APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dilarang Hamil Oleh Mertua

Dilarang Hamil Oleh Mertua

Pernikahan Claudia dan Rayhan terus diuji oleh penolakan Ibu Eva. Sang mertua yang mendambakan menantu dari kelas sosial tinggi tega melarang Claudia mengandung. Begitu kehamilan Claudia benar-benar terjadi, Eva bahkan menuntutnya untuk menggugurkan kandungan tersebut. Di bawah tekanan batin dan kebencian yang mendalam dari sang mertua, sanggupkah suami istri ini mempertahankan rumah tangga sekaligus menyelamatkan calon anak mereka?
Bab
Bagikan

Bab 1

Malam ini adalah malam yang terindah untuk pasangan pengantin baru, Claudia dan Rayhan sudah resmi menjadi pasangan suami istri. Mereka mengadakan pesta pernikahan di sebuah hotel berbintang, bahkan pesta mereka terbilang sangat mewah.

Kamar pengantin sudah disiapkan dengan nuansa yang begitu romantis, banyak bunga bertaburan di atas ranjang itu.

"Claudia, sebenarnya saya tidak setuju anak saya menikah dengan kamu. Sudah miskin, memalukan lagi," ujar Eva sang mertua menatap Claudia sinis.

Deg ... deg ...

Sebelum pernikahan ini terjadi, Eva mengatakan sudah merestui putranya menikah dengannya. Namun, ia tidak menyangka sikap mertuanya berubah begitu saja.

Eva memberikan sebutir obat untuk mencegah kehamilannya, ia memperbolehkan Claudia melayani putranya selayaknya seorang istri tapi tidak memperbolehkan untuk hamil.

"Ingat Claudia, jangan sampai rahim kamu mengandung benih cucuku! Aku tidak sudi mempunyai keturunan miskin," kata Eva dengan keras.

"Baik, Mah," ucap Claudia menundukkan kepalanya.

Di dalam kamar ia duduk termenung, membayangkan ucapan mertuanya tadi. Bahkan saat suaminya duduk di sampingnya Claudia tidak mengetahuinya.

"Sayang, kamu kenapa? kamu tidak bahagia dengan pernikahan kita?" tanya Rayhan sambil memeluk istrinya.

"Aku sangat bahagia sekali, Mas. Akhirnya setelah kita berpacaran tiga tahun, kita menikah juga," balas Claudia tersenyum untuk menutupi kesedihannya.

Tanpa aba-apa Rayhan langsung mengecup bibir istrinya, tangannya pun mulai melepaskan pengait gaun istrinya.

"Mas, sebentar. Aku ingin ke toilet," kata Claudia. Ia menatap cermin yang ada di toilet itu, lalu membuka genggaman tangannya. Sebutir obat dari Mamah mertua yang belum sempat ia minum, dengan terpaksa ia menelannya dan minum air kran di toilet.

Rayhan sudah tidak sabar menunggu sang istri, bahkan ia saat ini sudah melepaskan semua pakaiannya. Ia sudah menunggu Claudia di atas ranjang dengan keadaan tanpa sehelai benang, hanya menutupi tubuhnya dengan selimut.

"Sayang, cepetan!" teriak Rayhan sudah tidak sabar untuk menanamkan benih di rahim kekasih halalnya.

Claudia keluar dari dalam kamar mandi, ia langsung menuju ke arah suaminya. Dia juga sudah tidak sabar, untuk memberikan pelayanan yang terbaik untuk suami tercinta.

Ini adalah pengalaman pertama bagi keduanya, sebenarnya masih malu untuk melakukan. Namun, mereka juga ingin segera mencoba.

"Mas, kenapa teriak gitu. Sudah tidak sabar ya," ujar Claudia membuat Rayhan tersenyum malu.

Claudia lalu mengambil baju tidurnya, ia hendak ke kamar mandi lagi untuk berganti pakaian. Namun, Rayhan melarangnya dan meminta Claudia berganti pakaian di depannya.

