APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dibuang suami kere dinikahi Dokter Tajir

Dibuang suami kere dinikahi Dokter Tajir

Silvia hancur akibat perselingkuhan suaminya. Di tengah kepedihan, insiden kecil mempertemukannya dengan Dokter Dana hingga mereka saling jatuh cinta. Namun, konflik baru muncul saat ayah Silvia yang hilang sepuluh tahun kembali sebagai konglomerat. Sang ayah menjodohkannya dengan pria lain demi membalas budi. Kini Silvia bimbang antara cinta pada Dana atau takdir ayahnya, sementara sang mantan suami mulai menyesal melihatnya jadi wanita terhormat.
Bab
Bagikan

Bab 1

Pazel memegang pundak Silvia dengan kedua tangannya.

“Sayang, jangan pergi. Maaf karena tadi Abang emosi. Abang berjanji tidak akan mengulanginya lagi.”

Laki-laki yang berstatus suami Silvia itu mencoba menenangkan istrinya yang sedang tergugu menangis sambil memangku lututnya dilantai. Selalu seperti itu. Pria itu selalu lepas kendali jika amarahnya sedang memuncak.

Dia tidak segan-segannya mengeluarkan kata-kata kasar, bahkan sampai mengucapkan kata talak. Dan setelah itu dia akan membujuk wanita yang sudah dinikahinya dua tahun lalu itu.

“Apa maksud Abang tidak akan mengulanginya? Abang sudah mengucapkan kata cerai di depan Ibu,” ucap Silvia tergugu.

Dia sudah merasa putus asa menghadapi sikap suaminya yang kasar. Hal yang paling menyakitkan adalah saat suaminya mengucapkan kata talak dan mengusirnya.

Ditambah lagi dengan mertuanya yang tidak pernah menghargai keberadaan Silvia. Ingin rasanya dia mundur dari pernikahannya yang baru seumur jagung. Tapi dia selalu meyakinkan hatinya bahwa tidak ada rumah tangga yang tidak ada cobaannya.

Sesaat Pazel memikirkan sebuah cara agar dia tidak jadi bercerai dengan istrinya.

Kemudian dia ingat kalau tamannya pernah bercerita bahwa dia sudah mengucapkan talak untuk istrinya, tapi karena dia masih sayang pada istrinya dia tidak jadi menceraikan istrinya. Dia segera melakukan kewajibannya sebagai suami untuk membatalkan perceraian itu, karena masih dalam masa idah. Dia pun segera memberitahu Silvia akan hal itu.

“Sayang. Abang pernah dengar, kalau kita melakukan kewajiban kita sebagai suami istri, cerainya akan batal,” ucap Pazel dengan memegang kedua tangan Silvia.

Tapi tangis Silvia semakin menjadi. “Aku tidak mau diduakan Bang. Aku tidak mau dikhianati.”

Melihat tangis Silvia yang semakin menjadi, Pazel tersenyum kecil sambil mengelus kepala istrinya.

“Abang tidak menduakan kamu. Kamu jangan banyak pikiran. Lihat tubuhmu sudah kurus kering. Mulai sekarang kamu harus banyak makan dan jangan banyak pikiran, ok?” bujuk Pazel

“Lagi pula, kenapa kamu bisa berpikiran kalau Abang selingkuh. Ibu itu hanya salah bicara, kamu malah menanggapinya serius. Sekarang, hapus air mata kamu ya, Sayang? Abang gak mau lihat kamu kayak begini. Sekarang kamu mandi, ya. Abang mandiin ya, Sayang.”

Melihat keseriusan Pazel, akhirnya Silvia luluh juga, baginya pernikahan itu sakral, tidak untuk main-main. Selagi bisa dia akan berusaha untuk mempertahankan rumah tangganya.

Setelah membersihkan diri di kamar mandi, mereka melanjutkan ritual pembatalan perceraian.

Mereka melakukan kewajiban mereka malam itu sebagai pasangan suami istri yang sah.

Perasaan sedihnya berubah menjadi bahagia. Dia sangat mencintai suaminya. Wanita cantik dengan lesung pipi itu menatap suaminya yang tertidur pulas setelah menyelesaikan ritual malam yang indah itu.

