APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin

Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin

Lima tahun pernikahan Kyna dan Aldrian berjalan tanpa kehangatan fisik. Kebenaran pahit terungkap saat cinta pertama Aldrian, Nara, kembali dan Aldrian terus memprioritaskannya dengan dalih persahabatan. Alih-alih marah, Kyna memilih mempersiapkan masa depannya secara diam-diam dengan belajar bahasa asing dan mendaftar studi ke luar negeri. Begitu visanya disetujui, Kyna menyodorkan surat cerai dan pergi ke Yuropiah. Aldrian yang awalnya meremehkan kemampuan bertahan hidup Kyna, akhirnya dibuat frustrasi dan bertekad memburunya setelah video tarian anggun Kyna viral di internet.
Bab
Bagikan

Bab 2

Aldrian melanggar janjinya dan minum alkohol lagi. Dinilai dari suaranya, dia jelas sudah sedikit mabuk. Namun, Aldrian ternyata juga bisa berseru seperti itu?

Dalam kesan Kyna terhadap Aldrian, saat SMA, Aldrian adalah sang juara umum yang dingin. Dia bukan hanya serius saat mengerjakan soal, tetapi juga mengabaikan gadis-gadis yang suka menawarinya air di lapangan olahraga.

Setelah menjadi suaminya, Aldrian bersikap sangat sopan. Emosinya begitu stabil hingga bisa dibilang tak beremosi. Dia tidak pernah tersenyum ataupun marah, hanya selalu bersikap acuh tak acuh. Hingga ketika tidak sengaja menyentuh jari-jarinya sesekali, Kyna merasa tubuhnya juga terasa dingin.

Kamera menyorot wajah semua orang dalam video. Kyna melihat sosok Aldrian yang agak mabuk, tetapi matanya berbinar. Dia mengangkat gelasnya dan tersenyum lebar ke arah kamera. "Selamat datang kembali ke rumah, Nara."

Ternyata Aldrian juga bisa tersenyum, bersikap antusias, dan memberi nama panggilan kepada seorang gadis. Hanya saja, dia tidak akan pernah tersenyum ataupun bersikap antusias pada Kyna, apalagi memberinya nama panggilannya.

"Nyonya sudah bangun?" Terdengar suara Sani dari luar pintu.

Setiap hari, jadwal Kyna sangat teratur. Berhubung Kyna belum keluar dari kamar, Sani khawatir Kyna mungkin membutuhkan bantuannya. Bagaimanapun juga, kakinya Kyna memang bermasalah.

Kyna meletakkan ponselnya dan menyahut dengan suara yang terdengar serak dan tercekat, "Sudah. Aku akan keluar sekarang juga."

Sani membuatkan pangsit kuah, tetapi Kyna hanya makan sesuap.

"Nyonya mau makan apa untuk siang dan malam hari?" tanya Sani sambil memberinya segelas susu.

"Terserah. A ..." Kyna awalnya ingin menjawab "apa saja yang Tuan suka" seperti biasa, tetapi tiba-tiba diam.

Namun, Sani mengerti. Bagaimanapun juga, Kyna selalu memberi jawaban yang sama setiap hari. Dia segera berujar, "Tuan bilang, dia nggak akan pulang untuk makan malam hari ini. Dia mau hadiri acara bisnis."

Kyna mengangguk.

Aldrian tentu saja tidak akan pulang untuk makan malam. Melalui postingan di media sosial, Kyna tahu bahwa Anara telah membuat daftar siapa yang akan mentraktir semua orang selama seminggu ke depan dan apa yang ingin dia makan.

[ Hubungan yang terjalin di masa kuliah memang paling tulus. Aku ini si manis yang dimanjakan begitu banyak kakak! ]

Kyna biasanya belajar bahasa asing selama dua jam di siang hari, lalu mempelajari teori seni untuk beberapa jam. Jika tidak menyibukkan diri, bagaimana dia bisa menghabiskan waktu yang panjang ini? Tidak mungkin dia menghabiskan seluruh hidupnya untuk menunggu kepulangan seseorang, 'kan?

Kyna pernah menunggu sebelumnya .... Perasaan menunggu itu terlalu menyakitkan.