"Sayang, kenapa malu? kita sudah menikah lho," kata Rayhan.

"Tapi Mas, tutup mata ya," ucap Claudia.

"Sayang, nanti Mas juga bakal memegangnya tidak hanya melihat," ujar Rayhan menutup matanya dengan bantal.

Dengan cepat Claudia mengganti pakainya, lalu merebahkan badan di sebelah Rayhan. Saat hendak memakai selimut, ia terkejut dengan apa yang ia lihat.

"Awww ... !" teriak Claudia. Melihat Rayhan yang sudah telanjang bulat, senjatanya sudah mengeras dan terlihat menakutkan untuk Claudia.

Rayhan langsung menutup mulut istrinya dengan telapak tangan, dan langsung memeluknya.

"Mas, aku takut," ucap Claudia.

"Kita lakukan dengan pelan, Sayang. Percayalah gak bakalan sakit," ujar Rayhan meyakinkan istrinya.

Claudia percaya dengan ucapan laki-laki yang baru menghalalkannya beberapa jam yang lalu, bahkan ia menikmati sentuhan demi sentuhan itu.

"Sayang, kamu sudah siapkan," bisik Rayhan.

"Hum .... " sahut Claudia.

Akhirnya kedua insan itu merasakan kenikmatan dunia, hingga tak terasa mereka melakukan berkali-kali sepanjang malam. Sungguh malam yang sangat indah untuk keduanya, pengalaman pertama yang tidak akan pernah terlupakan.

"Terimakasih, Sayang," ungkap Rayhan mengecup kening istrinya yang masih tertidur pulas.

Karena sudah pagi Rayhan bangkit dari ranjangnya, lalu membersihkan tubuhnya. Ada rasa tidak tega untuk membangunkan istrinya, sambil menunggu Claudia terbangun ia memainkan ponselnya.

Claudia terlihat menggeliatkan badannya, dan mulai membuka mata. "Mas, sudah bagun? kenapa tidak membangunkan ku dulu," ucapnya.

"Mas tidak tega, Sayang. Terimakasih buat semalam," ucap Rayhan mendekati istrinya lalu memberikan morning kiss.

Claudia hendak pergi ke kamar mandi, ia kesulitan karena bagian bawahnya masih sakit. Kemudian Rayhan membantu istrinya, yang terlihat kesulitan berjalan. Selesai mandi semua keluarga berkumpul di restoran hotel, Mamah Eva, Aruna, dan Papah Andi sudah menunggu.

"Maaf semua, kita terlambat," ujar Rayhan dengan senyum bahagia.

"Kita nungguin dari tadi lho, Ray," sahut Eva menatap sengit Claudia.

"Gak papa, Mah. Maklum mereka pengantin baru, ayo kita mulai makan," ajak Papah Andi.

"Aruna sudah kelaparan dari tadi, enak aja maklum. Kakak ipar harusnya yang bangunin kita, bukannya telat datang," kata Aruna dengan ketus.

Rayhan mengacak-acak rambut adiknya, ia gemas kalau melihat Aruna marah-marah.

Di sela-sela makan, Eva meminta Rayhan tetap tinggal satu rumah dengannya. Padahal Rayhan dan Claudia sudah menyiapkan rumah baru, hadiah dari sahabat Rayhan yang bernama Bian.

Uhuk ... uhuk ....

Tiba-tiba Claudia tersedak makanan, dengan cepat Rayhan mengambilkan minuman dengan penuh perhatian.

"Sayang, pelan-pelan dong," ucap Rayhan dengan lembut.

"Maaf, Mas," ujar Claudia.

Setelah selesai sarapan keluarga itu pun pulang ke rumah, berhubung acara sudah selesai dan besok rencananya Rayhan akan kembali bekerja. Tidak ada kata cuti, untuk seorang pekerja keras seperti Rayhan. Claudia menikah dengan Rayhan atas dasar cinta, bukan karena harta ataupun ketampanan.

