APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dinikahi Bosku: Menjadi Cinderella Dua Tahun

Dinikahi Bosku: Menjadi Cinderella Dua Tahun

Kehidupan Ryn Laverna hancur seketika saat calon suaminya direbut oleh sahabatnya sendiri. Di tengah rasa sakit dan keputusasaan akibat pengkhianatan tersebut, Ryn justru dihadapkan pada situasi tak terduga. Sang bos menawarkan sebuah kesepakatan pernikahan kontrak yang mengikatnya selama dua tahun. Kini, Ryn harus menjalani takdir barunya dan mencari tahu apakah keputusan menerima tawaran sang miliarder adalah kesalahan fatal yang memperburuk hidupnya, atau justru jalan menuju keselamatan.
Bab
Bagikan

Bab 5

: Bermuka Dua

“Saya Kylar, suaminya Ryn.”

Kylar mengucapkannya lugas, tanpa banyak gaya, tapi entah bagaimana terdengar hangat.

Dini dan Yanto yang duduk di seberang mereka, di ruang tamu rumah kontrakan keluarga angkat Ryn, langsung membelalakkan mata.

Sementara Ryn hanya diam. Duduk manis di sebelah Kylar. Tadi, di perjalanan setelah mereka foto pernikahan, Kylar bilang dia yang akan bicara. Dan Ryn mencoba percaya pada pria ini.

“Maksudnya bagaimana?!” suara Dini meninggi, langsung memecah ruangan. “Bukannya kamu mau menikah sama Andy? Jangan macam-macam kamu, Ryn!”

Ryn menarik napas pelan, menahan refleks untuk menjawab dengan nada yang sama.

“Aku sama Andy sudah putus, Ma,” ujar Ryn singkat.

“Putus?” Dini mencibir, seolah kata itu penghinaan. “Putus atau diputusin?”

Ryn menelan kalimat yang ingin keluar. Dia menatap lantai, menahan diri agar tidak memicu ledakan yang lebih besar.

Yanto yang duduk menyandar di kursi, dengan wajah lelah dan mata yang terlalu sering merah karena begadang bukan untuk bekerja, ikut menyahut.

“Papa sebetulnya nggak masalah,” kata Yanto, terdengar seperti orang yang ingin terlihat bijaksana. “Tapi kamu yakin menikah sama pria ini?”

Pertanyaan itu keluar dari mulut yang sama yang biasanya hanya membuka suara kalau butuh uang.

Dini menatap Kylar dari atas ke bawah, lalu mendengus. “Lihat saja penampilannya.”

Kylar saat ini hanya memakai kemeja putih, lengannya digulung rapi sisa sesi foto tadi. Jam tangannya jelas mahal, tapi Dini tampaknya tidak punya kemampuan membedakan barang mewah dan barang palsu.

Dan Ryn bisa menebak satu hal, ibu angkatnya belum tahu mereka datang menggunakan mobil mewah. Mobil itu diparkir di luar gang, jauh dari jangkauan mata yang hobi menilai.

“Memang tampan,” Dini melanjutkan, seakan itu satu-satunya hal yang layak disebut, “tapi dia mapan nggak? Kayak Andy yang sudah jadi manajer keuangan?”

Ryn diam.

Kalau Dini tahu kalau Kylar sebenarnya adalah anak dari pemilik grup tempat Andy bekerja, Ryn yakin dia akan bersorak.

“Tenang saja, Om, Tante,” ucap Kylar tenang. Dia tidak tersinggung, tapi justru tersenyum kecil. “Pekerjaan saya cukup untuk menghidupi Ryn sebagai istri saya dan anak-anak kami nantinya.”

Anak-anak?

Mereka baru menikah dua jam. Namun, Kylar sudah bicara seperti mereka pasangan mapan yang tinggal menunggu nama bayi. Hebat sekali!

Ryn hampir ingin bertepuk tangan. Sungguh. Kalau Kylar bukan CEO, pria ini cocok jadi aktor.

“Yakin cukup?” desak Dini, masih keras kepala.

“Saya yakin cukup,” jawab Kylar tanpa ragu.

Ya, memang cukup. Bahkan cukup untuk membuat keluarganya bergelimangan harta tujuh turunan Kylar bisa, kalau mau.

Dini mencibir lagi. “Omong doang gampang.”

Kylar mengangguk kecil, seolah dia menghargai kekhawatiran itu meski jelas tidak setuju.

“Saya mengerti Tante khawatir,” ucap Kylar lembut. “Wajar. Ryn perempuan baik, saya juga tidak ingin dia hidup susah.”

Ryn hampir tertawa. Bukan karena lucu. Karena kalimat itu seperti dongeng. Selama ini, tidak ada satu pun orang di rumah ini yang peduli Ryn hidup susah atau tidak. Yang penting Ryn bekerja dan tidak menyusahkan.

