APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dipaksa Menjadi Istri Pengganti

Dipaksa Menjadi Istri Pengganti

Liburan semester seorang gadis hancur saat dipaksa Sabda Ahmad dan istrinya menjadi pengantin pengganti. Kakaknya, Asma, mendadak kabur misterius menjelang pernikahan. Tanpa pilihan, ia harus menikahi Adam Kusuma Wardana, cucu tunggal dari Juragan Zein. Di tengah ketidakpastian dan tanda tanya besar mengenai alasan hilangnya sang kakak, sanggupkah ia menjalani pernikahan yang diawali keterpaksaan ini?
Bab
Bagikan

Bab 2

--Happy Reading--

Jadilah sebuah lilin, meskipun kecil dia mampu memberikan penerangan dan kehangatan. Jadilah sebuah tali, meskipun rapuh dia mampu menyambungkan dan menyatukan. Betapa pun besarnya cinta dan kebaikan seorang anak kepada orang tuanya, tidak mampu membalas jasa dari kedua orang tuanya yang telah melindunginya sepanjang masa. Maka dari itulah, contoh lilin dan tali bisa memberikan kita sebagai anak untuk sebuah pelajaran yang berharga.

***

Detik berjalan, aku terpejam dengan pikiran menerawang. Aku masih gamang dengan pernyataan ayah yang ingin aku menggantikan posisi kak Asma.

“Anna, Putriku!” panggil ibuku lirih, berdiri di ambang pintu kamarku.

Aku dan ayah menoleh ke arah suara ibu hampir bersamaan. Aku segera bangkit dari tempat dudukku.

“Ibu!” air mataku berjatuhan membasahi pipi. Entah perasaan apa yang sedang aku hadapi kali ini. Apakah rasa bahagia telah terbayar akan rinduku bertemu ibu, atau rasa sedih atas permintaan ayah yang baru saja aku dengar?

Aku mencium punggung tangan ibu dengan takzim, lalu berhambur masuk ke dalam dekapan ibu yang begitu kurindukan. Isak tangisku semakin menjadi dalam dekapan sang ibu. “Aku merindukanmu, Bu.”

“Ibu juga merindukanmu, Sayang.” Ibu membelai rambutku yang panjang sebahu.

“Ayo, duduk di sini, Bu!” ajakku setelah mengurai pelukkan, lalu mengusap air mata ibuku dengan lembut. Ibu pun melakukan hal yang sama kepadaku, mengusap air mataku dengan kedua tangan-nya yang lembut.

Ibu menggandeng lenganku, berjalan mendekat kepada ayah. Ibu duduk berjarak di bibir ranjang dengan ayah dan memintaku duduk di tengah-tengan mereka.

Ayah dan Ibuku menatap wajahku dengan mengiba. Hanya aku lah harapan satu-satunya untuk mereka, setelah apa yang dilakukan oleh Kak Asma yang kabur semalam, untuk menghidari pernikahan-nya. Hanya karena pria yang akan menikah dengan-nya mengalami kelumpuhan dan kebutaan secara tiba-tiba, sehingga kak Asma menolak menjadi istri dari pria yang menurut-nya itu cacat.

“Ayah berharap, kamu bisa mengerti, Anna.”

“Ibu dan Ayah, tidak ada pilihan lain, selain kamu, Sayang.”

Ingin rasanya aku pergi dan menghilang dari rumah, andai saja itu bisa aku lakukan. Tapi, aku tidak bisa melihat ibu dan ayah bersedih dan menanggung malu, jika sampai aku pun seperti kak Asma yang melarikan diri dan tidak bertanggung jawab.

Aku benar-benar merutuki perbuatan kakakku itu. Gara-gara dirinyalah, aku yang menjadi korban di sini. Kalau tahu seperti ini jadinya, lebih baik aku tidak pulang ke rumah dan menghabiskan liburan semesterku di kost saja.

“Bantu Ayah, Nak! Hanya kamu harapan Ayah satu-satunya, yang bisa menyelamatkan nyawa Ayah dari tangan para rentenir itu.” Ayah memohon dengan sangat.

“Ya, Anna. Ibu percaya, kamu ini anak yang baik dan patuh.” Dinda ikut bicara. “Demi keluarga kecil kita, Sayang.” Ibu begitu memohon dengan sangat dan menggenggam jemariku dengan erat.

