APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dimanja Tiga Majikan Cantik

Dimanja Tiga Majikan Cantik

Rafli mendapatkan tugas tidak terduga dari sang majikan untuk menemani tiga anak gadisnya yang cantik. Sebagai seorang pelayan biasa, ia kerap dipandang sebelah mata dan direndahkan oleh mereka. Namun, situasi berbalik sepenuhnya ketika identitas asli Rafli yang sebenarnya mulai terungkap. Mengetahui kebenaran tersebut, ketiga wanita itu justru berbalik memohon untuk bisa menjadi bagian dari hidupnya. Kisah romansa modern penuh intrik status sosial.
Bab
Bagikan

Bab 2

Jantungku rasanya mau copot dan melompat keluar lewat tenggorokan saking kagetnya.

“Jangkriikkk! Kok bisa aku nginjek ranting gini. Sumpah, aku kalau ketahuan, pasti aku dipecat. Asem, gimana ini, pliss otakku ayo mikir, jangan dulu pindah dari kepala ke bawah perut!”

Namun, di tengah kepanikan itu, otak udangku tiba-tiba bekerja dengan cara yang ajaib.

Aha!

Aku menemukan ide.

Alih-alih lari terbirit-birit yang justru bakal bikin curiga, aku justru memutuskan untuk melakukan hal paling bodoh yang bisa terpikirkan oleh manusia normal.

Aku menguap lebar-lebar, "Hoooaaahhhmm...".

Lalu aku juga pura-pura menggaruk kepala yang sebenarnya tidak gatal sama sekali, tapi tujuan utamaku adalah biar rambutku kelihatan berantakan, seperti natural aja bangun tidur.

Dengan gerakan lambat yang dibuat-buat, aku berjalan menyeret kaki mendekati area mobil, seolah-olah aku tidak melihat apa pun yang terjadi di dalam sedan mewah itu.

Ekor mataku yang nakal sempat menangkap pergerakan panik dari dalam mobil.

Bayangan pria yang tadi memangku Nona Shella terlihat meluncur turun ke bawah dashboard secepat kilat, bersembunyi di balik setir kemudi seperti maling ayam yang kepergok warga. Sementara itu, pintu mobil terbuka dengan kasar.

Nona Shella keluar dengan napas yang masih memburu hebat.

"Ka-kamu! Ngapain kamu di sini?!" bentaknya dengan suara yang sedikit bergetar, berusaha terdengar galak meski wajahnya merah padam seperti kepiting rebus.

Aku menghentikan langkah, lalu menatapnya dengan tampang paling polos sedunia. "Eh, Nona Shella? Anu, Non, saya mau cuci mobil Nyonya. Katanya tadi habis nerobos banjir, takut karatan kalau didiamkan sampai besok.”

Nona Shella tampak berusaha keras mengatur napasnya yang tersengal-sengal. Namun, mata jelalatan milikku ini justru gagal fokus dan malah tertuju pada penampilannya yang sangat berantakan, tapi sangat-sangat menawan. Rambut panjangnya yang tadi rapi kini acak-acakan seperti habis dijambak-jambak manja, beberapa helai rambut basah menempel di pipi dan lehernya.

Yang paling membuatku susah menelan ludah adalah kemeja kerjanya.

Satu kancing di bagian dada atasnya terlepas, entah copot atau memang sengaja ditarik paksa saat pergulatan panas tadi, sehingga belahannya terekspos jauh lebih lebar dari biasanya.

Kulit putih mulus di area sensitif itu terlihat basah oleh keringat yang mengilap tertimpa cahaya lampu garasi, sedangkan squishynya yang padat itu masih naik-turun dengan tempo cepat.

"Cuci mobil tengah malam begini? Kamu gila apa, ya?!" sembur Nona Shella lagi, tangannya sibuk merapikan rok span-nya yang miring ke kiri.

"Lho, ini kan tugas saya, Non. Lagian saya tadi dengar suara ribut-ribut di sini, saya kira ada tikus kejepit atau kucing berantem," jawabku asal bunyi, tapi mataku masih terpaku pada titik keringat yang mengalir turun membelah lembah dadanya.

“Eh, tapi Nona kok keringetan banget? Sampai basah begitu lehernya? Nona abis jogging di garasi malam-malam kayak gini?"

