APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Di Bawah Langit London

Di Bawah Langit London

Karina, manajer hotel asal Indonesia, terbang ke London untuk memimpin proyek renovasi aset keluarganya. Di sana, ia harus bekerja sama dengan Henry, arsitek lokal yang sangat keras kepala. Ketegangan profesional mereka berubah rumit saat identitas Henry terungkap sebagai pria yang dijodohkan dengannya. Walau awalnya dingin, perlahan tumbuh perasaan cinta di antara keduanya. Kini, mereka terjebak dilema antara mengikuti kata hati atau tunduk pada ekspektasi besar keluarga.
Bab
Bagikan

Bab 3

Karina menghabiskan sisa hari itu dengan mempelajari detail-detail proyek renovasi di kamarnya. Dokumen-dokumen berisi anggaran, desain, dan jadwal pembangunan menumpuk di atas meja, dan dia tenggelam dalam analisis mendalam. Meskipun pertemuannya dengan Henry tadi terasa menegangkan, Karina tahu bahwa dia harus tetap rasional dan profesional dalam menyikapi segala hal. Tugas utamanya adalah memastikan proyek ini selesai tepat waktu dan sesuai anggaran, tanpa mengorbankan kualitas.

Namun, di tengah-tengah kerja kerasnya, sebuah pesan masuk di ponsel miliknya. Itu dari ibunya, Alicia Sutanto.

"Bagaimana hari pertamamu, Karina?" tulis ibunya dalam pesan tersebut.

Karina berhenti sejenak, merenung sebelum membalas. Dia tahu bahwa ibunya sangat mengawasi kemajuan proyek ini, dan memberikan laporan jujur adalah bagian dari tanggung jawabnya. Namun, dia tidak ingin terdengar terlalu khawatir atau negatif di awal perjalanan ini.

"Berjalan baik, Ma. Saya sudah bertemu dengan tim dan Henry Whitmore. Ada beberapa perbedaan pandangan, tapi semuanya masih terkendali."

Tidak butuh waktu lama untuk Alicia membalas. "Henry adalah arsitek yang hebat. Dia sudah bekerja dengan banyak properti bersejarah di Eropa. Dengarkan pendapatnya, tapi jangan lupa bahwa kamu juga yang memimpin proyek ini. Ingat tanggung jawabmu."

Karina menghela napas panjang setelah membaca pesan itu. Ibunya benar, dia harus tegas tetapi juga terbuka terhadap masukan. Proyek ini adalah ujian besar baginya, dan setiap langkah yang dia ambil akan diperhitungkan oleh keluarganya. Mereka mempercayakan proyek ini padanya bukan karena darah, tapi karena mereka tahu dia mampu memimpin.

"Saya akan berusaha, Ma."

Malam itu, Karina hampir tidak bisa tidur. Dia terus memikirkan bagaimana membangun komunikasi yang baik dengan Henry. Mereka perlu bekerja sama, tetapi Karina juga tahu bahwa perbedaan gaya kepemimpinan mereka akan terus menjadi tantangan.

***

Keesokan harinya, Karina kembali ke lokasi renovasi di hotel. Kali ini, dia sudah menyiapkan beberapa usulan revisi terhadap konsep desain Henry yang ingin dia diskusikan secara langsung. Dia berharap pertemuan hari ini bisa lebih konstruktif daripada pertemuan sebelumnya.

Saat tiba di lokasi, Karina melihat Henry sudah ada di sana, berbicara dengan beberapa anggota tim arsitektur sambil memeriksa area lobby yang sedang direnovasi. Henry tampak fokus dan penuh perhatian, menunjukkan profesionalisme tinggi. Karina menghargai dedikasi itu, meskipun dia masih merasa ada jarak di antara mereka.

"Pagi, Mr. Whitmore," sapa Karina saat mendekatinya.

Henry menoleh dan tersenyum kecil. "Pagi, Miss Sutanto. Sudah siap untuk melihat progres hari ini?"

"Tentu," jawab Karina sambil membuka tablet yang memuat data-data dan desain revisinya. "Saya juga ingin membahas beberapa revisi yang saya pikir bisa kita terapkan untuk menyeimbangkan estetika dan efisiensi."

Henry menatap tablet Karina sejenak, kemudian mengangguk. "Baiklah, mari kita lihat."