Namun, jadwal Kyna hari ini berbeda dengan sebelumnya. Tawaran ini mungkin merupakan bagian dari penerimaan siswa baru gelombang terakhir. Dia perlu mengonfirmasinya sesegera mungkin. Jadi, hal pertama yang dia lakukan hari ini adalah membayar biaya konfirmasi ke pihak kampus.

Ketika masuk notifikasi tentang pemotongan uang dari rekening banknya, Kyna menghela napas lega. Hari perpisahannya dengan Aldrian terasa selangkah lebih dekat lagi.

Malam harinya, Kyna berganti pakaian dan bersiap untuk keluar rumah.

Sani pun bertanya dengan terkejut, "Nyonya mau ke mana?"

Kyna hampir tidak pernah keluar rumah tanpa ditemani Aldrian.

"Oh, teman kuliahku lagi manggung di sini dan ajak aku ketemuan," jawab Kyna.

Sebenarnya, dia berencana untuk menginap di hotel dekat lokasi ujian. Besok pagi, dia akan menjalani tes kemampuan bahasa asing. Dia takut terjebak macet dan terlambat menghadiri ujian.

Terakhir kali Kyna mengikuti ujian itu adalah beberapa bulan yang lalu, tetapi dia tidak mencapai skor yang diinginkan. Hanya saja, batas waktu pengajuan aplikasi studi ke luar negeri sudah tiba. Jadi, dia terlebih dahulu mengajukan permintaan itu.

Berhubung tidak menyangka dirinya akan diterima, Kyna baru menjadwalkan ujian ulang pada besok pagi. Untungnya, pihak kampus memperbolehkan penyerahan hasil tes kemampuan bahasa asing belakangan.

"Tapi ...." Sani melirik kakinya dan bertanya, "Gimana kalau aku temani Nyonya?"

"Nggak usah. Ini acara kumpul-kumpul teman dekat. Orang lainnya nggak akan nyaman kalau ada tambahan orang," sahut Kyna dengan tenang.

"Kalau begitu, aku akan beri tahu Tuan." Sani benar-benar mengkhawatirkan Kyna dan tidak sanggup bertanggung jawab jika terjadi sesuatu.

"Nggak perlu. Biarkan saja dia hadiri acara sosialnya dengan tenang. Jangan ganggu dia. Aku akan telepon dia setelah acaranya selesai, lalu suruh dia jemput aku."

Seusai berbicara, Kyna meraih tasnya dan berjalan keluar.

Mengingat cedera kaki Kyna, Aldrian membeli sebuah apartemen satu lantai yang besar sebagai rumah mereka. Setelah keluar rumah, Kyna pun naik lift ke bawah.

Begitu melangkah ke bawah sinar matahari, Kyna secara naluriah menunduk dan membungkuk. Dia juga memakai topi dan menaikkan kerahnya.

Sejak menjadi pincang, Kyna yang selalu tampil percaya diri dan bersemangat di atas panggung telah lenyap. Kyna yang pincang pun kehilangan keberanian untuk muncul di depan umum.

Sani selalu menyuruh Kyna untuk mengajak Aldrian apabila ingin keluar. Aldrian juga selalu mengatakan bahwa Kyna sebaiknya tinggal di rumah jika bukan keluar dengan ditemaninya. Namun, mereka berdua tidak tahu bahwa Kyna paling takut keluar bersama Aldrian. Itu lebih menakutkan daripada keluar sendirian.

Sebab, semua orang yang melihat mereka seperti sedang berpikir kenapa pria seunggul itu bisa memiliki istri yang pincang.

Kyna memanggil taksi dan melaju menuju hotel. Di dalam taksi, dia diam-diam memandangi pemandangan jalan di luar jendela. Tiba-tiba, dia melihat mobil Aldrian terparkir di suatu tempat.

"Tunggu, tolong berhenti sebentar," ucapnya dengan terburu-buru kepada sopir.

Mobil Aldrian terparkir di depan sebuah restoran. Kemarin, salah satu teman masa kecil Aldrian yang mentraktir. Hari ini baru giliran Aldrian. Itulah yang ditulis Anara di platform media sosial.

Kyna keluar dari taksi tanpa sadar. Setibanya di restoran, dia langsung berkata, "Sudah ada reservasi tempat atas nama Aldrian."

Dia juga menyebut empat digit terakhir nomor telepon Aldrian.