Nona Shella tersentak kaget, wajahnya yang tadi merah kini semakin merah padam menahan malu. “Jogging ndiasmu, Rafli, mana ada orang jogging malam-malam begini. Udah sana pergi, jangan ganggu aku!”

Namun, dasar aku yang memang kurang peka dan sok tahu, aku malah melangkah maju mendekatinya dengan wajah khawatir yang dibuat-buat.

"Waduh, Nona, jangan-jangan AC mobilnya rusak ya? Pantesan Nona sampai buka kancing baju begitu, pasti kepanasan banget di dalam sana, ya?"

Mata Nona Shella melotot sempurna mendengar ucapanku. "Apa kamu bilang? Kepanasan?"

"Iya, Non. Kalau AC-nya mati, besok biar saya bawa ke bengkel. Bahaya lho Non, kalau kepanasan di dalam mobil tertutup, bisa kehabisan oksigen. Apalagi tadi saya lihat Nona sampai napasnya ngos-ngosan gitu kayak habis lari maraton," cerocosku panjang lebar tanpa dosa.

Padahal dalam hati, aku menahan tawa membayangkan betapa malunya Nona Shella.

"Rafli!" Teriakan Nona Shella melengking.

PLAK!

Sebuah tamparan mendarat mulus di pipi kananku.

"Dasar sopir bodoh, kamu itu mesum juga ternyata. Pergi, cepat! Nggak usah cuci-cuci mobil malam ini atau aku laporin Mama biar kamu dipecat!?"

Aku memegangi pipiku yang berdenyut, pura-pura kesakitan dan ketakutan. "Aduh, ampun Non! Iya, iya, saya pergi. Jangan dipecat, Non, saya cuma mau bantu benerin AC kok ditampar," keluhku sambil mundur teratur.

Nona Shella mendengus kasar, lalu buru-buru membalikkan badan dan kembali masuk ke dalam mobil, mungkin untuk memberitahu pacarnya kalau situasi sudah aman karena yang memergoki mereka cuma sopir bloon yang mengira mereka kepanasan.

Sambil berjalan kembali ke arah dapur dengan ember kosong, aku menyeringai kecil sambil mengusap pipi bekas tamparannya.

Sakit sih, tapi bayangan belahan dadanya yang basah keringat dan ekspresi pasrahnya saat mendesah tadi benar-benar tercetak permanen di otakku.

"Galak-galak begitu tapi kalau lagi main ternyata liar juga.”

Rasanya si Gatot di bawah sana masih belum mau tenang, justru semakin menegang sakit karena tidak mendapat penyaluran.

Berjalan dengan celana yang menyempit di bagian depan sungguh siksaan tersendiri.

Aku mencoba membayangkan hal-hal yang tidak jorok biar si Gatot cepat tidur lagi, seperti tagihan listrik atau muka garang penagih utang di kampung, tapi tetap saja bayangan paha putih Nona Shella yang menjepit pinggang pacarnya terus menari-nari di pelupuk mata.

Aku melewati garasi samping tempat Nona Sora tadi duduk dan dia masih ada di sana.

Setelah dirasa tidak ada lagi yang bisa kukerjakan, aku meletakkan ember di dekat pintu dapur belakang, berniat mengambil air minum dingin dari kulkas untuk mendinginkan otak dan tubuhku yang rasanya mau meledak ini.

Suasana di dapur cukup gelap, hanya diterangi lampu kecil di atas kitchen set, sedangkan hujan di luar semakin deras, disertai angin kencang yang membuat jendela kaca bergetar ngeri.

Baru saja tanganku menyentuh gagang pintu kulkas, tiba-tiba...

LHAP!

Seluruh lampu di rumah besar itu padam seketika. Suara guntur menggelegar dahsyat tepat di atas atap rumah dan membuat lantai yang kupijak terasa bergetar.

DHUAR!

DHUAR!

"Waduh, mati lampu," gumamku sambil meraba-raba dinding, berusaha mencari letak lilin atau senter yang biasanya disimpan di laci dapur.

Saat lilin sudah kunyalakan, aku ingin melangkah ke arah Sora. Namun, belum sempat aku melangkah, telingaku menangkap suara jeritan tertahan dari arah ruang tengah.

