APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dicintai Raja Siluman Ular

Dicintai Raja Siluman Ular

Demi cinta dan harta, Alana nekat menikahi Cakra meski tanpa restu. Namun, pernikahan impian itu berubah jadi teror mengerikan. Alana kerap menemukan ular liar raksasa di ranjangnya akibat kegemaran aneh sang suami. Tak hanya itu, ia terus dihantui mimpi erotis bersama sosok asing yang tak dikenal. Saat mencoba menyelidikinya, Alana menemukan fakta kelam tentang hilangnya mantan istri Cakra secara misterius. Kecurigaan pun membuncah, siapa sebenarnya sosok suaminya itu?
Bab
Bagikan

Bab 2

Di ruang makan Alana telah menghabiskan sarapan yang disajikan oleh Hesti. Tanpa sadar dia menggerakan kepala serta tubuhnya ke kanan dan ke kiri.

'Mengapa tubuhku rasanya pegal semua? Aku juga merasa sedikit lelah, padahal ini masih pagi' pikirnya.

Akhirnya Alana memutuskan untuk kembali ke kamar dan merebahkan tubuhnya, niatnya hanya ingin rebahan sebentar. Namun, akhirnya dia kembali pulas tertidur. Entah berapa lama dia terlelap, Alana mulai membuka matanya saat merasakan jemari seseorang menyentuh pipinya.

"Alana, bangunlah... aku sudah pulang"

Samar terdengar suara seorang pria membangunkanya, dan saat matanya benar-benar terbuka, Alana melihat suaminya sedang duduk disamping ranjang dan tengah tersenyum menatap kearahnya.

"Mas Cakra, mas kemana aja? Kenapa selama tiga hari ini mas ga pulang ke rumah? Aku takut mas, apalagi dengan ular besar peliharaanmu itu"

"Sayang, mas kan udah bilang, mas sedang mengembangkan bisnis mas, ini juga untuk masa depan kita sayang, tapi mas janji setelah semua urusan pekerjaan beres, kita akan berbulan madu"

"Tapi mas-"

"Sshh... sudah ya, mas lelah, baru pulang dari Sumatra untuk mengecek beberapa cabang restoran kita disana, dan rencananya mas juga ada buka lagi di beberapa kota disana"

Alana kembali harus menelan kekecewaanya, karena semenjak menikah, sikap Cakra berubah drastis padanya. Alana memang tak menyalahkan Cakra sepenuhnya, karena pria itu memang selalu mengatakan ingin membahagiakanya dengan limpahan harta seperti yang selalu dituntut oleh kedua orangtua Alana. Mungkin itu sebabnya Cakra berusaha dengan gigih mengembangkan bisnis restoran dan juga kulinernya untuk menunjukan pada mertuanya bahwa dia mampu untuk mencukupi segala kebutuhan Alana lebih dari saat dia masih tinggal bersama kedua orangtuanya.

Cakra melepaskan pakaianya dan mengganti dengan pakaian rumahan, setelahnya dia pun segera naik ke tempat tidur, tanpa menghiraukan Alana yang masih terbaring disampingnya, Cakra memejamkan mata dengan posisi memunggungi istrinya itu.

Tinggalah kini Alana yang kesal dengan sikap Cakra, tak ada keromantisan pengantin baru yang diharapkanya. Padahal saat berpacaran dulu Cakra selalu memanjakan Alana, dia bahkan memberikan apapun yang diminta Alana, termasuk sebuah mobil mewah keluaran Eropa dengan harga fantastis yang diberikanya pada saat Alana berulang tahun sebagai hadiah ulang tahunya.

Itulah sebabnya Alana nekad menikahi Cakra yang baru dipacarinya selama enam bulan meskipun harus menentang kedua orangtuanya.

Alana sendiri tak mengerti mengapa ayah dan ibunya tak merestui hubunganya dengan Cakra, terutama ibunya. Wanita paruh baya itu bahkan tak menghadiri acara pernikahan putri bungsunya itu. Padahal Cakra Heryawan adalah sosok pria mapan dan wajahnya pun cukup tampan, entah atas dasar pertimbangan apa ibunya itu selalu saja mengatakan bahwa Cakra bukanlah pria baik.

Walaupun diakui Alana, setelah menikah Cakra seakan tak mempedulikanya, tetapi jauh di lubuk hatinya Alana mengerti akan kesibukan sang suami, itu karena dia ingin bersanding sejajar dengan keluarga Alana yang memang jauh lebih berada dibandingkan Cakra yang hanya seorang anak yatim piyatu.