Hanya air mata yang membasahi wajahku, sebagai jawaban atas hatiku yang mau tidak mau menerima keputusan tersebut. Perasaanku begitu hancur, ketika membayangkan esok hari aku akan menjadi istri pengganti kakakku sendiri. Bagaimana dengan kuliahku? Bagaimana dengan impianku? Bagaimana dengan cita-citaku yang telah aku rencanakan jauh-jauh hari sebelum aku masuk kuliah.

Ayah terpaksa meminjam banyak uang terhadap rentenir untuk biaya kuliah kak Asma dan aku di kota. Hasil gaji yang didapat dari pekerjaan ayah yang seorang kepala buruh di perkebunan teh, masih belum cukup untuk biaya kuliah kami berdua. Ayah terlalu sungkan untuk meminjam uang dengan nominal yang besar kepada juragan Zein.

Selepas kak Asma lulus kuliah, kak Asma belum juga mendapatkan pekerjaan. Kak Asma pun terpaksa tinggal di rumah untuk sementara waktu, sambil berusaha mengirimkan surat lamaran pekerjaan lewat online ke berbagai perusahaan yang sesuai dengan jurusan yang diambil kak Asma.

Uang yang ayah pinjam dari rentenir, bunganya semakin menggunung. Ayah kebingungan harus dengan cara apa lagi dia melunasi hutang-hutangnya itu. Dia begitu pusing memikirkan hutang-hutang yang bunganya tidak habis-habis.

Suatu hari, pemilik perkebunan teh tempat ayah bekerja mengeluhkan cucu semata wayangnya yang tidak kunjung menikah kepada ayah yang sedang bertugas menemaninya berkeliling perkebunan. Ayah pun diminta oleh pemilik perkebunan teh yang biasa dipanggil juragan Zein itu, untuk membantunya mencarikan jodoh cucunya tersebut.

Juragan Zein berjanji, akan memberikan imbalan yang cukup besar untuk ayah, jika ayah bisa mencarikan jodoh untuk cucu kesayangannya yang masih betah melajang di kota.

Akhirnya, ayah pun mendapatkan ide untuk menjodohkan putri sulungnya dengan cucu juragan Zein. Selain ayah akan mendapatkan imbalan sejumlah uang yang tentu bisa melunasi hutang-hutangnya kepada rentenir, ayah pun memiliki kesempatan memiliki menantu kaya raya pewaris tunggal juragan Zein.

***

Hari di mana aku akan menjadi istri pengganti untuk Kak Asma.

Wajah berseri yang terukir dari sudut bibir Diana, Ibuku, begitu nampak bahagia kala melihat aku yang sudah mengenakan busana pengantin dengan adat sunda, sesuai dengan desa tempatku tinggal.

Aku hanya membeku, mengikuti arahan dari MUA yang merias wajahku dan menata rambutku dengan sanggul yang dihiasi melati dan mahkota khas jawa barat.

“Tersenyumlah, Sayang!” ucap ibuku lirih, seraya membingkai wajahku yang terus ditekuk.

“Seharusnya, Kak Asma lah yang saat ini berada di sini, Bu. Bukan diriku.” Air mataku mengiringi kepedihan hatiku yang gusar dan bimbang.

Ibuku menggeleng lemah, dengan sedikit tertunduk dia merasa bersalah terhadapku. Air mata ibu pun kembali meluncur di kedua pipinya, seolah ucapanku itu sebuah pukulan keras yang menghantam seonggok daging yang bersarang di dadanya.

“Demi Ibu dan Ayah, aku ikhlas,” tuturku kembali dengan bibir bergetar dan senyum yang sedikit aku paksakan.

Aku tidak ingin melihat ibu dan ayahku bersedih. Biarlah, rasa pedih ini aku tahan sendiri. Kebahagiaan ayah dan ibuku adalah hal yang utama.

“Terima kasih, Sayang,” ucap ibuku dengan air mata yang masih berderai. “Maafkan Ibu dan Ayah, sudah memaksamu untuk menggantikan pernikahan Kakakmu,” sesalnya lirih, dengan tersenyum pilu dan bibirnya yang bergetar.

