APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dikira Pelayan Miris, Ternyata Pewaris

Dikira Pelayan Miris, Ternyata Pewaris

Kehidupan Danny Laksana runtuh usai dikhianati sang kekasih dan kehilangan orang tua dalam sebuah tragedi tragis. Di tengah kepedihan, ia mendapati kenyataan bahwa dirinya adalah pewaris tunggal dinasti bisnis terkaya. Demi membalas dendam pada mantan pacarnya serta membongkar misteri kematian orang tuanya, Danny memilih menikah. Tanpa ia sadari, dalang kejahatan yang selama ini ia incar ternyata berada sangat dekat di lingkaran terdekatnya.
Bab
Bagikan

Bab 2

Dengan tubuh gemetar, Danny menghampiri jasad kedua orangtuanya yang saat itu terpisah. Ia lebih dulu menghampiri jasad sang ayah yang sudah terluka parah.

“Ayah, bangun, yah. Bangun!” pekik Danny dengan suara serak, rasanya ia ingin menangis.

Beberapa kali ia memanggil nama samg ayah, namun tidak ada jawaban dari lelaki yang sudah membesarkannya.

“Ayah!” jerit Danny dengan air mata yang kini mengalir deras membasahi wajahnya.

Dipeluknya sang ayah dengan sangat erat, tidak peduli darah yang berada di tubuh sang ayah berpindah kepadanya. Sekuat tenaga ia berusaha untuk membangunkan sang ayah, namun usahanya sia-sia. Lelaki berumur 60 tahun sudah terbujur kaku dengan darah dan luka yang memilukan.

“Yah, tolong bangun, katakan siapa yang sudah melakukan hal ini, Yah.” Danny masih terus berusaha, suaranya sangat serak saat itu. Ia tidak menyangka kejadian mengerikan ini terjadi kepada keluarganya.

Seberapa banyak ia bertanya kepada sang ayah, lelaki paruh baya tersebut tidak akan mampu menjawabnya.

Tidak, bagaimana hal kejam ini terjadi? Kedua orangtuanya adalah orang yang sangat baik, selama ini hubungannya dengan masyarakat pun tidak ada masalah, lalu kenapa hal ini terjadi? Siapa yang tega melakukan hal sekeji ini?

Kedua bola mata Danny berpindah kearah sang ibu yang juga sudah terbaring lemah penuh luka dan darah di atas lantai. Ia meletakkan kembali tubuh sang ayah dari pangkuannya dengan pelan, lalu ia berhambur menghampiri sang ibu yang kondisinya tidak kalah memilukan.

“Ibu!” Danny kembali menjerit histeris.

Keadaan Nona Rihana jauh lebih memilukan. Bajunya terkoyak, jelas wanita paruh baya itu mendapatkan kekerasan seksual.

“Tidakkkk!” Danny berteriak histeris melihat keadaan kedua orangtua yang ia sayangi seperti itu.

Dipeluknya jasad kedua orangtuanya dengan tangisan pilu. Tangan Danny yang semula bersih kini berlumuran dengan darah kedua orangtuanya. Ia masih bertanya-tanya siapa yang tega melakukan hal keji seperti ini kepada mereka.

Demi Tuhan, Danny tidak akan memaafkan pelaku penganiayaan ini!

Keesokan harinya ….

Kedua orangtua Danny dimakamkan di pemakaman umum. Banyak tetangga yang terkejut dengan kematian dua manusia yang selama ini mereka kenal sangat baik.

Dugaan sementara dari kasus yang dialami oleh keluarga Danny adalah perampokan, akan tetapi Danny tidak memercayai dugaan tersebut, sebab tidak ada barang-barang berharga yang hilang. Lagian siapa yang mau merampok rumahnya? Rumahnya jelek dan tidak ada barang berharga yang bisa dirampok. Kehidupan Danny dan keluarganya selama ini cukup sederhana. Meski begitu, Danny selalu menikmati momen kebersamaan bersama kedua orangtuanya, mereka adalah orangtua yang sangat baik, penyayang dan penuh cinta, ia merasa nyaman berada di tengah-tengah mereka. Sehingga kematian mereka saat ini menjadikan Danny menyimpan seribu pertanyaan dan seribu dendam. Siapapun pelakunya, ia harus membalasnya dengan balasan yang setimpal!

