APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Diperlakukan Bak Orang Asing Oleh Suami Anakku

Diperlakukan Bak Orang Asing Oleh Suami Anakku

Setelah merelakan seluruh hidupnya demi Ricardo dan putri mereka sebagai ibu rumah tangga, wanita ini justru menghadapi kenyataan pahit. Kehadiran kembali cinta lama suaminya yang baru bercerai mengubah segalanya. Diperlakukan layaknya pelayan oleh anak kandungnya sendiri dan diabaikan oleh sang suami, ia akhirnya memilih mundur. Dengan menandatangani berkas perceraian tanpa menuntut hak apa pun, ia pergi menjauh. Namun kini, setelah ia melangkah pergi, penyesalan mendalam justru datang menghampiri mereka.
Bab
Bagikan

Bab 6

Setelah acara makan malam berakhir, Ricardo menolak halus ajakan Fiona untuk mampir ke rumahnya dan minum teh. Dalam hati, dia merasa bersalah. Awalnya, dia berniat pulang untuk menghibur Eva agar luluh.

Namun tak disangka, Eva sama sekali mengabaikannya. Seketika, kemarahan meledak dalam dirinya.

"Hari ini ulang tahun Fiona! Aku dan Ivany cuma menemaninya merayakan ulang tahun! Tapi kamu malah menguntit ke sana?! Luar biasa sekali kamu, Eva. Nggak tahu malu!"

Eva tetap tidak menoleh ataupun menatapnya sama sekali. Di matanya, pria ini benar-benar berengsek luar dalam. Jelas-jelas dia yang berselingkuh dengan wanita lain, tapi malah melemparkan kesalahan pada dirinya. Pintar sekali melempar tanggung jawab.

Ricardo menatap Eva tajam dan alisnya berkerut rapat. Kalau ini dulu, hanya dengan menunjukkan sedikit kekesalan saja, Eva pasti sudah buru-buru minta maaf dan menunduk mengaku salah. Bahkan meski yang salah adalah Ricardo, dia bisa seenaknya marah dan memanipulasi Eva dengan mudah.

Namun sekarang, cara itu tak lagi mempan.

Perubahan sikap Eva ini membuat Ricardo merasa tidak tenang. Ada kegelisahan yang merayap diam-diam di dadanya, membuatnya gusar tanpa sebab.

"Sudah berapa kali aku harus bilang? Aku dan Fiona itu cuma teman, nggak ada hubungan apa-apa! Bisa nggak sih kamu fokus ke diri sendiri, jangan terus awasi aku?!"

Eva masih tak menatapnya, lalu berkata, "Kamu benar. Aku memang seharusnya mulai fokus pada diriku sendiri."

Ucapan itu benar-benar membuat Ricardo murka. Di matanya, Eva sedang sengaja mengabaikannya dan menyindirnya dengan kata-kata sinis seperti ini.

Dalam ledakan emosi, Ricardo membalikkan piring buah dan gelas di atas meja, semuanya jatuh dan berantakan di lantai. Namun, Eva tetap tidak bergerak. Dia hanya duduk tenang sambil menonton televisi seolah tak terjadi apa-apa.

Wajah Ricardo memerah, matanya menyala penuh kemarahan. Dia mengepalkan tangannya, berusaha menahan diri.

"Aku kerja keras setiap hari dari pagi sampai malam! Sementara kamu enak-enakan di rumah hidup mewah seperti nyonya besar. Masih belum cukup juga? Kalau bukan karena aku kasihan sama Ivany dan nggak mau dia kehilangan ibunya, aku sudah ceraikan kamu, dasar perempuan jelek!"

Lagi-lagi, dia menggunakan trik lama dengan memanipulasi mental untuk mengendalikan Eva. Namun, Eva hanya menjawab datar, "Aku sudah bilang dengan sangat jelas. Aku nggak peduli dan juga nggak marah."

Ucapannya itu membuat Ricardo merasa seperti emosinya tidak bisa tersalurkan. Meski begitu, dalam benaknya yakin bahwa Eva hanya sedang berpura-pura. Apa pun isi hati wanita itu, Ricardo sudah pasti tidak akan membiarkan hal ini berlalu begitu saja.

