APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel DIKEJAR CINTA CEO PREMAN

DIKEJAR CINTA CEO PREMAN

Hubungan Khanza Azzahra dan Erlangga Yudistira terpaksa berakhir karena ayah Zahra menolak Erlangga yang dianggap preman tanpa masa depan. Untuk membuktikan cintanya, Erlangga kembali ke identitas aslinya dan bertransformasi menjadi CEO yang berwibawa. Namun, perjuangan Erlangga menemui jalan buntu saat Zahra justru dijodohkan dengan pria bernama Andi. Mampukah Erlangga meyakinkan ayah Zahra dan merebut kembali hati sang kekasih?
Bab
Bagikan

Bab 2

"Apa aku harus menunggumu, Kak?" Zahra dan Erlangga masih berunding untuk hubungan mereka ke depannya.

"Jika memang aku belum mampu menjadi lebih baik, aku ikhlas kamu di jodohkan dengan pria lain, Ra." Erlangga menatap mata sayu itu dengan sendu.

"Aku percaya padamu, Kak. Aku akan berdoa supaya Kakak bisa cepat datang kembali melamarku." Zahra berusaha untuk pasrah. "Aku yakin Kakak bisa," ucapnya lagi dengan lirih.

Mereka akhirnya hanya bisa saling memandang dan mengeratkan pegangan tangannya. Memberi semangat satu sama lain. Pandangan mereka beradu cukup lama menyelami apa yang kini mereka rasakan.

Mereka akhirnya memutuskan untuk berpisah sementara waktu. Berharap keajaiban restu dari ayahnya Zahra. Berharap cinta mereka akan tetap terjaga walau nanti mereka akan berpisah.

Erlangga dengan pikirannya yang harus memutar otaknya untuk mencari cara bagaimana dia akan membuktikan pada ayah Zahra jika dirinya layak untuk Zahra. Zahra dengan pikirannya yang mungkin harus pasrah jika mereka harus berpisah. Berharap Erlangga akan segera kembali dan melamarnya lagi sebelum dirinya di jodohkan dengan pria lain.

'Ya Allah, apa aku akan sanggup untuk berpisah dengan pria yang aku cintai? Aku merasa tak sanggup rasanya,' batin Zahra.

'Apa mungkin aku harus pulang ke rumah Papa? Ya, mungkin itu akan lebih baik. Aku akan buktikan jika aku bisa lebih baik.' Erlangga pun bergumam dalam hatinya.

*******

Malik berpikir keras mencari pria untuk di jodohkan dengan putrinya. Malik tak ingin putrinya berhubungan dengan seorang preman yang urakan itu. Bagaimanapun caranya Malik akan memisahkan mereka jika mereka masih saja berhubungan. Lalu Malik pun teringat dengan teman karibnya yang memiliki anak pria soleh. Malik pun segera mengambil benda pipihnya untuk mencari kontak sahabatnya itu.

"Assalamualaikum," ucapnya dengan bibir tersenyum senang.

Obrolan Malik terdengar begitu bahagia saat menjawab lawan bicaranya bicara di sebrang sana. Suara tawa renyah dan senyuman pun terus terukir di bibir Malik. Sampai akhirnya Malik mengakhiri obrolannya dan menutup sambungan telpon itu.

"Alhamdulillaah, aku lega kalau gini, he he."

Malik beranjak mencari keberadaan sang putri. Malik mengetuk pintu kamar Zahra yang kini berada di kamar. Setelah kejadian penolakan hubungannya dengan Erlangga, Zahra jadi sering mengurung diri. Seperti kehilangan keceriaan dan semangat hidupnya.

Tok! Tok! Tok!

"Ra, buka pintunya! Ayah ingin bicara." Malik menunggu pintu itu di buka.

Krieet ...

