APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Diawali Dengan Penceraian

Diawali Dengan Penceraian

Lima belas tahun hidup miskin setelah diusir oleh Keluarga Wilton, nasib Gerald kian terpuruk. Selama dua tahun pernikahan, ia dicap sebagai menantu tak berguna hingga akhirnya Clarisa menceraikannya. Namun, perpisahan pahit ini justru menjadi titik balik terbesar. Kehidupan barunya dimulai dengan penuh kejutan tak terduga setelah ia tidak lagi menyandang status sebagai suami. Kisah perjalanan baru Gerald pun dimulai pasca perceraian.
Bab
Bagikan

Bab 1

Vortez City

Di sebuah Apartemen Mewah...

Pagi yang dingin menyelimuti lantai marmer apartemen mewah itu. Di tengah ruangan, seorang pria muda berlutut, memohon dengan putus asa.

"Sayang, pinjami aku dua puluh ribu Kredit Standar (20.000 KS)! Aku mohon, ibuku sedang dalam masa kritis di rumah sakit. Aku sangat butuh uang itu sekarang!" Gerald (23 tahun), dengan wajah tampan yang kini dipenuhi kecemasan, menatap memelas pada wanita yang duduk di kursi tunggal berlapis beludru.

Wanita itu, Clarisa, mengenakan gaun sutra rumahan yang elegan. Dia hanya menatap Gerald dengan sorot mata yang sulit diartikan, antara iba dan lelah.

"Gerald, kamu ini! Dasar menantu sampah! Tiap hari hanya bisa menyusahkan Clarisa saja!"

Sebelum Clarisa sempat menjawab, sebuah teriakan marah yang memekakkan telinga datang dari ambang pintu apartemen. Di sana, berdiri seorang wanita paruh baya dengan dandanan mencolok, wajahnya memerah karena emosi.

"Bu, mengapa kamu ada di sini?" Clarisa terkejut, beranjak dari kursi menghampiri ibunya, Nyonya Maya.

"Kalau Ibu tidak datang, bukankah kamu akan memberi suamimu yang tidak berguna ini uang?!" Nyonya Maya melangkah masuk, tatapannya menghina lurus tertuju pada Gerald yang masih berlutut.

"Bu, jangan seperti ini. Mau bagaimana pun, Gerald adalah suamiku," Clarisa mencoba menenangkan, suaranya terdengar pahit.

Ia kembali menatap Gerald dengan rasa kasihan yang mendalam. "Gerald, aku akan segera mentransfer uangnya padamu. Cepat pergi ke rumah sakit sekarang."

"Tidak boleh!" Nyonya Maya berteriak keras. "Clar, kamu tidak boleh terus membela dia. Lagipula, kamu seharusnya cerai dengan dia! Ingat, pernikahan kalian hanyalah sebuah pernikahan tanpa perasaan!"

Gerald mendongak, hatinya terasa remuk. Kalimat itu, 'pernikahan tanpa perasaan', selalu menjadi belati yang menusuk harga dirinya. Ya, dia tahu statusnya. Dia hanya suami di atas kertas, menantu yang hanya menumpang.

"Aku tahu diri, Bu. Aku tidak akan memintanya lagi. Aku akan mencari cara lain," ujar Gerald, berusaha berdiri. Keputusasaan di matanya tak bisa disembunyikan.

"Mencari cara lain? Mau cari di mana? Dengan wajahmu yang menipu itu, kau hanya akan berakhir jadi penipu ulung," cibir Nyonya Maya sinis. "Dengar, kau bukan lagi bagian dari keluarga kami. Clarisa sudah menyiapkan surat perceraian."

Kata-kata Nyonya Maya bak pukulan telak. Gerald menoleh ke arah Clarisa.

"Clar... benarkah itu?" Suara Gerald bergetar.

Clarisa menghindari tatapannya. Dia kembali duduk, memijat pelipisnya. "Aku lelah, Gerald. Aku lelah dengan semua ini. Ibu benar, kita menikah tanpa cinta. Selama dua tahun, kau tidak pernah memberiku apa-apa. Kau hanya... beban."

Air mata Gerald menetes. Ia tidak marah pada Clarisa, ia marah pada nasibnya sendiri. Ia adalah keturunan dari salah satu keluarga yang sangat kaya dan kuat, namun sebuah insiden membuatnya terpaksa hidup miskin, dia benar-benar tidak ingin menghubungi Kakeknya jika tidak perlu, sementara pernikahan kontrak ini? Itu adalah apa yang di atur oleh kakek Clarisa, kakek Clarisa dulunya adalah kepala pengurus rumah tangga di keluarganya.

"Baiklah, aku mengerti," ujar Gerald pelan, suaranya serak. Ia mengeluarkan ponsel lamanya dan mengetik beberapa pesan. Setelah itu, ia berkata dengan kesungguhan. "Aku akan mencari uang untuk operasi ibu, dengan caraku sendiri. Aku janji, ini terakhir kalinya kau melihatku dalam kondisi seperti ini."