Ditatapnya wajah tampan suaminya yang sedang terbang ke alam mimpi. Hidung mancung, kulit putih bersih tanpa ada bulu di wajahnya. Wajah inilah yang dulu membuat dia meninggalkan pekerjaan yang baru dirintisnya sebagai seorang desainer muda.

Pandangannya seketika dialihkan ke laci meja riasnya, karena dia mendengar suara getar dari tempat tersebut. Dia turun dari ranjang dan membuka laci meja riasnya. Ternyata benar. Di sana ada benda pipih milik suaminya. Ada satu panggilan tidak terjawab. Terdengar lagi ada notifikasi dari satu aplikasi

Matanya membulat membaca pesan dari aplikasi itu. Sayangnya dia tidak dapat membuka aplikasi tersebut. Namun dia sudah dapat membaca pesan itu dengan sangat jelas.

Pagi harinya Pazel bersiap untuk ke kantor. Dia terlihat tegang. Dia mencoba menyembunyikan raut wajah kehawatiran yang terlihat di wajahnya.

Namun Silvia dapat menangkap sinyal wajah suaminya. Untuk itulah pagi ini dia berdandan dengan rapi. Untuk suatu misi yang akan ia jalankan.

Seperti biasa Silvia menyiapkan sarapan di meja makan. Kali ini dia ikut sarapan tanpa banyak bicara dan menghiraukan mertuanya.

Mertua Silvia yang bernama Rohana hanya menatap anak dan menantunya secara bergantian. Kali ini dia menjaga agar mulutnya tidak bicara sembarangan dengan mengisi mulutnya dengan nasi goreng buatan Silvia tanpa henti.

Setelah sarapan, Pazel pamit untuk berangkat ke kantor. Dia tidak terlalu memperhatikan Silvia yang sudah berpakaian rapi, karena ingatannya sudah ada di tempat lain. Dia berjalan menuju ibunya dan mencium tangan ibunya, setelah itu dia mencium kening Silvia. Silvia pun tidak lupa untuk mencium punggung tangan suaminya sebelum berangkat bekerja. Itu dia lakukan setiap Pazel berangkat bekerja, agar rezeki suaminya selalu diberkahi dengan do’a darinya sebagai seorang istri.

“Apakah ini yang terakhir kalinya aku bisa mencium tanganmu, Bang? Karena aku sudah tidak merasakan kehangatan tanganmu yang dulu lagi. Mungkinkah ini suatu pertanda,” batin Silvia

Rohana yang dari tadi memperhatikan gerak-gerik Silvia merasa sedikit heran. Karena tidak biasanya Silvia berdandan rapi. Apalagi ini masih pagi.

“Biasanya jam seperti ini dia masih pakai daster. Kenapa hari ini dia rapi sekali? Mau ke mana dia? Apa dia akan meninggalkan rumah ini? Jika dia pergi, siapa yang akan mencucikan pakaianku dan Pazel? Siapa yang masak dan beres-beres rumah? Enak ada dia dirumah, pagi-pagi sudah ada sarapan, pakaian tinggal terima bersih. Kayak ada pembantu gratis. Dia juga gak banyak neko, kayak pembantu-pembantu kurang ajar itu. Untung mereka bekerja belum sebulan. Jadi aku gak perlu membayar mereka saat mereka berhenti,” gerutunya dalam hati. Wajah Bu Rohana menampakkan berbagai macam ekspresi. Kadang tersenyum, kadang bersungut seperti orang marah.

Setelah Pazel keluar, mertuanya yang selalu ikut campur urusan anak dan menantunya itu bertanya. “Kamu ga jadi pergi kan Silvia?” tanya Bu Rohana.

“Ngga, Ibu.”

“Alhamdulillah, tapi kamu mau ke mana pagi-pagi sudah rapi?”

