APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel DICERAI SUAMI DINIKAHI BOS KEJAM

DICERAI SUAMI DINIKAHI BOS KEJAM

Tiga tahun Hana menjadi istri penurut yang diabaikan Bima tanpa kehangatan. Begitu sang kakek berpulang, ia langsung diceraikan agar suaminya bisa bersama wanita idaman lain. Saat terpuruk, Hana malah dipertemukan dengan Matheo. Kesalahpahaman besar membuat bos yang kejam itu menuduhnya sebagai mata-mata. Pertemuan tak terduga dengan pria dingin tersebut seketika mengubah total seluruh garis kehidupan Hana selanjutnya.
Bab
Bagikan

Bab 1

"Apa maksudnya, Mas Bima? Aku masih nggak ngerti?"

Wanita cantik itu terdiam. Wajahnya pucat dengan kuku-kuku di jarinya menekan paha.

Mencoba bersikap waras dengan apa yang baru saja dikatakan sang suami.

"Maafkan aku, Hana, kita bercerai saja. Mungkin ini lebih baik bagi kita, toh kamu juga sudah tahu hubunganku dengan Zhifa kan? Aku tidak ingin terus menyakiti kamu dengan cara seperti ini. Lebih baik kita bercerai saja."

Laki-laki itu berkata seperti tidak memiliki perasaan.

Entah apa yang sedang dipikirkannya, tapi malam ini Hana berdandan sangat cantik demi untuk menyenangkan suaminya.

Bima adalah suami Hana selama tiga tahun ini.

Sebenarnya mereka menjalani rumah tangga karena perjodohan.

Bima mau tidak mau menikahi Hana karena pesan dari kakeknya tiga tahun lalu.

Sekarang kakek Bima sudah tiada dan tidak ada alasannya lagi untuk mempertahankan biduk rumah tangganya.

Kedua orang tua Bima sudah lama tiada, itu terjadi saat Bima berusia tujuh tahun.

Tidak ada perasaan cinta antara Hana dan Bima.

Kecelakaan yang menewaskan kedua orang tuanya dan Bima dibesarkan juga dirawat oleh kakeknya, Sanjaya.

"Tega banget kamu, Mas Bima, apakah kamu nggak mengerti perasaanku. Dimataku, hanya ada kamu, Mas. Kamu adalah orang yang paling aku cintai, Mas!"

Rasanya Hana tak kuat lagi membendung semua air mata. Tanpa terasa mengalir membanjiri wajah cantik itu.

"Maafkan aku, Hana. Aku sudah mengurus semua. Pengacara akan datang ke tempatmu besok dan membawakan semua berkas. Kamu hanya perlu tanda tangan."

"Untuk masalah tunjangan aku juga sudah menyiapkan semua. Anggap saja ini adalah balasan dari kontrak pernikahan kita selama tiga tahun ini."

Laki-laki itu berkata dan memandangi wajah Hana tanpa ada rasa iba sedikitpun, bahkan terkesan terburu-buru untuk mengakhiri semua.

"Apa salahku Mas Bima, apa? Aku tetap akan menjadi istri yang baik kok, asalkan kamu tetap membiarkan aku disisi kamu," ucap Hana, wanita itu seperti meminta belas kasih dan sedikit saja harapan agar Bima yang sekarang masih berstatus suaminya itu mengerti dan memahami semua perasaan.

"Sudahlah, Han, ini tidak akan berhasil dengan hubungan kita. Aku ini ingin membebaskan kamu. Kamu nggak perlu menunggu aku lagi setiap hari. Aku benar-benar ingin mengakhiri segalanya. Tolonglah, hubungan kita ini nggak akan berhasil, Han ...," pinta Bima terus mendesak.

"Apa ini karena wanita itu, Mas? Kita sudah membicarakan ini kan, Mas? Aku sudah katakan, aku rela, Mas. Aku rela berbagi dengannya," ucap Hana lagi, bibirnya bergetar saat mengatakan hal yang paling dibenci.

Mana mungkin di dunia ini ada wanita yang rela berbagi suami. Apalagi Dimata Hana, hanya Bima lah satu-satunya.

Dia hanya menahan semua untuk tetap mendapatkan posisinya sebagai istri Bima Sanjaya.

Bima beranjak dari duduknya, dia terlihat ingin segera pergi.

"Mas, jangan pergi, Mas. Aku mohon, Mas," air mata Hana semakin deras.

