APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dia Menjadi Gila Setelah Mengurungku di Gudang Pendingin

Dia Menjadi Gila Setelah Mengurungku di Gudang Pendingin

Demi menghukum pasangannya atas insiden yang membuat Nelly, cinta pertamanya, terkunci di kantor, William Yuardi mengurung wanita itu di gudang pendingin tak terpakai dengan semangkuk air. Namun, mesin pembeku itu mendadak aktif setelah ia pergi. Korban berjuang meminta tolong hingga dindingnya dipenuhi bekas darah dari jarinya. Tujuh hari kemudian, saat William membuka pintu untuk menuntut permohonan maaf, ia hanya menemukan seonggok mayat yang telah membeku sepenuhnya.
Bab
Bagikan

Bab 1

Cinta pertama William Yuardi tidak sengaja terkunci dalam kantor. Demi menghukumku, dia mengurungku ke dalam gudang pendingin untuk mengintrospeksi diri.

“Kamu juga harus rasakan penderitaan yang dialami Nelly. Dengan begitu, kamu baru bisa jera!”

William hanya memberiku semangkuk air sebelum mengunciku di dalam. Namun, dia tidak tahu bahwa gudang pendingin yang sudah tidak dipakai ini tiba-tiba menyala setelah dia pergi.

Aku yang kedinginan di dalam tidak berhenti meminta tolong. Baik di pintu maupun di dinding, terdapat bekas darah dari jariku.

Tujuh hari kemudian, William ingin aku meminta maaf dan membuka pintu gudang pendingin ini. Namun, yang dia temukan hanyalah seonggok mayat yang sudah beku.

Setelah sibuk seharian, William melirik jam dan bertanya, “Sudah 3 hari, Mandy masih belum mau ngaku salah? Wanita itu benar-benar keras kepala!”

Nelly, cinta pertama William membawakan semangkuk sup ayam dan berkata, “Wil, sudahlah. Dia juga bukan sengaja. Sudah 3 hari, hukumannya sudah cukup.”

Setelah melihat Nelly, ekspresi William pun melembut. “Kamu terlalu baik hati. Andaikan Mandy juga sepengertian kamu.”

“Nggak usah begitu marah. Dia cuma terlalu peduli padamu.”

Setelah mendengar ucapan Nelly, William mengeluarkan ponselnya dan bertanya pada bawahannya, “Mandy sudah ngaku salah?”

“Belum. Tapi, di dalam nggak ada suara. Pak William, apa mungkin sudah terjadi sesuatu?”

“Memangnya apa yang bisa terjadi? Kalau dia masih nggak mau ngaku salah, biarkan saja dia lanjut tinggal di dalam!”

Seusai memutuskan sambungan telepon, wajah William kembali menjadi dingin. Sementara itu, Nelly terlihat sangat bangga.

‘William, kamu nggak akan pernah dapat balasan dariku lagi. Sebab, aku sudah mati!’

Tiga hari lalu, aku sudah mati. Setelah mereka semua pergi, gudang pendingin itu tiba-tiba menyala. Aku yang berada di dalam seorang diri tidak berhenti meminta tolong, tetapi tidak ada yang menolongku.

Awalnya, masih terdengar suara percakapan orang di luar pintu. Aku pun berusaha menggedor pintu dan meminta tolong. Namun, penjaga pintu bersikap sangat dingin.

“Kata Pak William, kamu harus introspeksi diri di dalam. Nyonya, jangan persulit kami.”

“Jangan! Aku mohon. Gudang pendingin ini sudah menyala! Cepat keluarkan aku!”

Namun, tidak terdengar suara apa pun lagi dari luar. Mereka sudah pergi. Awalnya, aku masih merasa tenang dan berusaha mencari jalan keluar. Namun, seiring dengan suhu yang bertambah rendah, aku sama sekali tidak mampu berpikir lagi. Aku hanya bisa berlari berkeliling untuk meningkatkan suhu tubuhku.

Pada akhirnya, aku bahkan tidak mampu berlari lagi dan merasa seluruh tubuhku sudah membeku. Aku meringkuk di ujung ruangan dan berharap bisa mendapatkan sedikit kehangatan.

Gudang ini awalnya digunakan untuk menyimpan makanan laut beku. Setelah barangnya dipindahkan, yang tersisa hanyalah rak. Aku menumpuk rak-rak itu di depanku dengan harapan bisa menahan hawa dingin. Namun, itu tetap tidak berguna.

Saat menyadari diriku akan segera mati, hatiku juga perlahan-lahan menjadi dingin. Saat melihat mayatku sendiri, aku benar-benar terkejut. Tubuh yang ditutupi dengan es di sudut ruangan itu adalah aku. Mataku dipenuhi dengan keputusasaan, kesepuluh jariku berdarah, sedangkan pintu dan dinding dipenuhi dengan bekas cakaranku.

Baru saja aku ingin mendekati mayatku, tubuhku tiba-tiba disedot oleh suatu energi dan datang ke sisi William. Saat mendengar ucapannya saat ini, aku merasa dia sangat konyol.

‘William, aku sudah introspeksi diri dengan pakai nyawaku. Di kehidupan selanjutnya, aku nggak mau ketemu sama kamu lagi!’

Aku berdiri di samping sambil menatap William dan Nelly yang saling bertatapan. Nelly menunjukkan ponselnya dan berkata, “Wil, aku sudah pesan tiket pergi ke pameran lukisan. Besok, temani aku ke sana, ya!”