Kylar melanjutkan, masih dengan nada yang sama hangatnya, “Kalau Tante dan Om mengizinkan, saya ingin membawa Ryn tinggal bersama saya. Biar saya yang mengurus dia mulai sekarang. Saya yang bertanggung jawab.”

Dini terlihat seperti ingin menolak karena kehilangan ‘aset’. Yanto terlihat seperti ingin setuju karena mungkin ada peluang keuntungan.

Dan Ryn?

Perempuan itu hanya bisa menunduk.

Kylar menoleh sedikit ke arah Ryn. “Kamu nggak perlu takut,” katanya, cukup halus untuk terdengar seperti kalimat suami baik-baik.

Tidak perlu takut, katanya?

Melihat Kylar bisa berubah secepat ini saja sudah cukup membuat Ryn merinding setengah mati.

__

“Kenapa kamu tepuk tangan?” tanya Kylar begitu mereka sudah duduk di dalam mobil.

Ryn berada di kursi penumpang. Naufal menyetir di depan dengan wajah datar seorang asisten yang sudah lelah melihat hal-hal mustahil terjadi dalam satu hari kerja. Di bagasi, koper Ryn yang isinya tidak seberapa itu ikut meluncur.

“Soalnya, akting Pak Kylar hebat. Bisa bikin keluarga saya yakin secepat itu,” jawab Ryn.

Kylar melirik sekilas. “Itu sarkas?”

Ryn mengatupkan senyum. “Pujian, Pak.”

Kylar hanya mendelik tipis. Tidak puas, tapi juga tidak memperpanjang. Mobil melaju dalam keheningan malam.

Bagaimana tidak hening? Ini sudah hampir tengah malam. Kota mulai sepi, dan Ryn duduk di samping orang yang pagi tadi masih dia panggil bos, sekarang jadi suami.

Sekitar dua puluh menit kemudian, mobil memasuki kawasan yang lebih tenang dan lebih mahal.

Tepat saat keluar mobil, Ryn menelan ludah. Rumah Kylar berdiri gagah, minimalis, dan elegan. Lalu matanya turun ke lantai bawah, ke area parkir yang terbuka seperti garasi kaca.

Ryn terpaku. Di sana berjejer mobil sport yang mengilap, motor besar seperti Harley dengan bodi kokoh, dan satu-dua kendaraan yang Ryn bahkan tidak tahu namanya.

Ini rumah atau showroom?

“Bapak tinggal sendiri di sini?” tanya Ryn akhirnya, bukan karena kepo, tapi karena membayangkan tinggal dengan mertua kaya raya itu biasanya penuh drama.

Kylar meliriknya sekilas. “Kenapa? Kamu takut tinggal sama mertua?”

Ryn tersedak kecil. Kenapa Kylar bisa membaca pikirannya?

“Bukan begitu, Pak. Saya cuma memastikan,” kilah Ryn kemudian.

“Tidak usah banyak tanya.” Kylar berjalan duluan, dan Ryn mengikutinya.

Begitu mereka masuk, pintu dibukakan oleh seorang perempuan paruh baya dengan seragam rapi. Dia adalah kepala ART di rumah Kylar, sosok senior yang banyak mengetahui soal keadaan keluarga Ashwara.

“Selamat malam, Tuan,” sambut wanita itu sopan.

Kylar mengangguk singkat. “Malam, Bu Ratna.”

Ryn langsung menangkap sesuatu dari cara Kylar menyebut namanya. Bukan hangat, tapi terhormat. Seperti Kylar memang terbiasa menjaga jarak bahkan pada orang yang mengurus rumahnya.

Ratna lalu melirik ke belakang Kylar, tepat ke arah Ryn. “Ini siapa?” tanyanya hati-hati.

“Istri saya,” jawab Kylar.

Ratna membelalakkan mata, tapi hanya sepersekian detik. Lalu kembali profesional, seakan matanya tidak barusan mengalami kejutan.

“Selamat malam, Nyonya,” ucap Ratna cepat, membungkuk sopan.

Ryn refleks membalas, “Malam …”

Kylar menoleh ke Naufal yang baru masuk membawa koper Ryn.

“Kopernya bawa ke atas,” perintah Kylar. Dan dibalas anggukan dari Naufal.

Kylar melangkah naik ke lantai atas, dan Ryn mengikutinya. Mereka melewati koridor yang luas, wangi rumah yang bersih, sunyi yang rapi, serta beberapa lampu dinding yang redup tapi jelas tidak murah.

Kylar berhenti di depan sebuah pintu. Dia membukanya tanpa ragu. “Kamu tidur di sini.”

