membuatnya menjadi terlihat lebih buruk dari Tyas.

“Sekarang, aku sudah tidak peduli dengan apapun alasanmu lagi tentang pernikahan. Aku akan menjodohkanmu dengan Abizar.”

Maryam terkesiap mendengar perjodohan tersebut. Kedua matanya langsung mendelik, dan dia hampir menolaknya kembali.

Tapi, dengan cepat Arga langsung mengatakan, “Kali ini, aku tidak ingin mendengar penolakan darimu lagi!”

Dia sudah sangat tahu, kalau Maryam akan kembali menolak untuk dijodohkan.

“Abizar?” Maryam menyebut nama itu dengan penuh kegelisahan.

“Iya, Abizar. Dia lulusan doktor, yang pastinya seorang laki-laki yang sudah memiliki masa depan.”

“Hanya karena dia seorang lulusan doktor, Ayah dan Ibu jadi ingin menjodohkannya denganku?” Maryam mulai kembali memprotes perjodohannya untuk yang kesekian kalinya.

“Kau dengar Ibu?” ucap Arga pada istrinya. “Itulah kelakuan putrimu yang satu ini.” Arga benar-benar sudah sangat mengenali sifat putrinya yang sering tidak menurut padanya, meski hanya dalam persoalan perjodohan saja.

Ibu menarik pelan nafasnya, dan menghembuskannya perlahan. Dia mencoba untuk tidak ikut terbawa emosi seperti suaminya, setiap kali bicara pada anak-anaknya.

“Besok malam, akan ada pertemuan dua keluarga. Antara keluarga Abizar dan keluarga kita.” Beritahu Ibu pada putrinya.

Maryam mulai merasa cemas, dan sungguh, dia benar-benar tidak ingin datang dalam pertemuan itu.

“Sepulang dari kampus, aku terbiasa mengikuti kajian agama setiap hari Selasa. Dan, kajian agama itu sampai malam.”

“Selama itu?” tanya Ibu, merasa heran.

Arga masih diam, sengaja untuk mendengar alasan Maryam, sampai sejauh mana putri bungsunya itu akan membuat sebuah karangan cerita.

“Ya, karena sebentar lagi mau bulan puasa. Jadi, kami akan mengadakan rapat untuk membuat kegiatan selama bulan Ramadhan nanti.”

Alasan yang terdengar cukup masuk akal untuk Arga dan Ibu terima. Tapi, sebagai orang tua, tentu saja Arga tetap tidak mau menerima alasan apapun dari Maryam kali ini.

“Kau tetap masih akan dianggap oleh teman-teman kajianmu, kan? Kalau sekali saja kau tak datang mengikuti kajian itu?” Arga langsung menembak pertanyaan itu pada Maryam.

“Apa?” Maryam pun stuck. Dia tak bisa memberikan alasan apapun lagi pada ayahnya kali ini.

“Kalau begitu, izinkan aku mengikuti kajian sampai selesai. Setelah itu, aku akan langsung datang ke pertemuan itu.” Kata Maryam pasrah, dan terpaksa melakukan pertemuan itu.

Arga dan Ibu pun langsung tersenyum mendengar ucapan putrinya, yang akhirnya mau menuruti keinginan mereka.

***

Keesokan harinya, Maryam mengikuti kelas seSitar di kampusnya. Ketika dosen sedang membahas mengenai kebebasan di abad ke 21. Suasana yang semula biasa, dengan kesibukan para mahasiswa yang menulis setiap penjelasan dosen yang sedang menyampaikan materi. Tiba-tiba diheningkan dengan suara seorang laki-laki, yang mengeluarkan pendapat mengenai pembahasan yang sedang berlangsung dijelaskan saat ini.

Tentu saja, pendapat yang dia lontarkan mengherankan banyak orang. Karena adanya pendapat kontra dari pembahasan tersebut.

Laki-laki itu merasa, kalau kebebasan yang dosen maksudkan tersebut tidak sesuai dengan kenyataan yang terjadi sebenarnya dalam kehidupan nyata. Di mana kebebasan tersebut harus didapat berlandaskan sesuatu yang sudah menjadi rahasia umum.

Maryam yang sejak tadi serius mendengarkan penjelasan dari dosen pun teralihkan dengan ucapan laki-laki itu. Tapi Maryam, tidak melihat sosok laki-laki itu. Dia hanya mendengarkan suara laki-laki itu saja, yang kini semakin membahas panjang hingga memasukkan tentang agama di dalam pendapatnya itu.

Setelah perkuliahan selesai, Maryam bergegas pergi ke masjid tempat biasa Maryam mengikuti kajian tentang agama yang dianutnya, yaitu agama Islam.

Maryam hidup dari keluarga yang cukup taat dengan agamanya. Keluarganya memegang prinsip kuat dalam segala perintah yang agama Islam berikan. Walaupun dari cara berpakaian mereka, hanyalah berpakaian biasa. Menutup aurat seperti para Muslimah pada umumnya. Tak jarang, Maryam pun justru lebih sering mengenakan stelan celana panjang dan blouse atau kemeja daripada rok atau gamis. Tapi, dia tetap menutupi kepalanya dengan jilbab.

Maryam sangat menyukai dengan kajian di masjid tersebut. Karena kajian tersebut bisa membawanya pada pergaulan yang tidak kebablasan.

Sebagai mahasiswi jurusan filsafat. Sering kali dia dibuat bingung dengan materi perkuliahan yang didapatkan olehnya. Maka dari itu, keseimmasan ingin dia dapatkan dari sisi lain, ketika ada sebuah pendapat yang sekiranya tidak sesuai dengan hati dan pikirannya.

