APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dipinang Dosen Tampan

Dipinang Dosen Tampan

Demi mencegah Laura membangkang seperti kakak-kakaknya, Jason menjodohkan putri bungsunya itu dengan Jonathan, seorang dosen tampan di kampus Laura. Meski terpaksa menuruti kehendak sang ayah untuk menikah, hati Laura tidak serta-merta luluh pada suaminya. Kini, di tengah ikatan pernikahan yang dipaksakan oleh takdir tersebut, Jonathan harus berjuang keras demi memenangkan cinta dan ketulusan hati Laura.
Bab
Bagikan

Bab 3

Waktu sudah menunjuk angka lima sore. Laura lebih dulu pulang ke rumah dari Jonathan karena lelaki itu sedang ada meeting dengan para dosen lainnya. 

"Halo, Kak. Di mana? Nanti malam ikut dinner nggak?" Laura menghubungi Kinara. 

"Nggak, Lau. Itu hanya dinner keluarga suami kamu aja. Kita nggak ikutan, males juga. Lama." 

"Yaah. Kak Gerald, gimana?" 

"Apalagi dia. Itu orang lagi bulan madu, mau kasih adik buat si kucrit." 

"Haah? Udah mau punya adek? Gilak!" 

"Gilak kenapa? Si kucrit udah gede, kali. Udah mau tujuh tahun usianya." 

"Iya sih. Ya udah deh, aku mau mandi dulu. Kirain kalian juga ikut. Males banget, nggak ada kalian." 

"Laura, Sayang. Kamu udah beristri, ada keluarga baru yang harus kamu sambut. Jangan harus ada kami terus. Beradaptasi dengan keluarga baru itu wajib. Jangan sedih terus dong. Masih cinta, sama Virza? Kamu yakin, dia mau ikut kamu?" 

Laura menelan salivanya dengan pelan. "Masih, Kak. Tapi, mau gimana lagi. Bener sih, kata Kakak. Belum tentu mau ikut aku. Aku juga sama, nggak akan mau juga. Papa juga pasti nentang banget." 

"Itu kamu tahu. Udah ... nikmati aja jadi pengantin baru. Udah unboxing belum?" 

"Unboxing dari Hongkong! Baru juga nyampe rumah, malah disuruh ngerjain tugas. Lagi pula, aku belum siap, Kak." 

"Kenapa? Enak kok."

"Kak!" 

Kinara lantas tertawa mendengar Laura menggerutu. "Udah, yaa. Aku mau mandi dulu." 

Laura kemudian menutup panggilan tersebut dan melempar asal ponsel tersebut ke atas tempat tidur. Merasa tidak ada siapa-siapa di dalam kamarnya, ia membuka pakaiannya karena hendak membersihkan diri. 

"Lama-lama juga kamu pasti akan melupakannya. 

"Astagaaa!" Laura terperanjat kaget kala mendengar suara bariton yang tengah berdiri di ambang pintu. 

"Maksudnya?" tanyanya seraya menutupi bagian dadanya dengan kemeja yang sudah dia lepaskan. 

Jonathan menghampiri perempuan itu. Sementara Laura melangkah mundur, tak ingin Jonathan mendekatinya. 

"Kamu sudah punya suami. Jangan mencintai orang lain yang belum tentu masih cinta sama kamu. Kamu yakin, dia masih cinta sama kamu?" tanyanya tanpa menghentikan langkahnya. 

Hingga mentok ke tembok, Laura sudah tak bisa mundur lagi. "Emangnya kenapa, kalau aku masih cinta sama dia?" 

Jonathan menghela napasnya. Ia kemudian mengambil ponselnya dan memberikan bukti jelas bahwa Virza bukan lelaki baik untuk Laura. 

"Masih mencintainya?" tanyanya kemudian. "Hargai keputusan papa kamu, Laura. Jangan membencinya karena sudah menjodohkan kamu dengan aku. Dia lebih tahu dari kamu, supaya anaknya tidak terjerumus dalam lubang yang salah." 

Jonathan menggetok kening Laura kemudian keluar lagi dari kamar tersebut. "Mandi duluan aja. Aku mau ngopi dulu." 

Laura masih menganga melihat potongan video Virza sedang bercinta dengan perempuan lain. Tanggalnya pun masih tertera dengan jelas, satu bulan yang lalu. 

"Anak setan!" ucapnya jengkel. Ia kemudian masuk ke dalam kamar mandi seraya menggerutu kesal. 

Lima belas menit berlalu. Sambil menunggu jam tujuh tiba, Laura memilih duduk di sofa kamar tidurnya sembari menikmati secangkir teh chamomile kesukaannya.

"Masih cinta, sama orang yang udah khianati kamu?" Jonathan kembali membahas perasaan Laura. 