Ryn melangkah masuk lalu berhenti di ambang. Kamar itu besar, rapi, maskulin.

Sisi kiri ada meja dengan laptop. Di sudut ada rak buku dan jam tangan yang ditata. Di dalam walk-in closet, Ryn bahkan bisa melihat kemeja-kemeja putih dan jas yang tersusun rapi.

Ryn menoleh pelan ke Kylar. “Ini kamar saya? Tapi, kok banyak barang-barang Bapak?”

“Karena ini kamar saya juga,” sahut Kylar tak acuh.

Ryn membeku. Bibirnya terbuka sedikit, lalu tertutup lagi. Dia butuh dua detik penuh untuk memastikan dia tidak salah paham.

“Maksudnya kita satu kamar?” tanya Ryn memastikan.

Kylar mengangkat alis tipis. Lalu menjawab tenang, “Mana ada suami istri yang kamarnya terpisah?”

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Kontrak Kedua, Istri Bayangan Sang Pewaris
9.7
Terbangun di tubuh asing usai kecelakaan maut, Aurora Ellis kini menjadi istri kontrak Damian Aldridge, pewaris takhta bisnis yang penuh tipu daya. Mantan wanita karier sukses ini dipaksa menjadi istri kedua demi memberikan keturunan. Di tengah konspirasi elite yang kejam dan berdarah, Aurora yang berambisi kuat enggan menyerah pada nasib. Mampukah ia bertahan dalam pernikahan semu ini ketika benih cinta perlahan tumbuh di balik luka dan intrik?
Sampul Novel Pernikahan Si Mungil
7.9
Hiram, seorang CEO tampan yang dingin, berencana menceraikan Rachel dalam waktu sebulan setelah dipaksa menjalani perjodohan kuno dari kakek mereka. Ia menganggap Rachel sebagai wanita yang kasar. Di sisi lain, Hiram memiliki masalah gairah terhadap lawan jenis, sementara Rachel selalu dituduh membawa kesialan bagi setiap pria dekatnya. Meski awalnya saling menolak karena perbedaan sifat yang kontras, takdir perlahan menyatukan mereka dalam pernikahan tak terduga.
Sampul Novel Saat Cinta Terkikis Habis
9.7
Kehilangan calon bayinya akibat keguguran membawa duka mendalam bagi sang protagonis. Namun, kepedihan itu berubah menjadi kehancuran mutlak saat ia mencari suaminya, Axel Gunt, di rumah sakit. Di balik pintu ruang dokter, ia mendengar Axel meminta dokter mengangkat rahimnya, sementara pria itu justru mati-matian melindungi kehamilan sekretarisnya, Annie. Menyadari cinta dan kepercayaannya selama ini dibalas dengan pengkhianatan yang begitu kejam, ia pun memilih untuk melepaskan Axel dan mengakhiri hubungan mereka demi menyembuhkan luka hatinya.
Sampul Novel Seratus Pengampunan
8.6
Menikah lima tahun dengan miliarder penguasa properti Kota Bara, sang istri selalu dihadiahi rumah setiap kali suaminya pergi menemani cinta pertamanya. Setelah mengumpulkan 99 properti tanpa pernah mengeluh lagi, ia meminta tanda tangan untuk dokumen vila terbaik. Sang suami menandatanganinya dengan santai dan berjanji mengajaknya melihat kembang api saat pulang. Namun, ia tidak tahu bahwa berkas yang ditandatanganinya bukanlah pengalihan aset biasa, melainkan surat perceraian mereka.
Sampul Novel Tetangga Manisku
9.3
Erick menjalani pernikahan yang dingin sampai ia merasakan kebahagiaan lewat kekasih virtualnya. Ternyata, sosok di balik dunia maya itu adalah Nana, tetangga barunya sendiri. Nana memiliki trauma mendalam untuk menikah lagi akibat dicap pembawa sial setelah kehilangan dua suaminya. Meski awalnya hubungan digital mereka hanya untuk kesenangan instan, pertemuan nyata ini mengubah segalanya. Dua jiwa yang penuh luka ini pun mulai saling menyembuhkan dan mengubah takdir hidup mereka.
Sampul Novel Wanita Pecandu Brondong
7.9
Di balik kemandiriannya, Tasya, seorang ibu tunggal berusia tiga puluhan, menyimpan fantasi liar yang tak terduga. Enggan berhubungan dengan pria sebaya yang ia anggap rumit dan penuh perhitungan, ia justru lebih terpikat oleh gairah pria muda. Bagi Tasya, para brondong membawa kesegaran serta spontanitas yang mampu mengusir kejenuhan hidup. Sosok tegar ini terus mencari kehangatan dan kebahagiaan baru demi memuaskan imajinasi terdalamnya.