APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dinikahi Ceo Angkuh

Dinikahi Ceo Angkuh

Impian Nadia menjadi pramugari kandas akibat ambisi sang ayah terhadap harta, yang memaksanya menikahi Allard. Sosok suami barunya ini adalah pemuda kaya raya yang berwatak dingin serta sangat sombong. Kini, kehidupan Nadia dilingkupi tekanan besar karena Allard terus membatasi ruang geraknya dan menuntut kepatuhan tanpa syarat. Di tengah kekangan dan keangkuhan sang suami, sanggupkah Nadia bertahan, atau ia akan melangkah pergi demi meraih kembali kebahagiaannya?
Bab
Bagikan

Bab 3

Setibanya di kediaman Allard, Nadia mendapatkan sambutan baik dari para pelayan di rumah megah itu.

Allard yang tinggal sendirian jauh dari keluarganya, ia sengaja mengerjakan banyak pembantu untuk mengurus rumahnya yang hampir setara dengan istana.

"Ayo masuk! Biarkan kopermu dibawa oleh pelayan." Dengan berjalan angkuh, Allard memasuki rumahnya dan langsung menuju ruangan tengah.

Nadia mengekor dibelakangnya, diikuti oleh pelayan yang membawakan kopernya.

Nadia mengamati ruangan yang sangat besar dengan perabotan yang mewah, bahkan jauh lebih mewah dibandingkan rumah orang tuanya.

"Kau tinggal dengan siapa di sini?" tanya Nadia dengan menghenyakkan tubuhnya di sofa ruang tengah.

"Dengan nyamuk. Tapi sekarang dengan macan betina," jawab Allard tanpa menoleh.

"Hah! Maksudnya, aku?" tanya Nadia dengan tatapan melotot.

"Pikir saja sendiri."

Allard kembali berkutat dengan laptopnya. Sebelum ia pergi menuju tempat meeting, ia harus menyelesaikan pekerjaannya terlebih dulu.

"Tuan! Ini kopernya ... Mau ditaruh di mana?" tanya pelayan.

"Terserah! Mau kalian taruh di gudang, atau kalian taruh di halaman rumah ... Terserah," jawab Allard dingin.

Sudah berapa lama ia mempekerjakan orang, tapi tidak juga peka dengan apa yang seharusnya mereka lakukan. Dan itu membuatnya sangat kesal.

Nadia langsung melotot ikut emosi dengan sikap Arogan Allard terhadap pembantunya.

Tak bisakah suaminya bersikap baik terhadap sesama. Walaupun memiliki segalanya, Allard harus tetap menghormati orang yang ada di sekitarnya. Termasuk pembantu di rumahnya, yang sudah setia melayaninya.

"Hey! Apa yang kau katakan. Mereka bertanya padamu baik-baik, dan kau menjawabnya begitu buruk. Apakah ini yang dinamakan pemimpin yang baik? Jangan bersikap sombong seperti ini, Tuan. Mereka hanya bertanya padamu. Dan kau harus menjawabnya dengan baik. Mereka juga punya perasaan."

Allard diam tidak menggubris  ucapan istrinya. Ia membiarkan Nadia mengomelinya sampai puas. Setelah beberapa detik kemudian, ia menoleh pada Nadia dengan tatapan dingin.

"Sudah puas, ngomongnya? Kalau sudah puas bicara  ... Sekarang giliranku yang bicara."

Nadia membuang mukanya, tak suka ditatap buruk oleh suaminya.

Ia tidak boleh sampai terlihat lemah di depan suaminya. Jika ia lemah, maka suaminya akan semakin gencar untuk menindasnya.

"Sudah berapa tahun mereka bekerja padaku. Mereka sudah sangat lama tinggal di sini. Dan mereka selalu bertindak bodoh  didepanku. Setiap aku perintah mereka untuk menaruh barang-barang milikku ... Mereka selalu saja bertanya. Mau ditaruh di mana barangnya, Tuan? Dan itu membuatku sangat kesal, tau nggak!"

Kembali Nadia menoleh dengan tatapan gemasnya. "Loh! Bukannya memang harus seperti itu? Mereka tidak salah bertanya dulu padamu. Jika mereka menaruh barang-barang secara asal, dan barang-barangmu hilang ... Sudah pasti, merekalah yang akan kau tuduh. Mereka bekerja untuk mendapatkan gaji. Dan mereka juga minta untuk dihargai. Kau memang terlalu berlebihan. Sikapmu sangat Arogan, kau angkuh!"

Nadia membenarkan apa yang sudah dilakukan oleh pembantunya.

Pembantu bekerja dengan sangat teliti dan baik-baik. Jika saja mereka bertindak semaunya sendiri, maka mereka akan mendapatkan masalah dari majikannya.