Clarisa tiba-tiba merasa cemas melihat wajah Gerald yang kini tampak dingin, kehilangan semua keputusasaan yang tadi ia tunjukkan. "Gerald, tunggu! Uang untuk pengobatan..."

"Aku bilang tidak usah!" potong Gerald cepat, nadanya tegas dan penuh kehinaan yang tertahan. "Simpan saja uangmu, Clarisa. Jaga dirimu baik-baik."

Dia tidak menunggu lagi. Gerald berbalik, melangkahkan kaki keluar dari apartemen, menutup pintu dengan bunyi dentuman yang menggema.

Nyonya Maya tertawa puas. "Bagus, Clar! Akhirnya kau mengambil keputusan yang tepat. Sekarang, carilah menantu yang sepadan dengan keluarga kita."

Clarisa hanya diam, menatap pintu yang baru tertutup. Entah mengapa, Hatinya terasa perih. Sejujurnya, selama dua tahun ini, Gerald cukup baik padanya. namun tekanan dari ibunya dan gosipan 'tetangga' nya membuatnya harus memilih.

--

Gerald berjalan terhuyung di sepanjang trotoar. Ponsel di tangannya tiba-tiba berdering. Itu pesan balasan dari pesan yang baru saja ia kirim.

'Tuanmuda Ketiga, dana 500.000 Aurum (500.000 Au) telah ditransfer ke rekening Kamu, dan Tuan Besar sepertinya tidak melarangku mengirim uang padamu. Sepertinya, dia sudah memaafkan mu dan keluarga mu.'

Hmph, dia mungkin sudah memaafkan keluargaku. Tetapi aku, masih tidak bisa memaafkan 'bajingan' tua itu. Batin Gerald Mendengus dingin.

Gerald menarik napas dalam. 500.000 Au. Jauh lebih besar dari dua puluh ribu Kredit Standar yang ia mohonkan pada Clarisa. Selama dua tahun ini, ia hidup dari uang saku minim, dia kerja serabutan, terkadang dia hanya bergantung pada istrinya 'Clarisa' Gerald selalu menahan diri untuk tidak menghubungi siapa pun dari keluarganya, berharap bisa menjalani hidup yang damai dan tenang.

"Ibuku sedang sekarat. Aku hanya bisa menghubungi mereka, Huh, lupakan saja. Nanti jika aku ada uang, aku akan mengganti uang ini, aku tidak ingin menerima belas kasihan dari 'Bajingan' tua itu." gumam Gerald pada dirinya sendiri, suaranya dipenuhi tekad yang kuat.

Ia segera memesan taksi online. Tujuannya adalah Rumah Sakit Utama Vortez.

Di rumah sakit, ibu Gerald, Bu Rina, terlihat pucat di atas ranjang. Di sampingnya, seorang wanita muda yang tampak lelah sedang menangis, itu adalah adik Gerald, Nadia.

"Nadia! Bagaimana Ibu?" tanya Gerald, tergesa-gesa mendekati mereka.

Nadia menoleh, air matanya membanjiri pipi. "Kak, akhirnya kau datang. Dokter bilang kita harus segera membayar biaya operasi sebesar dua puluh ribu Kredit Standar. Kalau tidak..."

Gerald mengeluarkan Kartu Aura Hitam (Abyssal) dari dompetnya. Kartu ini telah lama ia simpan, sebuah kunci ke kekayaan yang luar biasa. Hanya saja, sudah lama tidak ia gunakan!

"Aku sudah urus semuanya. Uangnya sudah ada. Ibu akan dioperasi hari ini juga," kata Gerald, suaranya meyakinkan.

Nadia terkejut. "Dua puluh ribu Kredit Standar? Bagaimana kau mendapatkannya? Bukankah Kak Clarisa tidak memberimu?"

"Bagaimana Aku mendapatkannya. Itu tidak penting sekarang," potong Gerald. "Aku akan menemui dokter. Kau jaga Ibu."

--

Di meja administrasi rumah sakit, seorang perawat menolak mentah-mentah kartu Gerald.

"Maaf, Tuan. Ini bukan kartu pembayaran biasa. Kami butuh transfer bank atau Kartu Aura Debit/Kredit yang valid."

Gerald menghela napas. Tentu saja. Kartu Standar 'Putra Mahkota' ini tidak dikenali oleh sistem bank umum. Ia mengeluarkan ponselnya dan menelepon kontak khusus.

"Aku butuh 50.000 Aurum ditransfer ke rekening rumah sakit ini sekarang. Pakai kode bank Vortez Hospital."

"Baik, Tuan Muda," jawab suara di ujung telepon dengan hormat.

Hanya dalam sepuluh detik, telepon terputus.

Perawat itu bersiap untuk mengusir Gerald. Ketika Tiba-tiba, bunyi notifikasi transfer masuk berdering di komputer mereka.

"Tunggu sebentar... transfer masuk sebesar... lima puluh ribu Aurum?!" Perawat itu terperanjat, matanya melebar tak percaya. Lima puluh ribu Aurum itu sekitar tujuh ratus lima puluh ribu Kredit Standar! Jauh di atas dua puluh ribu Kredit Standar yang mereka minta.

