APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dikhianati Demi Jabatan, Dicintai oleh Atasan

Dikhianati Demi Jabatan, Dicintai oleh Atasan

Pernikahan lima tahun Emma hancur setelah Rowan, suaminya, tega menumbalkannya demi karier. Rowan terus melanggar janji dengan memanfaatkan Emma untuk mendekati atasannya; mulai dari menemaninya minum demi proyek, tidur bersama demi melunasi utang, hingga meminta Emma melahirkan anak sang atasan agar ia dipromosikan menjadi manajer umum. Di hari Rowan berhasil meraih jabatan impiannya tersebut, Emma langsung mengajukan perceraian lalu memutuskan untuk menikah dengan atasan suaminya.
Bab
Bagikan

Bab 2

Aku berdiri di depan cermin, jari-jariku gemetar saat mengancingkan kancing terakhir kemeja renda.

Sosok di cermin itu tampil dengan riasan sempurna, tetapi tidak bisa menyembunyikan kelelahan di balik sorot mata.

Rowan sengaja memilihkan pakaian ini, kerahnya sangat rendah, dan ujung rok yang pendek nyaris tidak menutupi apa pun.

"Emma, kamu sangat cantik."

Rowan merangkul pinggangku dari belakang dan dagunya bersandar di bahuku.

Aku mencium aroma parfum lembut dari tubuhnya, itu adalah hadiah ulang tahun pernikahan dariku.

Aku perlahan melepaskan pelukannya dan mengenakan jas.

Sosok di cermin itu berubah menjadi lebih tegas, seolah-olah pesona menggoda tadi hanyalah ilusi.

"Aku pergi dulu." Aku mengambil tas dan keluar kamar lebih dulu.

Rowan segera mengikuti dan mengambil koper dari tanganku.

"Aku antar kamu ke bandara."

Aku berjalan di belakangnya, langkah kaki Rowan yang riang itu seperti menginjak-injak hatiku.

Apakah dia benar-benar sebahagia itu saat mengantarku pergi perjalanan dinas bersama pria lain?

Tidak, yang membuat Rowan senang adalah proyek yang hampir menjadi miliknya.

Aku adalah kepala sekretaris Aidan Davies. Sejak terakhir kali aku menemani Aidan dalam jamuan bisnis untuk membahas proyek itu, Rowan jadi sangat terobsesi dengan proyek tersebut.

Di bawah tatapan Rowan, aku melewati pintu pemeriksaan bandara.

Aku menarik napas dalam-dalam, lalu berjalan menuju ruang tunggu dengan sepatu hak tinggi. Baru saja berbelok, aku melihat Aidan datang membawa dua gelas kopi.

Matanya tertuju sebentar padaku, lalu senyum tipis muncul di bibirnya.

"Bu Emma hari ini... terlihat berbeda."

Aku refleks merapatkan jasku, lalu dengan susah payah memaksakan senyum profesional. "Pak Aidan."

Aidan mengangguk pelan dan menyerahkan satu gelas kopi padaku.

Namun, pandangan Aidan masih tertuju pada kerah bajuku yang terbuka, seolah dia bisa melihat potongan rendah di baliknya.

Aku merasa tidak nyaman dan menutup kerah bajuku. Saat aku menatapnya kembali, Aidan sudah mengalihkan pandangan sambil membawa saputangan di tangannya.

Aku menghela napas, lalu menarik koperku dan bergegas mengikutinya.

Pesawat sudah lepas landas dan mendarat di Kota A, tapi pikiranku masih terfokus pada kalimat Rowan yang menyuruhku menemani Aidan minum.

"Bu Emma."

Suaranya yang tiba-tiba membuatku terkejut. Saat aku menengadah, Aidan sudah mengambil koperku dan jari-jarinya yang panjang menyodorkan kartu identitas.

"Kita sudah sampai di hotel," ujarnya sambil sedikit membungkuk. "Pergilah mengurus lapor masuk."

Karena perjalanan dinas ini diatur secara mendadak, aku hanya memesan kamar untuk Aidan. Sekarang, aku harus mengurus lapor masuk untuknya sekaligus memesan kamar untuk diriku.

"Maaf, Bu, semua kamar sudah penuh."

Aku menoleh dan hendak berdiskusi dengan Aidan untuk mencari hotel lain, tiba-tiba dia bertanya dengan suara lembut.

"Bagaimana kalau satu kamar denganku?"

Aku terkejut menatapnya. Ucapan seperti itu sama sekali tidak seperti dirinya.

Sebelumnya Aidan memang pernah memberi sinyal ingin menjalin hubungan lebih jauh denganku, tapi setelah tahu aku sudah menikah dengan Rowan, dia selalu menjaga jarak, apalagi mengajukan permintaan yang melampaui batas.

Bahkan mengenai perjalanan dinas ini, saat Rowan mengatakan bahwa Aidan memintaku menemani minum, aku masih sulit memercayainya.

Aidan bukanlah tipe pria yang memaksa wanita menggunakan kekuasaannya.

"Aku tinggal di suite, ada dua kamar tidur," ujarnya santai, meskipun telinganya sedikit memerah.

Pipiku memanas, tapi aku mengangguk.

