APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Derita Cinta Sang Pelakor

Derita Cinta Sang Pelakor

Via tega meninggalkan Jason demi mengejar kemewahan bersama Dimas, seorang miliarder yang telah beristri. Meski Dimas berdalih pernikahannya tanpa cinta, ia tetap panik saat Via menuntut kejelasan hubungan. Rumitnya jalinan asmara terlarang ini kian memuncak ketika sebuah rahasia besar terbongkar: Dimas ternyata kakak ipar Via sendiri. Kenyataan pahit ini memicu pergolakan batin hebat yang siap menghancurkan hidup mereka.
Bab
Bagikan

Bab 2

Via lalu berjalan ke arah pintu, wanita itu melihat ke arah luar, Jason sudah menghilang dari sana, via langsung menutup pintu dan menguncinya.

Wanita itu langsung merebahkan diri diatas ranjang, pandangannya menatap lurus ke langit-langit atap.

"Maafkan aku Jason, aku mencintaimu, namun aku juga nyaman bersamanya," gumam Via pada diri sendiri. "Besok aku ajak dia jalan, untuk menebus rasa bersalahku."

Via langsung mengambil ponselnya yang berada didalam tas, kemudian membukanya dan mulai mencari nama kontak Jason di ponselnya.

Via mengirimkan pesan padanya mengajak Jason pergi untuk jalan-jalan ke mall, setelah mengirimkan pesan tersebut, via kemudian mulai memejamkan matanya.

Saat ini Jason Tengah sampai di tempat kerjanya ponselnya bergetar menandakan ada pesan, lelaki itu lalu membukanya dan melihat nama Via di ponselnya.

Jason tersenyum setelah membaca pesan itu, lelaki itu langsung membalasnya.

"Aku akan menjemputmu besok jam delapan malam." Jason lalu memasukkan kembali ponsel itu ke dalam tasnya.

Saat ini ponsel Via berbunyi, namun wanita itu hanya diam saja. Via hanya melirik ponselnya lalu mulai memejamkan kembali matanya, Via sudah tahu jika itu adalah balasan dari Jason. Wanita itu pun sudah bisa menebak isinya tak mungkin Jason menolak keinginannya.

Pagi menjelang mentari mulai menyapa, Via masih tertidur di kamar kostnya. Ponselnya berbunyi wanita itu dengan malas mencari-cari dengan meraba dalam keadaan mata tertutup.

Sebenarnya ia masih ngantuk sekali dan enggan untuk bangun, "Hallo," ucapnya saat berhasil menemukan ponselnya.

"Hallo sayang, kau pasti masih tidur ya, apa kita jadi pergi hari ini?" tanya seorang pria di seberang sana memastikan jika mereka akan keluar hari ini.

Bahkan lelaki itu sudah membuat list, akan kemana saja mereka, karena jarang sekali Via mau diajak jalan berdua.

Setah mendapatkan jawaban dari wanita itu, Jason lalu menutup teleponnya dan mulai bersiap. Sedangkan Via dengan malas membuka matanya, melihat jam di ponsel yang masih ia genggam.

Via lalu mendudukkan dirinya di atas kasur, kemudian ia berdiri melangkah menuju kamar mandi.

Setelah satu jam kemudian Via pun selesai, ia segera berpakaian, dan berdandan hanya sedikit polesan di wajahnya, cantik naturalnya sudah terpancar.

Tak lama kemudian Jason datang, via langsung membuka pintu kamarnya, lelaki itu sedang berdiri di depan pintu dengan membawa makanan.

Jason tersenyum ke arah Via, "Pagi sayang, bagaimana tidurmu?" Lelaki itu menghampiri Via mengecup keningnya.

Via hanya menanggapinya dengan senyuman, "kita sarapan dulu di sini ya," ucap Jason.

Mereka pun sarapan terlebih dahulu sebelum pergi jalan-jalan. Setelah selesai makan, barulah mereka pergi menggunakan motor matic milik Jason.

Mereka menyusuri jalanan ibukota dan berhenti di salah satu mall terbesar di Jakarta dia pun segera turun dari motor menyerahkan helm ke tangan biasa dan boleh kemudian masuk ke dalam mal. Via melihat-lihat terkadang ia masuk ke beberapa butik pakaian, dan memilih beberapa baju.