Ddrrrdd… dddrrrddd…

Sudah tak terhitung lagi, berapa kali Ibu mencoba menghubunginya. Maryam yang tak mau meninggalkan semenit pun kajian, terpaksa mengabaikan panggilan telpon dari Ibu.

“Baiklah teman-teman, itulah kajian kita kali ini. Semoga kita bisa memiliki sudut pandang yang baik dari setiap kejadian buruk yang terjadi dalam hidup kita.”

“Sekarang, kita akan membahas mengenai kegiatan kita selama bulan Ramadhan yang akan tiba tidak lama lagi.”

“Maaf kak,” Maryam terpaksa memotong ucapan Hira yang sedang bicara.

“Ya, Maryam? Apa ada yang ingin kamu sampaikan?” tanya Hira, sebagai ketua dalam kegiatan kajian di masjid tersebut.

“Aku mau pamit pergi duluan, karena ada acara keluarga. Mengenai kegiatan Ramadhan, aku bersedia jika sekiranya aku harus dilibatkan dalam kegiatan tersebut nantinya.”

“Ya, tidak apa-apa Maryam. Silahkan, kalau memang kamu ada keperluan lain.” Hira pun mengizinkannya.

“Terima kasih, kak.” Maryam pun segera berpamit pada Hira dan teman-teman yang lainnya, yang juga mengikuti kajian itu.

Maryam berjalan dengan tergesa-gesa keluar dari masjid tersebut. Dia berlari kecil, meski kakinya belum memakai sepatu dengan baik.

Dan, tiba-tiba saja—

Maryam hampir bertabrakan dengan seorang laki-laki, ketika dia baru saja keluar dari masjid. Beruntung, keduanya langsung bisa menahan langkah kaki mereka masing-masing dengan cepat.

Dan kini, keduanya pun saling menatap satu sama lain dengan tatapan yang tidak biasa.

***

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Babu Kumal VS CEO Kutub Utara
8.4
Terryn dikirim sang ibu untuk tinggal bersama sahabat lamanya, Ibu Imelda. Meski berpendidikan tinggi, ia malah diperlakukan layaknya pelayan oleh Deva, putra bungsu Imelda yang sangat dingin dan angkuh. Perselisihan mereka berujung pada sebuah peristiwa besar yang memaksa keduanya menikah demi menuruti keinginan Imelda. Terryn yang tulus mencintai Deva harus menerima sikap acuh suaminya. Namun, saat hati Deva mulai melunak, Terryn justru memilih pergi menjauh.
Sampul Novel CINTA DAN PENGORBANAN
9.2
Nezha harus berjuang sebatang kara setelah kepergian sang nenek di tengah pencarian ibunya. Namun, mendung dalam hidupnya perlahan sirna sejak sebuah kecelakaan mempertemukannya dengan Aretha. Takdir kemudian menguji Nezha lewat pilihan pelik: mempertahankan cinta atau merelakannya demi membalas budi. Di tengah badai rahasia masa lalu yang mulai terbongkar, mampukah ia bertahan dan meraih kebahagiaan sejati?
Sampul Novel Pernikahan Tak Disengaja: Suamiku Sangat Kaya
8.7
Demi menghindari perjodohan paksa dengan pria tua pilihan keluarganya, Shella mengambil langkah nekat menyewa suami bayaran yang ia kira gigolo. Siapa sangka, pria tersebut sebenarnya miliarder dunia yang sedang menyamar. Hubungan pura-pura ini perlahan berubah menjadi cinta yang tulus saat Shella dihujani kemewahan oleh sang suami. Namun, badai masalah besar segera datang menguji hubungan mereka. Mampukah Shella mempertahankan ikatan pernikahan ini?
Sampul Novel Saat Itu, Aku mengaggumimu
8.0
Pertemuan kembali dengan Ibam setelah dua tahun berpisah justru menjadi mimpi buruk bagi Rianti. Bukannya bersikap hangat, Ibam malah menyambutnya dengan dingin dan penuh intimidasi. Rianti berupaya membela diri, tetapi Ibam terus menghinanya. Ibam bahkan menuduh Rianti sengaja memanfaatkan sang kakek agar mereka bisa tinggal serumah. Bagi Ibam, Rianti hanyalah wanita licik yang haus belaian, menghancurkan seluruh harapan indah yang selama ini dinantikan Rianti.
Sampul Novel Scent of Love
9.3
Kebahagiaan Shane Johnson sirna setelah Gerald Davis, kekasih yang melamarnya setelah setahun berpacaran, tega berkhianat. Gerald berselingkuh dengan sahabat dekat Shane, Hyena Anderson. Saat Shane terpuruk akibat pengkhianatan sang tunangan, takdir mempertemukannya kembali dengan pria dari masa lalu yang pernah sangat ia cintai. Pertemuan tak terduga ini pun memicu tanya, mampukah rasa cinta yang dulu pernah ada di antara mereka kini bersemi kembali?
Sampul Novel Yang Belum Terucap
8.1
Niat baik Mora menampung seseorang di apartemennya justru menjadi awal dari berbagai masalah rumit. Di tengah perjuangan menyelesaikan kekacauan itu, tantangan baru muncul saat benih cinta mulai tumbuh di hatinya. Meski kini harus berjuang sendirian setelah ditinggalkan oleh orang-orang terdekatnya, Mora tidak pernah menyesali keputusannya. Ia terus bertahan dan berupaya keras demi memulihkan kembali kehidupannya yang sempat hancur seperti sediakala.