Mereka sudah saling mengenal sejak lima tahun yang lalu, dan berpacaran selama tiga tahun. Claudia terlahir dari keluarga yang sangat sederhana, keluarganya tinggal di perkampungan dekat kota. Sedangkan Rayhan dan keluarganya tinggal di sebuah perumahan elit, tempat para penguasa tinggal.

"Narsih, tolong bawakan koper istri saya ke kamar," pinta Rayhan menyuruh asisten rumah tangganya yang centil.

"Baik Tuan Muda, ngomong-ngomong tadi malam gimana? sudah ehem belum, Tuan," canda Narsih menggoda Rayhan sambil mengedipkan satu matanya.

"Narsih! cepat kalau disuruh," ujar Eva melotot ke arah Narsih.

Kini hanya ada Claudia dan Eva, yang masih berdiri di depan pintu. Claudia menunggu Rayhan yang sedang mengambil barang, dari dalam mobilnya.

"Claudia, kamu bantu Narsih sana! jangan bengong di sini," kata Eva dengan ketus.

"Baik, Mah," ucap Claudia dengan sopan kemudian mengikuti Narsih.

Claudia hendak membantu Narsih menata baju ke dalam almari, tapi ditolak karena memang Narsih sering diminta untuk membantu Rayhan dan nantinya diberikan tips di luar gaji.

"Makasih ya, Mbak," ungkap Claudia setelah Narsih menyelesaikan tugasnya.

"Siap, Nona. Nanti kalau butuh bantuan panggil Narsih tiga kali, ingat tiga kali jangan lebih," pinta Narsih kemudian meninggalkan kamar Rayhan.

Eva mendatangi Claudia, ia meminta agar Claudia berdandan dengan cantik. Karena nanti malam akan ada acara keluarga, Eva juga akan mengenalkan Claudia kepada calon menantunya yang baru. Ia juga memberikan sebutir obat, untuk diminum Claudia nanti malam.

"Ingat Claudia, jangan sampai kamu hamil. Atau kamu harus kehilangan bayimu, aku tidak mau mempunyai cucu keturunan orang miskin! camkan itu," tutur Eva.

Kata-kata mertuanya terulang lagi, membuat Claudia menahan air mata yang hampir menetes. Ia tidak tahu harus berbuat apa, dalam pernikahan tentu saja semua pasangan menginginkan keturunan.

Claudia membantu Narsih memasak, untuk menyiapkan makan siang keluarga itu.

"Non, istirahat saja. Pasti Nona Claudia capek, semalam habis anu," Ucap Narsih menggoda Claudia.

"Mbak, bisa aja," sahut Claudia tersenyum malu.

Tiba-tiba Aruna datang, adik Rayhan yang sudah menginjak bangku kuliah itu meminta Narsih untuk mengupas kan buah. Anak itu memang sangat manja, selalu meminta bantuan anggota keluarga setiap melakukan sesuatu.

"Mbak Narsih, kupas jeruk dong," pinta Aruna.

"Bentar ya, Non. Masih goreng ayam ini," Sahut Mbak Narsih.

Kebetulan saat itu Claudia sedang mencuci gelas dan piring, ia menawarkan diri untuk mengupas jeruk. Namun, Aruna justru menghinanya dengan kata-kata kasar.

"Jangan kakak ipar yang mengupas, Aruna takut tertular miskin," ujar Aruna menatap Claudia penuh dengan kebencian lalu meninggalkan dapur.

Mbak Narsih lalu mendekati Claudia, dan mengusap pundaknya. "Non, jangan diambil hati ucapan Non Aruna. Dia memang seperti itu," pungkasnya.

Claudia tersenyum lalu melanjutkan aktivitasnya, sedangkan Mbak Narsih mengupaskan jeruk untuk Aruna. Rayhan tiba-tiba , dan memakan jeruk yang dikupas oleh Mbak Narsih.

"Mbak, jeruknya manis ya? Seperti senyuman istri kuku," tutur Rayhan melirik ke arah istri cantiknya.