Satu persatu pelayat yang ikut mengantarkan kedua orangtua Danny ke tempat peristirahatan yang terakhir pergi. Tinggal Danny seorang yang berada di sana. Iya, ia tidak memiliki saudara, ia anak tunggal dari Tuan Fandy dan Nona Rihana. Danny juga tidak memiliki kerabat dekat.

“Ayah, Ibu, siapa yang melakukan ini kepada kalian?” rintih Danny seraya mengusap nisan kedua orangtuanya.

Selama ini, ia tidak pernah menangis, namun saat ini tangisannya tidak terbendung. Semalaman ia tidak tidur, meratapi kematian kedua orangtuanya. Ia tidak pernah menduga hal sekejam ini terjadi kepada kedua orangtuanya. Ia tidak pernah membayangkan akan kehilangan kedua orangtuanya dengan cara yang tragis seperti ini.

“Katakan kepada Danny, Yah, Bu. Siapa yang sudah melakukan ini sama kalian? Danny ingin membalasnya! Danny ingin membunuhnya!” ucap Danny kejam.

Anak mana yang tidak ingin balas dendam bila melihat kedua orangtuanya terbujur kaku dengan cara yang sangat tragis? Danny yakin, semua anak akan berpikir yang sama seperti dirinya. Danny bersumpah, akan mencari tahu penyebab kedua orangtuanya meninggal dan memberikan balasan yang setimpal atas apa yang sudah dilakukan kepada kedua orangtuanya.

Danny menggenggam tanah kuburan kedua orangtuanya dengan kedua tangan, ia memandang kepalan tangannya dengan sorot mata yang begitu tajam.

“Aku tidak akan membiarkan orang yang menyakiti kalian hidup tenang, Yah, Bu.” Danny berucap dingin.

Beberapa detik kemudian, genggaman tangannya melonggar, ia tertunduk lesu, kedua bahunya bergetar, tangisnya kembali pecah saat itu juga, dipeluknya dua pusara kedua orangtuanya. Danny seperti anak kecil yang sangat kehilangan kedua orangtuanya.

Lelaki berusia 30 tahun itu terus berada di sana sampai sore hari menjelang malam. Saat matahari mulai redup, Danny baru bangkit dari sana.

Sebelum pergi, ia memandangi kedua pusara kedua orangtuanya dengan perasaan pilu, hancur sudah kebahagiaannya. Kepergian mereka berdua meninggalkan luka yang teramat dalam baginya.

Danny pulang dengan perasaan hampa, tidak ada senyum yang menghiasi wajahnya seperti biasa. Para tetangga sangat memaklumi perasaan Danny, sehingga mereka hanya bisa menatap iba lelaki itu saat melewati rumah.

Lelaki tampan nan gagah itu membuka pintu rumahnya yang sejak pagi tadi tertutup rapat, ia berdiri di ambang pintu seraya menatap seluruh ruangan di rumahnya dengan perasaan hampa dan pilu. Saat ini, keadaan rumahnya sudah rapi seperti biasanya, namun terasa kosong. Tidak ada lagi tawa dan sambutan hangat dari kedua orangtuanya.

“Permisi, Tuan!” salam seseorang membuyarkan lamunan Danny.

Dengan wajah sembab, ia berbalik dan menatap seseorang yang barusan memberi salam kepadanya. Ia nampak bingung melihat beberapa laki-laki berjas hitam tiba-tiba berbaris rapi dihalaman rumahnya yang tidak luas.

“Siapa kalian?” tanya Danny keheranan.

Sejenak, mereka saling pandang sebelum menjawab pertanyaan Danny. Tiba-tiba saja barisan mereka terbelah menjadi dua, menampilkan seorang kakek berkulit putih dan memakai kacamata turun dari mobil mewah.

Danny semakin keheranan melihatnya, ia sama sekali tidak kenal mereka. Apa mereka mau melayat? Jika iya, mereka sungguh terlambat. Pikir Danny.

“Apa benar ini rumah Fandy Laksana?” tanya kakek tersebut, yang entah sejak kapan sudah berada di depan Danny.

“Hem.” Danny berdehem seraya mengangguk.

“Suruh dia keluar, saya ingin bertemu dengannya,” suruh kakek tersebut.

“Siapa Anda?” tanya Danny.

Bukannya menjawab, kakek tersebut justru menatapnya dari atas sampai bawah dengan tatapan penuh makna, sayangnya Danny tidak mampu menerka arti tatapan tersebut.

“Kamu sendiri siapa? Anak Fandy?” tebak kakek tersebut.