Kemudian, pelayan itu mengantar Kyna ke depan pintu sebuah ruang privat. "Di sini tempatnya."

"Terima kasih," ucap Kyna kepada pelayan itu.

Sebenarnya, Kyna tidak tahu untuk apa dirinya datang ke tempat ini. Ketika masih berada di rumah, dia tidak berhenti terdorong untuk melakukan tindakan impulsif. Namun, setelah benar-benar berdiri di tempat ini, dia bahkan tidak punya keberanian untuk membuka pintu.

Dari dalam, terdengar suara percakapan orang-orang.

"Aku nggak bisa pulang kemalaman, juga nggak boleh minum-minum lagi. Waktu pulang dalam keadaan mabuk semalam, istriku sangat marah," ujar salah satu teman masa kecil Aldrian.

"Apa kamu masih bisa disebut kakakku? Dulu kamu pernah janji, nggak peduli apa pun yang terjadi, aku akan selalu jadi prioritasmu. Sekarang, kamu begitu takut sama istrimu? Memang tetap Kak Aldri yang adalah teman sejati."

Yang berbicara adalah Anara. Suaranya terdengar lembut dan manja. Ternyata kepribadian Anara seperti ini. Jadi, Aldrian menyukai gadis dengan kepribadian seperti ini?

Sayangnya, kepribadian Kyna benar-benar tidak seperti itu. Dia bahkan tidak mampu bersandiwara menjadi orang seperti itu.

Di dalam ruang privat, teman masa kecil Aldrian melanjutkan, "Memangnya aku bisa dibandingkan sama Aldri? Kyna mana berani tegur dia?"

"Oh iya." Anara berbicara lagi, "Aldri, dengar-dengar, istrimu pincang? Kenapa?"

Tidak ada yang menjawab pertanyaan Anara.

Hati Kyna pun menegang.

Kemudian, teman-teman Aldrian mulai berbicara.

"Aldri, kami benar-benar kasihan sama kamu. Kamu punya uang, tampan, dan sukses. Kamu bisa menikahi siapa saja, tapi kenapa kamu nikah sama orang pincang?"

"Aldri, jujur saja, kamu itu cowok paling unggul di antara kami. Sekarang, kamu sudah nikah sama Kyna. Tapi entah itu rapat, acara sosial, konferensi pers, atau acara apa pun yang harus bawa istri, dia juga nggak bisa dibawa keluar. Memangnya kamu nggak merasa rugi?"

Ternyata begitu ....

Aldrian selalu mengatakan bahwa Kyna tidak perlu terlibat dalam urusannya. Kyna hanya perlu tinggal di rumah dan menunggu Aldrian menghasilkan uang untuknya.

Keluarga Kyna memuji habis-habisan Aldrian yang seperti ini. Semua orang mengatakan bahwa dia sangat bahagia. Akan tetapi, alasannya ternyata karena Aldrian merasa malu untuk menunjukkannya di depan umum ....

Suara getir Aldrian menggema dari dalam ruang privat. "Dia sudah selamatkan nyawaku. Aku berutang budi padanya."

"Kamu sudah beri dia begitu banyak uang, itu sudah cukup untuk balas budi!"

"Benar! Dulu, kamu seharusnya kasih uang ke dia dan langsung putus hubungan sama dia. Buat apa kamu korbankan kebahagiaanmu seumur hidup?"

"Menurutku, sebaiknya kamu pertimbangkan baik-baik. Dengan berdoa tulus setiap hari, kamu mungkin masih bisa diberkati dengan keberuntungan. Tapi, apa gunanya kamu nikahi orang seperti itu?"

"Makanya, apa yang bisa dia lakukan untukmu? Dia nggak bisa dibawa keluar untuk hadiri acara sosial, bahkan juga nggak bisa bawa secangkir air dengan baik di rumah. Aldri, ayo minum air .... Begini, begini, atau begini?"

Dalam seketika, tawa pun meledak di ruang privat itu. Sambil tertawa terbahak-bahak, Anara bertanya, "Aldri, apa benar istrimu jalannya begitu?"

Kyna yang menguping di dekat pintu pun merasa darahnya mendidih. Rasa marah dan malu membuatnya kehilangan kendali. Kemudian, dia membuka pintu ruang privat itu.

