
Ditinggal Pacar karena Dikira Miskin
Bab 4
Adrian berteriak keras, "Kamu buta, ya? Kamu salah orang."
"Kenapa keamanan di sini jelek sekali? Orang jorok seperti dia dibiarkan masuk? Apartemen elite apanya? Masa kamu nggak kenal orang yang memberimu uang setiap bulan?"
Kualitas satpam di apartemen elite memang tidak bisa diragukan. Ekspresinya bahkan tidak berubah menghadapi omelan kasar Adrian.
"Saya nggak salah orang. Kalian memang penyewa, tapi Bu Lucy ini pemilik apartemen di lantai paling atas."
"Apa?"
Adrian kehilangan suaranya dan menuding wajahku dengan tidak percaya. "Kamu bilang dia mampu beli apartemen lantai paling atas? Kamu pasti salah orang! Dia anak peternak sapi!"
Satpam itu masih tetap tenang. "Saya nggak salah."
Wajah Adrian dan Jillian merah karena marah. Aku akhirnya memberi tahu satpam bahwa kami baik-baik saja dan menyuruhnya pergi.
Setelah itu, aku menoleh pada pacarku dan selingkuhannya. "Kalian salah. Nyatanya, aku memang cantik dan kaya."
Aku langsung masuk ke lift menuju lantai bahwa tanpa menoleh ke belakang. Tidak peduli apakah wajah mereka marah, jengkel, atau apa pun.
Saat pulang dari berbelanja, aku mendengar seseorang memanggilku.
"Lucy!"
Saat menoleh ke belakang, aku melihat ayahku berdiri di gerbang.
Seketika itu juga, air mataku berlinang dan aku langsung berlari untuk memeluknya.
"Ayah, kenapa kamu di sini?"
"Anak tercintaku dibuat menderita! Ayah harus datang untuk membelamu."
Aku melihat ke belakang. "Mama ikut juga?"
"Mamamu masih ada urusan di rumah. Nanti nyusul kalau sudah selesai."
Keesokan paginya, aku ingin pergi ke kantor untuk mengundurkan diri. Perlu usaha ekstra untuk menahan ayahku agar tidak ikut pergi.
Setibanya di kantor, semua orang memandangku dengan tatapan aneh.
Kukira mereka masih curiga perihal gelang kemarin, jadi aku mengabaikannya. Aku langsung pergi menuju printer untuk mencetak surat pengunduran diri yang sudah kusiapkan kemarin.
Saat itulah Adrian muncul di depanku.
"Lucy, aku baru tahu kamu begitu menjijikkan!"
"Pantas saja kamu mampu beli apartemen mahal itu. Ternyata kamu jadi simpanan orang kaya. Kamu sudah nggak punya malu?"
Aku mengerutkan kening. "Adrian, kamu sedang mengigau, ya?"
Adrian mencibir dan menunjukkan sesuatu di ponselnya.
Itu adalah video aku dan ayahku masuk lift sambil bergandengan tangan, persis ketika aku menjemput ayahku kemarin. Video itu bahkan masuk pencarian panas sebuah media sosial.
Komentar di bawahnya bahkan lebih menjijikkan lagi.
"Gadis zaman sekarang nggak mau kerja keras, maunya jalan pintar saja. Nggak punya harga diri. Mau jadi apa dia kalau sugar daddy-nya sudah nggak suka lagi?"
"Bisa-bisanya lelaki tua bertingkah seperti ini? Aku jadi ingin muntah."
"Gadis muda jual diri, orang tua yang makan daun muda juga lebih nggak tahu malu."
Aku masih bisa tahan diri melihat serangan yang ditujukan padaku. Tapi kenapa sangat banyak orang menyerang ayahku? Kata-kata mereka juga sangat kejam.
"Kamu yang upload video ini?"
Aku menatap Adrian, melihat wajahnya penuh dengan kesombongan dan penghinaan. "Lucy, sejak kapan kamu mulai berhubungan dengan laki-laki kaya ini? Saat masih pacaran denganku? Ini cuma sedikit hukuman untukmu."
Aku mengeluarkan surat pengunduran diri yang baru keluar dari printer dan menyobek-nyobeknya.
Aku awalnya ingin mengundurkan diri dan menjauh dari mereka. Tapi Adrian malah menantangku lagi dan lagi. Bahkan sekarang sampai melibatkan keluargaku.
Ini adalah hal yang paling kubenci dan tidak bisa kumaafkan.
Karena Adrian sendiri yang memulai, aku akan melayaninya sampai selesai.
Anda Mungkin Juga Suka





![Sampul Novel MY CEO [Hate & Love]](https://v.melolo.com/b1265344voduse1318177724/9bd52f255001834806832444767/qObBZl5YPRcA.webp!15491.webp)