APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dia Bukan Milikku

Dia Bukan Milikku

Tugas negara adalah prioritas Letnan Imam, tetapi pengkhianatan Serda Resti merusak janji suci mereka. Walau Resti kini milik pria lain, bayangnya belum hilang. Usai kecelakaan, Imam menemukan cinta baru dalam diri Dokter Utami. Namun, misi di Lampung mempertemukannya dengan Lita, siswi yang sangat mirip dengan Resti. Saat kesetiaan Imam diuji, Utami memilih mundur, sementara Lita sendiri sudah punya kekasih. Siapa yang akan mengisi kekosongan hati sang Letnan?
Bab
Bagikan

Bab 1

Aku adalah seorang prajurit Marinir berpangkat Letnan Satu bernama Muhammad Imam Setiawan. Hari ini aku menginjakkan kaki ke bumi pertiwi setelah tiga puluh bulan bertugas bersama pasukan perdamaian dunia di Lebanon.

Di Lantamal V Surabaya ini aku tak dijemput seorangpun. Kartika, adikku sedang melahirkan di Kertosono, kota kelahiranku. Sejak dua hari yang lalu Kartika diberitakan sudah mengalami kontraksi, namun sampai pagi hari ini belum ada kabar kelahiran cucu pertama dari kedua orang tuaku. Sebelum kepulanganku ke tanah air, aku sudah berpesan pada bapak dan ibu untuk menemani Kartika sampai dengan selesai persalinan, tak perlu menjemputku di Surabaya.

Hiruk pikuk para keluarga yang menjemput pasukan kami tampak melepas haru. Aku sendiri yang datang tanpa jemputan sanak saudara. Ada harapan di hati ini untuk dijemput oleh Resti, sang pujaan hati. Sudah beberapa bulan ini nomor ponselnya tidak aktif, mungkin dia ganti nomor tanpa memberi tahuku. Tak masalah bagiku, karena aku telah berjanji akan menikahinya selepas pulang dari Lebanon.

Setelah mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru, tampak sosok anggun yang selama ini memenuhi ruang hati. Dia terlihat celingukan mencari diriku. Aku mendekat dan berbisik dari arah belakang, “Cari siapa?”

Wanita cantik itu berbalik, lalu memberikan hormat padaku, aku membalas hormatnya lalu tersenyum. “Selamat datang di bumi pertiwi Letnan.”

Kami berjalan beriringan meninggalkan kerumunan, “Apa kabarnya Dek?”

“Alhamdulillah baik, Mas. Mas apa kabarnya? Tambah hitam aja.” ucapnya sambil mengulum senyum yang sangat menggemaskan.

“Beneran kerja berarti.” Resti malah tertawa renyah.

“Dek Resti sudah sarapan? Mas pengen ngerasain soto nih. Kayaknya hampir lupa rasanya soto.”

“Ayo kita ke kantin, nanti Resti traktir Mas, biar inget sama makanan Indonesia.”

“Dek Resti duluan ya, Mas mau naro ransel dulu di mess. Pesan aja duluan ya!”

“Iya, Mas. Mau kopi atau teh?”

“Kopi hitam aja.” Resti mengangguk sambil tersenyum yang membuatku semakin dimabuk cinta.

Pandanganku menyisir seluruh area kantin, terlihat seorang kowal berpangkat sersan satu melambaikan tangan padaku. Aku mendekat sambil menebar senyum.

“Soto dan kopinya sudah datang, silahkan dinikmati.”

Sambil makan, aku bercerita tentang kisahku ketika berdinas di Lebanon. Resti tampak antusias menyimak ceritaku. Setelah selesai makan aku mengeluarkan sebuah gelang buatan warga Lebanon lalu memberikannya ke Resti, “Mas belum sempat beli yang mahal, ini hasil karya dari warga di Lebanon. Mas bawa banyak buat oleh-oleh, ini yang pantas buat Dek Resti.”

“Wah, terima kasih ya.” Resti langsung memakai gelang itu.

“Oh ya, Mas. Keluargamu kok gak ada yang jemput?”

“Kartika sedang melahirkan, bapak sama ibu siaga nunggu cucu pertamanya. Setelah ini Mas mau pulang ke Kertosono, supaya bisa sholat Jum’at bareng bapak di kampung.”

“Salam untuk bapak dan ibu ya, semoga persalinan Kartika diberi kemudahan dan kelancaran, ibu dan bayinya sehat semua.”

“Amin, terima kasih doanya. Kayaknya Mas ga bisa lama-lama disini, mau izin komandan dulu biar bisa pinjam mobil untuk pulang.”

“Hati-hati di jalan.” Pipinya yang semu menambah aura cantik Resti, ditambah polesan lipstik warna nude membuatku enggan beranjak.

