APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Desah Di Kamar Sebelah

Desah Di Kamar Sebelah

Seorang istri mendadak terbangun dari tidurnya setelah menenggak jamu dari sang adik ipar. Ia terkejut mendapati suaminya tidak ada lagi di sampingnya. Di tengah malam yang sepi itu, kecurigaannya merebak saat mendengar suara desahan asing dari balik kamar adik iparnya. Berbagai pertanyaan mulai menghantuinya. Ke mana suaminya pergi? Misteri apa yang disembunyikan di dalam kamar sebelah? Sebuah rahasia gelap kini mengancam keutuhan rumah tangga mereka.
Bab
Bagikan

Bab 1

“Ris, kamar sebelah sudah dibersihkan belum? Lia soalnya sejam lagi sampai.” Perintah Mas Bayu membuatku berpaling dari wajan berisi gulai kepala ikan. Kutoleh wajah suamiku. Terlihat resah mimiknya.

“Sudah, Mas.” Kujawab dengan senyum. Padahal, sebenarnya hatiku agak dongkol. Sudah lebih dari lima kali dia mengingatkan untuk membereskan kamar tamu yang berada di sebelah kamar kami.

“Alat mandinya sudah kamu taruh juga, kan?”

“Sudah, Sayang. Pasta dan sikat gigi, sabun cair, dan puff-nya. Semua sudah siap.” Nadaku sudah agak sengak. Seharian ini aku hanya direpotkan oleh permintaan Mas Bayu. Demi adik semata wayangnya yang akan berlibur di rumah kami. Lia namanya.

“Kamu jangan cemberut gitu, dong. Kan, udah aku kasih lebihan belanja.” Mas Bayu mengedipkan sebelah matanya. Pria yang berdiri di ambang pintu penghubung antara dapur dengan ruang makan tersebut lalu kabur.

“Alah, cuma dilebihin seratus ribu pun!” gerutuku.

Entah mengapa, aku tak pernah suka apabila Lia datang ke mari. Ada saja yang akan membuatku repot. Harus membereskan kamarlah, harus masak makanan kesukaannyalah. Belum lagi menuruti request lain seperti minta dipasangkan sprei warna merah atau sabun cair aroma rose. Sudah dua kali dia datang ke rumah kami sejak aku dan Mas Bayu menikah enam bulan lalu. Berarti, kalau dia jadi datang hari ini, total sudah tiga kali. Apa dia punya waktu luang sebanyak itu? Kan, dia harus kuliah. Jarak sini dengan rumah orangtua Mas Bayu juga lumayan. Ditempuh dengan perjalanan darat empat jam lamanya. Kurang kerjaan, pikirku.

***

“Mas Bayu! Aaa aku kangen!” Lia memeluk erat tubuh Mas Bayu saat kami menjemputnya ke terminal bus. Perempuan yang mengenakan dress selutut berwarna putih dengan motif bunga-bunga itu tampak menggelayut manja di tubuh suamiku. Aku muak melihatnya. Dia sudah dewasa, apa perlu semenempel itu pada kakak laki-lakinya.

“Sayang, aku juga kangen. Gimana kabarmu? Sehat?” Mas Bayu mencuil dagu lancip perempuan berambut lurus panjang itu. Adegan yang cukup membikinku gerah.

“Kangen banget, Mas. Mas, di rumah udah siap kan, gule kepala ikannya?”

Deg! Enak sekali dia bertanya begitu. Seperti punya pembantu yang siap melayani segala inginnya saja!

“Sudah, dong. Mbak Risti sudah masak yang enak-enak buatmu. Kita pesta malam ini!” Mas Bayu lalu merangkul Lia. Membawa perempuan itu menuju parkiran. Aku cukup tersentak. Bisa-bisanya mereka melewatiku! Bahkan Lia tak berbasa-basi. Sekadar menoleh dan bertanya kabar pun tidak. Yang benar saja?!

“Mas,” tegurku sambil menjawil bahu suamiku.

Lelaki itu menoleh. Agak dingin tatapannya. “Ya?”

“Nggak. Nggak jadi!” dengusku dongkol.

Suamiku malah berpaling. Semakin mengeratkan rangkulannya pada sang adik. Aku sukses dicuekin oleh keduanya. Sungguh menyebalkan!