"Jason! bagaimana menurutmu, apa ini cocok denganku?" Sambil letakkan baju itu ke badannya Via bertanya pada Jason.

"Sepertinya bagus, kau coba saja dulu, jika kau mau kita akan membelinya," ucap Jason.

Via dengan gembira memasuki ruang ganti dan mulai mencobanya, benar saja via terlihat cantik saat mengunakan baju itu.

"Jason." Via memanggil lelaki itu dan berdiri tepat di belakangnya.

Jason tertegun melihatnya, via begitu cantik, Jason bahkan melihatnya tanpa berkedip sedikitpun.

"Kau cantik sekali Via, kita ambil yang ini," ucapnya.

Via dengan gembira masuk kembali ke ruang ganti, dan mulai melepas baju itu, ia segera keluar kembali setelah berpakaian. Mereka pun menuju kasir untuk membayarnya, mereka kemudian berkeliling mall.

Saat Via sedang asik melihat-lihat ujung matanya seperti mengenali seseorang yang ada di seberang sana.

Lelaki itu memeluk pinggang wanitanya, mereka berjalan sambil tertawa, Via lantas berjalan mengikutinya dan selalu memperhatikan mereka.

"Andai aku yang bersamamu saat ini Dimas, dan bukan wanita itu," batin Via, ia merasakan nyeri dihatinya via terus saja memperhatikan Dimas dan istrinya itu.

"Via kita kemana lagi?" tanya lelaki itu, karena dari tadi merek hanya berdiri saja disana.

Via melihat Dimas masuk kesebuah restauran, Via pun segera melihat Jason, "Kita makan di sana ya?" ucap Via sambil menunjuk ke arah restauran.

Jason pun mengiyakan keinginan via, mereka kemudian melangkah menuju tempat makan yang di inginkan oleh Via.

Via mencari dimana Dimas dan istrinya duduk, setelah menemukannya via mengajak Jason untuk duduk tak jauh dari mereka.

Via terus saja memperhatikan Dimas dan istrinya, mereka begitu mesra sekali, sesekali Dimas menyuapi istrinya saling memegang tangan.

Jason merasa heran dengan via sikapnya mendadak berubah Ia seperti tak fokus dan tak seceria saat pertama mereka datang. Jason memperhatikan Via, wanita itu menatap lurus ke depan Jason langsung menoleh dan hendak melihat, apa yang diperhatikan oleh pacarnya. Namun Via mencegahnya dengan memegang tangan Jason.

Via mengajak ngobrol Jason, namun matanya terus saja melihat ke arah, Dimas dan memperhatikannya yang sedang bersama dengan istrinya.

"Via, ingat mereka itu suami istri wajar jika mereka seperti itu," ucapnya pada diri sendiri, "Ya Tuhan, kenapa sesakit ini melihatnya bersama dengan istrinya."

Via merasa tak tahan lagi ia segera pergi dari sana begitu saja, hatinya sungguh sakit melihat Dimas tersenyum bahagia bersama istrinya.

Jason terkejut saat Via tiba-tiba pergi meninggalkannya, lelaki itu segera membayar pesanan mereka dan menyusul pacarnya

"Via." Jason berlari mengejar Via, "Kenapa keluar begitu saja dari sana? Kau ini aneh sekali Via," ucap Jason saat sudah berada di dekat wanita itu.

Via merutuki dirinya sendiri yang tak bisa mengontrol dirinya, ia lupa jika ada Jason bersamanya.

"Aku, tak enak badan, kita pulang saja," ucap gadis itu memberi alasan.

Jason langsung mengerutkan keningnya, ia berjalan menghampiri Via, memeriksa kening wanita itu.

"Kau baik-baik saja, apa yang kau rasakan, apa kita pergi ke rumah sakit untuk priksa?" Jason terlihat khawatir pada Via.

"Aku tidak apa Jason, kita pulang saja, aku hanya butuh istirahat," ucap Via dengan nada yang agak tinggi.

Jason terdiam sesaat, namun ia pun segera menuruti keinginan Via, selama di perjalanan via hanya diam saja tak berbicara apapun, bahkan saat ia sampai di kosannya pun Via hanya diam saja.