Dia bahkan rela bersujud asalkan suaminya tidak meninggalkan, "tolong Mas, aku mohon, pikiran hubungan kita yang sudah tiga tahun ini, Mas. Jangan karena permintaannya kamu malah berubah, Mas. Katakan, Mas? Tolong jangan tinggalkan aku, Mas," suara Hana tiba-tiba berteriak dan mengundang semua orang yang berada dalam restoran itu menatap ke arah mereka.

"Aduh, Hana, kamu lebay banget sih. Mas Bima kan sudah memberikan penawaran yang bagus, kamu cukup terima saja sih, nggak perlu ribut. Semua tunjangan juga pasti kamu dapatkan."

"Kamu cukup tanda tangan, pergi dan semua beres! Nggak ada yang kurang kan? So, nggak usah main sinetron termehek-mehek disini."

Hana menarik wajahnya dan melihat sosok wanita berbalut gaun serba terbuka juga menonjol sedang mengapit lengan suaminya dengan mesra.

Wanita itu berkata tanpa peduli lagi perasaan Hana terluka atau tidak.

Hana memang tidak pernah bisa berpenampilan seperti wanita dihadapannya.

Mungkin penampilan sempurna yang dibanggakan Hana malam ini jika dibandingkan dengan wanita yang sedang menaruh kepalanya di lengan suaminya itu tidak termasuk sesuatu yang spesial.

Bahkan saat wanita licik itu berkata, suaminya, Bima, seolah tak mempedulikan.

Dia tenang dan menikmati setiap kata yang bernada ejekan tadi.

"Diam. Aku nggak berbicara dengan kamu. Aku sedang berbicara dengan suamiku," entah dari mana Hana memiliki keberanian hingga dia melawan balik ucapan wanita itu.

Mungkin karena Hana merasa wanita itu sudah keterlaluan.

Hana juga merasa, dia masih pantas mempertahankan suaminya sampai titik darah penghabisan sebelum dirinya menyetujui semua permintaan Bima.

Wanita itu melepaskan sikap manjanya dan mendorong tubuh Hana hingga Hana tersungkur di lantai.

Tatapannya kini mengintimidasi Hana, dia yakin pasti akan memenangkan pertarungan kecil ini.

"Aww, sa–sakit, Zhifa, lepaskan, arghh!" jerit Hana saat dia ingin berdiri, tapi pundaknya di tekan, tangannya diinjak dan rambut Hana ditarik.

"Dasar pelakor tidak tahu diri. Wanita murahan. Kamu sudah berani merebut suami orang. Sekarang malah pura-pura. Kamu ingin menggoda suamiku, hah? Apa uang yang suamiku berikan padamu masih belum cukup? Mau berapa banyak lagi yang mau kau kuras? Dasar perempuan tidak tahu diri!"

Seketika Hana membeku saat wanita yang bernama Zhifa itu berteriak lantang di hadapan semua orang.

Dia memakinya.

Sepertinya sekarang Zhifa sedang membuat posisi mereka seolah tertukar. Hanalah yang dituduh pelakor. Maling teriak maling.

Hana menarik wajahnya dan melihat wajah sang suaminya.

Bima malah memalingkan wajah dan pura-pura tidak mendengar.

"Mas, Mas Bima, kamu benar-benar tega sama aku, Mas?" raung Hana lirih meminta pertolongan. Dia benar-benar sedih juga sakit hati menerima perlakuan seperti itu.

Bukan hanya harga dirinya yang diinjak, tapi semua perlakuan Bima selama tiga tahun ini di abaikan olehnya.

Dia menutup mata juga telinga.

Hana hanya pura-pura terlihat baik baik saja dihadapan Bima. Hana hanya berharap akan ada satu keajaiban yang merubah juga menggerakkan hati suaminya.

Sekali saja, Hana hanya ingin Bima menatapnya dengan penuh cinta.

Namun, sampai hari ini, semua yang dilakukan Hana ternyata sia-sia.

Dia tidak mendapatkan apapun dengan pengabdiannya sebagai seorang istri selain mendapatkan suaminya berselingkuh.

Tepatnya, bukan berselingkuh, tapi, Zhifa adalah kekasih Bima sejak kuliah dulu.

Bima terpaksa memutuskan Zhifa dan menikah dengan Hana tanpa adanya rasa cinta, semua yang dilakukan Bima hanya untuk mendapatkan seluruh aset dan warisan dari kakeknya, Sanjaya.

