APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dikhianati Saudara Tiri

Dikhianati Saudara Tiri

Hidup Kiana Putri hancur akibat pengkhianatan keji dari saudara tirinya, Salsabila, dan sahabatnya, Dara. Diusir dari rumahnya, ia berjuang selama lima tahun hingga sukses menjadi desainer perhiasan. Sebagai ibu tunggal, ia fokus membesarkan putranya, Haidar, sambil menutup rapat hatinya yang terluka. Namun, ketenangannya terusik saat Alif tiba-tiba datang menawarkan pernikahan serta perlindungan bagi Haidar. Kiana pun bimbang menghadapi pria misterius ini.
Bab
Bagikan

Bab 2

Kiana berdiri mematung di pintu, menatap bayangan Alif yang menghilang di malam yang gelap. Hujan yang deras di luar jendela seolah mengerti kegelisahan yang dirasakannya, mendesir seperti bisikan yang mengingatkan pada malam-malam buruk yang pernah ia alami. Kiana menutup pintu dengan perlahan, menarik napas dalam-dalam seakan ingin menahan semua rasa yang mulai membanjiri hatinya. Ia merasa seolah waktu berhenti berputar, membiarkan dirinya terjebak dalam kebimbangan yang tidak berujung.

Keheningan malam kembali menyelimuti rumah, hanya diiringi suara hujan yang mengetuk jendela. Kiana berjalan kembali ke meja kerjanya, menatap desain-desain perhiasan yang semula ia anggap penting. Semua itu kini tampak tak berarti. Di tengah dunia yang penuh dengan kemewahan dan kesuksesan, hatinya yang hancur justru mengingatkan bahwa ada hal yang jauh lebih penting: Haidar. Anak laki-lakinya yang tertidur di kamar, yang menjadi satu-satunya alasan mengapa ia masih bertahan hingga sekarang.

Kiana merasakan getaran di dadanya. Ia tahu keputusan ini bukan hanya tentang dirinya, tetapi juga tentang Haidar. Ia ingin anak itu tumbuh dalam lingkungan yang penuh kasih, bukan dalam kebingungan dan pertengkaran. Tetapi di sisi lain, ada rasa takut yang melanda, takut jika membiarkan Alif kembali berarti membuka pintu bagi luka lama yang mungkin tak akan pernah sembuh.

Suara langkah kaki kecil membuat Kiana terjaga dari lamunannya. Ia berpaling dan melihat Haidar berdiri di ambang pintu, mata cokelatnya yang bulat memancarkan kebingungan. "Ibu, kenapa ibu duduk sendirian? Hujan, kan, ibu?" kata Haidar dengan suara kecilnya.

Kiana tersenyum lemah, merasakan hatinya mencair melihat anak itu. "Tidak apa-apa, sayang. Ibu hanya sedang berpikir," jawabnya, mencoba terdengar tenang. Ia mempersilakan Haidar mendekat, memeluknya erat, seolah ingin melindungi anak itu dari segala keburukan yang mungkin datang.

"Tadi aku mendengar suara orang di luar, Ibu," Haidar berkata sambil memeluk Kiana. "Apakah itu suara pahlawan yang datang menyelamatkan Ibu?"

Kiana menahan tangis, menatap mata anaknya yang penuh harapan. "Kamu tahu, Haidar, pahlawan itu bukan hanya orang yang datang untuk menyelamatkan, tapi juga orang yang tetap ada ketika kamu membutuhkan mereka."

"Aku ingin pahlawan yang selalu ada untuk Ibu dan aku," kata Haidar, menatap Kiana dengan penuh percaya. "Aku ingin kita selalu bahagia, Ibu."

Kiana menutup matanya, merasakan seolah beban dunia ada di bahunya. Di sinilah ia, seorang ibu yang harus memutuskan apakah ia akan mengizinkan masa lalu menghantui mereka atau memberanikan diri untuk menerima kemungkinan yang belum jelas. Bagaimana ia bisa menjelaskan kepada Haidar bahwa orang yang berdiri di hadapannya malam ini bukan hanya sosok asing, tetapi juga bagian dari darahnya?

Setelah beberapa saat, Haidar kembali ke kamarnya, meninggalkan Kiana yang masih terdiam, terperangkap dalam pusaran perasaan yang tak bisa dijelaskan. Ia memandang ke arah amplop yang ditinggalkan Alif di meja, tak mampu menahan rasa penasaran yang membara di dalam dirinya. Dengan tangan gemetar, ia membuka amplop itu dan menarik selembar kertas putih. Tulisan tangan di kertas itu terasa familiar, seperti suara yang dulu sering melantunkan kata-kata penuh cinta padanya.