Karina mulai menjelaskan usulannya, memperlihatkan bagaimana beberapa elemen desain bisa disederhanakan tanpa mengorbankan keindahan atau keaslian bangunan. Salah satu contohnya adalah penggantian bahan lantai yang lebih murah namun tetap elegan, serta penyesuaian tata letak beberapa ruangan agar lebih praktis bagi operasional hotel.

Namun, sepanjang penjelasan Karina, Henry tampak tak sepenuhnya setuju. Pandangannya tetap tenang, tetapi dari caranya memandang tablet dan mendengarkan, Karina bisa merasakan bahwa Henry menyimpan keraguan.

"Desain ini lebih ekonomis, memang," ujar Henry setelah Karina selesai berbicara. "Tapi, seperti yang saya katakan kemarin, kita perlu sesuatu yang spektakuler. Mengurangi kualitas material mungkin akan berdampak pada pengalaman tamu. Hotel ini bukan hanya tempat untuk tidur, ini adalah pengalaman yang mereka cari."

Karina mengangguk, berusaha bersikap terbuka. "Saya setuju dengan itu, tetapi kita juga harus memastikan hotel ini tetap fungsional. Tidak ada gunanya memiliki desain yang mewah jika operasional hotel terganggu atau biayanya membengkak terlalu jauh."

Henry menatapnya beberapa saat, lalu menyilangkan tangan di dada. "Anda benar dalam hal efisiensi, tetapi saya ingin Anda mempertimbangkan dampak jangka panjang. Desain yang baik akan meningkatkan reputasi hotel dan menarik lebih banyak tamu elit. Itu juga akan meningkatkan nilai properti secara keseluruhan."

Diskusi mereka semakin intens, dan tim lain mulai merasakan ketegangan. Karina tahu bahwa Henry bukan orang yang mudah diyakinkan, tapi dia juga bukan tipe yang mudah menyerah.

"Saya paham tujuan Anda, Henry," kata Karina dengan nada yang lebih tegas. "Namun, saya juga harus mempertimbangkan keseluruhan proyek. Ada batasan anggaran dan waktu yang tidak bisa kita abaikan. Kita harus mencari jalan tengah di sini."

Henry terdiam sejenak, menatap Karina dengan tatapan yang lebih lembut. "Saya rasa kita berdua sama-sama ingin yang terbaik untuk hotel ini, Karina. Tapi, kita harus saling percaya. Saya di sini bukan untuk membuat proyek ini gagal, saya ingin melihat hotel ini berhasil."

Karina menatapnya kembali, merasakan bahwa di balik sikap profesional Henry, ada rasa tanggung jawab yang tulus terhadap proyek ini. "Saya juga ingin yang terbaik, Henry. Itu sebabnya kita harus menemukan keseimbangan yang tepat. Ini adalah tanggung jawab saya kepada keluarga dan seluruh tim di sini."

Henry tersenyum kecil. "Baiklah. Mari kita lihat bagaimana kita bisa bekerja sama lebih baik ke depannya."

***

Seiring berjalannya waktu, Karina dan Henry mulai belajar untuk lebih saling memahami meski perbedaan tetap ada. Setiap kali mereka bertemu, perdebatan selalu hadir, tetapi perlahan, ada kesadaran bahwa kedua belah pihak memiliki tujuan yang sama yaitu membuat hotel ini menjadi yang terbaik di London.

Namun, ketegangan antara mereka tidak sepenuhnya hilang. Karina masih merasa bahwa Henry sering kali terlalu keras kepala dalam hal artistik, sementara Henry menganggap Karina terlalu fokus pada anggaran. Keduanya terus berhadapan dengan tantangan baru setiap hari, dari masalah konstruksi hingga perubahan desain yang mendesak.

Di tengah-tengah semua itu, Karina mulai memperhatikan hal lain. Henry, di balik sikap profesionalnya, ternyata memiliki sisi yang lebih pribadi. Beberapa kali dia mendengar anggota tim berbicara tentang Henry yang dikenal sebagai arsitek berbakat tetapi juga sosok yang sangat mandiri dan jarang terlibat secara emosional. Henry tampak seperti seseorang yang lebih nyaman menyendiri daripada terlibat dalam hubungan interpersonal yang lebih dalam.