Perempuan itu kemudian melirik tajam suaminya yang baru selesai mandi. "Nggak usah ngeledek deh! Kamu juga punya pacar, kan? Jujur!" 

Jonathan mengangguk. "Punya. Dua bulan yang lalu udah putus tapi. Aku menerima perjodohan orang tua kita karena aku sudah tidak punya pacar lagi." 

Laura menghela napas kasar. "Kenapa saat di kampus kamu kayak setan kutub utara. Tapi, di sini banyak ngomong." 

Jonathan tersenyum miring. "Karena kamu tidak pernah mau mengenal dosen kamu sendiri lebih dekat."

"Emang sifatnya kayak gitu. Kenapa malah nyalahin aku?" 

"Aku nggak nyalahin kamu, Laura. Jangan salah paham." 

Laura menyunggingkan bibirnya seraya melirik tajam pada suaminya itu.

"Tolong jaga attitude kamu, ya. Orang tuaku sangat mengedepankan kedisipilinan. Kamu boleh ngelunjak ke aku, tapi jangan pada orang tuaku. Jangan sampai aku obrak-abrik kamu saat pulang dinner nanti." 

"Nye nye nye nye!" Laura menghiraukan bahkan meledek lelaki itu. 

Jonathan masih sabar. Menikah dengan perempuan yang masih berusia dua puluh satu tahun merupakan tantangan tersendiri baginya. Perbedaan usia tujuh tahun itu cukup membuatnya lebih berpikir dewasa dan memahami kondisi Laura. Ia hanya geleng-geleng kepala seraya menyisir rambut tebal hitam itu. 

Waktu sudah menunjuk angka tujuh malam. Di The Golden Resto, mereka sudah sampai di sana kemudian menyapa keluarga Jonathan yang sudah tiba di sana. 

Laura yang diminta supaya menggandeng tangan Jonathan merasa tersiksa di malam itu. Harus menerbitkan senyum, menyapa dengan ramah, dan lain sebagainya. Harus bersikap feminim juga jangan sampai lupa. 

"Cantik banget, menantu Mami." Tiara memuji kecantikan sang menantu. 

Laura mengulas senyumnya. "Terima kasih, Mami. Mami juga cantik banget." 

Tiara kemudian menggandeng menantu kesayangannya itu dan duduk di meja yang telah disediakan di sana.

"Bagaimana, Sayang? Jonathan tidak pernah memarahi kamu, kan? Dia memang sedikit diam orangnya, tapi ... kalau sudah marah, jangan dilawan. Bisa kayak macan kelaparan." 

Laura meringis pelan. "Iya, Mi. Udah tahu kalau itu. Soalnya kalau lagi ngajar, nggak pernah sekali pun dia mengumbar senyum." 

Tiara terkekeh pelan. "Menghindari kontak batin, Sayang. Supaya tidak jatuh cinta pada siapa pun kecuali sama kamu." 

Laura benar-benar dibuat melting oleh mertuanya itu. Jonathan tidak semanis sang mama, hanya kejengkelan yang selalu pria itu tunjukkan kepadanya.  

"Makan dulu, yuk! Ini, ada makanan khas Eropa, makanan kesukaan kamu, Nak. Mami sudah siapkan semuanya. Selamat makan ya, Sayang." 

Tiara begitu perhatian kepada Laura. Seolah seperti anaknya sendiri, ia sangat disayang oleh mertuanya itu. Namun, tetap saja tidak akan merubah dirinya untuk bisa jatuh cinta kepada pria yang baru saja menjadi suaminya. 

'Ini kenapa pikiran gue melayang ke arah jauh, yaa? Baru dua kali ketemu sama mamanya Jonathan, kenapa dia kayak udah kenal gue dari lama? Perasaan waktu di gereja nggak kayak gini.' Laura menggaruk rambutnya dengan pelan. 

Banyak kejanggalan setelah melihat kedekatan Jonathan dengan Jason, Tiara yang begitu perhatian kepadanya, dan jangan lupakan Kayla yang sedari tadi berbincang dengan menantunya itu. 

"Nggak mungkin banget kayaknya kalau mereka baru kenal sebulan dua bulan. Gilak! Apa gue doang, yang nggak tahu apa-apa?" Laura menghela napasnya dengan pelan seraya menatap kedua orang tuanya yang tengah berbincang dengan menantunya itu. 

"Laura?" panggil Tiara kemudian. 

Laura menoleh. "Heuh! Iya, Mi?"

"Euum ... bagaimana dengan malam pertama kalian? Sukses?" 

Uhuk! Uhukk! 

Laura tersedak oleh makanan yang tengah ia kunyah. Bagaimana tidak, pertanyaan Tiara mengundang emosi jiwa karena sudah bertanya mengenai malam pertama penuh dengan emosi di dalamnya. 

