APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dilepas Manajer, Didekap CEO Kaya

Dilepas Manajer, Didekap CEO Kaya

Lima tahun Riana bertahan dalam pernikahan tanpa cinta bersama Reynald. Alih-alih bahagia, ia justru mengalami KDRT serta tekanan berat dari sang mertua, Mayang, yang membencinya karena belum memiliki anak. Ketika orang ketiga hadir menghancurkan rumah tangga mereka, penderitaan Riana pun memuncak. Enggan terus disakiti oleh pengkhianatan dan kekerasan fisik, Riana akhirnya membulatkan tekad untuk menyerah dan memilih pergi meninggalkan suaminya.
Bab
Bagikan

Bab 2

“Makan sana! Kamu tadi bilang belum makan kan?” perintah Reynald.

Riana menyerahkan bayi kecil kepada Reynald, lelaki itu segera menyambut sang bayi dengan lembut. Memang sebenarnya sifat suami Riana adalah baik, hanya saja ia selalu dihasut ibunya untuk membencinya.

Riana berjalan ke arah meja makan, dia melihat beberapa piring kotor yang masih berserakan di meja makan tanpa ada yang membereskannya. Membuat ia menghela napas panjang.

'Aku makan saja dulu, baru bereskan ini semua.' batin Riana didalam hati.

Wanita itu tersenyum sambil membuka tudung mencari makanan yang ia masak tadi, Riana mengira kalau masih ada sisa karena suaminya menyuruhnya untuk makan. Kecewa! Itulah yang dia rasakan sekarang, saat membuka tudung saji yang ternyata tidak ada apa pun di sana. Hanya beberapa piring kotor tanpa ada sedikit pun sisa makanan yang terlihat.

Riana berjalan dengan menundukkan kepalanya mendekati sang suami yang masih diam di tempatnya berada. “Mas, tidak ada lauk sedikit pun untuk Aku makan,” kata Riana sedih.

“Mungkin sudah dihabiskan oleh Serly tadi, karena dia sangat lahap memakannya tadi,” kata Reynald acuh.

“Mas Aku belum makan,” rengek Riana.

“Beli saja lauk di luar untuk makan.” Reynald menyerahkan selembar uang berwarna merah kepada Riana.

Dengan mata berbinar wanita itu mengambil uang yang diberikan kepadanya.

“Untuk ibu saja.” Ibu mayang merampas uang yang sudah berada di tangan Riana.

“Tapi, Bu. Uang itu untuk membeli lauk makanku,” kata Riana gugup.

“Bukankah Kamu sudah makan sangat banyak tadi?” Kata Ibu Mayang dengan melotot tajam.

“Aku belu-“ kata Riana terpotong.

“Rey, tambahin lagi dong. Ibu dan Serly mau jalan sebentar keluar, jadi kami titip Leo ya,” rengek sang ibu dengan wajah dibuat memelas mungkin.

“Berikan uang itu kepada Riana, Bu. Dia bilang belum makan,” pinta Reynald.

“Dia sudah banyak makan, Rey! Apa Kamu tidak percaya dengan Ibumu ini?”

Reynald menghela napasnya panjang, lelaki itu memilih diam tanpa menyahut dan memberikan uang seperti yang ibunya minta. Tetapi, saat mengeluarkan dompet dari saku celananya, sang ibu malah mengambil semua uang yang berada di dalamnya.

“Terima kasih, Rey,” kata ibu Mayang senang.

Serly dan Mayang segera pergi tanpa menengok ke belakang lagi. Sedangkan Riana menundukkan kepalanya sedih, perutnya sudah sangat lapar sekali.

“Mas,” panggil Riana pelan.

“Kamu lihat sendirikan uangku diambil semua oleh ibu? Jadi makan saja apa yang ada!” Reynald pergi meninggalkan Riana ke kamarnya.

Riana menghela napasnya berat, wanita itu menatap Leo yang sedang bermain di lantai dengan beberapa mainan yang ada. “Leo, Tante mau ke dapur dulu sebentar ya. Jadi tunggu di sini dulu, Cuma sebentar kok,” pamit Riana.

Bayi yang baru bisa duduk itu terlihat sangat asyik dengan mainan yang tengah dia pegang. Riana meninggalkannya setelah memperhatikan kalau tidak ada barang yang dapat melukai atau pun tertelan oleh bayi kecil itu. Baru ia melangkah ke dapur untuk mencari apa pun yang bisa di makan sekarang, perutnya sudah sangat pedih karena sedari pagi tadi tidak makan apa pun. Padahal, harinya sudah sangat siang sekali sekarang.

