APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dinodai CEO Kejam

Dinodai CEO Kejam

Sena Monela mengalami nasib buruk hanya karena mengenakan gaun sang kakak di hari ulang tahun kekasihnya. Ia diculik oleh Alexander Sagala, seorang pria berkuasa yang ingin membalas dendam demi adiknya yang depresi akibat ditinggalkan oleh Giana, kakak Sena. Meski menyadari telah salah menangkap orang, Xander menolak melepaskan Sena dan justru menjadikannya tawanan pribadi. Kisah penuh misteri dan penderitaan Sena dimulai saat ia terperangkap dalam kemarahan sang CEO kejam.
Bab
Bagikan

Bab 2

Sena tidak pernah benar-benar ingat bagaimana ia bisa tiba di rumahnya malam itu. Yang bisa Sena ingat hanyalah dirinya menangis sepanjang perjalanan dan ia mulai berhalusinasi seolah semua orang menatapnya jijik dan mencemooh dirinya yang kotor.

Sena pikir, malam kelamnya sudah berakhir begitu ia tiba di rumah, tapi ternyata ia salah. Sena malah disambut dengan kondisi rumahnya yang berbeda dengan saat ia tinggalkan tadi.

"Ya Tuhan, apa lagi ini? Mengapa lampu rumah menyala? Pintunya juga terbuka. Siapa di rumah? Apa ada pencuri?"

Sena begitu panik dan langsung saja berlari ke arah rumahnya walau langkahnya tertatih karena bagian sensitifnya masih terasa perih. Namun, ia tidak peduli dan segera masuk ke dalam rumah.

"Siapa di sana? Keluar dari rumahku!" pekik Sena dengan gagah berani sambil mengangkat tas selempangnya.

Sena tahu mungkin ia begitu bodoh kalau berpikir tas selempangnya bisa melumpuhkan pencuri, tapi sungguh ia tidak bisa berpikir lagi, ia hanya tahu ia harus menyelamatkan rumahnya, satu-satunya harta yang masih ia punya, peninggalan kedua orang tuanya.

Sena pun terus melangkah ke arah sumber suara di dalam kamarnya dan sambil mengumpulkan kekuatannya, Sena pun membuka pintu kamarnya, berniat menyerang pencurinya.

Namun, ketika melihat sosok yang ada di depannya, perasaan Sena langsung bergejolak tidak karuan. Marah dan benci bercampur menjadi satu.

"Giana! Akhirnya kau pulang juga, akhirnya kau pulang setelah kau menghancurkan segalanya! Kau masih ingat kau punya rumah, hah?

Perbedaan umur di antara mereka yang hanya dua tahun lebih membuat Sena tidak pernah memanggil Giana dengan sebutan kakak. Bahkan banyak yang mengira mereka kembar walaupun wajah mereka sebenarnya tidak begitu mirip.

Giana yang mendengar suara Sena itu pun menoleh dan baru saja akan menyahuti Sena, tapi ia malah menganga menatap penampilan Sena.

"Apa ini, Sena? Apa yang kau lakukan dengan memakai gaunku?" sembur Giana tajam. "Kau mau belajar menjadi pencuri, hah? Lepaskan gaunku dari tubuhmu! Lepas!" bentak Giana sambil menghambur ke arah Sena dan menarik gaun itu dari tubuh Sena.

"Akhh, apa yang kau lakukan, Giana? Aku hanya meminjamnya, aku akan mengembalikannya nanti!"

"Apa aku sudah mengijinkannya? Berani sekali kau menyentuh barangku, Sena! Asal kau tahu kalau gaun ini sangat mahal. Kau bekerja berbulan-bulan saja belum tentu bisa membeli gaun ini. Tapi sial! Apa itu? Gaunnya robek?" pekik Giana saat ia melihat ujung gaun yang sepanjang lutut itu nampak robek.

Seketika Sena pun menatap nanar ke ujung gaunnya yang pasti robek karena pria bengis itu memaksa menariknya tadi.

"Apa yang kau lakukan sampai gaunnya robek, Sena? Dan kau bahkan memakai sepatuku. Bau apa ini? Parfumku juga? Dasar pencuri! Berani sekali kau memakai semua barangku. Sekarang cepat lepaskan! Lepaskan gaunku, Sena!"

"Aku bisa melakukannya sendiri, Giana! Lepaskan tanganmu!" seru Sena sambil menahan tangan Giana yang terus menarik gaun itu sampai gaun itu sedikit melorot dan membuat kulit di atas dada Sena tersibak.

