APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dinikahkan Karena Hutang

Dinikahkan Karena Hutang

Iren terpaksa menikahi pria asing demi melunasi hutang keluarganya yang menumpuk. Pernikahan tanpa cinta ini terjadi akibat persekongkolan ibu dan saudara tirinya yang mendesak sang ayah untuk mengorbankan Iren. Di tengah situasi pelik ini, Iren harus menghadapi kenyataan pahit bahwa dirinya memiliki trauma mendalam terhadap laki-laki. Akankah ia mampu bertahan menjalani lembaran hidup barunya bersama sang suami di bawah bayang-bayang ketakutan masa lalu?
Bab
Bagikan

Bab 1

“Seperti apa yang kalian janjikan kepadaku, kita akan melangsungkan pernikahan antara Iren dan Daffin. Secepatnya akan lebih baik.”

Perkataan itu seketika meluluh lantahkan perasaanku. Aku baru saja lulus dari SMA. Sekarang pun, tanganku memegang ijazah yang akan kuperlihatkan kepada orang tua. Nilainya sangat bagus.

Padahal aku sangat berantusias dan berharap mereka akan bahagia serta memuji keberhasilanku. Namun, ternyata aku harus mendengarkan kenyataan yang sangat pahit. Kenapa secepat itu mereka menjodohkanku dengan laki-laki yang tak kukenal?

“Maaf kalau saya lancang. Saya tidak setuju dengan pernikahan ini.”

Aku masuk rumah begitu saja tanpa permisi dan menolak mentah-mentah perjodohan ini. Bagaimanapun, aku harus melakukan pembelaan. Ini tentang masa depanku. Bukan masa depan mereka. Kenapa seenaknya sendiri memutuskannya tanpa bertanya pendapatku?

“Iren? Sudah pulang? Ayo sini duduk dulu.”

Mama Rita bangkit dari duduknya dan menghampiriku untuk menuruti perkataannya. Ia adalah mama sambungku. Papa menikah lagi saat mamaku meninggal dunia. Saat itu usiaku masih tujuh tahun.

Mama Rita membawa anak perempuan hasil pernikahannya terdahulu ke dalam rumah ini. Aku pikir, kami akan menjadi saudara yang baik mengingat usianya tidak terlampau jauh dariku. Usianya tiga tahun lebih tua. Pada kenyataannya, mereka selalu berbuat semena-mena kepadaku. Papa pun sama. Ia selalu menuruti permintaan istri barunya dan anak tirinya itu.

“Urusan saya di sini sudah selesai. Kalian harus mempersiapkan segalanya. Saya pamit untuk pulang.”

Aku saja masih berdiri dan belum mengutarakan apa yang ada di dalam hati. Namun, orang itu justru  akan pergi dari rumah ini. Apa memang takdirku seperti ini?

“Maaf, Om. Saya tidak mau menikah dengan anak Om.” Aku nekat saat mengatakannya.

“Iren!” Mama Rita memanggilku penuh penekanan. Matanya pun membelalak. Aku tak peduli. Ini masa depanku. Aku berhak memilihnya.

Orang itu justru berhenti di depanku dan bibirnya membisikan sesuatu. Aku tercengang saat mendengarnya dan cukup membungkam mulutku. Ia pun meninggalkanku sambil tersenyum.

“Iren! Seharusnya kamu tidak boleh berkata seperti itu kepada Pak Darma. Beliau orang yang sangat baik dan berjasa untuk kita. Saat papamu kesulitan uang, beliaulah yang mau membantu kita. Meski papamu itu hanya bekerja di restorannya, Pak Darma tetap mau memberikan hutang dan membantu keluarga kita.”

Setelah orang yang bernama Pak Darma itu pergi, Mama Rita tidak segan-segan untuk memarahiku. Hanya saat di depan orang ia terlihat baik kepadaku, kenyataannya ia selalu membentakku. Sudah biasa. Namun, tetap saja menyakitkan. Bukankah seorang ibu sambung harus tetap memperlakukan anak tirinya dengan lembut dan penuh kasih sayang? Apa aku tidak berhak untuk menerimanya?

“Kenapa harus aku, Ma? Ada Mbak Tisa. Usianya lebih dewasa dari aku, Ma! Aku baru lulus SMA. Masa  depanku masih panjang. Nilaiku juga bagus kok. Aku masih bisa kuliah atau bekerja. Bukan justru dinikahkan seperti ini. Aku mohon, Ma! Lihat ijazahku ini, Ma, Pa! Aku tidak bohong.”