***

Tepat pukul 17.50 kami tiba di rumah. Lia dengan santainya melenggang kangkung ke arah ruang makan. Sama sekali tak berbasa-basi kepadaku sedikit pun. Aku kesal. Namun, apa daya. Dia kesayangannya Mas Bayu. Mana mungkin aku melarang atau menegurnya.

“Wanginya udah keciuman dari depan! Aaa enak banget, nih!” Gadis berkulit langsat dengan tubuh ramping itu segera menyibak tudung saji. Aku yang tengah dilanda kesal, hanya bisa memperhatikannya sambil melipat tangan di depan dada. Kapan kira-kira anak ini pulang? Baru datang saja sudah bikin gerah!

“Mbak, ayo makan!” serunya sambil duduk di kursi.

Giliran makan, dia baru mau menegurku.

“Mau Magriban dulu,” ucapku acuh tak acuh sambil hendak balik badan.

“Alah, makan dulu, Mbak. Salatnya ntar aja. Aku udah laper.”

Kupingku merah mendengarnya. Dasar nggak ngerti agama!

“Duluan aja.” Aku mlengos. Berjalan ke depan hendak masuk ke kamar menyusul Mas Bayu. Dia sudah duluan masuk ke kamar setibanya dari rumah. Katanya mau mandi. Aneh. Seingatku, sore jam 15.00 tadi sudah mandi. Ngapain sih, pakai acara mandi berulang kali? Nggak takut masuk angin?

“Mbak, sebentar! Aku bawa oleh-oleh. Bikinan Mama, nih. Jamu penyubur.” Terdengar bunyi ritsleting tas yang dibuka. Aku terpaksa menoleh. Lia sudah mengacungkan sebuah botol plastik dengan tutup bundar hitam di atasnya. Botol berisi cairan jamu berwarna kuning pekat itu dia acung-acungkan ke udara. “Enak, lho, Mbak.”

Aku pun berjalan mendekat. Menyambar botol tersebut. Sengaja tak kuucapkan terima kasih padanya. Aku pergi meninggalkan Lia seorang diri saking jengkelnya. Memangnya, cuma kamu yang bisa bikin orang naik darah? Aku juga bisa!

***

“Hoam!” Aku menguap setelah makan malam selesai. Sisa jamu oleh-oleh Lia yang kubawa ke meja makan kuteguk habis. Memang enak jamu bikinan mertuaku. Rasanya nikmat di lidah. Namun, anehnya mataku terasa makin berat saja. Tak biasanya jam segini sudah terasa mengantuk luar biasa.

“Ris, kamu ngantuk?” tanya Mas Bayu.

“Iya,” jawabku sambil menoleh ke samping.

“Tidurlah. Kamu pasti capek. Seharian nyiapin semuanya, kan? Kasihan.” Mas Bayu memijat pundakku. Enak sekali. Mataku sampai pengen merem rasanya.

“Ah, masih awal,” kataku sambil menguap lebar lagi.

“Tidurlah, Mbak. Biar aku yang beresin semua. Nggak apa-apa.” Lia tersenyum. Gadis manja itu cekatan mengumpulkan piring-piring kotor. Cepat dia membawanya ke dapur belakang buat dicuci. Tumben sekali, pikirku.

“Nggak apa-apa emangnya?” tanyaku pada Mas Bayu. Takutnya, dia malah marah gara-gara aku tidur awal dan membiarkan adik kesayangannya itu beres-beres segala.

“Iya, Sayang. Nggak apa-apa.”

Mas Bayu pun bangkit. Dia menuntun tanganku untuk menuju kamar. Entah mengapa, mataku kian berat saja. Ketika tiba di atas tempat tidur, tanpa sadar mataku telah terlelap. Astaga, kenapa aku jadi pelor begini?

***

Sebuah suara berisik membuat mataku tiba-tiba terbuka sedikit. Namun, kepalaku berat sekali. Suara itu lambat laun semakin menusuk telinga. Membuatku merinding luar biasa.

“Umm … jangan, Mas!” Terdengar seperti rintih dan erangan kecil. Membuatku sontak ingin terbangun, tetapi sulit sekali tubuh ini bergerak. Mataku pun berat untuk sekadar membuka.

