APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dimadu Saat Koma

Dimadu Saat Koma

Terbangun dari koma pasca-melahirkan, Inara harus menghadapi kenyataan pahit bahwa suaminya telah berpoligami dan anaknya sendiri bersikap dingin. Di tengah rasa sakit akibat pengkhianatan tersebut, Feri, dokter sekaligus mantan kekasihnya, datang menawarkan kenyamanan. Inara yang terluka akhirnya terjerat dalam hubungan terlarang sebagai wujud balas dendam. Kini, ia dihadapkan pada pilihan sulit: mempertahankan pernikahan yang hancur atau menyudahinya demi harga diri.
Bab
Bagikan

Bab 1

"Alhamdulillah sayang, akhirnya kamu bangun juga," ucap Mas Adnan saat pertama kali aku membuka mata.

Beberapa kali ia mengecup tanganku, sesekali berganti pada keningku seraya tak hentinya mengucap kata syukur. Raut haru sekaligus bahagia tergambar jelas di wajah teduhnya. Air matanya perlahan meleleh dipipinya, pria yang telah dua tahun menjadi suamiku itu menengadahkan tangannya lalu mengusap wajah seraya terus mengucap kata syukur.

"Sayang, aku gak mimpi 'kan?" tanyanya seraya menangkupkan sebelah tanganku dipipi nya. Aku hanya tersenyum seraya menggeleng pelan, hingga ia kembali mengucapkan kata syukur.

"Mas?" ucapku pelan seraya membalas genggaman tangannya.

"Iya sayang, ini aku. Kamu mau apa? Minum, makan? Atau ada yang sakit? Biar mas panggilkan dokter, ya!" ucapnya cepat.

Aku hanya menggeleng pelan seraya kembali tersenyum, kurasa sikapnya begitu berlebihan. Tapi aku bahagia, itu artinya, cintanya untukku begitu besar.

"Dimana anak kita?" tanyaku.

Ya, aku baru saja sadar pasca melahirkan anak pertamaku. Buah cintaku dan Mas Adnan yang kami tunggu selama dua tahun lamanya akhirnya terlahir ke dunia. Meski tak bisa melahirkan secara normal, tapi aku tetap bersyukur karena hari ini aku masih bisa membuka mata dan melihat suamiku berada di sisiku.

"Ada sayang, ada. Kamu jangan pikirkan itu dulu, ya! Mas panggilkan dokter sebentar," ucapnya seraya mengusap pelan rambutku.

"Aku ingin melihatnya, mas," rengekku.

"Iya sayang, nanti, ya! Mas panggil dokter dulu!" sahutnya lagi.

Meski sedikit kesal dengan sikapnya, aku hanya mengangguk untuk mengiyakan hingga akhirnya Mas Adnan berdiri. Sejenak, ia menatapku dengan tatapan yang sulit diartikan, hingga akhirnya ia berlalu setelah aku balas menatapnya, beberapa kali ia menengok ke arahku hingga akhirnya ia benar-benar menghilang dibalik pintu.

Tak butuh waktu lama, selang beberapa menit Mas Adnan telah kembali bersama seorang dokter pria dan dua orang perawat. Satu laki-laki dan satu perempuan. Mereka langsung menatapku dengan tatapan yang sulit diartikan. Selama pemeriksaan, kedua perawat tersebut lebih banyak menggeleng pelan serta terlihat kebingungan saat dokter menyuruh mereka untuk mencatat hasil dari pemeriksaannya.

"Ini suatu keajaiban," decak sang dokter usai memeriksa keadaanku.

"Keajaiban?" beoku seraya memicingkan mata padanya.

"Iya. Mbak bisa kembali sadar dan semuanya terlihat normal," sahut dokter tersebut seraya menatapku.

"Bukankah itu hal yang wajar? Apa dokter mengharapkan hal yang buruk padaku?" tanyaku sedikit sinis hingga membuat Mas Adnan dan dokter laki-laki itu saling memandang.

"Bukan begitu, mbak. Tapi, mbak baru saja tersadar dari koma yang mbak alami selama satu tahun lamanya," jelasnya membuatku ternganga.

"Koma? Satu tahun?" beoku hampir tak percaya, namun Mas Adnan mengiyakannya.

"Mbak mengalami komplikasi pasca operasi hingga membuat mbak mengalami koma," jelasnya.

"Tapi, aku merasa baik-baik saja, jadi tidak mungkin aku koma selama itu," ucapku bersikeras.