Ruangan itu dipenuhi tawa riuh. Salah satu teman masa kecil Aldrian yang bernama William sedang memegang segelas air dan berjalan tertatih-tatih secara dramatis. Dia juga meninggikan suaranya dan berujar, "Aldri, ayo minum air. Aldri, ah ... aku jatuh. Aldri, peluk ...."

Kyna menatap Aldrian dan berharap suaminya, yang juga merupakan orang yang paling dicintainya itu bisa membelanya di saat seperti ini.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel (Bukan) Istri Kontrak Dokter Arogan
9.4
Nasib membawa Serayu ke dalam pernikahan paksa dengan Abra, seorang dokter arogan yang juga pewaris takhta rumah sakit terkemuka. Hubungan yang awalnya hanya sekadar sandiwara tanpa rasa ini lambat laun berubah menjadi ikatan cinta yang tulus. Sayangnya, kebahagiaan mereka tidak bertahan lama. Intervensi dari mertua serta kemunculan kembali mantan kekasih Abra menjadi ujian berat yang mengoyak keutuhan rumah tangga mereka. Kini, bertahan atau melepaskan sama-sama menorehkan luka mendalam bagi keduanya.
Sampul Novel Dendam di Balik Cinta
8.8
Demi menyelamatkan bisnis keluarga yang hancur, aku tega mengkhianati Jase Mitchell dan memilih menikah dengan Kade Mitchell. Empat tahun kemudian, Kade meninggal dunia. Ibu tirinya yang kejam, Katie Fuller, langsung mengusirku beserta anakku tanpa belas kasihan. Kehilangan segalanya membuatku terpaksa memohon bantuan kepada Jase, yang menyambutku dengan penuh godaan. Di tengah keputusasaan ini, aku berniat memanfaatkan anak Katie sendiri untuk merebut kembali seluruh warisan yang telah dia curi.
Sampul Novel Hakikat cinta yang kau nodai
9.1
Delapan tahun Hana bersabar memaafkan perselingkuhan Devan yang terus berulang, hingga akhirnya ia memilih bercerai. Di tengah kepedihan, muncul Rama, pewaris saleh dari Abimana Group yang membawa ketenangan. Namun, hubungan mereka terbentur status janda dua anak yang disandang Hana dan ketatnya hierarki bisnis keluarga Rama. Akankah anak-anak Hana menerima kehadiran Rama, atau justru Devan yang kembali datang mengejar mantan istrinya?
Sampul Novel Jangan Jatuh Cinta Pada Sugar Daddy
8.6
Demi mengatasi masalah keuangan, Anggita yang berumur 20 tahun nekat menggunakan aplikasi Sugar Baby. Walau awalnya diremehkan karena penampilan fisiknya, ia justru menarik perhatian Devano Abimanyu, seorang pengacara sukses. Devano bersedia menyokong hidup Anggita, namun dengan aturan yang sangat mengikat: dia memegang kendali atas segalanya, menawarkan kepuasan, dan melarang keras adanya cinta. Mampukah Anggita menjaga hatinya agar tidak melanggar batasan tersebut?
Sampul Novel Kecanduan Manis: Istri Manja Tuan Wahid
9.4
Kehamilan tak terduga akibat cinta satu malam menghancurkan hidup Rossa. Di tengah keputusasaan, ia terpaksa menjalani pernikahan bisnis dengan tunangan masa kecilnya. Walau awalnya terasa hambar, cinta mulai tumbuh di hati Rossa. Tragisnya, menjelang persalinan, ia justru didepak dengan surat cerai. Rossa pun memilih pergi. Saat takdir mempertemukan mereka kembali, sang mantan suami memohon kesempat kedua. Akankah Rossa mau memaafkan?
Sampul Novel Miliarder Mendadak!
8.4
Demi wasiat keluarga, Vera Dianthe terpaksa menikahi Dorian Ashford, sang CEO kapal pesiar mewah. Merasa terikat tanpa kehendaknya, Dorian pun mengajukan kesepakatan yang menyulitkan Vera. Namun, keteguhan dan keberanian Vera dalam menghadapi Dorian justru mulai memikat hati sang suami. Konflik semakin rumit saat Isabella Moreau, kekasih Dorian, mulai melancarkan serangan demi merusak hubungan mereka. Di tengah intrik kekuasaan ini, mampukah benih cinta sejati tumbuh?