APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Direndahkan Oleh Keluarga Suami

Direndahkan Oleh Keluarga Suami

Jasmine Bintang, yang memiliki keterbatasan fisik sejak lahir, kerap mengecewakan sang ibu. Harapan indahnya untuk bahagia bersama Ardan Mahendra, suaminya yang sukses, sirna ketika keluarga Ardan terus merendahkannya. Kehadiran Anindya, mantan kekasih Ardan yang membongkar kepalsuan pernikahan mereka, kian memperparah penderitaan Jasmine. Saat Jasmine memilih bercerai demi harga dirinya, Ardan justru menolak keras dan mengancam tidak akan melepaskannya.
Bab
Bagikan

Bab 3

Pagi hari setelah malam penuh air mata itu, Jasmine duduk di meja makan, menatap cangkir teh yang sudah lama dingin di hadapannya. Di luar, hujan turun dengan deras, mengguyur jendela kaca rumah mereka seperti titisan air mata dari langit. Suara gemericik hujan itu seolah menyanyikan lagu kesedihan yang sudah begitu akrab di telinganya. Dia merasa seperti setiap tetes air yang jatuh membawa sebagian dari dirinya yang sudah hilang, dan rumah yang semula penuh harapan itu kini terasa seperti penjara tanpa jeruji.

Di seberang meja, Ardan duduk dengan ekspresi kosong, tidak tahu harus berkata apa. Suara langkah kakinya yang berat di lantai hanya dipecah oleh desisan angin dan hujan di luar. Setiap kali Jasmine menatapnya, ada rasa sakit yang mengusik di dada Ardan, seakan setiap detik yang berlalu adalah siksaan karena dia tahu dia telah gagal, telah mengecewakan orang yang paling dia cintai. Namun, kata-kata yang ingin dia ucapkan terasa terjebak di tenggorokan, terlalu sulit untuk diungkapkan.

"Jasmine, aku... aku tahu aku tidak punya hak untuk meminta maaf, tapi aku ingin kau tahu bahwa aku tidak pernah bermaksud...," Ardan menghela napas berat, menatap meja dengan pandangan kosong. "Aku hanya tidak tahu bagaimana caranya memperbaiki semuanya."

Jasmine tidak menanggapi. Dia hanya terus menatap cangkir teh di hadapannya, matanya kosong dan letih. Dulu, setiap pagi dia akan memulai hari dengan secangkir teh hangat dan senyum di wajah Ardan, yang akan memberinya semangat untuk menghadapi apapun. Tapi sekarang, aroma teh yang seharusnya menenangkan itu malah mengingatkannya pada kepahitan, pada kenyataan bahwa semua itu hanyalah ilusi. Senyum Ardan, perhatian yang dulu diberikannya, semua itu kini terasa seperti bayangan di malam gelap.

"Aku tidak butuh permintaan maafmu, Ardan," akhirnya Jasmine berbicara, suaranya lemah, tetapi tegas. "Aku hanya ingin kau pergi, pergi dari hidupku. Ini semua sudah cukup."

Kata-kata itu membuat Ardan menoleh cepat, matanya menyentuh mata Jasmine sejenak, sebelum akhirnya jatuh lagi, seakan menghindari kenyataan. "Jasmine, kau tahu aku tidak bisa melakukannya," katanya, suaranya penuh keputusasaan. "Kita sudah melewati begitu banyak hal bersama. Aku tidak bisa kehilanganmu."

Tapi Jasmine sudah kehilangan Ardan sejak lama. Dia hanya baru menyadarinya sekarang. Kebohongan yang ditutupi dengan senyuman, perhatian yang hanya diberikan saat orang lain melihat-semua itu mengalir dalam darah mereka seperti racun. Ardan tidak pernah mencintainya, setidaknya bukan dengan cara yang benar. Bagi Ardan, Jasmine adalah tanggung jawab, bukan cinta.

Jasmine berdiri dan mengangkat wajahnya, menatap Ardan dengan mata yang sudah tidak bercahaya, hanya ada sisa-sisa harapan yang kini tinggal abu. "Kau tidak pernah mencintaiku, Ardan. Cinta sejati tidak bisa dibangun di atas kebohongan."

Kata-kata itu membuat Ardan tersentak, seperti dipukul keras. Wajahnya memucat, mulutnya terbuka seakan ingin berkata sesuatu, tapi kata-kata itu hilang di udara. Hatinya terbelah, sebuah luka yang seakan tidak bisa disembuhkan. Tetapi Jasmine, dalam kebisuan yang menekan dadanya, tahu bahwa dia harus melepaskan. Mungkin ini adalah satu-satunya cara agar dia bisa kembali menemukan dirinya.

Jasmine berjalan ke jendela, melihat ke luar ke jalan yang basah dan licin. Di sana, dunia bergerak seperti biasa, orang-orang berlalu-lalang, kendaraan berjalan cepat seakan tidak peduli dengan kesedihan yang melanda rumah ini. Jasmine ingin berteriak, melawan dunia yang terus bergerak tanpa menghiraukan penderitaan yang dia rasakan. Tapi dia tahu bahwa teriakan itu hanya akan melawan angin, tak ada yang mendengarnya. Hanya dia dan kesunyian, dan rasa sakit yang membeku di dalam dada.

Ardan akhirnya berdiri, langkahnya berat menuju Jasmine. "Jasmine, aku tahu aku bukan suami yang baik, tetapi aku bisa berubah," katanya dengan suara yang penuh harap, matanya bersinar dengan airmata yang nyaris jatuh. "Aku bisa berjuang untuk kita."