Aku harus membela diri sambil menyodorkan ijazah yang baru saja diambil dari sekolah. Namun, tidak ada yang mau melihatnya. Apa ini? Susah payah belajar dengan giat dan berharap mendapat nilai sempurna, tetapi mereka tidak mau melihat hasil kerja kerasku? Tega sekali mereka. Papa pun sama saja. Semua menyebalkan.

“Tisa sedang fokus kuliah. Dia belum bisa menikah, Ren. Dia harus mengejar cita-citanya. Kalau menikah, tentu saja mimpinya akan terhenti. Bukan begitu, Pa?”

Mama Rita selalu begitu. Membela anak kandungnya dan akan menekan semua keinginannya kepada papa. Lalu, papa pun hanya diam dan menurutinya. Papa macam apa dia. Tidak adil dalam mempimpin keluarga.

Andai saja mama kandungku masih hidup, ini semua pasti tidak akan terjadi. Tidak ada perjodohan karena hutang. Aku pikir, bukan aku yang menggunakan uang tersebut. Tetapi, kenapa harus aku yang menerima getahnya? Tentang makan dan kebutuhan sehari-hari pun, aku menerima apa pun yang Mama Rita berikan. Tidak aneh-aneh dan sederhana saja.

“Bagaimana denganku, Ma? Aku juga punya mimpi. Aku baru lulus SMA, Ma. Nilaiku bagus. Bisa masuk kuliah atau mencari pekerjaan. Mungkin aku bisa melakukan keduanya. Aku akan membantu perekonomian keluarga kita, Ma. Aku mohon, batalkan pernikahan itu, Ma. Pa, tolong, Pa.”

Aku melihat orang tuaku secara bergantian sambil mengiba agar mereka mau mendengar permintaanku.

“Kamu beda, Ren. Jauh dari Tisa. Dia punya masa depan yang cerah, beda denganmu. Sudah terima saja. Ini memang garis hidupmu. Seharusnya kamu berterima kasih kepada Mama, karena ada keluarga kaya yang akan menikahimu. Hidupmu pasti akan bahagia. Tidak merepotkan Mama lagi di sini.” Kalimat terakhir itu diucapkan sangat lirih. Namun, telingaku masih bisa menangkapnya.

“Kenapa Mama selalu pilih kasih? Papa juga nggak pernah membelaku. Aku juga anak kalian. Aku anak kandung papa. Apa salahnya kalau aku ingin melanjutkan kuliah seperti Mbak Tisa? Kita punya kesempatan yang sama, Ma. Kalau memang aku akan bahagia dengan laki-laki itu, kenapa Mama tidak menyuruh Mbak Tisa saja yang menikah. Mama bahagia ‘kan kalau anak sendiri akan bahagia saat menikah dengan orang kaya?”

Aku yang penurut kini menjadi pintar berkelit. Jika permasalahan lain, mungkin aku masih bisa menerimanya. Tetapi, ini tentang pernikahan. Aku tidak bisa hidup dengan laki-laki yang tak kukenal. Apalagi usiaku baru 18 tahun. Aku ingin menikmati masa mudaku sebelum terjun ke dalam masalah rumah tangga. Aku tidak siap.

“Iren! Sekarang kamu berani membantah ya? Tisa itu wanita normal, berbeda denganmu! Jangan berharap bisa memposisikan dirimu seperti Tisa. Kamu harus sadar diri. Turuti perkataan Mama dan papa. Jangan jadi anak durhaka! Kamu pasti akan susah mendapatkan jodoh kalau bukan seperti ini caranya. Seharusnya kamu bersyukur!”

Tiba-tiba hatiku mendesir saat Mama Rita kembali mengingatkanku tentang kejadian yang mengerikan itu dan menganggapku tidak sepadan dengan Mbak Tisa. Dia memandangku rendah karena kejadian beberapa tahun silam. Itu juga alasanku menolak pernikahan ini. Ada trauma sendiri saat bersentuhan dengan laki-laki selain papa dan orang terdekat. Meski sekedar bersalaman sudah membuatku berkeringat dingin.

“Aku tidak bermaksud menjadi anak durhaka, Ma. Mama tau sendiri, aku ini ada trauma dengan laki-laki. Tapi kenapa Mama menyuruhku  untuk menebus hutang kalian dan menikah dengan laki-laki yang tak kukenal? Bukankah Mama dan Mbak Tisa yang menggunakan uang itu untuk berfoya-foya? Kenapa semua getah itu dilimpahkan kepadaku? Itu tidak adil, Ma!”

