APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Diperas Mafia Tengil

Diperas Mafia Tengil

Nasib malang menimpa Rania. Usai gagal menikah, ia diceraikan karena tidak bisa memberi anak lelaki. Rencana mengundurkan diri sebagai asisten pribadi pun kacau saat bosnya yang seorang mafia, Radin, malah memerasnya. Anehnya, Radin justru melindungi Rania dan putrinya dari usikan sang mantan suami. Sikap kontradiktif ini membuat Rania bingung. Rupanya, Radin menyimpan rahasia besar masa lalu yang menjadi alasan di balik kebaikan tersebut.
Bab
Bagikan

Bab 1

Rania ternganga, namun dengan cepat menguasai dirinya. Ia mengatupkan bibir, lalu tersenyum canggung untuk menutupi rasa terkejutnya.

"Sa-saya hanya tamatan SMA, Pak. Saya tidak memiliki pengalaman kerja sebagai sekretaris," ujar Rania terbata-bata.Ia tidak bisa memercayai hal ini. Melamar kerja sebagai office girl, tapi malah ditawari menjadi sekretaris.

"Bukan sekretaris. Jadi asisten pribadi," ralat pria yang mewawancarainya, Reza.

Rania tidak menyembunyikan kebingungannya. Ia tidak bisa membedakan antara sekretaris dengan asisten pribadi. Bahkan, baru kali ini ia mendengar mengenai jabatan asisten pribadi.

"Tugas Bu Rania adalah mendampingi Pak Radin, calon atasan Ibu, untuk bekerja. Intinya, Bu Rania akan fokus membantu Pak Radin melakukan pekerjaannya dari pagi hingga selesai. Bu Rania antara lain bertugas mengatur jadwal kerja, menerima telepon atau email untuk Pak Radin, menyediakan dan menyimpan dokumen yang diperlukan oleh Pak Radin, menyiapkan rapat termasuk mengundang pihak-pihak yang dikehendaki oleh Pak Radin dan melaporkan hasil rapat," jelas Reza, merangkum secara runut apa saja tugas Rania jika ia menerima tawaran tersebut.

"Maaf, Pak. Saya tidak punya pengalaman mengerjakan tugas-tugas itu."

Reza tersenyum lalu menunjukkan curriculum vitae yang dikirimkan oleh Rania sebelumnya.

"Bu Rania terlalu merendah. Sebelumnya, Ibu bekerja di perkebunan karet, peternakan sapi dan usaha pertanian lainnya, bukan? Beruntung Ibu mengirimkan CV dan bukan hanya resume, sehingga kami dapat mengetahui kualifikasi Ibu yang sebenarnya. Dengan pengalaman seperti ini, Bu Rania akan menjadi andalan Pak Radin dalam bekerja."

Rania merasa tidak nyaman dan membalas, "saya hanya membantu usaha keluarga mantan suami saya, Pak."

"Saya sudah menghubungi tempat kerja Bu Rania yang lama dan berbicara dengan Pak Rustam. Beliau membenarkan apa yang tertulis dalam CV milik Ibu ini. Jadi, kami yakin bahwa Ibu adalah orang yang tepat untuk menjadi asisten pribadi Pak Radin. Jika Bu Rania menerima tawaran kami, maka dalam bekerja, Bu Rania akan banyak berkoordinasi dengan saya selaku sekretaris Pak Radin. Jangan khawatir, saya akan membantu dan membimbing Bu Rania dalam melaksanakan tugas," lanjut Reza, tidak menyerah.

Rania tertegun. Sejenak ia merasa aneh dengan tawaran yang terdengar memaksa tersebut. Namun wajah anaknya terbayang di benaknya. Apa pun akan ia lakukan demi anaknya.

"Baiklah, Pak. Saya menerimanya. Saya mohon bimbingan dari Bapak agar saya dapat bekerja dengan baik," kata Rania pada akhirnya.

Reza tersenyum puas. Ia menyalami Rania.

"Selamat bergabung dengan kami, Bu. Sekarang, mari saya antar ke kediaman Pak Radin. Dalam perjalanan, saya akan menjelaskan tugas-tugas Bu Rania. Ibu akan bertugas mulai besok pagi."

Rania tersentak. Bukan karena masa kerjanya dimulai secepat itu, melainkan karena ia harus menemui atasannya di rumahnya.

"Maaf, Pak. Apakah perlu bagi saya untuk mengunjungi kediaman Pak Radin?"