"Tuan Muda, jangan ngeledek gitu. Itu jeruk pasti ada asemnya. Apes bener Nona Claudia, tadi dikatain miskin sekarang asem. Keluarga ini bener-bener," cetus Mbak Narsih.

"Miskin?" tanya Rayhan.

Claudia lalu mengajak suaminya untuk masuk ke dalam kamar, ia berpura-pura belum melihat letak almari untuknya yang mana. Semua itu dia lakukan, untuk mengalihkan pembicaraan suaminya dengan Mbak Narsih.

"Sayang, bukannya bajumu sudah ada di almari paling ujung. Kenapa menarik tangan Mas, kamu mau lagi ya? seperti tadi malam, berkali-kali pun Mas siap," pungkas Rayhan.

Claudia mencubit pinggang suaminya dengan gemas, dan Rayhan langsung memeluk istrinya. Mereka berdua kembali melakukan lagi, hingga keduanya lelah dan tertidur pulas.

Hari sudah mulai petang, Eva mencoba mengetuk pintu kamar Rayhan. Claudia segera terbangun dan menggunakan bajunya yang masih berserakan di lantai, ia langsung membuka pintu.

"Enak ya, baru bangun? Cepat bangunkan Rayhan, tamunya sudah datang!" cetus Eva sambil melihat Claudia dari ujung kepala hingga kaki.

"Iya, Mah," sahut Claudia tertunduk malu.

"Kamu, tidak lupa minum obat tadi kan?" tanya Eva dengan pelan agar Rayhan tidak mendengar.