"Sudahlah, Zhifa, kita pergi saja. Bukannya kamu ingin makan sushi di tempat biasa," ucap Bima.

Suaranya begitu lembut saat berkata dengan wanita itu.

Rasanya luar biasa sakit hatinya Hana. Dia tidak pernah mendengarkan suaminya berkata lembut meski hanya memanggil namanya.

"Dan kau, Hana, sebaiknya kau pertimbangan semua yang aku katakan tadi. Ini nggak akan susah kok, kamu hanya perlu menandatangani saja," Bima lagi-lagi berkata tanpa ekspresi.

Padahal saat ini Hana sedang menahan rasa sakit di tangan akibat injakan sengaja Zhifa tadi. Juga penghinaan, cacian, serta perasaannya yang tidak pernah Bima anggap selama tiga tahun ini.

Hana tertunduk.

Dia menahannya kembali.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Adegan Panas Malam Pertama
8.7
Malam pengantin yang semestinya menjadi momen sakral bersama suami justru berakhir mengejutkan. Aku malah menghabiskan malam penuh gairah yang begitu intim dengan sosok pria perkasa lain yang misterius. Begitu pagi menjelang, kekacauan hidup yang rumit mulai menerpa diriku. Pengalaman tak terduga yang memabukkan itu seketika menjungkirbalikkan duniaku, membawa konsekuensi besar yang akan mengubah seluruh alur takdir masa depanku selamanya.
Sampul Novel Asa di Ujung Sajadah#bukuke-2
9.2
Dalam sekuel Women Power Series, Jihan Khairiyah harus menghadapi cobaan berat saat hamil tua. Rumah tangganya hancur setelah sang suami, Tommy Wiranata, terjebak cinta lama bersemi kembali dengan Diana, tetangga dekat yang sudah dianggap saudari sendiri. Walau Tommy berkilah itu cuma kekhilafan, Jihan menganggap pengkhianatan batin tersebut sebagai perselingkuhan nyata. Jihan pun bimbang untuk bertahan demi materi atau melangkah pergi mempertahankan martabatnya.
Sampul Novel Bismillah Anna
9.2
Sejak SMP, Anna memendam rasa pada Malik yang bersikap dingin dan menyukai perempuan lain. Di tengah perjuangannya sebagai dokter muda, ia harus menghadapi duka mendalam akibat kehilangan sang ayah. Meski takdir terasa pahit dan cintanya bertepuk sebelah tangan, Anna tetap tegar melewati cobaan hidup. Akankah kesabarannya berujung pada pernikahan dengan Malik, atau takdir justru akan mempersatukannya dengan seorang pria lain yang jauh lebih misterius?
Sampul Novel Gairah Panas Sang Mantan
8.4
Sakit hati akibat pengkhianatan suaminya, Gilang, mendorong Kayla yang kini berusia 37 tahun untuk membalas dendam. Ia memilih kembali ke pelukan Farel, mantan kekasihnya. Terpikat oleh pesona Kayla yang kian menawan, Farel menyambutnya hingga mereka terlibat perselingkuhan yang membara. Meski keduanya telah membina rumah tangga masing-masing, hubungan gelap yang intim ini terus berlanjut. Kini, rahasia besar tersebut mengancam pernikahan mereka. Akankah cinta terlarang ini membawa bahagia?
Sampul Novel Jangan Pernah Mengkhianatiku
9.0
Arvella Siregar kabur dari kekejaman Rivan, suaminya, lalu tersesat di hutan hingga diselamatkan oleh Kael Mahendra yang misterius. Di sana, ia bergabung dengan kelompok ahli untuk belajar bertahan hidup dan melatih ketangguhannya. Arvella akhirnya menemukan fakta bahwa kematian orang tuanya merupakan konspirasi jahat, bukan kecelakaan biasa. Bersama Kael, ia bersiap keluar dari hutan untuk menuntut balas sekaligus mengungkap asal-usulnya meski nyawa taruhannya.
Sampul Novel Seriusin Aja, Nikahnya
8.9
Kara bimbang saat Soni menyatakan cinta. Meski berutang budi, ia tak bisa membalas perasaan itu. Keadaan kian rumit ketika Hendra datang membongkar rahasia Kara, memicu Soni untuk mundur. Mengejutkannya, Hendra justru bertekad menikahi Kara. Akankah pernikahan mereka nanti hanya sebatas perjanjian kontrak belaka, atau malah menjadi awal dari kebahagiaan sejati bagi Kara?