Suara perempuan, terdengar panik dan ketakutan setengah mati. "Mamaaa! Tolooong, Sora takut gelap, Mamaaa!"

Tanpa aba-aba, gadis itu melompat bangkit dari sofa secepat kilat, melingkarkan tangannya ke pinggangku seperti koala.

"Mas Rafli, jangan tinggalin Sora, Sora takuutt! Mas Rafliii!” Gadis itu terus-menerus menangis, tapi sial bagiku, dia tadi loncat dan dadanya tepat menjepit si Gatot.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Istrimu, Mas, Bukan Budakmu
8.8
Diceraikan suami kikir yang kerap menghina latar belakang pendidikannya, seorang wanita miskin terpaksa menuruti kehendak orang tua untuk menikahi duda kaya. Tanpa landasan cinta, pernikahan kedua ini membawa ketidakpastian baru. Mampukah ia bangkit dari trauma masa lalu akibat perlakuan buruk mantan mertua, lalu merajut kebahagiaan sejati bersama suami barunya? Ikuti perjuangan menyentuh hati dalam memulihkan luka batin di tengah biduk rumah tangga yang terpaksa.
Sampul Novel Cinta Untuk dr. Saka
7.9
Kehidupan Dokter Saka hancur setelah perempuan yang sangat ia cintai memutuskan menikah dengan abang kandungnya sendiri. Pengkhianatan menyakitkan itu seketika meremukkan kesetiaan serta komitmen yang selama ini ia pertahankan. Walau ia sangat andal dan genius dalam memulihkan kesehatan para pasien di rumah sakit, Saka kini justru tak berdaya menyembuhkan kepedihan batinnya sendiri. Sanggupkah sang dokter memulihkan kembali hatinya yang telah hancur lebur?
Sampul Novel GAIRAH LIAR ISTRI BOSKU
9.7
Demi membalas dendam atas pengkhianatan suaminya, Charles Bosley, Theresa nekat berselingkuh dengan sang pengawal pribadi, Aaron Parker. Di sisi lain, daya tarik Theresa juga memikat Sean Dalbert, seorang politikus Italia yang penuh ambisi. Begitu Charles berhasil disingkirkan, persaingan sengit pun meletus antara Aaron yang bernaung di bawah Organisasi EXO dan Sean yang mengincar kursi walikota New York. Di tengah intrik politik dan perebutan kuasa, Theresa kini terjebak di antara keduanya.
Sampul Novel JANJI YANG DIKHIANATI
9.5
Pernikahan seorang istri hancur lebur setelah ia membongkar perselingkuhan suaminya yang telah lama disembunyikan. Rasa sakit hati dari pengkhianatan bertahun-tahun ini memicu tekad kuatnya untuk mencari keadilan. Ia pun mulai merancang pembalasan yang sangat diperhitungkan. Langkah berani ini tidak hanya menguras emosi jiwanya, tetapi juga menguji kesetiaan serta batas kesabaran dari orang-orang terdekat di sekelilingnya.
Sampul Novel STORY LIFE OF KERENHAPUKH
9.0
Kerenhapukh, gadis 25 tahun, terpaksa menuruti kehendak sang ayah untuk menikah dengan lelaki pilihan keluarganya. Hubungan cinta Keren kandas begitu saja karena status sosial sang kekasih dinilai tidak sepadan. Kemalangannya kian memuncak saat ia justru berakhir menikahi pria yang salah. Di tengah rentetan cobaan hidup yang seolah tiada habisnya, mampukah Keren bertahan melewati badai ini dan merebut kembali kebahagiaan yang telah dirampas darinya?
Sampul Novel Suamiku Konglomerat Bangkrut
8.5
Setahun berumah tangga, Ayu harus menerima kenyataan pahit bahwa keluarga suaminya, Wicaksono, jatuh miskin. Kemewahan yang dulu ia pamerkan kini berubah menjadi rasa malu di depan lingkungan sosialnya. Di tengah krisis keuangan dan keengganan Jovan untuk mencari nafkah, Ayu juga terus direndahkan oleh sang mertua karena hanya bekerja sebagai guru honorer. Saat pernikahan mereka di ambang kehancuran dan uang kian habis, seorang pria hadir menawarkan posisi sebagai selingkuhan.