“Ayo berangkat, nanti keburu siang lho!”

Aku berdiri sambil mengangguk, “Terima kasih traktirannya,” ucapku lalu menjauh, Resti memberiku hormat, kemudian aku membalas hormatnya dan pergi.

***

Satu jam perjalanan Surabaya-Kertosono, mobil yang kukendarai berhenti dirumah bapak. Pintu rumah terkunci, berkali-kali aku mengucap salam namun tak ada balasan dari dalam rumah. Aku memutar ke samping, di bagian samping rumah terdapat Masjid. Setelah bebersih diri, aku masuk ke Masjid lalu sholat sunah dua rakaat. Membaringkan badan kemudian memejamkan mata, merasakan ketenangan dan kenyamanan di rumah Allah, di kampung halaman tercinta.

Tiba waktu Zuhur, aku mengumandangkan adzan memanggil warga sekitar untuk menunaikan ibadah sholat Jum’at. Selesai membacakan adzan beberapa warga yang sudah datang menyalamiku dan menyapa ala kadarnya. Dari penjelasan para tetangga, aku menyimpulkan bahwa bapak dan ibu masih di klinik tempat Kartika bersalin. Lalu pandanganku menjurus pada sosok pria yang paling pertama kulihat dimuka bumi ini. Bapak masuk ke dalam masjid dengan menggunakan baju koko coklat dan peci hitam berjalan ke arahku. Aku berlutut di depannya, lalu mencium punggung tangan yang hampir keriput. Bapak mengangkat bahuku, kemudian merangkulku sangat lama. Butiran air mata sontak mencelos dari kedua sudut mataku.

“Maafin Imam, Pak.”

“Kamu gak salah, kenapa minta maaf. Kartika sudah melahirkan tadi subuh, anaknya perempuan, sehat. Ibumu masih nunggu di klinik.”

“Alhamdulillah.”

Selesai sholat Jum’at, aku dan bapak menyusul ibu ke klinik. Sosok wanita terhebatku menunggu di depan klinik. Aku segera berlutut dan mencium tangannya, ibu merangkulku dengan penuh kasih sayang. Dua tahun setengah kepergianku ke Lebanon bukanlah waktu singkat, kuusap lelehan air mata ibu yang menggenang di pipinya yang tirus. “Aku sudah pulang, Bu. Alhamdulillah Allah melindungiku berkat doa bapak dan ibu.”

Ibu menarikku ke dalam ruang perawatan, Kartika adikku duduk bersandar sambil menggendong bayi mungil, “Le, Pakde datang.”

Kartika meraih tanganku dan mencium punggung tangan kananku, lalu aku mencium bayi merah itu.

Malam ini kami semua sudah berkumpul di rumah bapak. Kami mengobrol hingga larut malam, hingga akhirnya bapak berkata, “Mam, kapan kamu mau nikah? Sekarang kamu sudah jadi pakde. Jangan sampai dilangkahi oleh Aisyah, sebentar lagi dia lulus jadi perawat berarti dia juga siap nikah.”

Aku tersenyum mendengar pertanyaan bapak, “insya allah sebentar lagi pak, gadis yang Imam sukai juga sudah siap. Imam akan mengatur waktu yang tepat agar bapak melamarnya untuk Imam.”

“Alhamdulillah kalau begitu, Ibu yakin pilihanmu tidak salah. Meski begitu, jangan pernah berhenti berdoa, minta petunjuk pada gusti Allah untuk jalan yang terbaik,” ibu memberi saran.

“Iya, Buk,” jawabku

“Kamu punya fotonya? Bapak pengen liat calon mantu pilihanmu,” pinta bapak.

Aku mengeluarkan ponsel dan menunjukkan beberapa foto Resti, baik yang sendiri maupun yang bersamaku.”

“Ayu tenan, gak salah pilih, Mam!” Bapak tampak senang melihat gadis cantik itu.

“Ternyata selera anak Ibu kowal toh,” Ibu berkata sambil melirikku.

Aku hanya mengulum senyum mendengar komentar positif dari kedua orang tuaku.

“Orang tuanya sudah tau kalau kamu suka sama anaknya?” tanya bapak.

“Bapaknya komandan Imam dulu sebelum dinas ke Lebanon, kalau mau pesiar bareng Resti biasanya Imam selalu izin sama komandan.”

“Oh, namanya Resti.”

“Syukurlah kalau begitu.”

***

Senin pagi aku sudah bersiap di pinggir lapangan persiapan apel rutin. Dari jauh aku melihat sebuah mobil berhenti digerbang. Dari balik kaca mobil aku jelas melihat Resti diantar seseorang, lalu Resti mencium tangan orang itu, kemudian Resti keluar dan memberi lambaian tangan ketika mobil itu menjauh. Siapa yang mengantar Resti? Hati ini mulai merasa perih. Tak jauh dari tempatku berdiri, lewatlah pak Diman yang baru saja membersihkan pekarangan.