Gerald menatap perawat itu dengan dingin. "Lima puluh ribu Aurum. Gunakan dua puluh ribu Kredit Standar untuk operasi. Sisanya untuk perawatan terbaik VVIP Ibuku. Dan aku minta, kau urus perpindahan kamar Ibu ke bangsal VVIP elit, sekarang juga."

Wajah perawat yang tadinya sombong kini berubah pucat pasi dan penuh hormat. "Ba... Baik, Tuan! Maafkan kami atas ketidaknyamanan ini. Semuanya akan kami urus dalam lima menit."

Gerald tidak berkata apa-apa. Ia berbalik dan kembali ke kamar ibunya.

Bersambung...

*****

Catatan Informasi Mata Uang Novel

Kredit Standar ($KS) dan Aurum ($AU) adalah mata uang yang digunakan di dunia novel ini. Kredit Standar adalah mata uang dasar, sementara Aurum adalah mata uang besar (biasanya digunakan oleh orang-orang kaya dan berkuasa alias orang-orang elite)

Perbandingannya, 1 $AU sama dengan 15 $KS.

Lalu, Kartu Aura Hitam (Kartu Abyssal) adalah kartu debit Eksklusif yang menunjukkan kekayaan dan status. di bawah tingkatan kartu ini, masih ada kartu-kartu yang tingkatannya lebih rendah.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bertahan Hidup di Sebuah Pertunjukan
9.0
Acara realitas Jack Harper, seorang ahli bertahan hidup, berubah menjadi bencana setelah ledakan misterius. Ia terdampar di pulau terasing yang dipenuhi reruntuhan kuno serta suku berbahaya. Bersama sekelompok selebritas, Jack harus memimpin perjuangan untuk lolos dari maut. Namun, bahaya terbesar datang dari Mei Ling, kontestan yang menyimpan dendam dan berniat membunuhnya. Di tengah konspirasi dan pengkhianatan, Jack harus bertarung demi mengungkap kebenaran.
Sampul Novel Budak Nafsu
7.9
Lepas dari jerat nafsu bejat sang mertua, Ayu kini merajut asa baru bersama Alfons, kekasih sejatinya. Namun, jalan mereka terjal akibat dendam membara dari Maharani. Di tengah kejamnya dunia mafia berseragam yang sarat intrik, kekuatan cinta mereka diuji. Demi melindungi ketulusan rasa yang dimiliki, keduanya harus bertualang ke berbagai penjuru dunia, bertahan hidup dari kejaran musuh yang tak kenal ampun.
Sampul Novel Mafia In The Night
8.0
Demi ambisi besarnya, William, putra seorang bos mafia kejam, siap melakukan apa saja. Namun, sebuah pengkhianatan merenggut nyawa sang ayah, Ferdinand. Rosemary yang merupakan istri Ferdinand akhirnya mulai menyadari sisi gelap suaminya yang selama ini tersembunyi. Di tengah duka, William bertekad membalas dendam sekaligus membersihkan nama ayahnya dari fitnah. Meski jalannya dihalangi oleh seorang polisi wanita, William takkan mundur hingga peluru terakhir menyelesaikan segalanya.
Sampul Novel Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius
8.3
Wira, seorang sarjana genius dari masa depan, tiba-tiba terlempar ke masa lalu dan mendapati dirinya terbangun di sebuah rumah kumuh tanpa harta sedikit pun. Lebih buruk lagi, ia merasuki tubuh seorang sarjana tidak berguna yang gemar berfoya-foya dan kerap menyakiti istrinya sendiri. Enggan menyerah pada takdir barunya yang kelam, Wira bertekad mengubah nasib buruk ini. Menggunakan seribu satu pengetahuan modern dan teknologi dari masa depan yang ia kuasai, ia memulai langkah ambisius untuk membalikkan keadaan dan membangun kekayaan besar hingga menjadi sosok paling kaya di seluruh kerajaan.
Sampul Novel PUISI CINTA DARI TIMUR
8.3
Reinkarnasi maha dewa, Lu Sicheng dan Yang Zhu, harus terpisah akibat kelicikan Raja Iblis Xin Yi yang menghancurkan semesta lewat perang dahsyat. Kini, mereka terlahir kembali di kubu yang saling bermusuhan, yaitu suku dewa dan suku iblis. Dengan ingatan Yang Zhu yang telah dihapus sepenuhnya oleh Xin Yi, Lu Sicheng harus berjuang keras demi menyatukan kembali cinta mereka. Mampukah ia melawan takdir dan muslihat kejam ini dalam Puisi Cinta Dari Timur?
Sampul Novel Reinkarnasi Ke-dua di Dunia Lain
8.2
Demi melindungi Ratu dan rakyat Danirmala dari Demon Lord, sang penguasa agung Alfina rela gugur hingga kehilangan memorinya. Kini, ia terlahir kembali untuk kedua kalinya di sebuah dunia asing. Anehnya, Al hanya mampu mengingat masa-masa SMA saja. Tanpa kekuatan hebat dari masa lalunya, mampukah mantan raja ini bertahan? Simak perjuangan epik Al merintis kembali segalanya dari nol di dunia baru.