APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Ditalak Lewat Surat

Ditalak Lewat Surat

Rumah tanggaku hancur seketika setelah Mas Ibram lenyap secara misterius. Ia pergi tanpa jejak dan hanya meninggalkan sepucuk surat talak sepihak. Meski dirundung duka mendalam karena diceraikan tanpa alasan yang jelas, aku menolak untuk pasrah begitu saja. Aku bertekad bulat melacak keberadaan suamiku ke mana pun ia pergi. Aku harus menemukan dirinya demi menuntut penjelasan jujur atas keputusan kejam yang telah menghancurkan pernikahan kami ini.
Bab
Bagikan

Bab 2

Sudah satu minggu berlalu sejak kutemukan surat itu. Dan mobil yang dijanjikan sudah beberapa hari yang lalu bertengger di halaman.

Sudah beberapa kali aku mendatangi kantor Mas Ibram. Namun, aku tak mendapatkan informasi dari sana. Beberapa teman Mas Ibram yang kukenal pun sudah kutanyai. Tapi jawaban mereka sama. Terakhir kontak dengan Mas Ibram dua minggu yang lalu. Itu berarti selama seminggu setelah resign dari kantor Mas Ibram hanya berada di rumah dan entah di mana sampai jam pulang kantor tiba.

Ayah dan Ibu sudah tahu perihal menghilangnya Mas Ibram. Ayah mengerahkan seluruh pegawainya untuk mencari informasi mengenai Mas Ibram. Beliau khawatir terjadi tindak kejahatan pada suamiku itu. Tentu saja aku tak memberitahu bahwa ada surat talak dari Mas Ibram.

Biar saja surat itu menjadi rahasiaku sampai Mas Ibram ditemukan dan memberi penjelasan kenapa menceraikan aku.

Berkali-kali aku memencet nomor ponsel yang sama. Berkali-kali juga aku harus kecewa karena nomor tersebut tak juga dapat dihubungi.

"Alya, astagfirullah. Apa ini!" pekik Ibu dari ruang tamu saat aku sedang menyuapi Raisa putri bungsuku di ruang makan.

Aku segera berlari menghampirinya. Dan aku langsung tercengang ketika melihat Ibu memegang sebuah amplop cokelat dengan tulisan Pengadilan Agama di atasnya.

Gawat! Aku lupa, itu pasti surat undangan sidang.

"Ibram menceraikanmu Alya!" seru Ibu sambil membaca surat itu. Matanya melotot melihat setiap baris kata yang tertulis di sana.

Aku masih diam mematung tak tahu harus berkata apa.

"Jawab Alya! Kenapa diam saja? Kalian ada masalah?" desak Ibu padaku. Matanya merah, entah marah entah sedih. Ah, aku tak bisa menerka apa yang dirasakannya saat ini.

"Anu, Bu. Alya juga bingung," jawabku lirih.

"Ada apa?" Gawat, apa reaksi Ayah jika anak kesayangannya dicerai oleh anak angkat yang ia banggakan.

"Ini, Yah. Ibram menceraikan Alya. Ini surat undangan sidang mediasinya." Ibu memberikan surat itu pada Ayah.

Dapat kulihat tangan Ayah mengepal. Ia pasti kecewa padaku dan Mas Ibram.

"Kalian ada masalah apa sampai Ibram menceraikan kamu?" tanya Ayah datar. Namun dapat kulihat ia berusaha menahan amarah yang siap meledak.

"Kami gak ada masalah apa-apa, Yah."

"Lalu ini apa? Cuma main-main?" tanya Ayah murka.

Aku menggeleng. Sejak kecil aku sangat takut jika Ayah sudah marah. Pernah ketika SMA aku membohongi Ayah dan Ibu. Ayah memarahiku habis-habisan. Untung Mas Ibram datang menenangkan. Memang sejak dahulu Mas Ibram sangat menurut pada Ayah, hal itu membuat Ayah sangat mempercayainya dan akhirnya menikahkan aku dengannya.

"Jawab Alya! Kamu salah apa sampai Ibram menceraikan kamu!"

Tubuhku bergetar mendengar teriakan Ayah.

"Alya gak tau, Yah. Alya juga bingung," ujarku sambil terisak. Ibu mendekat ke arahku dan memelukku erat.

"Sudah, Yah. Jangan salahkan Alya. Barangkali memang masalahnya ada di Ibram," ucap Ibu, membelaku.

"Kalau benar masalahnya ada di Ibram. Benar-benar tak tahu balas budi anak itu!" Ayah melempar surat dari Pengadilan Agama ke meja kemudian pergi ke luar.

***

Tak henti aku mencari keberadaan Mas Ibram. Namun, tak ada titik terang akan hal ini.