“Pak Diman, tadi itu siapa yang mengantar Serda Resti?”

“Oh, Innova item itu ya? Itu suaminya, Letnan.”

Duar…. Kepala ini serasa tertimpa batu ratusan kilo.

“Serda Resti anaknya Kolonel Teguh sudah menikah?”

“Sudah, mungkin sekitar enam bulan yang lalu. Kalau gak salah Serda Resti itu baru sembuh, kemarin mabuk hamil muda. Baru minggu kemarin beliau aktif dinas lagi.”

Aku menghembuskan nafas kasar, kecewa ini sudah sampai di ubun-ubun.

Resti, kenapa kamu tega menikah dengan orang lain tanpa memberi tau aku, kenapa kamu menitipkan salam untuk kedua orang tuaku, kenapa kamu menjemputku ketika aku baru datang, kenapa kamu memberiku harapan, kenapa ….

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Dikira Selingkuhan Kakakku
8.3
Akibat panggilan sayang dan kiriman uang dari kakaknya, seorang gadis dituduh sebagai wanita simpanan oleh calon kakak iparnya. Kelompok perundung mendatangi rumah barunya, merusak bangunan tersebut, merobek pakaiannya, dan memotretnya dengan kartu pelajar untuk mempermalukannya di forum kampus. Namun, situasi berbalik menegangkan ketika sang kakak tiba. Menatap adiknya yang ditindas, amarahnya meledak dan ia siap membalas siapa saja yang mengusik keluarganya.
Sampul Novel DENDAM INDRIANA
9.0
Dunia Indriana hancur seketika setelah pernikahan mendadaknya dengan Andi. Tak hanya kehilangan ayah tercinta, ia juga harus menghadapi kenyataan pahit menjadi janda dalam semalam. Terungkapnya perselingkuhan dan pengkhianatan keji seketika memusnahkan kepercayaannya pada cinta. Kini, putri terpandang yang terluka ini bangkit dengan kemarahan membara. Ia bertekad membalas dendam pada semua orang yang telah merusak hidupnya. Sanggupkah ia melewati ujian berat ini?
Sampul Novel Jebakan Utang Mafia
8.8
Evelyn Rossi harus menanggung utang peninggalan sang kakek kepada bos Kartel La Sanguina yang kejam, Riccardo Valentini. Saat bekerja di kedai pizza kedok mafia, Evelyn justru memicu obsesi gelap Riccardo. Ia sempat melarikan diri dan dilindungi oleh kepala mafia Rusia, Nikolai Volkov, selama empat tahun. Namun, Riccardo berhasil menculiknya kembali. Kini, Evelyn terjebak di tengah perseteruan maut antara obsesi posesif Riccardo dan ketulusan cinta Nikolai.
Sampul Novel King Of King
8.2
Di Negeri Awan, selir keempat Kaisar Oro, Elisabet, melahirkan Starling saat bintang raksasa bersinar. Namun, hasutan kejam seorang dukun membuat Kaisar curiga bahwa bayi itu adalah anak Jenderal Robert. Sang penguasa pun didesak mengorbankan darah dagingnya sendiri sebagai tumbal demi kedamaian istana. Di tengah ancaman maut dari Oro, akankah hasrat berkuasa sang ayah melibas kasih sayangnya pada Starling?
Sampul Novel Rahasia Kasus Kehilangan Cewek Cantik
8.4
Kota ini dicengkeram teror oleh aksi kejam komplotan bertopeng yang menculik ibu rumah tangga dan gadis muda. Sebagai jurnalis wanita, aku berusaha membongkar kasus mengerikan di mana para korban disekap, ditelanjangi, dan disiksa sebelum akhirnya dilepaskan. Penyelidikan ini menjadi sangat berbahaya karena para pelaku di balik topeng tersebut ternyata adalah sosok-sosok terkenal dan berpengaruh yang memanfaatkan kekuasaan mereka untuk bertindak keji tanpa terdeteksi.
Sampul Novel PRIA BERKEKUATAN MONSTER DI DALAM DINDING YANG TIDAK AKAN MUDAH DI HANCURKAN
8.2
Akibat eksperimen kejam, Shin yang berasal dari kalangan bawah kini memiliki kekuatan monster. Di bawah dominasi Maou selama berabad-abad, kepemimpinan manusia mulai diragukan. Shin bersama rekan-rekannya bertekad meruntuhkan pemerintahan yang tidak adil ini sekaligus membongkar rahasia besar yang tersembunyi. Mampukah mereka memulihkan dunia, ataukah kehancuran akibat dosa masa lalu ini mustahil diperbaiki? Siapakah yang akan punah terlebih dahulu?