Pintu itu pun terbuka. Nampak seorang gadis yang terlihat lemah tak ceria membuka pintu itu. Zahra berusaha untuk tetap tenang dan menyembunyikan kesedihannya. Namun, Malik tetap tahu jika putrinya masih memikirkan Erlangga.

"Ada apa, Ayah?"

"Ck, kamu terlihat sombong sekali pada Ayah, Zahra. Apa karena pria urakan itu?" Malik sedikit menyentak.

Sifat Malik yang memang keras dan tak bisa di tentang. Terkadang Aisyah, ibu dari Zahra pun harus sering mengalah saat berdebat dengan suaminya. Begitupun dengan Zahra kali ini, tak mungkin bisa menentang keinginan dan larangan dari ayahnya.

"Bukan begitu, Ayah. Zahra minta maaf," ucapnya menundukkan wajahnya mengalah.

"Ayah tunggu kamu di ruang kerja. Sekarang kamu perbaiki dulu wajah kamu yang tak enak di lihat itu!"

Zahra menghembuskan napasnya setelah kepergian Malik. Hatinya begitu berat seperti memiliki feeling tak enak atas ucapan ayahnya barusan. Namun, Zahra sadar jika dirinya tak mungkin bisa menentang. Dengan berat hati Zahra melangkahkan kakinya menuju di mana ayahnya menunggu dirinya.

Terlihat Aisyah, sang ibu tengah duduk di samping ayahnya. Wajah lembut penuh perhatian itu kini tengah menatapnya sedikit iba. Tentu saja Aisyah pun tak bisa berbuat apa-apa atas apa yang sudah menjadi keputusan suaminya.

"Assalamualaikum," ucap Zahra pelan sambil masuk keruangan itu lalu duduk di samping ibunya.

"Ra, apa kamu baik-baik saja, Nak?" Sapa sang ibu dengan lembut dan mengusap punggung Zahra yang menunduk.

"Insya Allah, Zahra baik-baik saja, Bu." Zahra mengangkat wajahnya dan memberikan senyuman tipisnya pada Aisyah.

"Ra, kami hanya ingin yang terbaik untukmu. Untuk masa depanmu." Aisyah terus mengusap punggung Zahra dengan lembut.

Zahra pun kembali terisak. "Zahra tahu, Bu."

Aisyah merasa iba pada nasib cinta sang putri yang harus berpisah dengan pria yang di cintainya karena terhalang restu dari ayahnya. Walau bagaimanapun Aisyah pernah muda dan tahu bagaimana rasanya putus cinta. Akan tetapi, tak ada bisa dilakukannya saat ini kecuali memberikan pengertian dan semangat pada putrinya.

"Ayah sudah menemukan pria yang cocok untukmu, Zahra. Besok mereka akan ke sini untuk bersilaturahmi terlebih dahulu." Malik menatap Zahra penuh penekanan. "Jadi, Ayah harap kamu jangan pernah menangisi pria urakan itu lagi!"

Ucapan Malik bagai petir di siang bolong untuk Zahra. Zahra berpikir jika tidak akan secepat itu ayahnya mencari pengganti Erlangga untuknya. Tentu saja karena dirinya belum siap.

"Tapi Ayah, berikan Kak Erlangga waktu untuk mem-"

"Apa kamu percaya jika preman itu akan berubah menjadi pria yang Ayah inginkan?" Malik menatap Zahra tajam. "Ayah semakin bertekad untuk menjauhkan kamu darinya. Lihat saja kamu sekarang, kamu membangkang terus pada Ayah," ujar Malik lagi dengan amarahnya.

"Istirahatlah, Ra. Besok keluarga Andi akan ke sini. Mereka ingin bersilaturahmi dan ingin mempertemukan putranya denganmu."

Zahra pun beranjak dari duduknya dengan isakan tangis pilu. Pikirannya hanya pada Erlangga yang sudah dua hari tak bertemu dengannya. Bahkan mereka pun tak di perbolehkan bertemu, Zahra hanya bisa mengirim pesan pada Erlangga jika mungkin dirinya akan di jodohkan.