Aku mengikuti Aidan masuk ke lift.

Di dalam ruang tertutup itu, aroma cedar yang samar-samar tercium dari tubuhnya.

Aku tanpa sadar merapat ke sudut, lalu mendengar tawanya pelan. "Bu Emma, nggak perlu gugup seperti itu."

Aku sengaja menghindarinya, begitu masuk kamar aku langsung membereskan barang-barang.

Setelah selesai, aku keluar dan melihat Aidan sudah duduk di depan sofa sembari menyerahkan dua berkas padaku.

"Bu Emma." Aidan memberikan salah satu berkas padaku. "Perjalanan dinas kali ini utamanya untuk membicarakan proyek baru."

Aidan terdiam sejenak. "Hal lainnya adalah... aku sudah menyelidiki Rowan. Dia nggak pantas untukmu."

Aku tiba-tiba menatapnya dengan serius. "Pak Aidan, aku dan suamiku punya hubungan yang baik."

"Benarkah?" Aidan bersandar di sofa dan pandangannya penuh makna. "Kalau begitu, bagaimana kalau kita bertaruh?"

Aku menggenggam erat berkas di tanganku.

"Aku bertaruh," katanya pelan, "tanpa aku meminta apa pun, Rowan akan dengan sukarela menyerahkanmu ke ranjangku."

Aku menggigit bibir bawahku dan tidak menjawab, tapi hatiku berdegup kencang.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Akulah Cintamu
9.3
Pasca panggilan video terakhir, suami Kayra lenyap tanpa jejak, meruntuhkan dunianya dan memaksanya membesarkan dua anak sendirian. Di tengah perjuangan berat ini, ia dipertemukan kembali dengan Damar, adik ipar yang menaruh dendam padanya akibat skandal masa lalu yang melibatkan saudari kembar Kayra. Sempat menolak mengakui sang keponakan, kemiripan fisik bayi tersebut akhirnya meluluhkan kerasnya hati Damar. Mampukah takdir baru ini mengembalikan kebahagiaan Kayra yang sempat sirna?
Sampul Novel Bukan Pernikahan Impian
8.2
Sebuah tragedi memaksa Zaura Mazna Maziya, seorang gadis yang ceria, untuk menikah tanpa rasa cinta dengan Ezar Shafar Dhiaurrahman. Ezar sendiri merupakan pria gila kerja yang berwatak tegas sekaligus keras kepala. Perbedaan kepribadian yang mencolok ini membuat keduanya terjebak dalam hubungan pernikahan yang dingin dan kaku. Akankah kebersamaan menumbuhkan rasa cinta di antara mereka, atau justru perceraian yang menjadi akhir dari kisah pernikahan ini?
Sampul Novel Melodi Abadi
7.9
Kehidupan sang protagonis terasa begitu hampa dan menyesakkan, di mana keputusasaan terus membayangi setiap langkahnya. Namun, titik terang mulai muncul saat kehadiranmu membawa secercah harapan baru. Pertemuan yang tidak disangka-sangka ini menjadi momen krusial yang memutar balik roda takdirnya. Perlahan, jalan hidup yang semula kelam dan penuh penderitaan bertransformasi menjadi sebuah melodi abadi yang indah dan sarat akan makna.
Sampul Novel PELACUR DI RANJANG SUAMIKU
9.7
Gava, pengusaha sukses nan rupawan, memiliki hidup yang tampak sempurna. Namun, sifat pemalunya membuat hubungan intim dengan Rasyid, suaminya, menjadi dingin. Rasyid pun tergoda oleh pesona Putri, pemilik hotel yang agresif. Dengan alasan menghindari dosa, Rasyid berniat poligami. Perselingkuhan ini akhirnya diungkap oleh Viko, pengacara yang memendam rasa pada Gava. Di hadapan Gava, Putri dengan tidak tahu malu memamerkan detail hubungan ranjangnya bersama Rasyid.
Sampul Novel Tawanan Sang Penguasa "Terbelenggu Takdir, Terikat oleh Cinta"
9.1
Keyra terperangkap dalam konspirasi politik rumit dan menjadi tawanan Aditya. Sang penguasa dingin yang menyimpan luka rahasia itu ternyata memendam perasaan mendalam. Di tengah kepungan dendam serta pengkhianatan yang mengancam, hubungan mereka justru mulai tumbuh. Ketika kekuasaan kian membebani, keduanya dihadapkan pada pilihan sulit antara ambisi takhta atau perasaan cinta. Akankah ikatan hati mereka mampu bertahan dan menjadi penyelamat di tengah badai takdir?
Sampul Novel Gema Serigala: Janji yang Diingkari dan Anak Serigala yang Hilang
8.4
Diselamatkan dari ayah tirinya yang kejam oleh Alpha Eduardo, gadis ini mengira penderitaannya berakhir. Namun, kepulangan cinta pertama Eduardo menghancurkan segalanya. Sang Alpha tega mengabaikan kematian anak mereka demi perempuan itu. Di tengah kepedihan dikhianati, ia harus menerima kenyataan tragis bahwa racun logam mematikan dalam tubuhnya hanya menyisakan waktu hidup enam puluh enam hari, tepat di saat pria yang dicintainya itu memilih untuk berpaling.