“Apa yang bisa dimakan ya?” gumam Riana seorang diri.

Riana membuka semua lemari, dia ingin mencari siapa tahu ada simpanan mi atau telur di sana. Tetapi, nihil, tidak ada apa pun. Hanya ada nasi putih yang tersisa, bahkan minyak dan bawang sudah habis tidak bersisa, Cuma ada garam dengan micin yang bersisa.

“Apa Aku buat nasi goreng saja? Nasi goreng putih tanpa bawang atau minyak, hanya dibuat sepedas mungkin saja.”

Riana berjalan ke samping rumahnya meminta cabe ke tetangganya, lalu baru masuk kembali ke dapur untuk menggoreng nasi tanpa minyak. Tidak membutuhkan waktu lama, masakannya sudah matang. Wanita itu membawa sepiring nasi goreng ke tempat Leo berada. Dia berniat makan sambil mengawasi Leo, supaya bisa makan dengan nyaman tanpa mengkhawatirkan bayi itu.

“Em, ternyata sangat enak sekali,” gumamnya.

Baru beberapa suapan, Leo sudah memangis dengan kencang. Riana menaruh piringnya di atas meja ruang tamu. “Ada apa, Sayang? Kenapa Kamu menangis?”

Riana menggendong Leo dan mencium bau tidak sedap darinya. ”Ternyata Kamu pup ya?” kekeh Riana.

Dia bergegas membawa Leo ke belakang untuk membersihkan popoknya. Saat Riana baru saja pergi, Reynald keluar dari kamarnya karena mendnegar suara Leo menangis.

“Ada nasi goreng.” Reynald mendekati nasi goreng Riana lalu menyantapnya. Baru satu suap, lelaki itu sudah memuntahkannya keluar.

Prang! Suara piring dilempar begitu nyaring terdengar sampai ke tempat Riana berada. Wanita itu bergegas berlari menuju asal suara, dia terkejut saat melihat sepiring nasi goreng yang baru beberapa suap dia makan sudah berserakan di lantai.

“Mas, kenapa nasi gorengku ....” Riana tidak mampu meneruskan kalimatnya.

“Kenapa? Nasi goreng yang tidak enak begitu, ya jelas Aku buang!” gerutu Reynald.

“Tapi, itu baru Aku makan beberapa suap saja loh, Mas,” kata Riana dengan air mata yang tertahan.

“Tinggal buat lagi saja sana! Apa susahnya?” Reynald kembali ke kamarnya dengan membawa serta Leo.

Brak, suara pintu ditutup dengan keras. Riana terduduk lemas di lantai sambil memandangi nasi gorengnya yang sudah kotor. “Padahal ini nasi yang tersisa, mau memasak lagi beras sudah habis,” lirih Riana.

Wanita itu meneteskan air matanya tanpa bisa menahannya lagi, kali ini dia amat sangat lapar. Andaikan punya uang mungkin dia bisa makan di luar rumah saja, tidak mengemis-ngemis meminta makan pada ibu mertua atau pun suaminya yang tidak peduli. Riana memilih membersihkan pecahan beling yang berhamburan dengan sesekali menatap sedih. Padahal, perutnya terasa sangat pedih sekali, tubuhnya saja masih gemetaran karena belum makan apa pun.

Setelah dirasa sudah bersih, Riana memilih meringkuk di sofanya untuk berbaring. Dia sudah tidak memiliki tenaga lain untuk sekedar berdiri, untung saja Leo sudah dibawa suaminya ke dalam kamar. Jadi, ia tidak perlu repot menjaga bayi itu. Apa lagi Leo sering sekali rewel, sehingga pasti ia akan kelelahan atau bisa pingsan nantinya.

.

.

“Enak sekali tidur ya! Padahal suaminya repot mengurus Leo yang sedang menangis!” geram ibu Mayang.

“Siram saja, Tante,” usul Serly.

Ibu Mayang bergegas ke belakang untuk mengambil seember air, ia mengguyur Riana dengan air yang dia bawa itu.

“Siapa?!” pekik Riana terkejut.

“Cepat bangun dan tenangkan Leo yang sedang menangis itu!” perintah Mayang.

“Dasar istri tidak berguna!” umpat Serly.

Kesabaran Riana habis saat terus-menerus mendengar hinaan yang diberikan kepadanya.