"Tentu saja. Ibu bertugas menyiapkan segala keperluan Pak Radin, dimulai dengan memilihkan pakaian yang akan Pak Radin kenakan pada hari kerja, setiap hari. Tujuannya agar Pak Radin tidak perlu menggunakan waktu dan pikiran untuk mengambil keputusan 'remeh' seperti memilih pakaian dan jenis makanan yang akan dikonsumsi. Sehingga, Pak Radin dapat fokus dalam mengambil keputusan-keputusan penting bagi perusahaan."

Rania terhenyak. Dia belum pernah bertemu dengan Radin, namun harus mengerjakan hal yang biasanya dikerjakan oleh seorang istri? Astaga, apakah Radin ini tidak memiliki istri atau memang dirinya terlalu manja untuk mengerjakan hal sepele seperti memilih kaus kaki?

"Maaf, Pak Reza. Apakah tidak apa-apa bagi saya untuk melakukan pekerjaan bersifat pribadi seperti itu? Saya rasa, istri Pak Radin tidak akan menyukainya."

Reza tertawa pelan dan menjawab, "Pak Radin masih membujang, Bu. Jadi Bu Rania tidak perlu khawatir."

Rania tercengang. Kehilangan alasan untuk menolak.

***

Reza dan Rania tiba di parkiran apartemen Radin sore itu juga. Rania tercengang saat mengetahui bahwa apartemen Radin tergolong sederhana untuk kelas seorang CEO perusahaan ritel nasional. Rinto, mantan suaminya, memiliki apartemen yang lebih mewah dan mahal daripada apartemen yang ditempati oleh Radin.

"Pak Radin tinggal sendirian di sini. Para pekerja rumah tangganya hanya bekerja dari pagi hingga malam hari dan tidak menginap di sini," jelas Reza.

Reza dan Rania kemudian turun dari mobil Reza. Sesaat setelah mereka menutup pintu mobil, seruan seorang pria membuat mereka menoleh.

"Rez! Ada apa main ke sini?!"

Seorang pria tersenyum dan menghampiri Reza dan Rania. Penampilannya urakan, seperti orang mabuk. Tiga kancing teratas kemejanya terbuka dan dasinya tergantung sangat longgar. Rambutnya awut-awutan dan wajahnya sedikit kusut. Dia seperti baru saja keluar dari dapur usai memasak dan mencuci piring dengan pakaian formal.

"Itu Pak Radin," jelas Reza pada Rania, sambil menghampiri pria tersebut.

Setelah mendapatkan penjelasan dari Reza mengenai Radin, Rania tidak terkejut lagi saat ia bertemu dengan pria itu. Kesan pertamanya adalah pria itu berjiwa bebas dan hidupnya tidak teratur. Jika sudah teratur, dia tentunya tidak memerlukan asisten pribadi untuk memilihkan pakaiannya, bukan?

Radin ternyata masih muda, mungkin hanya lebih tua satu atau dua tahun daripada Rania yang berusia tiga puluh satu tahun. Kulitnya eksotik, berwarna kecokelatan. Bentuk tubuhnya bagus dan cukup kekar, menandakan dia cukup berolahraga. Wajahnya... entahlah. Rania tidak bisa mengatakan ia tampan. Namun, tanpa melihat status sosialnya, Rania menganggapnya berpenampilan menarik dengan senyuman yang simpatik.

Akan tetapi, sebelum ketiga orang itu saling berhadapan, mereka dikejutkan oleh deru sebuah mobil yang melaju kencang ke arah Radin.

Decit ban terdengar saat mobil direm persis di belakang Radin. Dua orang pria dengan wajah disamarkan, turun dari mobil. Dengan sangat cepat, mereka memasukkan kepala dan tubuh bagian atas Radin ke dalam sebuah kantung hitam, lalu menyeretnya masuk ke dalam mobil. Mobil kemudian melaju lagi meninggalkan lokasi, membawa pergi Radin bersamanya.

Kejadian itu begitu cepat hingga membuat Rania hanya dapat membeku beberapa saat. Saat Reza berteriak dan mencoba mengejar mobil para penculik, barulah Rania sadar dari rasa terkejutnya. Saat ia mengarahkan pandangan lagi ke mobil yang membawa kabur Radin, ia hanya melihat bagian belakang mobil berwarna putih tersebut.

