APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dia yang Dibawa Pulang, Aku yang Dilupakan

Dia yang Dibawa Pulang, Aku yang Dilupakan

Sejak Siti Kusuma hadir pada hari ulang tahunnya yang ke-16, kehidupan sang protagonis berubah drastis. Jason tega mencelakainya, sementara Anto mengusirnya dari rumah. Mengira kepergiannya hanya pemberontakan biasa, saudaranya justru membawa Siti ke Franzia. Mereka tidak tahu bahwa ia telah menandatangani kontrak permanen sebagai ahli kimia termuda di perusahaan rival terbesar mereka. Ketika mereka akhirnya menyadari kepergiannya yang selamanya, penyesalan mendalam pun terlambat datang.
Bab
Bagikan

Bab 4

Sudut pandang Kellen.

Besok adalah hari keberangkatan.

Aku pikir sisa waktuku akan berlalu dengan tenang, mungkin bahkan damai, sampai ponselku menyala dengan panggilan tak terduga dari Rio.

“Apa kamu bakal pulang untuk makan malam?” tanyanya.

Pertanyaan itu membuatku terkejut. “Mungkin tidak, aku sedang sibuk berkemas.”

Ada jeda. Kemudian aku mendengar suara napasnya yang samar di ujung telepon.

“Hari ini ulang tahunku,” katanya.

Oh ya. Aku tidak pernah lupa ulang tahun mereka sebelumnya. Tidak sekalipun, sampai tahun ini.

“Maaf,” gumamku, rasa bersalah mengaduk perutku.

Rio berbicara lagi, kali ini lebih lembut. “Jadi, pulang untuk makan malam? Aku membuat pasta. Favoritmu.”

Aku hampir menolak. Aku membayangkan masuk ke dalam ruang makan, hanya untuk merasa seperti orang asing di keluargaku sendiri sementara mereka bertiga mengitari Siti seakan dia adalah matahari.

“Siti tidak di rumah,” tambah Rio, seolah dia bisa mendengar setiap pikiran di kepalaku.

“Baiklah,” kataku.

Ketika aku tiba di vila Keluarga Kurniawan, Anto sedang di halaman menyiram tanaman. Dia pun menoleh dan tersenyum. “Ayo. Rio membuat makanan favoritmu.”

Rasanya hampir seperti masa lalu.

Di meja makan, Anto menuang anggur ke gelasku. Jason membawa keluar kue. Sementara Rio mengisi piring kami dengan pasta yang baru matang.

Suasana yang kukira akan dipenuhi dengan kecanggungan, ternyata tidak. Bahkan Jason bercakap dengan sopan, bertanya mengenai laboratorium seolah dia benar-benar peduli.

Lalu Rio berdehem. “Mau ikut kami ke Franzia?”

Membayangkan musim dingin di Prancis...

“Saat itu aku sudah bakal ada di labolatorium di Kuba,” kataku sambil berhati-hati memutar garpuku.

“Oh…” Rio menuduk melihat piringnya.

“Apakah tidak bisa ditunda?” tanya Jason. “Hanya beberapa hari, sampai kami kembali.”

“Aku sudah membuat janji/”

Anto pun memotong dengan lembut, menyodorkan piring salad segar kepadaku. “Kellen selalu serius. Tidak ada gunanya memaksanya ikut jika dia punya pekerjaan.”

“Mau lagi?” Anto terus memandangku. Seperti ada sesuatu yang ingin dia katakan tapi tidak bisa. Akhirnya, dia berdehem. “Rio berkata padaku…tentang hari itu. Pengawalmu. Joni, bukan?”

“Benar.”

“Gini...” Anto mulai, memilih kata-katanya dengan hati-hati. “Kamu tahu bagaimana orang-orang di sekitar Keluarga Kurniawan. Banyak yang mendekat dengan alasan yang salah. Penting untuk tahu siapa yang benar-benar peduli padamu dan siapa yang hanya mengejar keuntungan.”

Aku meletakkan garpuku, nafsu makanku hilang.

Joni adalah salah satu dari sedikit orang yang tidak memperlakukanku seperti aku mudah untuk dibuang. Dan sekarang, Anto mempertanyakan kesetiaannya.