Aku tersenyum miris mendengar ucapan ibu. Air mataku tidak kuasa untuk kutahan agar tidak menetes.

“Ayo, sayang! Keluarga mempelai pria sudah tiba,” ajak Ibuku menggandeng lenganku, setelah mengusap air mataku dengan lembut.

Aku hanya mengikuti saja langkah kaki ibuku dengan wajah tertunduk pasrah.

Para tamu undangan yang akan menyaksikan prosesi Ijab Qabul pun telah memenuhi ruangan yang tersedia. Keluarga mempelai pria pun sudah menempati tempat duduknya masing-masing. Terlihat bapak penghulu yang duduk di samping Ayah dan di depannya terlihat mempelai pria yang menggunakan kursi roda dengan kaca mata hitam untuk menutupi matanya yang buta.

Jantungku berdegup dengan sangat cepat, kala kakiku melangkah semakin dekat menuju tempat akan segera dilangsungkannya Ijab Qabul tersebut.

“Bismillahirohmanirohim,” gumamku, untuk memulai langkah kakiku yang akan segera menjadi seorang istri dalam hitungan menit.

Aku mencoba menahan mati-matian air mataku agar tidak menetes. Aku ingin tetap tegar berdiri, meskipun duniaku kini telah runtuh, seiring pernikahan paksa yang harus aku jalani. Pernikahan tanpa cinta dan tidak pernah saling mengenal sebelumnya. Bagaimana cinta, kenal saja nggak pernah. Begitulah kira-kira.

Bisik-bisik para tamu undangan disaat melihat calon pengantin wanita yang ternyata digantikan olehku mulai santer terdengar di telingaku. Sungguh ironi nasibku, yang terpaksa menjadi istri pengganti dari kakakku sendiri.

“Kenapa calon pengantinnya jadi si Anna, Adiknya? Kemana si Asma?”

“Dengar-dengar si Asma kabur, jadi mempelai wanitanya terpaksa digantikan oleh Adiknya, si Anna.”

“Ya, kasihan banget si Anna. Padahal, di surat undangannya ditulis nama Asmara Ahmad calon pengantin wanitanya.”

“Mungkin, si Asma tidak mau menikah dengan pria lumpuh dan buta seperti itu.”

“Bisa jadi.”

“Aku yakin, cucu Juragan Zein itu terlihat tampan meski buta dan lumpuh. Sayang, kaca mata hitam itu menutupi sebagian wajahnya.”

“Ya, benar. Lihat saja perawakannya yang tegap, gagah dan keren itu.”

“Kulitnya juga putih dan bersinar.”

“Hidungnya mancung dan bibirnya itu loh, sexy.”

“Tapi, kalau lumpuh dan buta begitu, untuk apa?”

“Ya, aku pun tidak sudi menjadi istrinya.”

“Malang benar, nasib si Anna.”

“Nasib si Anna, memang selalu siall.”

"Kasihan, si Anna."

Luruh juga air mataku yang sedari tadi aku tahan mati-matian. Namun, hanya sesaat air mataku yang ke luar, lalu dengan perlahan aku mengusapnya, melewati para tamu yang mencibir dan mengabaikan ucapan-ucapan mereka yang menyentil, sesaat membuat dadaku begitu sesak. Aku tetap tegar dan berdiri, menyusuri langkah demi langkah hingga sampai di samping calon suamiku.

***

Aku duduk di samping pria yang sebentar lagi akan menjadi suamiku, dengan tubuh bergetar. Peluh dingin membasahi dahi dan tengkukku dengan deras-nya. Aku meremat kedua jemari tanganku yang terasa dingin. Aku tahan air mata yang sudah membendung di pelupuk mata, mencoba menahan perih di hati, ketika ayahku mulai melapalkan Ijab Qabul untuk pernikahan kami.

Pria yang baru disebutkan namanya oleh ayahku itu, seakan menoleh ke arahku sekilas. Seolah-olah, pria itu bisa melihat wajahku dari balik kaca mata hitam-nya yang besar, hingga menutupi sebagian wajah-nya. Hanya hidung-nya yang mancung dan bibir-nya yang tipis kemerahan terlihat jelas di mataku. Entah apa yang kurasa, tiba-tiba darahku berdesir kala melihat pria itu menyunggingkan bibirnya ke arahku.

