APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel DENDAM MERTUA MAFIA

DENDAM MERTUA MAFIA

Kebencian mendalam membuat Ratih Darmi tega menukar janji masa lalu ayahnya demi melenyapkan cucunya sendiri, Farid Abdullah. Bocah malang itu diculik oleh raja mafia kejam bernama Razzore untuk dieksekusi di dalam istana bawah tanah. Diandra Safaluna, sang ibu yang memiliki masa lalu kelam di dunia mafia, kini harus berjuang di tengah kehancuran jiwanya. Demi menyelamatkan Farid, Luna bersumpah akan menembus sarang monster tersebut walau harus mengorbankan nyawanya sendiri.
Bab
Bagikan

Bab 3

Sayudha berlari sekencang-kencangnya ke arah samping hingga menembus taman dimana Babon terkurung. Nampak ular kobra itu menghentak-hentak mengangkat lehernya, berdiri tegap. Sayudha merasakan debaran jantungnya sudah tak di dadanya. Derap langkah berat dan ramai yang sedang mendekatinya bercampur dengan tangis kencang anaknya.

"Papaaa!!! Papaaa!!!" teriak Farid histeris.

"Babon!!! Tolong kami!!!" pekik Yudha berlari mendekati kandang ular itu.

Belum sempat Yudha meraih pintu kandang, enam orang lelaki kasar itu melompat, dan menangkap tubuhnya. Mereka mengelilingi Yudha. Salah satu tangan besi terlihat sedang berusaha meraih Farid. Yudha menendang dan menepis mereka sekuat tenaga. Namun justru kaki dan tangannya terasa sangat sakit. Lapisan tembaga pada kaki dan tangan mereka begitu sangat kokoh.

"Lakukan dengan cepat!" pekik sosok bertopeng srigala itu.

"Allahuakbar! Pergi kalian!" teriak Yudha memberontak.

Tangisan Farid semakin kencang. Yudha mencoba menerobos mereka namun nihil. Dengan kekuatan penuh, Yudha menendang pengait kandang Babon. Kawat besi itu berhasil lepas dan ular kobra itu langsung keluar dari kandangnya dengan gagah.

Kedua mata ular kobra itu awas menatap keenam laki-laki aneh itu. Babon merayap dan mendekat. Salah satu kaki-laki sangar itu justru maju, seolah tak ada rasa gentar menghadapi seekor ular berbisa.

Babon menegakkan tubuhnya dan mematuk laki-laki itu berkali-kali. Namun nampak sia-sia, lapisan besi baja yang seperti baju zirah perang itu begitu kokoh melindungi kaki lawannya. Babon mencoba melompat namun dengan cepat tubuh besar king kobra itu ditangkap begitu santai. Babon meliuk-liuk mencoba lepas. Laki-laki itu meraih leher Babon dan mencekiknya.

Gggggrrrrr ....

Ssssrrrttttt ....

Suara erangan laki-laki itu bersatu dengan desisan Babon.

"Tidaaaaak!!! Lepaskan ular itu manusia laknat!!!" teriak Yudha memekik.

Laki-laki sangar itu menghempaskan tubuh Babon di tanah. Raja ular itu tampak lemah hingga menggeliat saja terlihat kesulitan.

"Babon! Lari! Pergi dari sini!" teriak Yudha.

King kobra itu mencoba bergerak seolah akan menjauh. Naas, sebuah kaki besi mengejar lalu terangkat begitu tinggi lalu...

Buuum!!!

Leher Babon diinjak dengan sangat kasar hingga mulut ular itu menganga lebar. Taring tajamnya telihat berkilau di bawah sinar matahari. Meski seperti sudah tak ada kehidupan, ekor Babon masih berputar-putar pelan.

"Allaaaaaah!!!" pekik Yudha membelalak melihat hewan peliharaan istrinya itu mengeluarkan darah dari mulutnya. Tangis Yudha pecah bersamaan dengan tubuhnya yang terasa ringan sekali. Seolah bumi sedang menariknya ke dasarnya paling dalam.

Buuughh!!!!