Plak!

Tangan kanan Mama Rita mendarat di pipiku. Tak kusangka rasa sakit ini semakin ditambah dengan pedihnya bekas tamparan. Apa mama tiri memang sekejam ini? Papa pun hanya diam saja. Mungkin rasa sayangnya sudah hilang dan tidak menganggapku sebagai anaknya lagi.

“Seminggu lagi, kamu sudah harus menikah. Kalau saja tadi kamu tidak membuat Mama marah, tamparan itu pasti tidak akan pernah melukai pipimu. Jangan lagi membantah perkataan Mama. Sana masuk ke kamar.”

Kini perkataannya lebih halus dari sebelumnya. Tangannya pun mengusap pundakku seraya pergi dari hadapanku.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Pengkhianatan Sang Pria, Kisah Cinta Tak Tergoyahkan Miliknya
8.5
Ulang tahun ke-22 menjadi petaka saat tabungan kuliahku di ITB dirampas dua kakak kandung demi operasi plastik adik angkat kami, Vanya. Aku diusir, dituduh egois, lalu ditinggal berlibur ke Bali. Di titik terendah, tawaran proyek medis rahasia selama 15 tahun hadir sebagai jalan keluar. Aku pun pergi dan memutus ikatan keluarga demi masa depan baru, tanpa lupa meninggalkan bukti kebohongan Vanya di meja.
Sampul Novel Kematian Palsu Suamiku
9.3
Kematian tragis sang suami di hari pernikahan membuat sang istri dituduh sebagai pembawa sial dan diusir tanpa warisan oleh mertuanya. Dirundung rasa bersalah hingga mengidap kanker, ia justru dihadapkan pada kenyataan pahit di akhir hayatnya. Sebuah foto mengungkap suaminya memalsukan kematian demi hidup bahagia bersama wanita lain. Setelah meninggal dalam kemarahan, ia mendadak terbangun kembali di hari pertama ia menerima kabar kecelakaan tersebut, siap mengungkap semua kebohongan.
Sampul Novel Kontrak Cinta Dengan Iblis
9.6
Niat baik Aluna menyelamatkan seorang pria yang ingin mengakhiri hidupnya berujung pada takdir tak terduga. Sosok yang ia tolong ternyata adalah Denias, iblis yang menyamar jadi manusia demi menguasai Negeri Barat. Aluna yang tidak curiga pun menyetujui kontrak rahasia yang ditawarkan Denias. Namun, keputusan itu justru membawa mereka pada petualangan yang menyingkap misteri besar masa lalu Aluna. Rahasia kelam apa yang sebenarnya tersembunyi di balik kesepakatan ini?
Sampul Novel Lima Tahun Usai Berpisah
8.0
Tiga tahun membina rumah tangga tanpa anak memaksa Lisa memilih antara dipoligami atau berpisah. Janji setia Farhan sirna setelah pertunangan rahasianya terbongkar, membuat Lisa murka dan memutuskan pergi. Lima tahun berselang, takdir mempertemukan mereka lagi saat Farhan menjadi bos baru Lisa. Keadaan kian pelik ketika Farhan bersua Davin, putra Lisa, dan menyadari bahwa mantan istrinya itu sedang mengandung saat mereka bercerai dahulu.
Sampul Novel Mantanku yang Berhati Dingin Menuntut Pernikahan
9.2
Carrie terjebak pernikahan kontrak dingin dengan Kristopher hingga ia jatuh hati. Saat krisis, sang suami malah memilih wanita lain. Kecewa atas pengkhianatan itu, Carrie menuntut cerai. Ketika ia mulai menata hidup dan didekati banyak pria, penyesalan mendalam menghampiri Kristopher. Demi merebut kembali hati sang mantan istri, pria itu datang membawa mahar fantastis senilai 40 miliar rupiah dan menuntut sebuah pernikahan baru yang penuh ambisi.
Sampul Novel Teman Tapi Menikah
8.1
Niat awal Riska hanya ingin menolong sahabatnya agar terlepas dari kejaran sang sekretaris. Namun, kedatangan kakeknya yang tiba-tiba malah menimbulkan kesalahpahaman fatal. Kondisi tersebut memaksa mereka berdua untuk segera menikah. Riska sama sekali tidak menduga akan membina rumah tangga dengan sahabat dekatnya sendiri. Kini, ia harus siap menjalani babak baru kehidupannya dan menghadapi dinamika pernikahan yang penuh dengan tantangan.