Jason melihat perubahan sikap Via, walaupun ia sendiri tak mengerti ada apa dengan Via, tak ingin membuat Via semakin kesal, Jason pun langsung berpamitan pada Via.

"Aku pulang dulu, kau istirahatlah, jika kau butuh sesuatu televon aku, jangan lupa makan dan minum obat."

Via hanya menganggukkan kepalanya saja sebagai jawabannya, Jason langsung keluar dari kamar via, sebelum menutup pintu Jason sempat menoleh ke arah via, yang kini tersenyum padanya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Altair Onder de
9.4
Akibat campur tangan dewa yang menukar tubuh mereka tanpa izin, Altair dan Claretta terjebak dalam situasi ganjil. Rasa murka Altair meredam saat melihat Claretta menangis merindukan kehangatan seorang ibu. Di tengah embusan angin dan guguran kelopak bunga, mereka saling memahami luka masing-masing. Keduanya pun sepakat menerima takdir baru ini. Altair melepas identitas lamanya, sementara Claretta berjanji merawat ibu Altair dengan tulus sebelum cahaya memisahkan mereka selamanya.
Sampul Novel Cintaku Bagai Layangan Putus
8.5
Delapan tahun pernikahan Bella Winata hancur seketika saat ia mengetahui pengkhianatan suaminya, Alvaro Winata. Sang gembong mafia tersebut berselingkuh dengan saudara tirinya sendiri, Cindy Martadina, dan menjadikan Bella sekadar alat politik demi memperkuat kekuasaannya. Alih-alih menangis atau memicu keributan atas dusta yang diterimanya, Bella memilih jalan senyap. Melalui sebuah transaksi rahasia di pasar ilegal, ia bersiap untuk melenyapkan dirinya dari dunia ini dalam waktu dua minggu.
Sampul Novel Dikejar Oleh Sang Miliarder
9.6
Setelah tewas mengenaskan akibat dikhianati suami dan mertuanya, Kayla Herdian terlahir kembali ke masa lalu. Bertekad membalas dendam, ia bangkit untuk menghancurkan para musuhnya sekaligus membawa bisnis keluarganya menuju puncak kejayaan. Namun, di tengah perjuangannya, seorang miliarder dingin yang dahulu tak tergapai tiba-tiba mendekat. Pria kaya tersebut kini gencar merayu Kayla dan memohon agar diberi kesempatan menjadi pendamping di pernikahan keduanya.
Sampul Novel KIRANI SI WANITA MALAM
8.5
Kirani, seorang istri muda, terpaksa menempuh jalan kelam sebagai wanita malam demi menopang kondisi finansial dan menghidupi keluarga suaminya. Kisah ini mengupas tuntas pergolakan batin serta perjuangan beratnya dalam menjalani profesi rahasia tersebut di tengah ikatan pernikahan. Sebuah drama modern yang menyoroti pengorbanan, impitan ekonomi, serta rahasia gelap yang menyelimuti kehidupan rumah tangganya.
Sampul Novel SUAMI PENGGANTIKU (BUKAN) PRIA PAYAH
9.1
Setelah mendapati tunangannya, Bastian, berselingkuh dengan saudara tirinya hingga hamil, Mentari menolak melanjutkan pernikahan. Namun, demi menjaga perjanjian keluarga, ia harus menerima mempelai pengganti. Sosok itu adalah Samudra, paman Bastian yang diasingkan dan dicap sebagai pria payah yang tidak terurus. Di balik rumor miring bahwa Samudra tidak menyukai wanita, keputusan pria misterius ini untuk menikahi Mentari menyimpan teka-teki besar yang siap mengubah hidup mereka.
Sampul Novel Terpaksa Menikahi Kakak Ipar
9.1
Kinan Maharani tak berdaya menolak kehendak orang tuanya untuk menikahi Rangga, kakak iparnya sendiri. Demi masa depan keponakannya yang membutuhkan figur ibu, kedua belah keluarga sepakat menjodohkan mereka. Meski Rangga pria mapan dan tampan, Kinan merasa pernikahan ini tidak etis. Kini ia terjebak dalam kebimbangan besar, menghadapi amukan sang ibu yang galak sekaligus cibiran tetangga yang siap menghakiminya.