Giana pun sampai menganga sejenak melihat tanda merah di sana. "Tanda apa itu, Sena? Tanda apa di dadamu?"

Sena sendiri sontak menutupi tanda yang pasti dibuat oleh pria bengis itu saat menodainya tadi. Namun, Giana langsung tertawa kesal dan menatap jijik pada adiknya itu.

"Oh, ternyata kau mau belajar menjadi wanita murahan, hah? Apa kau baru saja menghabiskan malam bersama seorang pria, hah? Pasti pria itu yang membuat tanda di tubuhmu kan? Pantas saja aku bisa merasakan aroma parfum mahal seorang pria." Giana sedikit memajukan wajahnya dan ia memejamkan matanya sejenak merasakan aromanya.

"Dasar wanita sok suci! Kau terus menasihati aku setiap kali kita bertemu sampai aku muak mendengarnya, tapi ternyata kau tidak ada bedanya dengan aku. Murahan!" sembur Giana tanpa perasaan.

Hati Sena begitu tertusuk sekarang. Rasanya Sena ingin mengumpat dan berteriak di depan wajah Giana. Sena bisa tahan kalau hanya harus bekerja melunasi hutang, toh Sena sudah melakukannya begitu lama, tapi kalau harus kehilangan masa depannya seperti ini, bagaimana ia masih bisa menghormati kakaknya setelah semua ini?

Sena pun menatap kakaknya dengan tatapan kecewa yang tidak bisa dijelaskan lagi.

"Tahukah kau apa yang terjadi padaku karena kau, Giana? Aku kehilangan kehormatanku karena seorang pria yang mempunyai dendam padamu, apa kau tahu itu?"

Giana yang mendengarnya pun membelalak dan terdiam sesaat. "Apa? Apa maksudmu?"

"Aku dinodai, Giana. Dia bilang kau sudah meninggalkan adiknya dan dia mengira aku adalah kau!"

Giana pun membelalak makin lebar saat ini. Tentu saja ia sudah biasa tidur dengan banyak pria, jadi kehilangan kehormatan bukan hal yang luar biasa lagi bagi Giana. Tapi seseorang yang bisa melakukan hal itu, menangkap dan menodai Sena berarti orang itu pasti bukan orang yang baik dan Giana pun mulai merasa takut.

"Sial! Siapa adiknya saja aku tidak tahu. Tapi kalau dia salah menangkapmu berarti ada kemungkinan dia akan mencariku lagi kan? Aku tidak boleh tertangkap, aku tidak boleh tertangkap!"

Giana pun mulai panik dan kembali mencari sesuatu di dalam laci kamar Sena. Namun, Sena yang mendengar ucapan Giana malah makin sakit hati.

"Aku baru saja dinodai! Tubuhku bahkan masih sakit, tapi kau sama sekali tidak peduli?!" Sena mencoba menunjukkan betapa hancur dirinya di hadapan Giana.

Ia berharap, kakaknya itu mau sedikit berempati. Hanya saja, harapannya terlalu tinggi. Sebab, Giana justru memandang sang adik dengan rendah.

"Kehilangan kehormatan tidak membuatmu mati, Sena. Lain hal jika mereka yang menemukanku. Jadi, jangan manja! Terima saja nasibmu!" desis Giana sambil mulai melempar keluar semua isi laci milik Sena.

"Kau benar-benar tidak punya perasaan, Giana! Jangan bongkar lagi! Sebenarnya apa yang kau cari, Giana?"

Sena mencoba menghentikan Giana, tapi Giana mengempaskan tangan Sena. Terjadi saling menarik dan mendorong antara Sena dan Giana sampai akhirnya Giana mendorong Sena kasar sampai Sena jatuh terduduk di lantai.

"Akh!" Sena meringis dan menatap tak percaya pada kakaknya.

Dan tepat saat itu, akhirnya Giana pun menemukan apa yang ia cari yaitu sertifikat rumah. Giana mengangkat map sertifikat itu sambil tersenyum puas, sedangkan Sena langsung membelalak melihatnya.

"Apa yang mau kau lakukan dengan itu, Giana? Kembalikan padaku!"

Sena menahan rasa sakit di tubuhnya dan bangkit berdiri untuk merebut sertifikat itu dari Giana, tapi dengan cepat Giana mengamankan sertifikat rumah itu.

"Aku akan menjual rumah ini, Sena! Aku membutuhkan banyak sekali uang untuk investasi dan aku harus menjual rumah ini!"

"Jangan gila! Aku tinggal di mana kalau kau menjual rumah ini? Ini satu-satunya peninggalan Ayah dan Ibu, Giana!"