Susah payah aku menoleh ke samping. Mencari-cari di mana Mas Bayu berada. Sementara itu, desah di kamar sebelah semakin kentara saja terdengar.

Nihil. Sosok Mas Bayu tak ada di sampingku. Aku gemetar hebat. Ingin sekali tubuhku untuk bangkit. Namun, sial. Mataku terkatup lagi dan ragaku seperti dipaksa untuk kembali terlelap.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel CATATAN SENJA
8.9
Bagi Senja Abhinaya, Langit Ananta adalah sosok setia yang pada akhirnya akan melangkah pergi. Namun di mata Langit, Senja bagaikan pesona sementara yang kelak akan kembali di saat terbaik. Walau karakter mereka berdua sangat kontras, takdir justru mempertemukan keduanya tanpa diduga. Kisah ini merajut perjalanan cinta masa muda antara Langit dan Senja, sebuah romansa indah yang terukir manis di bawah kesaksian semesta dan rencana tak terduga dari Sang Pencipta.
Sampul Novel Mendadak Disuruh Nikah
8.8
Demi menggantikan sang adik angkat, Raihan terpaksa menikahi Nico dari keluarga Kuiper. Pernikahan mendadak ini bahkan hanya dipersiapkan dalam waktu dua hari. Nico sendiri awalnya tidak menyangka bahwa sosok yang menjadi istrinya ternyata sangat menawan. Pesona Raihan pun sukses memikat Nico setelah mereka sah menikah. Meski Raihan mengizinkan Nico menyentuhnya, ia sempat gemetar saat didekap dengan agresif. Raihan lalu meminta Nico untuk memulai malam pertama mereka secara perlahan.
Sampul Novel Menemukan Cinta Sejati
9.0
Demi membalas pengkhianatan Lucas Smith yang mengabaikan nyawanya saat diculik demi Alina, Eve Costa mengambil langkah nekat. Setelah selamat dari maut, rasa cintanya selama lima tahun sirna sepenuhnya. Ketika Lucas datang melamarnya, Eve justru bersiap melaksanakan rencana besar untuk melepaskan diri. Ia setuju menikahi pewaris kejam dari keluarga mafia Vittorine, memanfaatkan posisi barunya tersebut untuk menghancurkan pria yang telah membuangnya demi wanita lain.
Sampul Novel Pernikahan kontrak (cinta)
9.7
Terdesak kebutuhan uang, Tamara Utami menyepakati pernikahan kontrak dengan miliarder bernama Adam Malik yang dituntut segera menikah oleh keluarganya. Namun, hidup Tamara berubah menjadi nestapa akibat kekejaman ibu mertua. Ketika Tamara berniat mundur dari kesepakatan keliru ini, Adam justru mengancamnya dengan denda penalti yang sangat besar. Meski terperangkap dalam pernikahan dingin yang penuh kebencian, Tamara kini mulai berani melawan dominasi suaminya.
Sampul Novel Suamiku Ternyata Miliader
8.1
Diana dirundung duka mendalam saat dipaksa menikahi Darel, sosok yang ia kira miskin dan jauh dari kriteria impiannya. Padahal, di balik kesederhanaan itu, Darel merupakan seorang miliarder yang tengah menyamar demi mencari cinta sejati yang tulus tanpa silau harta. Saat rahasia besar mengenai identitas aslinya ini perlahan mulai terbongkar, mampukah pernikahan yang awalnya terjalin tanpa rasa cinta ini tetap bertahan?
Sampul Novel Wanita Pilihan Suamiku
9.4
Kehidupan Aliyah runtuh setelah kecelakaan tragis merenggut calon bayinya hingga keguguran. Saat berjuang memulihkan luka fisik dan batinnya, ia justru dihadapkan pada kenyataan pahit dari masa lalu Arif. Kehadiran seorang wanita yang mengklaim suaminya sebagai ayah dari anaknya mengguncang pernikahan mereka. Kini, Aliyah didera kebimbangan besar. Haruskah ia bertahan demi mahligai rumah tangganya, atau memilih pergi melangkah pergi meninggalkan semuanya?