Kakak perempuan Alana pun menikah dengan suami pilihan kedua orangtuanya, yang adalah anak dari rekan bisnis ayahnya dan juga seorang yang memiliki jabatan di pemerintahan. Dan kini mereka telah dikaruniai seorang anak yang imut dan lucu.

"Kalau suamiku terus saja mengacuhkan diriku, kapan kami akan memiliki buah hati?" gumam Alana sambil memperhatikan punggung suaminya yang kini telah pulas tertidur karena lelah.

Alana bangkit dari tempat tidur, dan berjalan menuju walk in closet. Setelah berganti pakaian karena menurutnya baju yang dikenakanya terlihat kusut akibat dia bawa tidur, ia pun keluar dari dalam kamarnya.

"Nyonya, apakah anda baik-baik saja?"

Hesti yang merasa heran karena hari ini Alana lebih sering berada di kamarnya, terlebih dia tadi mengecek Alana kembali tidur setelah memakan sarapanya, melihat Alana dengan tatapan yang rumit.

"Aku baik-baik saja Hesti, jam berapa sekarang?"

"ini sudah hampir memasuki jam makan siang nyonya, saya sudah menyiapkan makanan di meja jika anda sudah merasa lapar"

"Iya, aku lapar" Alana pun langsung berjalan menuju ruang makan, disana dia melihat beberapa menu masakan yang menggugah selera. Memang Hesti sangat pintar memasak. Semua masakanya selalu cocok di lidah Alana.

"Kenapa aku cepa merasa lelah dan lapar ya? Padahal tidak melakukan pekerjaan apapun, tidak biasanya aku seperti ini"

Untunglah Hesti memasak cukup banyak. Hari ini Alana makan sangat lahap, dia menghabiskan hampir separuh dari semua makanan yang terhidang diatas meja.

"Ya ampun... porsi makanku seperti kuli saja, aku makan banyak sekali, tapi bodo amatlah, yang penting aku merasa kenyang sekarang"

***

Esok hari sinar matahari pagi masuk melalui celah jendela yang terbuka, entah siapa yang telah membuka jendela kamar Alana pagi ini. Perlahan mata Alana mengerjap karena terkena cahaya, dan perlahan terbuka.

Tangan Alana mengusap sisi ranjang disebelahnya, terasa dingin dan kosong. Alana pun menoleh, tak didapatinya siapa pun disisinya.

"Mas Cakra kemana?" gumamnya.

Saat Alana menyibakan selimut yang menutupi tubuhnya, matanya membulat kala melihat tubuhnya yang sudah tak memakai sehelai benangpun.

Ingatanya perlahan terkumpul, berawal dari dirinya yang banyak makan seharian kemarin hingga merasa kenyang dan mengantuk, lalu Alana kembali ke kamar dan merasa matanya amat berat hingga dirinya kembali terlelap.

Dalam kamar yang gelap dia merasakan ada sosok yang menggaulinya begitu hebat hingga dia beberapa kali menjerit dan mendesah dalam kenikmatan.

"Sial! Lagi – lagi aku bermimpi seperti itu" umpatnya.

Namun kali ini dia merasa heran karena pakaian yang dikenakanya tadi malam ikut terlepas dari tubuhnya. Ini sudah kesekian kalinya Alana bermimpi berhubungan badan dengan seorang pria tampan yang sama sekali tak di kenalnya.

"Kali ini mimpiku benar-benar aneh, atau... jangan-jangan tadi malam Mas Cakra yang diam-diam melepaskan pakaianku?"

Dalam keraguan hatinya, akhirnya Alana memutuskan untuk tak terlalu memikirkan tentang mimpinya, dan beranggapan bahwa pakaianya memang ditanggalkan oleh Cakra, suaminya. Entah untuk alasan apa Cakra melakukan hal itu padanya. Namun saat Alana teringat bahwa semalam dirinya memang merasa amat sangat mengantuk, Alana pun menjadi yakin bahwa itu memang benar perbuatan suaminya.

"Aku harus meminta maaf pada Mas Cakra karena semalam tidur sangat pulas sampai-sampai tak menyadari bahwa suamiku menginginkan diriku"

Alana bergegas masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri dan berhias dengan memakai pakaian yang menurutnya membuat dirinya terlihat lebih cantik.

Dengan langkah tergesa, Alana mencari keberadaan Cakra di ruang kerjanya. Namun dia harus menelan kekecewaan karena ruangan itu kosong.