Kiana membaca setiap kata yang tertulis, mencoba memahami maksudnya. Di dalam surat itu, Alif mengungkapkan penyesalan yang begitu dalam, bercerita tentang bagaimana ia menyesal meninggalkan Kiana dan Haidar lima tahun lalu. Ia mengakui kesalahan besar yang telah dibuatnya dan mengungkapkan keinginannya untuk hadir dalam hidup Haidar, untuk menjadi ayah yang seharusnya. Kata-kata itu begitu tulus, membuat Kiana terhenyak, antara ingin percaya dan takut terjebak dalam mimpi yang akan menghancurkan segalanya.

Kiana tahu, tak ada yang bisa menggantikan perasaan cinta dan kebencian yang bercampur dalam hatinya. Setiap kali ia mengingat malam itu, ia merasakan seolah ada pisau yang menembus jantungnya, mengingatkan bahwa kepercayaan pernah dihancurkan begitu saja. Tetapi di sisi lain, ada Harapan-sebuah janji bahwa mungkin, hanya mungkin, ada ruang bagi cinta yang bisa tumbuh kembali.

Hari-hari berikutnya berlalu dalam keheningan yang mencekam. Kiana kembali bekerja, tetapi pikirannya tak pernah lepas dari wajah Alif dan kata-kata dalam surat itu. Haidar, dengan keceriaan dan tawa kecilnya, menjadi penyeimbang dalam hidupnya, namun Kiana tak bisa mengabaikan bagaimana sosok Alif, ayah Haidar, telah kembali hadir di ambang pintu mereka.

Sementara itu, Alif berada di kantornya, terjebak dalam kesibukan yang tak mampu mengusir bayangan Kiana dan Haidar dari pikirannya. Ia tak tahu bagaimana cara Kiana akan merespon niatnya, tetapi ia tahu satu hal: ia tak bisa menyerah. Ia harus berjuang untuk mendapatkan kesempatan itu, untuk menebus segala kesalahan yang pernah dibuatnya.

Alif mengingat bagaimana ia memutuskan untuk meninggalkan Kiana lima tahun lalu, sebuah keputusan yang ia anggap benar pada saat itu, namun kini menjadi penyesalan seumur hidup. Kiana adalah wanita yang tak pernah berhenti mencintainya, dan Haidar adalah anak yang ia miliki tetapi tak pernah mengenalnya. Kini, ia ingin semua itu berubah.

Pagi berikutnya, Kiana membuka pintu rumah dan menemukan Alif berdiri di depan pintu dengan ekspresi serius. "Aku tahu ini sulit untukmu, Kiana. Tapi aku tidak bisa terus berdiri di luar, menunggu tanpa tahu apa yang akan terjadi. Aku ingin berbicara tentang Haidar. Aku ingin mencoba memperbaiki semuanya."

Kiana memandangnya dengan penuh kebimbangan, merasakan emosi yang bergolak di dalam dirinya. Apakah ia akan membuka hati untuk pria ini dan memberi Haidar kesempatan untuk mengenal ayahnya? Ataukah ia akan menutup pintu dan menjaga perlindungannya dari segala kemungkinan yang tak pasti?

Alif mendekat, matanya penuh dengan kejujuran yang membuat Kiana terdiam. "Aku tahu aku sudah salah, Kiana. Tapi aku ingin memperbaikinya. Aku ingin Haidar tahu bahwa dia punya ayah yang mencintainya. Aku ingin memberikan kesempatan pada keluarga kita, walau aku tahu tak ada yang bisa menghapus masa lalu."

Kiana menatap Alif, air mata mulai mengalir di pipinya. Ia tahu, ini bukan hanya tentang dirinya dan Alif, tetapi tentang Haidar yang layak mendapat kasih sayang dan perlindungan. "Jika aku memberi kesempatan ini, aku ingin kau tahu satu hal, Alif. Aku akan melindungi Haidar dengan segenap jiwa raga. Jika kau benar-benar ingin jadi bagian dari hidupnya, tunjukkan bahwa kau layak mendapatkannya."

Alif mengangguk, air mata juga menggenang di matanya. "Aku akan buktikan itu, Kiana. Aku berjanji."