"Masalah Fiona ... kamu harus minta maaf langsung padanya dan minta dia memaafkanmu. Kalau nggak, kamu akan terus tidur di halaman!"

Usai berkata demikian, Ricardo naik ke lantai atas dengan langkah penuh amarah.

Eva tetap duduk di tempat tanpa bereaksi. Di hatinya, tidak ada lagi sedih ataupun marah, yang tersisa hanya ketenangan.

Tak lama kemudian, Ivany berlari turun dari lantai atas dan berhenti di hadapan Eva.

"Kamu bikin Papa marah lagi! Kamu jelek, nggak pantas jadi istri Papa. Aku maunya Tante Fiona jadi mamaku! Kamu cepat pergi dari rumah ini!"

Eva menatap Ivany dengan tenang dan tersenyum tipis. "Tenang saja. Tante Fiona kesayanganmu itu sebentar lagi akan jadi ibumu."

Usai bicara, dia berbalik dan melangkah ke arah halaman.

Namun baru sampai di ambang pintu, suara Ivany kembali terdengar dan menyuruh dengan nada tinggi. "Aku mau makan mi daging sapi! Cepat masakkan! Jangan lupa kasih telur ceplok setengah matang!"

Eva tidak menoleh ataupun menjawab, dia hanya melemparkan sebuah kalimat sebelum melangkah pergi. "Suruh Tante Fiona-mu yang masak."

Dari belakang, terdengar suara makian Ivany yang kasar dan jahat. Bahkan, sulit dipercaya bahwa kata-kata seperti itu bisa keluar dari mulut anak yang baru berusia enam tahun.

Akan tetapi, Eva tidak peduli lagi. Dia sudah tidak ingin lagi menjadi ibu dari anak seperti Ivany. Seperti apa gadis itu akan tumbuh besar nanti, bukan lagi urusannya.

Karena itulah, tak ada alasan lagi baginya untuk peduli.

Hari-hari berikutnya, Ricardo tetap seperti sebelumnya. Dia membawa anaknya pergi dan tidak pulang ke rumah. Dia ingin menggunakan cara ini untuk menyiksa mental Eva.

Bahkan saat pergi pun, Ricardo masih sempat melemparkan ancaman. Jika Eva tidak mau berlutut dan meminta maaf langsung pada Fiona, dia dan Ivany tidak akan pernah kembali ke rumah.

Eva nyaris tertawa mendengarnya. Bukannya takut, dia justru berharap bisa sejauh mungkin dari kedua orang itu. Dia sama sekali tidak tertarik membuang waktunya yang berharga untuk mereka.

Malam harinya, Fiona mengirimkan sebuah video.

Dalam video itu, terlihat dirinya duduk di atas ranjang sambil memijat punggung Ricardo yang bertelanjang dada. Tanpa sepatah kata pun, video itu sudah cukup jelas. Tujuan Fiona tak lain adalah untuk menyakiti Eva dan menunjukkan bahwa wanita yang tak bisa mempertahankan suaminya tak layak dihormati.

Namun, Eva hanya menatap layar sebentar, lalu mematikan suara ponselnya agar tidak terganggu.

Bukan hanya itu, Ricardo yang biasanya tidak pernah aktif di media sosial, kini mulai diam-diam memamerkan berbagai unggahan manis, seolah ingin menunjukkan pada dunia bahwa dia tengah dimabuk cinta.

Bagi Eva, semua itu terlihat lucu. Sangat lucu.

Nggak masalah. Sedikit lagi, dia akan bebas.

Waktu berjalan cepat dan tanpa terasa, hanya tersisa dua hari lagi.

Eva tidak lagi membiarkan pikirannya dipenuhi oleh kedua orang itu. Saat pikirannya terlepas dari beban mereka, dia menyadari bahwa dirinya mulai memiliki lebih banyak waktu untuk dirinya sendiridan melakukan hal-hal yang dia inginkan.

Ricardo pernah meremehkannya habis-habisan, seolah dirinya tak punya kemampuan apa pun.