“Joni orang baik,” kataku dengan datar. “Kalau kamu mau mengenalnya, kamu tidak akan bilang begitu.”

“Aku hanya menjagamu...”

Aku segera memotong. “Kamu sudah lama berhenti menjagaku. Ini bukan tentangku. Kamu hanya takut aku mungkin membocorkan rahasia keluarga kepada seseorang yang benar-benar memperlakukanku seperti manusia.”

Mata Anto melotot. “Kamu...”

Kedamaian yang rapuh itu pecah.

Jason membanting kursinya ke belakang dan berdiri, pipinya memerah karena marah. “Sudah kubilang, Anto. Dia bukan keluarga lagi. Dia manja dan buta. Bahkan tidak bisa membedakan kapan untuk berpihak pada orang luar.”

Aku juga berdiri. “Setidaknya aku tidak berpura-pura.”

“Duduk, Jason!” bentak Anto, matanya menyipit. Lalu dia menoleh padaku. “Aku sudah menyelidiki temanmu Joni. Dia berkaitan dengan salah satu saingan kita. Grup Wijaya. Kamu harus hati-hati dengan siapa yang kamu percayai,” lanjut Anto. “Membiarkan mereka dekat dengan lini produk kita bukan hanya sembrono, itu berbahaya. Jika kamu—”

“Cukup. Terima kasih atas perhatiannya, kakak, tapi aku bisa menjaga diri sendiri. Kakak tidak perlu berdiri di depanku, bertingkah seolah kamu berhak mempertanyakan teman-temanku.”

Jadi ini alasan mereka mengundangku makan malam. Bukan untuk merayakan ulang tahun Rio. Ini peringatan. Agar aku tetap dalam batasan. Kalau tidak...

Andai mereka tahu. Akulah yang akan bergabung dengan Grup Wijaya.

Makan malam itu berantakan dengan cepat setelah itu. Jason melempar piring ke lantai. Anto menatapku seperti aku pengkhianat. Dan Rio… Rio tidak mengatakan apa-apa.

Aku pun pergi tanpa sepatah kata pun.

Hari keberangkatan tiba lebih cepat dari yang kuharapkan.

Joni datang lebih awal, mengetuk ringan di pintu.

“Siap?” tanyanya, suaranya rendah. Maksudnya adalah segala yang akan datang setelahnya.

Aku mengangguk.

Hidupku dengan Grup Wijaya dimulai saat aku turun dari feri di Mankalis. Koordinator mereka menjemputku di pelabuhan dan memberiku satu hari untuk beristirahat sebelum membawaku ke vila.

Kompleks itu lebih mirip dengan rumah mewah dengan nuansa bangsawan tradisional, batu putih, taman hijau, dan rumah-rumah kecil yang tersebar di lahan seperti bidak catur dalam permainan yang baru saja kumulai.

Pak Adam Wijaya menemuiku di aula utama.

Usia awal tiga puluhan. Rambut pirang, mata cokelat. Rapi. Menawan. Dan sama sekali tidak seperti yang kuharapkan dari seorang pria yang dikabarkan memerintahkan eksekusi di sela-sela mencicipi anggur.

“Aku dengar kamu berasal dari keluarga seperti kami,” katanya dengan lancar. “Apa yang membuatmu pergi?”

“Orang tuaku meninggal,” kataku. “Jadi kurasa sudah waktunya untuk mengganti pemandangan.”

Dia mengangguk, matanya mempelajariku. “Sayang sekali. Seharusnya mereka pasti bangga pada gadis sepertimu.”

Lalu dia mendekat, suaranya merendah. “Jika ada seseorang yang ingin kamu hubungi… lakukan hari ini. Setelah malam ini, kamu akan menghilang dari radar.”

Dia lalu berjalan pergi, meninggalkanku dengan pilihan itu.

Aku mengeluarkan ponselku.

Jemariku berada di atas nama-nama, Anto, Jason, Rio.

Aku pun memilih Anto. Telepon berdering sekali. Dua kali. Lalu... “Kellen?” Itu Siti.

Dengan cemas, aku berkata, “Mana Anto?”.

“Dia bersama Jason. Dia suruh aku angkat teleponnya. Kamu bisa bilang padaku apa saja yang mau kamu sampaikan padanya.”