Dan di tengah hujan yang masih mengguyur bumi, di ruang yang sunyi itu, sebuah babak baru dimulai, penuh harapan, kebingungan, dan janji yang sulit ditepati. Namun, di sana, di antara dua hati yang terluka, ada secercah harapan yang mulai tumbuh-meskipun perlahan dan rapuh.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bayaran Cinta Yang Terluka
9.4
Clarisse Nayara sangat marah ketika suaminya, Dario Mahendra, menunjuk Keiran sebagai pengawal pribadinya hanya agar bisa menghindarinya. Rasa sakit hati Clarisse kian memuncak setelah mengetahui Dario telah berselingkuh selama dua tahun. Didorong rasa dikhianati, ia nekat menjalin hubungan terlarang dengan Keiran untuk membalas dendam pada Dario. Namun, Clarisse tidak tahu bahwa Keiran memiliki rahasia gelap yang sangat berbahaya, mengubah siasatnya menjadi bumerang yang mengancam nyawanya.
Sampul Novel Kau Layak Menderita
8.1
Pernikahan paksa akibat jebakan Rafael Donovan menghancurkan hidup Selina. Ketika kecelakaan membuat Rafael lumpuh, Selina melihatnya sebagai karma. Ia pun bertahan demi membalas dendam dan merebut kekayaan suaminya. Namun, kebencian Selina goyah saat ia mulai melihat kerapuhan serta penyesalan mendalam dalam diri Rafael. Kini, ia terjebak dilema besar antara menuntaskan dendamnya atau menerima perasaan asing yang mulai tumbuh untuk pria yang seharusnya ia benci.
Sampul Novel Kawin Kontrak dengan CEO Kejam
8.3
Elle, gadis dua puluh dua tahun, tak pernah merasakan arti rumah yang aman. Ayahnya—sosok yang seharusnya melindungi—justru menjadikannya budak, memaksanya menari telanjang di klub demi memenuhi keinginan gila sang lelaki. Derita demi derita ia telan; permohonan tak pernah didengar, hanya caci maki dan pukulan yang ia terima. Namun malam ini, tekadnya membara: ia tak akan lagi menjual tubuhnya, tak akan lagi tunduk pada teror sang ayah. Malam ini adalah malam terakhir. Saat ia melangkah keluar dari klub, sebuah pertemuan tak terduga dengan CEO yang dikenal kejam dan dingin mengubah takdirnya. Pria itu menawarkan tawaran yang tak bisa ia tolak—sebuah pernikahan kontrak. Namun di balik perjanjian itu, tersembunyi permainan kuasa, obsesi, dan hasrat yang semakin dalam. Bisakah Elle lepas dari cengkeraman ayahnya, atau justru terjerat dalam bahaya baru yang lebih membara?
Sampul Novel Keluarga yang Mengkhianatiku Sendiri
8.8
Aluna, cucu kesayangan konglomerat Hartawan, dididik untuk memimpin dinasti bisnis keluarganya. Meski hidup bergelimang harta, gadis periang ini selalu bebas mengejar keinginannya. Ambisi terbesarnya kini adalah meluluhkan hati Reyhan, pria dewasa yang sangat kaku, disiplin, dan dingin. Walau Reyhan gigih menjaga jarak demi keteraturan hidupnya, kehangatan dan energi Aluna perlahan mulai mengacaukan dunia tenang yang selama ini ia pertahankan dengan rapat.
Sampul Novel Memilih Untuk Mencintai Diriku
9.5
Sepuluh tahun berpacaran, Kennedy akhirnya setuju menikah. Namun, ia menolak berciuman saat foto prewedding dengan alasan misofobia dan pergi begitu saja. Setibanya di rumah baru, sang wanita justru mendapati Kennedy bermesraan dengan cinta sejatinya, Winona, bahkan berjanji membatalkan pernikahan. Sadar pengabdiannya sia-sia, ia memilih kabur lebih dulu. Kini, putra bungsu Keluarga Harath itu justru keliling dunia demi memohon agar mantan tunangannya bersedia kembali.
Sampul Novel Pembalasan Seorang Ibu
9.2
Tragedi kebakaran TK merenggut nyawa Nea yang berusia empat tahun akibat kelalaian ayahnya sendiri, Haris. Sebagai petugas pemadam kebakaran, Haris justru mengabaikan jeritan istrinya demi menyelamatkan putri dari cinta masa lalunya, Stella Prisa. Di saat sang istri meratapi abu jenazah anak mereka dalam kesendirian, Haris justru memilih menemani Stella. Pengkhianatan kejam ini memicu rasa sakit mendalam dan tekad sang ibu untuk menuntut balas, memastikan Haris membayar mahal keputusannya seumur hidup.