Danny menghela nafas sejenak, jika di depannya bukan orangtua, mungkin ia sudah beralu masuk dan tidak mau meladeni pertanyaan bodoh tersebut, apalagi keadaannya sedang berduka seperti sekarang.

“Jawab pertanyaanku anak muda.” Sang kakek memaksa.

“Iya, saya anaknya. Ada apa Anda ingin bertemu dengan ayahku? Apa beliau mempunyai hutang kepada Anda?” tanya Danny, meski ia tahu kalau sang ayah tidak mungkin mempunyai hutang.

“Bukan ayahmu yang mempunyai hutang, tapi saya yang mempunyai hutang kepadanya.”

“Apa maksud Anda?”

****

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Gila Putra Konglomerat (Zero)
8.9
Pamela harus menelan kepahitan saat cintanya ditolak dan dihina oleh Zero, sahabatnya yang posesif. Setelah berhasil bangkit dan menemukan kebahagiaan baru bersama Tirta, masa lalunya kembali mengusik. Menjelang pernikahan mereka, Zero tiba-tiba hadir untuk merusak segalanya. Meski bayang-bayang mantan kekasih Tirta ikut mengintai, ancaman terbesar tetaplah Zero. Dengan kekuasaan dan obsesi gilanya, putra konglomerat itu bertekad merebut kembali Pamela.
Sampul Novel Kupuaskan Nafsuku di Klub
8.2
Pasca putus cinta, hasrat besar yang dimiliki wanita ini tidak pernah lagi terpenuhi. Demi membantunya, sang sahabat mengajak dirinya bergabung ke sebuah klub lari malam yang tidak biasa, lengkap dengan celana khusus yang telah dipesan secara sengaja. Di tengah aktivitas yang sangat menguras tenaga tersebut, ia didera kelelahan hebat hingga kakinya lemas dan berulang kali memohon ampun. Saat mengira penderitaannya telah selesai, situasi mengejutkan terjadi ketika dua orang pria tiba-tiba melangkah masuk ke dalam tendanya.
Sampul Novel Laluna
8.8
Bagi Laluna Renata Azuhra, pernikahan dengan Arka adalah mimpi yang terwujud. Namun, setelah lima tahun berjalan, kebahagiaan itu sirna saat sikap suami dan ibu mertuanya mendadak berubah drastis menjadi penuh kebencian. Di tengah kepedihan akibat perubahan misterius ini, Luna mencoba membuka hati pada sosok dari masa lalunya. Di saat itulah, rahasia besar yang menghancurkan rumah tangganya mulai terkuak. Kebenaran mengejutkan apakah yang sebenarnya selama ini disembunyikan?
Sampul Novel Membawa Kabur Benih Presdir
8.8
Kebahagiaan Aurora Winters sirna seketika saat mengetahui dirinya hamil. Sang suami, Julian Ryder, sejak awal telah menegaskan keengganannya memiliki anak dalam pernikahan mereka. Berada di posisi sulit antara naluri keibuan dan penolakan keras sang suami, Aurora bertekad bulat untuk tidak menggugurkan kandungannya. Demi menyelamatkan sang buah hati, ia pun mulai menyusun sebuah rencana rahasia untuk pergi dan menyembunyikan kehamilannya dari Julian.
Sampul Novel Nafsu Kakak Tiriku
9.6
Nando memendam obsesi kelam pada Laily, adik tirinya yang santun. Suatu malam, ia nekat mencoba melecehkan Laily saat gadis itu hendak beribadah. Beruntung, Abdi yang sedang mabuk datang menolong. Namun nasib malang menimpa Abdi ketika ia justru difitnah sebagai pelaku asusila tersebut. Akibat salah paham yang berkembang, Abdi pun terpaksa menikahi Laily demi bertanggung jawab atas tuduhan keji yang menjerat dirinya.
Sampul Novel Penyesalan yang Terlambat
8.3
Malam pertama pernikahan dalam novel modern ini berubah menjadi bencana ketika sang istri menuntut suaminya memakai penutup mata. Baginya, kesucian fisiknya hanya milik cinta sejatinya, Charli, bukan suaminya yang dianggap tidak pantas. Penolakan keras ini melukai harga diri sang suami hingga memicu pertengkaran hebat tentang batasan dalam pernikahan. Ketika sang istri akhirnya memutuskan untuk menerima perannya dan kembali memohon, segalanya telah terlambat karena sang suami kini menganggapnya tidak lagi layak.