Di belakang, aku mendengar tawa. Anto. Jason. Bahkan Rio. “Ayo, Siti!” mereka memanggil dengan riang.

Aku menelan rasa sesak di tenggorokanku. “Tidak ada. Hanya memeriksa.”

Aku pun mengakhiri panggilan. Mengeluarkan kartu SIM. Menjatuhkannya ke tanah dan menghancurkannya di bawah tumitku.

Mulai besok, tidak akan ada Kellen Kurniawan. Hanya seorang gadis dengan nama baru. Hidup baru.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Kesempatan Kedua: Cinta Fatal dan Balas Dendam
9.4
Danielle sangat menyesali masa lalu yang menghancurkan keluarganya akibat salah memercayai orang. Kini, setelah terlahir kembali, ia bertekad memakai kecerdasan serta pesonanya untuk membalas dendam. Tak diduga, ia menjelma jadi sosok berpengaruh berkat identitas rahasia, hingga dilindungi empat keluarga besar dan kelompok pembunuh. Di puncak kejayaannya, sang suami tampan yang dulu ia abaikan kini kembali untuk mengklaim cintanya di hadapan dunia.
Sampul Novel Kupu-kupu Sang Miliarder
9.2
Di balik gemerlap malam pesisir Jakarta, Niela berjuang menjaga kehormatannya di tengah cemoohan. Namun, desakan sang ibu memaksanya masuk ke dunia kelam hingga bertemu Darren Alvaro Prayudha. Demi menyangkal cinta pandangan pertama yang hadir, sang miliarder memutuskan menawan Niela. Hubungan rumit ini justru perlahan mengungkap rahasia jati diri Niela yang misterius. Mampukah Darren akhirnya mengakui perasaan aslinya?
Sampul Novel Never Move On
9.6
Hubungan Nico dan Nina kandas saat kuliah karena terhalang restu orang tua, hingga Nico pergi ke Amerika. Enam tahun kemudian, Nina yang sebatang kara dan kehilangan rumah harus bekerja menjaga apartemen kosong. Kejutan datang saat Nico kembali sebagai pemilik tempat tersebut. Karena Nina tidak memiliki tempat tinggal, Nico memperbolehkannya menetap. Tinggal bersama membuat mantan kekasih ini harus berbagi ruang lewat aturan ketat demi menjaga profesionalitas.
Sampul Novel PENGANTIN DADAKAN (Menikah Dengan Chef)
8.6
Hidup Cantika berbalik seratus delapan puluh derajat akibat sebuah peristiwa tak disangka. Tanpa ada rencana atau persiapan, ia mendadak dipaksa masuk ke dalam pernikahan kilat yang sangat mengejutkan. Kenyataan baru sebagai istri yang datang tiba-tiba ini membuatnya dilingkupi rasa bingung sekaligus linglung. Kini, Cantika hanya bisa tertegun dan meratapi takdirnya yang berubah drastis dalam sekejap, terikat dalam pernikahan yang tak pernah ia bayangkan.
Sampul Novel PENYESALAN DI UJUNG CINTA YANG HILANG
8.3
Tiga tahun pernikahan Silvia dan Erik ternyata cuma kedok untuk aksi balas dendam. Usai memilih bercerai dan menghilang, Silvia kembali empat tahun kemudian dengan membawa anak perempuan mereka. Di sisi lain, Erik yang tengah bersiap menikahi perempuan lain justru didera rasa bersalah yang luar biasa. Begitu sadar bocah itu adalah putri kandungnya, Erik berjuang keras menebus dosa masa lalu demi meraih kembali hati Silvia dan menyatukan keluarga mereka.
Sampul Novel Rahasia Pria Tanpa Nama
8.5
Demi menghindari perjodohan paksa dengan lelaki paruh baya seumur ayahnya, Amanda memutuskan melarikan diri ke pantai. Namun, niatnya mencari ketenangan berubah drastis saat ia menemukan sesosok pria misterius yang terluka parah dan terapung di air. Ketika Amanda berusaha memberikan pertolongan, pria asing itu tiba-tiba tersadar dan membisikkan sebuah pesan penting. Kini, di tengah pelariannya sendiri, Amanda dihadapkan pada pilihan sulit untuk menyelamatkan nyawa pria tak dikenal tersebut.