Claudia menganggukkan kepalanya, kemudian menutup pintu kamarnya setelah Eva pergi. Ia menyandarkan tubuhnya di balik pintu, untuk menetralkan hatinya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aktor Idola Dan Author Barbar
8.4
Erick Adrian, aktor terkenal bergelimang harta dengan pacar seorang model, selalu resah akibat citranya di film dewasa. Nasibnya berubah total setelah berseteru dengan penulis bernama Kaemila. Akibat kecelakaan tragis yang membuat Kaemila lumpuh serta amnesia, Erick terpaksa menikahinya sebagai bentuk tanggung jawab. Akankah ingatan Kaemila kembali dan ia sanggup menerima sang aktor menjadi suaminya?
Sampul Novel Benci Membawa Cinta
8.2
Eleonore Duvall, pewaris angkuh Duvall Enterprises, menjalani pernikahan dua tahun dengan Kaelan Ravenswood, pria yang dicurigai sebagai pembunuh keluarganya. Walau dipandang sebelah mata, Kaelan menyimpan obsesi mendalam sejak malam rahasia masa lalu mereka. Ia pun bertekad mempertahankan pernikahan demi melindungi rahasia besarnya. Saat Eleonore menyelidiki kematian tragis keluarganya, kebenciannya goyah oleh cinta tak terduga dan identitas asli sang suami.
Sampul Novel Gairah Liar sang keponakan
8.4
Kehidupan seorang pria jungkir balik setelah keponakan titipan kakaknya mulai bertingkah liar. Di balik kepolosan gadis itu, tersimpan obsesi cinta mendalam yang menjebak sang paman dalam satu malam penuh gairah. Kini, ia terjebak di antara hasrat terlarang dan restu kakak yang sulit didapat. Namun, sebuah rahasia besar masa lalu perlahan terkuak, mengungkap status hubungan mereka yang sebenarnya.
Sampul Novel Gairah Membawa Petaka
8.3
Mengandung konten 21+ Harap bijak menentukan bacaan... Jangan lupa mampir juga cerita pertama "Mertua Hiperseks" Zakia Ananta Arman, gadis remaja yang masih sangat polos dan tidak pernah mengenal apa itu jatuh cinta sebelumnya. Dia terpesona dengan ketampanan pemuda tampan yang merupakan putra dari kyai pengasuh pesantren dikingkungannya. Malam itu gadis yang cakap dipanggil Kia itu secara sengaja masuk ke dalam kamar pria yang sering di panggil Gus Beren oleh para santri. Kia memasukkan obat perangsang dan alkohol secara bersamaan pada teh yang disajikan oleh Santri dan akan di minum oleh Gus Beren. Alhasil, malam itu tanpa sadar Gus Beren menyetubuhi Kia yang bersembunyi dibalik tirai gorden kamarnya, saat Gus Beren tengah membersihkan badan di kamar mandi setelah acara pengangkatan pengasuh baru di adakan di pesantren yang di miliki abahnya. Hubungan satu malam itu berakhir duka bagi Kia. Ia tidak pernah menyangka bahwa dari hubungan itu ia akan mengandung anak dari Gus Beren, tapi sayangnya Gus Beren tidak mau bertanggung jawab atas anak itu. Karena bagaimana pun anak itu tetap akan bernasab pada ibunya, sebab ia hadir sebelum terjadinya Ijab Qobul pernikahan. Apalagi Kia baru mengetahui, jika Gus Beren sudah memilik istri yang di nikahi secara siri, karena saat ini istri Gus Beren masih melanjutkan pendidikannya di Mesir. Kia teringat akan perbuatan papanya Arman beberapa waktu yang lalu, ia membawa Cantika yang merupakan wanita selingkuhannya ke rumah dan melakukan perbuatan mesum di depan mamanya Arini. Mungkinkah yang terjadi saat ini merupakan balasan atas perbuatan Arman, yang telah menyakiti Arini. Bukan hanya itu, Arman juga sering melampiaskan amarah pada mamanya dan juga kakaknya Zoni saat mereka memberontak kelakuan Arman untuk bermain panas dengan Cantika. Kata-kata Kia terngiang begitu dalam pada ingatan Arman, yang menyiratkan kebencian dari seorang putri yang sangat ia sayangi. Arman tak pernah begitu menyesal atas perlakuannya dan perkataannya yang sering menyakiti Arini dan Zoni, tapi untuk Kia, dia benar-benar menyesal karena telah membuat putri kesayangannya itu kecewa dan berkata kasar padanya. Teringat pada masa lalu kelam tentang Rania yang harus mati akibat ulah Ayah Arman, ia takut hal itu terulang kembali pada Kia. Akankah Kia bisa mendapatkan keadilan serta tanggung jawab dari Gus Beren untuk anak yang dikandung? Sedang usianya saat ini masih belum cukup umur untuk melangsungkan pernikahan karena ia baru 9 SMP. Ataukah ia akan menjalani sisa-sisa hidup dengan karma yang telah papanya perbuat selama ini? Siapakah Rania, yang menyisakan luka begitu dalam bagi Arman?
Sampul Novel Hasrat liar ayah tiri
8.1
Seorang gadis remaja mengira ayah tirinya adalah pelindung. Namun, sebuah tragedi berdarah memaksa mereka tinggal berdua. Di balik topeng kebaikannya, pria itu perlahan memikat sang putri tiri yang masih polos dengan rayuan dan sentuhan. Masa SMA gadis itu pun terenggut demi memuaskan obsesi sang ayah. Hubungan keluarga yang semula normal kini berubah menjadi skandal terlarang yang disimpan rapat-rapat dari dunia luar.
Sampul Novel Hati yang Kau Sakiti
9.5
Kabar kehamilan yang harusnya membawa kebahagiaan bagi Kiran justru berubah menjadi mimpi buruk. Ia mendapati kenyataan bahwa Arka, suaminya, telah berselingkuh hingga memiliki anak dari perempuan lain. Di tengah hancurnya pernikahan yang ia pertahankan, Kiran harus menanggung kepedihan mendalam akibat dikhianati. Kini, ia dihadapkan pada perjuangan sulit untuk memulihkan diri. Akankah Kiran sanggup bangkit, ataukah rasa cintanya pada Arka sudah sirna tanpa sisa?