Namun Eva ingat betul, saat perusahaan baru dirintis dulu, dia sendiri yang turun tangan mencari dan menegosiasikan banyak proyek penting. Begitu bisnis mulai stabil dan dia hamil, Eva memutuskan mundur dari dunia kerja dan fokus mengurus keluarga.

Meski begitu, sepertiga saham perusahaan tetap atas namanya. Itu adalah haknya dan juga satu-satunya pegangan yang akan dia jaga dengan baik sebelum benar-benar pergi dari hidup Ricardo.

Sembari menyusun langkah-langkah ke depan dalam diam, tiba-tiba Ricardo dan Ivany pulang ke rumah.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Arus yang Membuatku Liar
9.6
Novel romantis modern Arus yang Membuatku Liar mengisahkan tindakan kejam seorang suami yang tega mengaktifkan alat pengontrol pada tubuh istrinya ke tingkat tertinggi saat berada di tempat umum. Di tengah keramaian, sang istri seketika kehilangan kekuatan hingga terjatuh lemas di lantai. Alih-alih mendapatkan pertolongan tulus, ia justru menjadi pusat perhatian dan dikelilingi oleh pria-pria asing dengan niat buruk yang mulai mendekatinya dalam situasi tak berdaya tersebut.
Sampul Novel Cinta Berbalas Dusta
9.0
Angel Mudryy, model 19 tahun asal Rusia, berjuang merintis karier di Paris demi menjadi tulang punggung keluarga. Di balik kepolosan dan kecantikannya yang memicu rasa iri, ia terjebak dilema rumit. Hidup Angel kini diincar dua pria yang terobsesi padanya: seorang bujang hipersex dan seorang duda playboy. Akankah ia mampu menolak keduanya, atau justru terpaksa memilih? Simak kisah perjuangan Angel menghadapi pengkhianatan dan kepalsuan cinta.
Sampul Novel Menantu Tak Diharapkan
7.9
Cakra menjalani masa kecil yang berat bersama paman dan bibinya. Kehidupannya semakin rumit ketika sang paman terlilit utang besar kepada sebuah keluarga terpandang. Demi melunasi kewajiban tersebut, Cakra terpaksa menjadi menantu di keluarga kaya itu melalui pernikahan kontrak. Alih-alih hidup tenang, perbedaan status sosial yang jurang justru membuat Cakra harus menerima kebencian, sikap dingin, serta penolakan ekstrem dari mertua barunya.
Sampul Novel Modus Tuan Muda
8.5
Mona Latea harus menerima nasib buruk setelah dipaksa menggantikan Elisa, kakaknya yang kabur dari perjodohan. Kini, hidupnya diabdikan untuk melayani seorang tuan muda kaya yang kekanak-kanakan dan sangat merepotkan. Tanpa upah sedikit pun, Mona terpaksa bertahan melewati hari-hari penuh tekanan. Kisah cinta romantis ini diwarnai intrik rumit antara kewajiban yang menjerat dan daya pikat manipulatif sang tuan muda.
Sampul Novel Jodoh Hamil Serigala Putih, Ditakdirkan untuk Kesempatan Kedua
8.1
Dua tahun menanti, kabar kehamilanku justru hancur saat memergoki Damian, Alpha kawanan Batu Hitam, selingkuh dengan Serafina yang sudah hamil duluan. Pengabdianku selama lima belas tahun sia-sia, dianggap cuma alat politik tak berguna oleh keluarganya. Di tengah pesta Bulan Purnama, aku memutuskan memutus ikatan takdir kami, lalu menghubungi Kaelan demi memulai rencana balas dendam yang membara.
Sampul Novel Yang Kucintai adalah Duri
9.3
Rumah tangga dalam novel Yang Kucintai adalah Duri menyimpan rahasia kelam. Sang istri, yang diam-diam telah sembuh dari kebutaan, berpura-pura tidak tahu saat menemukan kamera pengawas di rumahnya. Suatu hari, ia bersembunyi di lemari dan menyaksikan suaminya membawa selingkuhan. Meski suaminya membela dirinya dari hinaan wanita itu, sang istri yang telanjur kecewa memutuskan keluar dari persembunyian, menghubungi kakaknya, dan setuju untuk pergi ke luar negeri.