'Ku mohon, Kak. Datanglah kembali melamarku, Kak. Aku tidak mau di jodohkan.' Zahra menyembunyikan wajahnya ke balik bantal.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Hubungan Penuh Gairah
9.1
Trauma masa lalu membuat aktris Yuna menutup rapat hatinya untuk cinta. Namun, takdir mempertemukannya dengan seorang aktor papan atas dalam proyek video klip yang sama. Sebuah insiden tidak terduga membawa mereka ke dalam malam penuh gairah. Yuna mengira itu hanya cinta satu malam biasa, tetapi sang senior justru jatuh cinta dan terus mengejarnya dengan ketulusan. Akankah kegigihan sang aktor mampu menyembuhkan luka lama Yuna dan membuatnya kembali membuka hati?
Sampul Novel Mertua Awal Pembawa Petaka
9.3
Yatim piatu sejak lama membuat Kanaya tumbuh menjadi sosok mandiri. Kariernya sebagai asisten CEO pun terbilang sukses. Namun, di tahun keempat pernikahannya dengan Lukman, mereka belum juga dikaruniai anak. Kehidupan Kanaya seketika runtuh saat mendapati sang suami tampan diam-diam telah berpoligami. Luka hatinya kian perih karena ibu mertuanya sendiri ternyata merestui pernikahan kedua Lukman. Sanggupkah Kanaya menghadapi badai pengkhianatan ini?
Sampul Novel Miliarder Misterius dan Pengantin Penggantinya
8.6
Demi membiayai pengobatan pelayan tercinta, Julita terpaksa menggantikan saudara angkatnya untuk menikah dengan Erwin, pria yang dicap tidak berguna. Erwin sendiri setuju menikahi Julita hanya demi memenuhi wasiat ibunya. Namun, di balik penindasan yang dialami Julita, Erwin ternyata menyimpan rahasia besar tentang kemiripan dirinya dengan miliarder terkaya di kota. Akankah pernikahan penuh kebohongan identitas ini bertahan, atau justru berujung pada bencana?
Sampul Novel Pengantin SMA
8.4
Akibat tertangkap basah berduaan di kamar, Laura dan Kavin terpaksa menikah muda di masa SMA demi menuruti kemauan keluarga. Di balik perbedaan sifat yang kontras, kehidupan pernikahan ternyata sangat rumit bagi emosi labil remaja mereka. Meski sama-sama mendambakan perceraian, keduanya belum cukup berdaya untuk berpisah. Sambil menanti momen itu tiba, mampukah pasangan muda ini bertahan dan menjaga kewarasan saat harus hidup bersama?
Sampul Novel Pria yang Meninggalkan Cintanya
9.3
Sepuluh tahun pengabdianku pada Baskara Aditama berakhir tragis. Setelah tanganku cacat di salon mantan kekasihnya, Karinina, Bas justru membuangku yang sedang hamil ke hutan terpencil tanpa sinyal. Usai berjuang kembali, aku mendengar dia merendahkanku di depan teman-temannya hanya sebagai pengganti sementara. Kehilangan karier dan tanpa dukungan keluarga, kini aku bertekad memutuskan hubungan dengannya untuk merebut kembali hidupku.
Sampul Novel Sedingin Es
7.8
Sejak sang ayah pergi demi wanita lain, Tisa menutup rapat hatinya dan memandang cinta sebagai sumber penderitaan. Trauma mendalam ini membuatnya dikenal sangat dingin dan tidak tersentuh. Namun, sikap apatis tersebut justru memicu rasa penasaran Langga, seorang playboy kampus yang terbiasa mendapatkan apa saja. Meski terus diabaikan oleh Tisa, Langga pantang menyerah. Akankah kegigihan cowok itu mampu meruntuhkan tembok pertahanan Tisa?