'Sukses bikin gue gondok, iyaa. Malam pertama disuruh ngerjain tugas! Hanya satu di dunia ini dan itu hanya suami gue!' Laura menggerutu dalam hatinya. 

"Eeuh! Belum, Mi. Kemarin aku harus ngerjain tugas kuliah dulu," ucapnya jujur. 

"Walaah. Kirain langsung ditembak. Ternyata belum. Padahal, Mami udah kasih sesuatu untuk Jonathan. Udah dikasih belum, ke kamu?" 

Laura menggelengkan kepalanya. "Kasih apa, Mi?" tanyanya ingin tahu. 

Tiara menerbitkan senyum nakal. Ia kemudian memperlihatkan gambar yang ada di dalam ponselnya. 

Dengan mata membola, ia kemudian menelan salivanya dengan berat kala melihat gaun seksi yang sering dikenakan oleh Kayla. 

"Nanti pakai ya, Nak. Mami udah gak sabar, pengen punya cucu," ucapnya tanpa dosa.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel BENIH PRESDIR LUMPUH
7.8
Fiona Isabella Fawzi terpaksa menjadi pengantin pengganti bagi seorang pria lumpuh dalam pernikahan yang tidak pernah ia inginkan. Sebagai gadis muda, kondisi fisik serta perbedaan usia sang suami menjadi beban batin yang berat baginya. Di luar rumah, ia aktif membuat keonaran bersama geng Trio FAM Alliance. Demi merebut kembali kebebasannya, Fiona pun merancang berbagai rencana licik untuk bercerai. Akankah ia berhasil lolos, atau justru terjebak selamanya?
Sampul Novel Janda Tengil itu adalah mantan Istriku
8.8
Larissa sukses bangkit menjadi janda kaya raya yang memimpin perusahaan kosmetik raksasa. Masa lalunya hancur akibat pengkhianatan Nando, mantan suaminya yang berselingkuh dengan Reita. Namun, takdir berbalik saat Reita meninggalkan Nando demi lelaki lain. Kini hidup Nando dan Reita jatuh miskin. Tanpa disadari, kedua orang yang pernah mengkhianati Larissa tersebut justru melamar pekerjaan di perusahaan milik mantan istrinya yang kini telah sangat berjaya.
Sampul Novel MENANTU KONTRAK
9.2
Pasca diusir ibu tirinya, hidup Anindya yang sulit berubah saat ia menerima pernikahan kontrak dengan Reivan. Reivan adalah miliarder dingin yang trauma akan masa lalunya. Pernikahan ini diatur oleh Nyonya Nadia demi mengabulkan keinginan terakhir Nenek Zylvana yang sakit keras. Kehadiran sang nenek yang manja perlahan mencairkan jarak di antara mereka. Sayangnya, ego Reivan memicu konflik hebat yang memaksa Anindya mempertaruhkan nyawa demi cinta saat rahasia mulai terungkap.
Sampul Novel My Tsundere King
8.3
Menginjak usia 16 tahun di kelas 11, kehidupan Ratu Gifara mendadak penuh gejolak. Ia terus terlibat pertikaian sengit setiap hari dengan Raja, cowok dingin bermata hitam yang selalu sinis padanya. Sifat keras kepala membuat keduanya menolak berdamai hingga lulus sekolah. Tanpa Ratu ketahui, ada kesepakatan rahasia yang dibuat orang tuanya dengan pihak lain. Sementara itu, Raja yang terkenal bermulut pedas rupanya menyembunyikan begitu banyak misteri besar yang belum terpecahkan.
Sampul Novel Pelabuhan cinta Daffin
9.7
Zalfa memilih pergi ke Jakarta untuk menyembuhkan luka akibat cintanya yang tak berbalas pada Hamid. Di kota besar ini, takdir justru menyeret gadis desa yang anggun itu ke dalam pernikahan tak terduga dengan Daffin Al-Aziz, anak majikannya yang sombong dan temperamental. Konflik pun kerap terjadi di antara mereka. Di sisi lain, Daffin menjalin hubungan dengan model papan atas bernama Alisa, tanpa tahu kekasihnya itu ternyata menjadi simpanan pria berduit demi gaya hidup.
Sampul Novel Pemilik Hati Tuan Mafia
8.7
Hidup dalam penderitaan sejak kecil membuat Belle harus tegar menghadapi kejamnya dunia. Di tengah keterpurukan, ia menemukan jalan untuk membalas dendam kepada orang-orang yang telah menyakitinya. Bersama Albara, satu-satunya sosok pelindung yang ia percayai, Belle berusaha bangkit kembali. Meski trauma masa lalu membuatnya menutup diri dari cinta, keluarga, dan persahabatan, akankah kehadiran Albara mampu menyembuhkan hatinya dari bayang-bayang luka baru?