"Maka itu, saya sebut ini suatu keajaiban," sahutnya.

Aku hanya bisa terdiam, membayangkan aku koma selama itu membuatku teringat pada banyak hal. Bagaimana dengan anakku? Bagaimana dengan Mas Adnan?

"Besok saya akan kembali untuk memeriksa keadaan mbak. Jika lebih baik, mungkin mbak bisa segera pulang," ucap dokter tersebut setelah kedua perawat itu mencabut beberapa alat dari tubuhku kecuali infusan.

"Terimakasih, dokter Feri!" ucap Mas Adnan seraya menjabat tangannya. Sedangkan aku hanya melirik sinis pada dokter tersebut lalu menatap ke arah lain.

"Mas, apa benar aku koma selama itu?" tanyaku setelah mereka keluar dari kamar.

Mas Adnan hanya mengangguk, namun kali ini sorot matanya terlihat berbeda, entah apa yang dia pikirkan yang jelas, aku sendiri masih tak percaya dengan kenyataan ini.

"Sayang, apa kamu ingat, dulu aku selalu membawa Dara dan membaringkannya di sampingmu. Berharap, kamu terbangun karena suara tangisnya," tanya Mas Adnan dengan mata yang berkaca-kaca, sedangkan tangannya tetap erat menggenggam tanganku.

Aku menggeleng pelan hingga Mas Adnan melanjutkan ceritanya.

"Setiap hari aku selalu menemuimu, dan berbagi cerita tentang kesepianku karena tak adanya kamu," jelas Mas Adnan dengan mata yang kembali berkaca-kaca.

Aku hanya bisa mengusap wajahnya pelan, bisa kubayangkan kesepiannya selama ini seperti apa. Aku tau, Mas Adnan adalah pria yang setia, namun aku juga mengerti, kalau dia adalah pria normal yang pastinya membutuhkan sosok wanita dalam hidupnya. Hal itu kembali membuat pikiranku terasa kacau, apalagi jika teringat pada mimpi yang membuatku terjaga.

"Ini sayang!" ucap Mas Adnan membuyarkan semua lamunanku.

Mas Adnan menyodorkan ponselnya ke depan wajahku, terlihat jelas fotoku yang nampak dalam kondisi yang amat buruk. Bermacam alat terpasang di tubuhku dan wajahku begitu pucat dengan bibir membiru.

Aku langsung meraba wajahku seraya menatap Mas Adnan.

"Apa sekarang wajahku seperti itu, mas?" tanyaku.

"Tidak sayang, kamu terlihat lebih segar sekarang. Itu foto kamu dulu, saat dokter mengatakan kalau kamu sedang kritis hingga akhirnya kamu dinyatakan koma," jelasnya membuatku sedikit kaget sekaligus bersyukur. Karena itu artinya ini adalah kesempatan hidup kedua dari tuhan untukku.

"Lalu anak kita, mas?" lirihku dengan perasaan cemas. Aku takut terjadi sesuatu dengan anakku.

Mas Adnan mengusap layar ponselnya, hingga terlihat bayi mungil yang berwajah merah.

Aku tersenyum seraya meraih ponsel Mas Adnan dengan tangan yang sedikit bergetar.

"Anakku, apa dia sudah besar, mas?" tanyaku dengan mata yang berkaca-kaca.

"Iya sayang, Dara sudah besar," sahut Mas Adnan seraya kembali mengusap layar ponselnya hingga terlihat seorang balita yang begitu menggemaskan.

"Coba lihat, matanya, wajahnya, sangat mirip denganmu," ucap Mas Adnan seraya tersenyum.

Aku tak kuasa menahan tangisku, ternyata anakku memang sudah besar, itu artinya aku sudah melewatkan banyak waktu. Padahal, aku sangat ingin merawatnya, menyusuinya dan menyaksikan setiap pertumbuhan dan perkembangannya.

"Sayang, kenapa menangis? Apa ada yang sakit?" tanya Mas Adnan terdengar panik.

"Tidak mas! Aku hanya sedih, karena aku telah melewatkan banyak waktu, aku tidak bisa menyaksikan pertumbuhan Dara, mas!" lirihku.

"Inara, sayang. Dara masih kecil, kita akan mengurusnya bersama-sama dan menyaksikan pertumbuhannya, kamu jangan sedih. Besok mas akan ajak Dara kesini," tutur Mas Adnan seketika langsung membuatku senang.