"Hesti, apa kau melihat suamiku?" tanya Alana pada Hesti yang kebetulan saat itu datang hendak membersihkan ruangan tersebut.

"Tuan sudah berangkat ke kantor tadi pagi nyonya." Hesti menjawab dengan sedikit membungkukan tubuhnya didepan Alana.

Baru saja Alana akan menelpon Cakra, namun ponselnya berbunyi dan menunjukan sebuah pesan singkat yang diterimanya.

[Alana, aku ada meeting penting pagi ini, aku pulang nanti malam, jangan menungguku, kau tidurlah lebih dulu]

Alana membaca pesan dari suaminya, dan merasa sedikit kecewa, karena kembali dia ditinggal sendirian, suaminya lebih memilih menyibukan diri dengan pekerjaanya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Berpura-pura Amnesia Membuatnya Kehilangan Segalanya
8.1
Pasangan beta-ku, Kyan, mendadak hilang ingatan usai diserang serigala liar. Dia melupakan kehamilanku dan justru berpaling pada Gamma Evelyn. Setelah dihina sebagai kasta rendah, aku memutuskan ikatan kami. Namun, saat aku bersiap mendampingi Raja Alpha, Kyan kembali dengan penyesalan mendalam dan menanyakan anak kami. Dengan dingin, aku menegaskan janin itu telah tiada lalu pergi memulai hidup baru.
Sampul Novel Mystical Item User
8.6
Main, pemuda lemah yang rentan terhadap sinar matahari, harus kembali ke desanya demi memusnahkan mustika ular hijau yang mengancam. Misi berat ini membawanya ke dalam pertempuran sengit melawan para pengguna piranti mistik. Di sepanjang jalan, ia terjebak dalam konflik hebat dengan manusia serta makhluk gaib. Main pun harus berjuang keras mengumpulkan informasi penting demi mendeteksi letak mustika tersebut dan menyelesaikan tugasnya.
Sampul Novel Axia : The Assassin Who Reincarnated Into The Princess of The Kingdom
8.3
Ma Axia, pembunuh legendaris Tiongkok berjuluk iblis berdarah dingin, tewas dikhianati organisasinya sendiri akibat perkara upah. Namun, jiwanya justru bertransmigrasi ke raga permaisuri Kerajaan Zhang yang terkenal lemah dan tidak berdaya. Berbekal memori serta keahlian bertarung dari masa lalunya, Axia harus menjalani takdir baru dalam tubuh wanita yang kerap dipandang sebelah mata. Mampukah sang pembunuh bayaran profesional menaklukkan dunia barunya ini?
Sampul Novel Suamiku Pergi Saat Aku Hamil
8.2
Evelyn Song, dokter militer hebat, terbangun di tubuh Layla Qin, pelayan tertindas yang dibuang. Ia dipaksa menikahi Ronan Zhao, pria lumpuh yang dibeli demi membawa keberuntungan. Anehnya, kondisi Ronan membaik usai malam pertama mereka. Di tengah kemiskinan, Layla bertekad mengubah nasib lewat keahlian medisnya. Namun, saat ia mengandung, Ronan lenyap tanpa jejak. Enggan menyerah pada keadaan, Layla memilih bangkit demi masa depan dan mengendalikan takdirnya sendiri.
Sampul Novel The Alpha's Silent Oath
8.7
Pasca-hancurnya desa Selene Moonhart, sang pewaris darah Ratu Serigala yang bisu ini terseret ke konflik klan yang sengit. Beruntung, ia diselamatkan oleh Alpha bernama Darius Blackthorn. Padahal, Darius terikat sumpah kuno untuk tak mencintai pihak luar. Walau kutukan membayangi, ikatan batin keduanya mustahil dibendung. Di bawah ancaman kelicikan Luca Ashford yang haus kuasa, Selene wajib membangkitkan kekuatannya. Bersama Darius, ia kini harus memilih: tunduk pada tradisi atau demi cinta berani bertaruh segalanya.
Sampul Novel Why Make Me The Antagonist?
9.1
Demi menghindari kematian tragis di tangan Raja Iblis, Sallyana Jung yang bereinkarnasi sebagai tokoh antagonis memilih menjalankan misi Ratu Naga untuk mencari pangeran yang hilang. Upayanya mendekati para karakter utama berhasil mengubah takdirnya. Namun, ketenangannya kembali terusik saat Pemimpin Suci mengangkatnya sebagai murid. Di tengah obsesi putra Duke dan perubahan sikap sang heroine, sebuah rahasia besar terungkap bahwa Sally sebenarnya adalah titisan Dewi dari masa lalu.