Hingga suatu malam saat aku hendak memejamkan mata, ponselku berbunyi. Sebuah pesan di aplikasi hijau. Aku mengerenyitkan dahi ketika melihat nomor pengirim tak ada di kontak.

Kubuka pesan itu. Sebuah pesan dengan foto, tak ada kata-kata apapun. Foto itu menampilkan tempat yang cukup ramai. Jika kuperhatikan tempat itu seperti sebuah bandara. Kuperhatikan foto itu lebih detil. Ada wajah yang kukenal di sana. Mas Ibram. Dari gambarnya ia sedang berdiri berbicara dengan seorang wanita.

Kuamati wajah wanita itu dan mengingat-ingat apakah aku pernah bertemu dengannya bersama Mas Ibram. Namun, aku tak dapat mengenalinya. Ia tampak asing bagiku.

Dari penampakan yang ada di foto, kutaksir ia seumuran denganku dan Mas Ibram. Tapi, karena terawat ia terlihat sangat cantik.

Ada perasaan takut kalau Mas Ibram macam-macam dengan wanita itu. Namun, pose mereka saat foto ini diambil tidak menunjukkan bahwa mereka adalah sepasang kekasih.

Siapa wanita itu? Aku harus mencari tahu agar dapat bertemu dengan Mas Ibram.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cahaya yang Tertunda
8.9
Usai masa nifas, Winda Baskoro mengunjungi Dinas Kependudukan untuk memasukkan bayinya, Alex Harto, ke kartu keluarga. Namun, petugas mengungkap bahwa nama Alex Harto telah terdaftar di bawah nama suaminya, Tama Harto. Saat Winda kebingungan, sebuah pesan masuk dari asisten suaminya, Sania Marsudi. Foto itu menampilkan Tama yang merangkul Sania dan menggendong bocah berusia lima tahun di depan TK, lengkap dengan papan nama bertuliskan Alex Harto.
Sampul Novel Ikhlasku dengan takdirku
9.7
Wanita yang didera kesulitan ekonomi dan beban mengasuh anak ini harus menghadapi pahitnya dikhianati oleh sang kekasih. Namun, kepasrahan kepada Allah menuntunnya pada kedamaian jiwa. Sementara itu, perjalanan seorang gadis dalam mengejar cita-cita justru mempertemukannya dengan jodoh tak terduga. Lewat kesabaran dan keikhlasan yang religius, mereka membuktikan bahwa ketulusan hati akan selalu membawa kebahagiaan setelah badai berlalu.
Sampul Novel LUKA DI ANTARA KITA
8.1
Kehancuran melanda rumah tangga seorang istri setia setelah mengetahui perselingkuhan suaminya dengan sahabat dekatnya sendiri. Menghadapi pengkhianatan ganda yang menyakitkan ini, seluruh kepercayaannya kini telah runtuh tak bersisa. Di tengah kepedihan yang mendalam, ia harus segera menentukan sikap. Haruskah ia tetap bertahan menyelamatkan sisa pernikahan mereka, atau melangkah pergi selamanya untuk menyembuhkan diri?
Sampul Novel Pernikahan Tanpa Perasaan dengan Tuan Atasan
9.5
Sejak sang ayah tiada, Niela harus berjuang sendirian menjalani kerasnya hidup. Ia sangat mendambakan kehadiran suami yang bisa melindunginya dan menjadi tempat bersandar. Namun, impian itu hancur ketika ia terikat pernikahan tak terduga dengan bosnya sendiri yang menaruh kebencian mendalam padanya. Bukannya kehangatan, Niela justru menerima sikap dingin dan tekanan dari suaminya yang acuh. Kini, ia terjebak dalam pernikahan tanpa cinta yang begitu menyiksa batinnya.
Sampul Novel Pesona Menantu Eksklusif
9.5
Kisah romansa dewasa khusus pembaca usia 21 tahun ke atas ini mengupas momen intens di malam pertama sepasang kekasih. Fokus utama cerita tertuju pada pengalaman mendalam sang mempelai wanita yang memiliki gairah seksual sangat tinggi. Suasana malam pengantin yang penuh gejolak emosi serta sensasi fisik tersebut digambarkan secara gamblang melalui jeritan ekspresif yang memenuhi seluruh penjuru ruangan.
Sampul Novel Saat Hati Tertusuk Duri Cinta
9.2
Bagi Gina, asmara membawa petaka yang mengubah hidup indahnya menjadi mimpi buruk. Sejak Evan hadir, seluruh dunianya hancur tanpa sisa. Gina harus menghadapi kenyataan pahit kehilangan calon bayinya, menderita cacat fisik pada wajah, serta melihat karier dan nama baiknya hancur lebur. Evan tanpa belas kasih meremukkan perasaannya. Kini, batin Gina tersiksa dan terluka sangat dalam, tertusuk duri tajam dari cinta yang begitu menyesakkan dada.