"Benar, ya mas! Aku sangat ingin bertemu dengannya," ucapku antusias.

"Tentu saja!" sahut Mas Adnan lalu mengecup singkat keningku.

"Mas, kenyataan ini jujur membuatku sangat takut," ucapku setelah sekian lama kami terdiam.

"Takut apa?" tanya Mas Adnan seraya menatap lekat wajahku.

"Semalam, aku bermimpi kamu menikah lagi, mas! Dan sekarang, aku begitu terkejut saat tau kalau aku sudah koma selama satu tahun," tuturku, merubah ekspresi diwajah Mas Adnan. Kali ini, ia terlihat gugup.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bertukar Peran Dipelaminan
8.1
Wajah yang serupa dengan sang kakak, Mariana, justru membawa petaka bagi Eveline. Demi menutupi aib keluarga akibat kehamilan rahasia Mariana, Eveline dipaksa berpura-pura menjadi pengantin di hari pernikahan. Rencananya sederhana: ia hanya perlu menyamar semalam dan membius Viktor, sang suami, dengan obat tidur. Namun, saat fajar tiba, janji Mariana untuk kembali bertukar peran tidak pernah terwujud. Keputusan ini justru menyeret Eveline ke dalam pusaran rahasia kelam keluarga yang mulai terkuak.
Sampul Novel DIKIRA MISKIN
8.0
Yudi dan Antika selalu direndahkan oleh kakak ipar mereka yang mengira kehidupan mereka serbaterbatas. Padahal, selama tinggal di kota, pasutri ini telah sukses besar dan mapan. Saat kebenaran tentang kemakmuran mereka akhirnya terbongkar, sikap keluarga yang semula meremehkan langsung berbalik manis demi mencari keuntungan. Akankah Yudi dan Antika sudi menerima kembali keluarga yang mendadak mendekat setelah sekian lama menghina mereka?
Sampul Novel Ditinggal Pacar karena Dikira Miskin
8.2
Karena mengaku keluarganya memelihara sapi, Lucy dicampakkan sang kekasih yang memilih mengejar direktur perusahaan mereka, Jillian. Masalah meruncing saat Jillian kehilangan gelang berharga dan langsung menuduh Lucy. Mantan kekasihnya bahkan ikut menghina Lucy sebagai gadis kampungan yang kotor. Mereka sama sekali tidak menyadari bahwa sapi yang dimaksud Lucy berjumlah puluhan ribu ekor, dan keluarganya adalah konglomerat pemilik aset bernilai ratusan miliar rupiah.
Sampul Novel Patah Hati Terlalu Dalam
9.3
Hidup Livia Suryani, CEO sukses merek kosmetik ternama, seketika runtuh saat memergoki Adrian berselingkuh. Tunangannya itu tega mengkhianatinya bersama Amara, saudara tirinya sendiri. Terpuruk dalam kesedihan yang mendalam, Livia memutuskan untuk menenangkan diri di klub malam. Namun, keesokan paginya ia justru terbangun di sebelah lelaki asing yang sangat posesif. Kini, di tengah luka akibat pengkhianatan Adrian, Livia harus menghadapi takdir baru bersama pria misterius tersebut.
Sampul Novel Pelakor Kesayangan CEO
8.2
Menyamar sebagai Aleena, Alisya kembali demi membalas dendam. Ia berhasil memikat Arfa, sang pewaris Arhadita Company, hingga dicap sebagai orang ketiga. Target utamanya adalah menghancurkan hidup Laura, istri sah Arfa. Namun, rencana Aleena goyah saat Laura hamil dan masa lalunya kembali membayangi. Di tengah terbongkarnya rahasia kelam dan prahara rumah tangga ini, mampukah Arfa merebut kembali hati Aleena yang kini diselimuti kemarahan?
Sampul Novel Permainan Pewaris
9.3
Tiga tahun pacaran, Kristian Dobson malah mengkhianatiku dan menikahi Laura Clarke, pewaris kaya. Demi pengakuan keluarganya, dia mengurungku dalam kemewahan yang menyiksa. Puncaknya, demi istri barunya, Kristian memaksaku melompat dari lantai tujuh belas. Mereka pikir aku bisa dihancurkan dengan mudah. Padahal, mereka tidak tahu bahwa akulah pewaris tunggal kekayaan terbesar yang sesungguhnya di kota ini.