Ia paling tidak suka dengan sikap Allard yang sombong. Selalu menganggap dirinya paling benar, dan menganggap orang lain selalu salah di matanya.

"Ngaco! Omonganmu itu memang ngawur. Pemikiran orang-orang yang bodoh. Mereka dipekerjakan di sini untuk menjadi orang yang berguna. Aku tidak suka dengan orang-orang yang bodoh. Setiap melakukan pekerjaan, harus bertanya dulu pada majikannya. Aku rasa mereka nggak ada bedanya sama kamu. Mereka bodoh! Kau pun juga bodoh."

Tak mau kalah dan disalahkan, Allard memutuskan untuk bangkit dari tempat duduknya.

"Sudahlah! Aku capek ngomong sama orang-orang seperti kalian. Aku tegaskan sekali lagi, bi! Letakkan koper itu di kamarku. Aku juga minta ... Ganti semua barang-barang yang ada di kamarku. Sprei, gorden, apa saja yang masih melekat di sana. Ingat! Aku minta ... Ganti yang baru. Oke!"

Allard langsung mengemasi laptopnya dan dimasukkan ke dalam tas kerja, hendak pergi meeting.

Nadia menatapnya malas. Segitu sombongnya laki-laki yang kini sudah menjadi pasangan hidupnya.

'Apa tidak salah aku menikah dengan laki-laki seperti ini. Apa dia bisa berubah menjadi orang yang lebih baik? Oh! Ya Tuhan ... Ternyata bukan Andi yang menjadi jodohku. Andai saja dia tahu aku sudah dinikahi oleh laki-laki lain ... Bagaimana tanggapannya. Dia pasti akan sangat kecewa padaku.'

Allard berdecak menatap Nadia yang terlihat tengah melamun. Yang ada di otaknya, berfikir Nadia telah memikirkan orang lain.

"Apa yang kau lamunkan, Nadia? Jangan bilang ... Kau lagi ngelamunin pacarmu. Awas aja kalau sampai kau membuat ulah denganku. Kau bahkan tidak tahu siapa aku," seru Allard.

"Ck! Apaan sih. Siapa juga yang lagi ngelamun. Jangan asal tuduh, kalau tuduhanmu itu tak benar, bisa menimbulkan fitnah."

Nadia menggerutu dengan mukanya manyun menatap Allard.

Allard sendiri yang mengatakan, menikahinya karena terpaksa. Bahkan dia mengatakan, kalau dirinya bukanlah wanita pilihannya. Tapi kenapa rasa curiga selalu saja ia tuduhkan padanya.

Benar-benar laki-laki yang menyebalkan. "Kau ini aneh! Bukannya kau yang bilang sendiri, kalau aku ini bukanlah wanita pilihanmu. Kau menikahiku karena terpaksa. Hanya karena bujukan orang tuaku, kau menikahiku. Kita nggak ada cinta! Jadi lupakan kecurigaanmu itu. Atau jangan-jangan ..."

"Jangan-jangan apa?" Allard menyahut dengan cepat.

Nadia kelepasan. Malu sendiri dengan ucapannya. Allard semakin mendesaknya.

"Kenapa diam! Ayo cepat katakan. Kau tadi mau bilang apa?"

"Nggak! Nggak ada apa-apa," jawab Nadia.

"NADIA! CEPAT KATAKAN!"

Tatapan garang suaminya mampu membuatnya menegang ketakutan.

Tak ingin memancing emosi Allard, akhirnya Nadia mengakuinya.

"Baiklah-baiklah. Akan kukatakan!"

"Jangan-jangan kau cemburu padaku. Kau tidak punya hak untuk cemburu padaku. Kita menikah bukan karena keinginan, tapi paksaan. Jadi jangan berlebihan memperlakukanku ..."

Brak!!

Allard langsung membanting tas kerjanya ke sofa. Tak peduli jika laptop yang ada di dalamnya rusak, dengan harganya yang tentu saja lumayan mahal.

Sedari ijab kabul, sampai membawa Nadia pulang ke rumahnya, ia tak pernah mendapati Nadia diam, menurut padanya.

"Ya! Kita menikah bukan karena cinta. Tapi aku tak suka caramu bicara. Aku tak cemburu padamu. Aku hanya tak ingin kau membodohiku!"

Allard marah hanya karena ucapan yang sepele menurut Nadia.

"Aku menikahimu karena papamu yang minta. Jika aku tak kasihan padanya ... Aku bahkan tidak sudi untuk menikahimu."

"Dengar! Nadia. Aku paling tidak suka dibantah. Aku bukan laki-laki yang lemah dan harus tunduk pada perempuan. Jika aku sudah menikahimu ... Itu berarti kau harus patuh padaku."

Allard berjalan mendekati Nadia yang masih duduk di sofa. Ia memegang kedua bahunya dengan cengkramannya cukup keras.