Reza sendiri lalu melakukan tindakan paling logis yang dapat ia lakukan: menelepon untuk meminta bantuan. Rania tidak tahu, dengan siapa Reza berbicara, namun tampaknya bukanlah pihak keamanan atau aparat kepolisian. Reza menyebut istilah-istilah yang asing baginya, sama asingnya dengan nama posisi asisten pribadi yang baru Rania jabat.

"Maaf, Bu Rania. Saya terpaksa meninggalkan Ibu di sini karena saya harus menangani insiden ini. Akan ada yang menjemput dan mengantar Ibu balik ke kantor. Besok pagi, saya pastikan Ibu sudah dapat bekerja sesuai kesepakatan," ujar Reza usai menelepon. Tanpa menunggu jawaban Rania, Reza membawa mobilnya pergi menuju arah yang sama dengan arah perginya mobil penculik.

Rania tercengang. Kebingungan ditinggal sendirian tanpa penjelasan. Apa yang telah terjadi sebenarnya?

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Tidak Memberi Ampun: Mantan yang Berlutut
9.6
Grace Bennett menyaksikan sendiri pengkhianatan Adrian Carter di mobil mereka. Bukannya meminta maaf, sang suami justru meremehkan pernikahan kontrak mereka. Tak tinggal diam, Grace membalas dengan membekukan bisnis bernilai miliaran dolar milik Adrian dan menceraikannya secara terbuka. Meski Adrian memohon sambil berlutut, Grace tetap pergi bersama Ethan, putranya. Ia melangkah ke masa depan bersama pria lain dan mengabaikan sang mantan.
Sampul Novel Belang si Janda Kembang
8.5
Pernikahan Amy dan Tesla yang berjalan lima tahun kini di ambang kehancuran karena belum hadirnya buah hati. Meski Amy telah mencoba berbagai pengobatan medis dan terapi spiritual, tekanan besar justru datang dari Dialin. Sang ibu mertua yang menuntut kehadiran cucu nekat menjodohkan Tesla dengan janda muda bernama Arem. Situasi ini memaksa Amy menghadapi pilihan pelik antara mengizinkan suaminya berpoligami atau mengakhiri rumah tangga mereka lewat perceraian.
Sampul Novel Kehidupan Malam Mendatangkan Cinta
8.2
Demi melunasi utang dan biaya medis ibunya, Maudy terpaksa mengambil pekerjaan misterius berbayar tinggi. Keputusan ini menyeretnya ke dunia malam kota Alka, tempat ia harus bertahan hidup di sebuah lokalisasi. Tak disangka, Maudy justru jatuh cinta pada seorang pria kaya yang ternyata pemilik tempat tersebut. Hubungan asmara mereka pun harus menghadapi berbagai rintangan berat yang tak terduga.
Sampul Novel Kesucianku Ternoda
8.7
Manusia hanya bisa merancang rencana dan memimpikan masa depan dalam kehidupan yang berliku ini. Namun, takdir Tuhan tetap memegang kendali penuh atas segalanya. Kisah romansa modern ini memperlihatkan bagaimana garis hidup bekerja secara tak terduga. Takdir akan melampaui segala usaha keras dan niat manusia dalam menentukan arah perjalanan serta akhir perjuangan cinta mereka.
Sampul Novel Setulus Cinta Ana
8.2
Upaya keras Ana untuk melupakan perasaannya pada Aris akhirnya menemui jalan buntu. Meski berulang kali mencoba menjauh, takdir selalu mempertemukan mereka kembali dalam berbagai momen tak terduga. Menyerah pada keadaan, Ana pun memutuskan untuk menyambut cinta Aris. Kini, ia mulai berpikir apakah rentetan kebetulan ini merupakan isyarat nyata bahwa mereka memang digariskan bersama dalam ikatan kasih yang tulus.
Sampul Novel Tawanan Cinta Calon Abang Ipar
9.7
Shakira Gwenie McQuin memilih kabur ke Skotlandia setelah rencana pernikahannya dengan Andreas Brandon Karl kandas. Tak disangka, ia justru bertemu dengan Adam Felix Karl, konglomerat tangguh yang merupakan calon kakak iparnya sendiri. Pesona dan ketegaran Shakira membuat Adam jatuh hati dan bertekad merebutnya. Demi menghindari klan Karl, Shakira nekat bersandiwara tunangan dengan Jamie Meyer. Tindakan ini memicu kemarahan Adam, yang kemudian menculik dan mengurungnya demi obsesi.