Jasmine menoleh, matanya bertemu dengan mata Ardan yang penuh sesal. Namun, dalam pandangan itu, Jasmine melihat lebih dari sekadar penyesalan. Dia melihat ketakutan-takut kehilangan, takut menghadapi kenyataan bahwa dia mungkin telah salah memilih. Tetapi apakah itu cukup untuk memperbaiki segalanya?

"Aku tidak ingin kau berubah untukku, Ardan," jawab Jasmine, suaranya hampir tidak terdengar. "Aku ingin kau berubah untuk dirimu sendiri. Aku tidak bisa menjadi alasan kau mencari kebahagiaan. Itu harus datang dari dalam dirimu, dan aku... aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi."

Ardan terdiam, terperangkap dalam kata-kata Jasmine. Hatinya berdebar dengan cepat, namun pikirannya terasa kosong. Dia ingin menggapai tangan Jasmine, meminta dia untuk tetap di sini, untuk memberinya kesempatan satu kali lagi. Tapi dia tahu, kata-kata itu tidak akan cukup untuk menghapus semua yang telah terjadi.

Jasmine meraih tas di kursi, menatap Ardan satu kali lagi, seolah ingin mengukir wajahnya dalam memorinya, lalu berbalik dan berjalan menuju pintu. Di belakangnya, Ardan masih berdiri dengan kebisuan yang memekakkan telinga, matanya memandangi punggung Jasmine hingga hilang dari pandangannya. Hujan di luar menjadi semakin deras, seperti menangis bersama Jasmine, seperti mengerti betapa sulitnya untuk melepaskan.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ayahku, Penjahat Terbesarku
8.1
Zayden Alaric Veyra, bos kartel Raven sekaligus pebisnis ulung, tak pernah menduga hatinya yang dingin akan terpikat oleh Kaela Seraphine saat mereka bertemu di sebuah pesta. Di balik pesonanya, Kaela memendam misi rahasia untuk melenyapkan sosok Raven. Ketika takdir menjebak keduanya dalam sebuah misi penuh mara bahaya, benih cinta mulai tumbuh. Kini, mereka harus memilih antara mengikuti kata hati atau saling membunuh demi tuntutan dunia hitam yang kejam.
Sampul Novel Bias: Dari Uncle, Jadi Daddy
9.0
Demi pekerjaan baru, Alexandria Serenata Atmadya pindah ke kota megapolitan. Sifatnya yang sungkanan justru dimanfaatkan Ragnala Firaz Himawan untuk menjebaknya dalam pernikahan kontrak yang manipulatif. Di tengah adu siasat antara keduanya, sebuah rahasia besar terungkap mengenai keberadaan anak berumur empat tahun. Alexandria kini harus bertahan menghadapi rayuan manis Ragnala, sembari berjuang demi cinta di tengah bayang-bayang masa lalu yang kelam.
Sampul Novel Dosenku di Siang Hari, Suamiku di Malam Hari
8.2
Dunia Arlina terguncang setelah mengetahui dirinya hamil dan pria dari malam itu adalah Profesor Rexa, dosen mudanya di Universitas Sterling. Dihadapkan pada pilihan sulit, Arlina sepakat menikah rahasia. Rexa perlahan mendekatinya dengan berbagai alasan menggelitik untuk berbagi kamar demi menghemat biaya. Identitas Arlina sebagai istri sekaligus dokter bedah jantung hebat akhirnya terungkap di depan para mahasiswa saat Rexa dengan bangga memperkenalkannya di kelas.
Sampul Novel Gadis Cantik Milik Mafia
8.8
Setelah diusir oleh bibinya akibat fitnah kejam, Sephi berjuang keras demi memperbaiki hidupnya. Takdir menuntunnya mengikuti wawancara kerja, di mana ia bertemu Aldo, seorang CEO dingin yang juga pemimpin mafia disegani di Eropa. Aldo yang dikenal kaku dan hanya peduli pada keponakannya, mulai merasakan cinta untuk pertama kali setelah melihat ketulusan Sephi. Akankah kehangatan gadis itu mampu meluluhkan hati sang bos kriminal yang tak tersentuh?
Sampul Novel Istri Tomboy Sang CEO
8.8
Zella Polly, gadis tomboy yang tidak tahan dengan diskriminasi di rumahnya, harus menikah demi mendapatkan izin keluar dari sang ayah. Pada saat yang sama, CEO muda bernama Hugo Chavez terpaksa mencari istri untuk mengatasi rasa sakit hati setelah dikhianati kekasihnya. Demi kepentingan masing-masing, keduanya sepakat melakukan pernikahan kontrak. Akankah mereka berhasil menghadapi berbagai rintangan dan dinamika baru dalam kehidupan rumah tangga ini?
Sampul Novel Pelayan Dinikahi Tuan Muda
9.4
Demi membiayai pengobatan orang tuanya, Attaya terpaksa setuju menikahi Leon. Pernikahan ini dirahasiakan oleh Leon, yang kemudian memicu rasa cemburu saat ia melihat Attaya melayani lelaki lain. Keadaan kian pelik ketika Attaya tahu bahwa adik Leon adalah masa lalunya. Walau ditentang keluarga karena perbedaan kasta, Leon rela melepas kekayaannya demi sang istri. Saat adiknya terbukti mandul, keluarga pun memohon Leon kembali, yang ia setujui asal Attaya diakui.