"Annaya Ahmad? Bukan Asmara Ahmad?"

Deg!

Jantungku tersentak, kala laki-laki di sampingku menyebut nama aku dan kak Asma dengan lengkap.

Aku bergeming, seolah tertangkap basah menjadi pengantin pengganti wanita untuk laki-laki itu. Namun, ada yang aneh dengan sikap-nya. Aku merasa, jika calon suamiku itu sedang memindai wajahku.

“Katanya, Pria ini buta. Tapi, kenapa perasaanku mengatakan lain?” tanyaku dalam hati.

--To be Continue--

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Anakku Menjadi Saksi Mata Perselingkuhan Suamiku
9.1
Kebahagiaan rumah tangga Nayla hancur tanpa sisa ketika rahasia gelap suaminya terbongkar. Lewat ucapan polos Cahaya, anak perempuan mereka, perselingkuhan sang suami dengan Rosa akhirnya terkuak. Cerita jujur sang buah hati mengenai peristiwa di balik pintu kamar yang terkunci menjadi awal cobaan berat bagi Nayla. Di tengah kepedihan mendalam, ia kini dihadapkan pada pilihan sulit: bertahan atau melepaskan. Mampukah Nayla melewati pengkhianatan menyakitkan ini?
Sampul Novel [BUKAN] PELAKOR
8.0
Penantian empat tahun Irish berujung hancur setelah Galen mengkhianatinya. Pria yang dulu berjanji setia itu malah menikah dengan perempuan lain. Enggan meratapi nasib atas janji manis yang kini menjadi dusta, Irish memutuskan untuk bertindak ekstrem. Demi memperjuangkan cinta dan masa depannya, ia nekat menyusup sebagai orang ketiga dalam pernikahan Galen. Irish bertekad merebut kembali pria itu. Akankah Galen kembali padanya, ataukah aksi nekat Irish ini berakhir sia-sia?
Sampul Novel Duka Sang Putri Tertawan
8.8
Tiga tahun setelah malam bersama Vincent, sang pewaris mafia, hidupku hancur saat cinta pertamanya kembali. Demi wanita itu, Vincent tega mencelakaiku, membuang pusaka ibuku, hingga menjebloskanku ke penjara. Namun, setelah aku bebas dan terbang ke Arunika untuk menikahi pria lain dalam kondisi tak berdaya, Vincent justru murka. Ia nekat mengobrak-abrik seluruh Mandala Jaya demi merebutku kembali ke pelukannya.
Sampul Novel Living With The Devil
8.4
Sejak kecil, Alicia Lucero telah dijual oleh pamannya yang tamak kepada seorang pria bermata merah bernama Lucius Denovan. Setelah sekian lama diasingkan, Lucius kembali untuk mengambil Alicia yang kini telah dewasa. Kehidupan Alicia seketika berubah menjadi neraka penuh siksaan, karena Lucius sangat senang melihatnya menderita sebagai mainan. Namun, di balik segala kekejaman yang harus ia lalui, Alicia memilih bertahan demi menjaga sebuah rahasia besar yang tidak diketahui Lucius.
Sampul Novel Penipuan Bayi Miliaran Suamiku
9.2
Lima belas tahun aku merelakan mimpi menjadi ibu demi cinta dan kutukan keluarga suamiku. Namun, demi melahirkan pewaris bisnis sesuai tuntutan kakeknya, dia menyewa ibu pengganti yang mirip denganku. Janji bahwa ini hanyalah prosedur medis biasa hancur saat dia mulai tidur dengannya dan mengabaikanku. Pernikahan kami pun runtuh ketika dia melupakan momen penting kami demi perempuan asing itu.
Sampul Novel RASA CINTA UNTUK OMKU
9.4
Nicky memendam rasa kagum yang begitu dalam pada majikan mudanya, pria yang selalu ia panggil Om. Di tengah rumitnya konflik kehidupan sang majikan, mampukah cinta tulus Nicky akhirnya mendapat balasan? Meski karakter Nicky sempat hadir di karya terdahulu, novel romansa modern ini menyajikan kisah yang sepenuhnya baru. Simak perjuangan emosional mereka dalam menghadapi liku takdir demi meraih kebahagiaan sejati yang dinanti.