“Aku mau ke pasar membeli bahan makanan kita Bu. Aku pamit ya Bu.” Silvia mencium tangan mertuanya dan menyambar tasnya yang ada di meja. Bergegas dia keluar, karena ojek Online yang dia pesan sudah menunggu.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Akibat Cinta Semalam dengan CEO
9.7
Setelah dimutasi ke kantor pusat, Jeanne terjerat cinta semalam dengan CEO barunya saat masih memiliki kekasih. Kemalangannya berlipat ganda begitu ia tahu bahwa bos tersebut adalah Alan Rasya Purnama, sepupu dari sang mantan pacar. Kini, hidup Jeanne tidak lagi tenang. Alan menjadi sangat terobsesi untuk menguasai seluruh aspek kehidupannya, baik raga maupun jiwanya. Jeanne pun terjebak dalam situasi rumit tanpa ada celah sedikit pun untuk melarikan diri.
Sampul Novel Aku Menikahi Kakak Pembunuh
8.6
Malam pengantin yang tragis berujung maut ketika Carlos Fowler membiarkan aku mati di tangan penculik demi perempuan lain. Namun, Vincent, kakak laki-lakinya yang lumpuh, datang membalas dendamku di detik-detik terakhir. Saat terbangun, aku telah kembali ke masa lalu untuk mengubah nasib. Di depan altar, secara tak terduga kubatalkan pernikahan dengan Carlos. Aku justru melamar Vincent yang duduk di kursi roda. Carlos mengira aku cuma menggertak, tetapi ia akan segera kehilangan segalanya.
Sampul Novel Biarkan Aku Pergi, Suami CEO-ku yang Sombong
9.1
Demi menyelamatkan bisnis keluarganya, Averie rela mengorbankan segalanya untuk menikah dengan Brayden, meskipun suaminya itu mencintai wanita lain. Saat kejayaan diraih Brayden di Grup Fowler, tragedi justru menimpa Averie yang kehilangan bayinya dan hampir kehilangan nyawa di laut. Trauma berat ini mendorong Averie menuntut perceraian demi menata hidupnya kembali. Namun, Brayden yang kini dipenuhi penyesalan menolak melepaskan Averie dan bersikeras mereka ditakdirkan bersama selamanya.
Sampul Novel Cinta yang Kadaluarsa
9.4
Setelah sepuluh tahun sia-sia mengejar Kevin Sentosa, Diana Karin akhirnya menyerah dan berpaling kepada Adrian Wisak. Pengusaha kaya itu memanjakannya dengan kembang api dan lamaran romantis di sebuah pulau pribadi. Namun, menjelang pernikahan, Diana menemukan kenyataan pahit bahwa Adrian hanya memanfaatkannya demi membuat Kevin muak. Enggan menjadi korban penghinaan, Diana memilih melarikan diri lebih dulu sebelum Adrian mencampakkannya di hari pernikahan. Kini, giliran Adrian yang frustrasi dan mencari pengantinnya yang hilang di seluruh Kota Jama.
Sampul Novel Jerat CEO: Jodoh Salah Tarik
7.9
Setelah menuntaskan aksi balas dendam terhadap mantan kekasih dan sahabat yang mengkhianatinya, Diva Gantari justru terjebak dalam situasi rumit. Akibat salah masuk toilet pria, ia bertemu dengan Elvan Sabil, seorang CEO berkuasa dari perusahaan multinasional raksasa. Meski Elvan menyelamatkan Diva dari kekacauan tersebut, bantuan itu tidaklah gratis. Sang konglomerat menuntut Diva membayar jasanya dengan cara yang tidak terduga, yaitu bersedia menjadi tunangannya.
Sampul Novel Lima Kesempatan, Akhirnya Berpisah
9.7
Pernikahan tiga tahun Shinta Ranadi hancur saat Raka Winata melamar cinta pertamanya di depan teman-teman mereka dengan dalih permainan belaka. Puncak pengkhianatan terjadi ketika Raka mendorong Shinta hingga keguguran demi wanita tersebut. Sadar bahwa lima kesempatan yang ia berikan telah sia-sia, Shinta akhirnya membulatkan tekad untuk mengakhiri hubungan mereka dan menuntut perceraian dari sang miliarder demi menyelamatkan dirinya sendiri.