“Kenapa harus Akuyang mengurus anakmu itu? Bukankah Kamu ibunya? Di mana tanggung jawabmu sebagai ibu? Jangan hanya bisa membuatnya saja tapi, tidak mau mengurusnya! Oh, iya. Aku lupa, anakmu itukan hasil hubungan dari luar nikah,” sindir Riana.

“Riana!” teriak Serly marah.

“Apa!?” Riana tidak mau kalah.

“Riana, jangan berbicara omong kosong seperti itu!” kata Reynald.

“Kan memang benar apa yang Aku katakan! Semua orang juga tahu kalau Serly hamil di luar nikah, kalian saja yang tidak ingin mengakuinya!”

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Fatal Attraction: Jatuh Cinta dengan Target
9.6
Sebelum genap 26 tahun, aku hidup sebagai penipu ulung tanpa belas kasih yang memanfaatkan pria demi materi. Namun, Dylan Hewitt mengubah segalanya saat pesonaku gagal menjeratnya, hingga merusak reputasiku. Di tengah keputusasaan, Dylan justru mengungkap rahasia dan perasaan aslinya. Terjebak dalam situasi tak terduga ini, aku kehilangan kendali atas taktikku sendiri. Kehadiran Dylan benar-benar membalikkan takdir dan meluluhkan hatiku.
Sampul Novel Krisis Pernikahan: Apakah Cinta Sebuah Jebakan?
9.5
Cinta tulus Leona sejak kecil pada Elmer hancur ketika Aurora, saudara angkatnya, merampas segalanya. Meski Elmer membencinya, Leona nekat menikah walau harus menerima hinaan kejam. Terluka parah, Leona bersumpah takkan melepas Elmer sebelum ajal tiba, lalu lenyap tanpa jejak. Elmer pun tersiksa penyesalan dalam mimpi. Lima tahun berlalu, Leona kembali membawa rahasia besar bersama seorang anak di sisinya.
Sampul Novel Mamaku yang Cantik dan Pengagum Misteriusnya
8.0
Dikhianati dan dijebak dalam cinta satu malam, Alisa pulang membawa anak kembar. Kini, ia bekerja untuk Marvin, CEO genius yang diam-diam menyamar sebagai Primus demi melindungi identitasnya. Situasi pelik terjadi ketika Alisa menyadari bahwa Primus adalah pria dari masa lalunya. Terjebak di antara dua persona dari pria yang sama, mampukah Alisa mengungkap rahasia Marvin? Bagaimana sang CEO akan bereaksi saat mengetahui keberadaan kedua anak kandungnya?
Sampul Novel Menikahi Seorang Abusive
8.6
Kehidupan pernikahan yang diimpikan Dewi berubah menjadi mimpi buruk yang penuh penderitaan. Alih-alih kebahagiaan, ia justru harus menghadapi kenyataan pahit sebagai istri Raihan, seorang suami yang sangat kasar dan manipulatif. Hari-hari Dewi kini dipenuhi dengan tekanan batin akibat perlakuan abusif pasangannya. Di tengah situasi yang menyiksa ini, Dewi dihadapkan pada pilihan sulit: terus bertahan menjaga pernikahan atau pergi demi menyelamatkan dirinya.
Sampul Novel Menyambut Cinta Baru
8.7
Setelah tujuh tahun, Eileen kembali dengan penampilan baru yang tak lagi dikenali oleh sang mantan kekasih, Greg. Saat Greg membutuhkan donor darah darinya, Eileen mengajukan syarat: Greg harus bersedia menjadi ayah bagi putrinya, Lottie, selama satu bulan. Sayangnya, Greg malah menelantarkan Lottie demi perempuan lain dan merendahkannya, tanpa tahu Lottie adalah anak kandungnya sendiri. Kecewa berat atas sikap Greg, Eileen pun memutuskan untuk pergi jauh selamanya.
Sampul Novel Still Love You
8.7
Bertahun-tahun menemani Feli tanpa kejelasan membuat Yudis akhirnya memilih mundur. Di saat Feli baru menyadari perasaannya dan berniat mengejar Yudis kembali, keadaan telah berubah total. Yudis kini telah dijodohkan oleh sang ibu dengan gadis pilihan bernama Sarah. Feli pun terjebak dalam dilema dan situasi yang rumit. Sanggupkah Feli merebut kembali hati pria yang pernah mengabaikannya, ataukah Yudis akan tetap melangkah maju bersama Sarah?