"Ayah dan Ibu sudah mati, mereka tidak akan peduli lagi pada rumah ini dan kau juga bisa mencari tempat tinggal lain, aku tidak peduli. Aku butuh uang, Sena, dan aku harus menjual rumah ini!" seru Giana lagi yang langsung mendorong Sena dan melarikan diri dari rumahnya.

"Berhenti, Giana! Kembalikan padaku! Giana!" Sena berteriak sambil mengejar Giana sampai keluar rumah, tapi terlambat.

Giana sudah masuk ke dalam mobil yang baru saja datang menjemputnya. Sena sempat memukul-mukul kaca mobil itu dan terus memanggil Giana, tapi mobil itu pun langsung tancap gas dan melaju kencang pergi dari sana sampai Sena pun langsung jatuh terjerembab di jalanan depan rumahnya.

"Akhh, Giana! Kembali, Giana! GIANAAA!!!" teriak Sena dengan tangisan yang begitu memilukan.

**

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bercinta Denganku Lagi, Dokter Jacob?!
8.1
Jacob Carson Indrajaya, dokter forensik blasteran Australia-Indonesia, menghadapi kejadian aneh di RS Dr. Sarjito saat sesosok jasad korban pembunuhan tiba-tiba bangkit tanpa memori. Jacob pun menamainya Jane dan merawatnya di rumah hingga mereka berdua saling jatuh cinta. Siapa sebenarnya Jane? Mengapa dia diincar untuk dibunuh? Ikuti perjuangan Jacob mengungkap misteri kelam dan memecahkan teka-teki besar di balik identitas asli wanita yang dicintainya.
Sampul Novel Hot Game
9.5
Menyasar pembaca usia 21 tahun ke atas, kisah romansa modern ini menyajikan dinamika hubungan yang sangat intens dan penuh gairah. Alur ceritanya berfokus pada eksplorasi mendalam terhadap sisi emosional sekaligus fisik dari para karakter utamanya. Anda akan diajak menyelami konflik percintaan yang matang dan provokatif. Setiap interaksi di dalamnya dirancang khusus untuk audiens dewasa yang mendambakan sebuah kisah cinta berani dan penuh warna.
Sampul Novel Pelangi Di Atas Singasari
8.6
Mahesa, anak dari Arjuna dan Ken Rukmini, terseret dalam konspirasi Kerajaan Pedang Wangi di tengah ancaman Joyorono serta militer Mong. Bersama Niken Wulandari, ia memilih bermitra dengan Mong untuk melibas lawan, tetapi justru berujung dikhianati. Demi melindungi tanah airnya, Mahesa wajib membongkar misteri masa lalu dan menghidupkan daya magis pusaka Wesi Wangi. Di sela intrik takhta, ia pun menyadari bahwa pemimpin sejati harus meredam ego demi keselamatan rakyat.
Sampul Novel Satu-PD184
8.9
Niat baikku mengantar Lee ke Thailand demi cinta pertamanya justru dibalas dengan pengkhianatan kejam. Malam itu juga, ia menculik kedua orang tuaku sebagai sandera untuk memeras informasi tentang keberadaan wanita tersebut. Lewat layar monitor, aku dipaksa menyaksikan ayah dan ibuku tergantung terbalik dari sebuah pesawat. Saat perintah diberikan, sebutir peluru ditembakkan ke tali pengikat yang mulai rapuh. Kini, nyawa mereka benar-benar berada di ambang kematian.
Sampul Novel SEDUCING HOT DUDA
8.9
Verena nekat mengejar cinta pamannya sendiri, seorang duda matang yang juga musuh bebuyutan sang ayah. Meski terpaut usia sangat jauh dan terus-menerus ditolak karena alasan umur, Verena tidak menyerah. Ia terus melancarkan aksi godaan agresif demi menaklukkan hati pria tersebut. Di tengah perseteruan sengit antar keluarga, Verena bertekad menggunakan segala pesonanya untuk memenangkan cinta terlarang ini.
Sampul Novel Unforgettable CEO
9.2
Akibat salah minum obat perangsang, Elina melewati malam panas bersama Kevin. Kevin yang mengira Elina adalah teman kencannya langsung membawanya masuk. Kejadian itu rupanya begitu membekas di hati Kevin. Meski Elina berusaha kabur demi menghindari konsekuensi dari malam tersebut, takdir berkata lain. Mereka justru dipertemukan kembali, dan kini Kevin bertekad untuk memburu wanita yang sempat mengelabui dirinya dalam situasi yang sepenuhnya baru.