Seketika raut wajah Nadia berubah menjadi menciut. Keringat dingin, tiba-tiba saja keluar dari tubuhnya.

"Maaf ... Aku minta maaf. Aku tadi hanya ..."

"Di sini ... Aku adalah kepala rumah tangga. Apapun yang menjadi keputusanku. Terima atas tidak! Kau harus tetap menerimanya. Berhenti untuk menceramahiku."

Allard mendorong bahu Nadia hingga terjatuh di sofa. Setelah itu memperbaiki pakaiannya.

"Aku ingatkan sekali lagi. Kau ... Jangan coba-coba untuk melanggar peraturan yang telah kuterapkan. Kau tak punya hak apapun di rumah ini. Kau hanya boleh patuh padaku saja. Apa yang kulakukan ... Kau tidak punya hak untuk mengatur-ngaturku. Jika kau masih memiliki kebiasaan yang buruk ... Bersiap-siaplah untuk menerima hukumanku. Kuperingatan sekali lagi padamu. Bersikaplah baik padaku, sebelum menyesal!"

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Api Cemburu Ladyboy
7.9
Diandra, seorang gadis tomboy yang menggemari dunia motor, terpaksa harus bertunangan dengan Handoko. Di balik gelimang hartanya, Handoko memiliki obsesi rahasia untuk berpenampilan anggun layaknya sang ibu. Walau ia berniat memperbaiki diri, kehadiran Diandra malah memicu konflik hebat yang mengancam kelangsungan hubungan mereka. Di tengah badai emosi dan rintangan, akankah cinta sanggup menyatukan dua kepribadian yang saling bertolak belakang ini?
Sampul Novel Dicerai Suami, Dipinang Sultan
9.2
Diceraikan oleh Raka, seorang model ternama yang menganggapnya beban karier, membuat hidup Asha hancur seketika. Pernikahan mereka yang berjalan tiga tahun harus kandas begitu saja. Di tengah kepedihan mendalam, Asha dipertemukan dengan Rafael Adiwangsa. Duda kaya raya yang merupakan wali murid di tempatnya mengajar ini hadir membawa ketulusan baru. Kini, Asha yang merasa tidak lagi memiliki apa-apa harus memilih: menutup diri atau membuka hati untuk cinta sang konglomerat.
Sampul Novel Hasrat Istri Ketiga
8.6
Masa depan Kiara hancur setelah lulus sekolah karena terpaksa menjadi istri ketiga bagi CEO bernama Andra. Meski awalnya hanya mendambakan keturunan, kini Andra menuntut pengabdian penuh dari Kiara. Di tengah gairah yang menyiksa, posisi Mimi sebagai istri pertama merasa terancam. Mimi pun berupaya memisahkan mereka dengan memanfaatkan teman masa lalu Kiara untuk menghasutnya, tepat ketika Andra mengabaikan kebutuhan batin sang istri. Akankah cinta mereka mampu bertahan?
Sampul Novel Menikahlah Denganku, Pak!
9.4
Dua kali gagal menembus ujian masuk perguruan tinggi membuat Hanifa, seorang gadis dari keluarga terpandang, merasa sangat putus asa. Di tengah situasi sulit ini, ia mengambil langkah nekat dengan mengajak guru les privatnya menikah. Walau lamaran tak biasa itu langsung ditolak dan dianggap sebagai lelucon belaka, Hanifa tetap teguh pada pendiriannya. Akankah keputusan impulsif ini berujung manis, atau justru menjadi babak kegagalan baru dalam hidup Hanifa?
Sampul Novel Possessive Senior
9.6
Dunia tenang Alena Mikael Greyson seketika runtuh sejak ia mulai kuliah dan berpapasan dengan Daren Cleo Romanov. Daren, seorang senior rupawan nan bergelimang harta, dikenal angkuh dan menjalani hidup tanpa aturan. Hanya dengan sekali tatap pada netra hitam pekat Alena, Daren langsung terpikat. Ketertarikan itu dengan cepat berubah menjadi obsesi yang mendalam. Daren yang posesif mulai mengklaim Alena sebagai miliknya, mengubah seluruh hidup gadis itu selamanya.
Sampul Novel WANITA SIMPANAN MILIK SUAMIKU
8.4
Anna Karenina memilih tetap menikahi Alex Tjandra, sahabat yang ia tahu mencintai perempuan lain. Berbekal ketulusan, Anna berharap waktu bisa menumbuhkan cinta di hati suaminya. Sayangnya, pernikahan mereka justru berjalan dingin dan dipenuhi kebencian serta pengkhianatan yang mengoyak batin. Tanpa kehangatan dari Alex, Anna harus bertahan dalam penderitaan. Akankah hati Alex melunak demi sang istri, ataukah rumah tangga ini selamanya menjadi siksaan tanpa akhir?