Karina tertarik, tetapi dia tetap fokus pada pekerjaannya. Bagaimanapun, tugas utamanya adalah memimpin renovasi hotel ini hingga selesai. Namun, dia tidak bisa mengabaikan perasaan bahwa hubungan mereka mungkin akan berkembang menjadi sesuatu yang lebih dari sekadar profesional. Henry adalah pria yang kompleks, dan Karina tahu bahwa di balik dinding profesionalismenya, ada cerita yang lebih dalam, cerita yang mungkin akan terbuka seiring waktu.

Sementara itu, bayang-bayang Big Ben terus mengintai di luar jendela hotel, seolah mengingatkan Karina bahwa tantangan besar lainnya selalu menunggu di setiap tikungan.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Gadis Bucin Dan Cowok Dingin
8.3
Logika kerap kali buta karena asmara, menyisakan luka mendalam di dalam dada. Walau diwarnai kepedihan dan obsesi, perasaan ini rupanya menyimpan kekuatan misterius. Siapa sangka, kasih sayang justru hadir sebagai obat paling mujarab untuk memulihkan duka? Kisah ini mengulas bagaimana keajaiban sebuah rasa mampu menyentuh relung jiwa terdalam, sekaligus mengubah penderitaan menjadi kebahagiaan yang nyata bagi mereka yang merasakannya.
Sampul Novel Ketika Cinta Tak Mendapat Musimnya
8.7
Tujuh tahun mendampingi Navish sebagai sekretaris sekaligus kekasih rupanya tidak menjamin kebahagiaan Cassia. Pengkhianatan Navish yang bertunangan dengan wanita lain membuat Cassia hancur dan berniat mundur. Meski Navish tiba-tiba membatalkan pertunangan itu secara publik, kejutan pahit menanti Cassia di sebuah acara lelang. Alih-alih dilamar, Cassia harus menghadapi kenyataan pahit saat sosok cinta sejati Navish muncul dengan wajah yang sangat mirip dengannya. Cassia pun tersadar bahwa selama ini dirinya hanyalah pengganti.
Sampul Novel Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda
7.9
Bertemu kembali dalam rapat kerja, Lunara Angkasa berusaha keras menjauhi sang mantan, Kayden Narasoma. Khawatir rahasia anak mereka terungkap, ia memilih bersikap profesional. Kayden yang salah paham berniat membalas dendam demi memuaskan luka lamanya. Namun, saat melihat Lunara terpuruk, ego miliarder itu runtuh dan ia justru ingin hidup bersama mereka. Ketika kebenaran akhirnya terungkap, Kayden tersadar bahwa dendamnya hanya menyakiti dirinya sendiri, sementara Lunara tetap kukuh menjaga batas.
Sampul Novel Musuh Tapi Menikah
7.9
Jihan Aiyana Abimanyu dan Septian Erlangga Wijaya selalu berseteru layaknya Tom and Jerry setiap kali bersua. Padahal, orang tua mereka telah menjalin persahabatan erat sejak masa SMA. Situasi kian memanas ketika kedua keluarga tiba-tiba memutuskan untuk menjodohkan mereka. Apakah keduanya akan menentang keputusan tersebut, atau justru terpaksa menerimanya? Saksikan lika-liku hubungan penuh perselisihan ini saat mereka dipaksa menikah dan mencoba menjadi pasangan yang normal.
Sampul Novel Obsesi Gila Sang Billionare
9.1
Mars Callesthene King, pebisnis ulung sekaligus bos mafia yang kejam, menaruh obsesi gelap pada Vanylla Emerald Wright di tengah perseteruan bisnis dengan keluarga wanita itu. Meski Vanylla sangat membenci Mars dan melarikan diri hingga ke Inggris, sang miliarder tetap memburunya tanpa ampun. Di bawah lindungan Jared, kakak laki-lakinya, Vanylla terus dibayangi jerat hasrat sang iblis. Akankah benih cinta dapat tumbuh di tengah obsesi berbahaya yang mengancam ini?
Sampul Novel Sebelum Hujan Membasahi
7.9
Fuad, pemuda sensitif yang mudah terpengaruh opini orang lain, memilih merantau demi membuktikan diri pada orang tuanya. Namun, langkahnya mengejar mimpi di tanah perantauan terhambat oleh kehadiran beberapa wanita yang memikat hatinya. Kini, ia terjebak dalam dilema besar antara tuntutan karier dan kekosongan asmara. Sanggupkah Fuad menyelaraskan ambisi profesionalnya dengan gejolak cinta yang kian menyiksa batin?