“Oke. Ini sudah malam, kamu pergi istirahat saja dulu.”

Nelly menarik tangan William dan berkata, “Aku takut gelap. Temani aku, ya.”

William merasa tidak berdaya dan hanya bisa bangkit dari tempat duduknya.

Aku sudah lupa bahwa Nelly tinggal di rumahku. Sejak dia pulang dari luar negeri, hal pertama yang dilakukannya adalah menghubungi William. Dengan alasan dia merasa asing dengan tempat ini, dia meminta untuk tinggal bersama kami.

Hal ini benar-benar sangat konyol. Dia adalah penduduk kota ini dan baru hidup di luar negeri selama 5 tahun. Kenapa dia bisa merasa asing dengan tempat ini?

Ketika aku membantah, William hanya menjawab dengan kesal, “Mandy, orang tuanya nggak tinggal di sini. Apa kamu tahu seberapa bahaya seorang wanita tinggal sendiri?”

Aku tahu. Sebab, sebelum menikah, aku juga tinggal sendiri. Pada saat itu, William memberitahuku, “Mandy, wanita harus hargai dirinya. Sebelum nikah, aku nggak mau kita tinggal serumah.”

Setelah dipikir-pikir sekarang, dia benar-benar berstandar ganda.

William menemani Nelly pergi ke kamar tamu. Kamar tamu itu sebenarnya adalah kamar yang berada di samping kamar tidur utama dan ingin kubuat menjadi kamar anak kelak. Hanya saja, begitu datang, Nelly mengatakan dia menyukai kamar ini karena kamarnya terang. William pun langsung membiarkan dia menggunakan kamar itu.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Gairah Liar Uncle Sam
9.6
Dalam keheningan malam yang menegangkan, Shila harus menahan rasa sakit dan gejolak gairah saat Sam menyentuhnya. Di tengah situasi berisiko tinggi ini, Sam memperingatkan Shila dengan bisikan lirih agar tetap diam. Mereka harus menyembunyikan hubungan terlarang ini dengan sangat hati-hati, sebab orang tua Shila berada sangat dekat dan bisa mendengar setiap suara di dalam rumah. Ketakutan akan ketahuan membuat hubungan rahasia mereka terasa kian mencekam.
Sampul Novel I Hate Birthday Party
8.5
Di sebuah kamar hotel mewah, seorang pemuda tampan melontarkan hinaan pedas pada gadis yang telah ia bayar tiga kali lipat. Dengan dingin, ia mempermainkan kepercayaan Tiara—menyentuhnya, menciumnya, namun justru menolaknya saat tubuhnya tak merespons. Rasa malu dan patah hati itu menghancurkan Tiara yang sudah hidup bagai boneka tak layak. Ia hanya bisa bergumam lirih, bertanya mengapa harus dibayar semahal itu jika akhirnya ditolak. Namun di balik tragedi itu, sebuah janji menggema penuh ancaman: "Aku akan mengeluarkanmu dari sana! Tunggu dan lihat saja apa yang akan kulakukan padamu, Tiara!" Sebuah awal dari kisah gelap yang penuh amarah, dendam, dan hasrat yang tak terduga.
Sampul Novel Pria Pertamaku
9.6
Alex Rayyan berkomitmen menjaga cinta sejatinya kepada sang mantan istri, Rania. Sementara itu, rumah tangga kedua Rania bersama Harris justru berujung kehancuran akibat isu keturunan dan perselingkuhan. Harris terbukti kembali pada mantan tunangannya, diperparah intrik mertua yang mendesak perceraian. Saat Rania terpuruk dalam kepedihan, mampukah ia menata kembali hidupnya? Dapatkah Alex membuktikan sumpahnya untuk hadir dan melindungi Rania lagi?
Sampul Novel Sang Abdi
8.0
Kirana, gadis tunarungu yang kesulitan mendapat jodoh, dinikahkan ayahnya dengan Farhan, duda berumur empat puluh tahun. Farhan setuju karena utang budi, tetapi ia mengajukan syarat ekstrem yang wajib dipatuhi keluarga Kirana. Kini, Kirana harus berbakti dalam pernikahan yang gelap, di mana suaminya masih berhubungan intim dengan anak angkatnya bahkan ibu kandung Kirana. Sanggupkah kesabaran Kirana berujung bahagia?
Sampul Novel Terpikat Pesona Guru Muda
8.7
Maya Ailenn, siswi populer yang tidak tertarik pada lelaki sebayanya, justru menaruh hati pada pria dewasa. Ketertarikan ini menyeretnya ke dalam cinta segitiga rumit dengan gurunya sendiri, Dewangga, dan tunangannya yang bernama Sarah. Walau menyadari Dewangga akan segera melangsungkan pernikahan, Maya tidak mau mundur. Ia bahkan rela menyerahkan hal paling bernilai dalam hidupnya demi merebut sang guru. Akankah obsesi Maya berhasil, atau ia harus menelan kekalahan pahit dari Sarah?
Sampul Novel Yours
8.3
Azka, anak konglomerat yang mandiri dengan bisnis musiknya, menyembunyikan rahasia disfungsi seksual di tengah desakan pernikahan dari keluarga. Tak sengaja, ia bertemu Rena, stafnya sendiri, saat makan malam kantor. Demi menuruti tuntutan orang tua, Azka nekat melamar Rena hanya beberapa hari setelahnya. Akankah ia tega meninggalkan kekasihnya demi Rena? Bagaimana kelanjutan pernikahan tanpa dilandasi rasa cinta ini?