Tengkuk Yudha dihantam oleh tangan besi dan membuat pandangannya langsung buram dan semakin gelap. Dekapannya lemah sehingga dengan mudah, keenam laki-laki menyeramkan itu meraih Farid. Balita laki-laki itu terus berteriak semakin kencang melihat ayahnya ambruk.

"Papa! Papaaaa!" teriaknya berusaha meraih ayahnya.

"Fa ... rriiid ...," lirih Yudha di antara kesadarannya yang hampir menghilang.

"Apa perlu dia dibunuh Tuan?" samar terdengar ucapan salah satu laki-laki.

"Tak perlu."

Langkah penjahat itu semakin jauh masuk ke dalam rumah. Yudha yang mendengar suara tangis anaknya menjauh merasakan kesakitan di hatinya yang teramat luar biasa.

"Fa-faaarid ... Ya Allah ... Aaalllaaaah ...."

Suara Yudha hampir tenggelam. Ia bahkan bisa mendengar deru nafas sekarat dari king kobra yang tak jauh darinya. Dengan segenap kekuatan jiwanya sebagai ayah, Yudha mengangkat tubuhnya.

"Aku lebih baik mati hari ini demi anakku," geramnya menegakkan kakinya.

Meski gemetar dan pandangannya nampak berputar-putar, Yudha menguatkan tegadnya. Laki-laki itu meludah dan menatap Babon yang sudah tak bergerak lagi.

"Bertahanlah Babon," lirihnya lalu berlari masuk.

Tubuh Yudha jatuh, namun ia kembali bangkit dan memaksa tubuhnya bergerak. Nafasnya memburu bersamaan dengan sakit di bagian lehernya.

Nampak kawanan penjahat itu akan melewati pintu keluar. Farid masih menangis dan meronta semakin kencang melihat ayahnya mendekat.

"Papa! Papa!!!" teriak balita itu.

"Berhenti!!!" teriak Yudha.

Serentak mereka berhenti.

"Farid, berhenti menangis Nak. Jangan menangis Nak," ujar Yudha mencoba menenangkan anaknya.

"Saya akan menyelesaikannya, King!" seru salah satu laki-laki berkaki besi itu.

"Tak perlu. Biar aku saja. Aku sedang ingin bermain-main" ujar Razzor dingin.

Hentakan kakinya yang menggema tak membuat Yudha gentar. Justru ia semakin berani untuk melawan. Tak peduli jika harus mati, baginya kesalamatan anaknya yang utama.

'Luna, kembalilah Dek! Anakmu dalam bahaya. Tak peduli jika aku yang mati, tapi Farid harus tetap hidup. Kembalilah Dek!" pekik hati Yudha bersamaan dengan matanya yang memerah menahan kemarahan juga kesedihan.

"Kau boleh membunuhku. Tapi lepaskan anakku! Dia masih kecil, tak tahu apa-apa!"

"Justru aku ke sini untuk anak ini," jawab Razzor dingin, berdiri tegap tak jauh dari Yudha.

Kedua laki-laki itu saling berhadapan dan terlihat sangat jauh berbeda. Tubuh tinggi sedikit ramping Yudha begitu kontras dengan tubuh kekar berlapis baja, bertopeng srigala di depannya.

"Apa maksudmu? Apa kau memiliki dendam dengan istriku di dunia mafia?"

Razzor menggeleng.

"Siapa kau?! Apa kau komplotan Eville? Kau ke sini untuk membalas dendam?"

Lagi-lagi Razzor menggeleng. Yudha semakin kebingungan.

"Apa ... istriku mengenalmu?"

Sejenak Razzor diam. Namun kali ini ia memilih bersuara.

"Siapa yang tak mengenal Angel Gracelia? Ratu Mafia utara yang kecantikannya seperti dewi. Namanya dikenal dalam bisikan malam. Sang Penakluk Abere Si Wanita Iblis. Siapa yang tak mengenal putri Luis dan Zanna itu? Namanya digaungkan karena mengeluarkan jantung Jeni hidup-hidup. Siapa yang tak mengenal dia? Hahahhahaah!"

Nafas Yudha tercekat. Jika dia tahu istrinya, berarti laki-laki ini juga berasal dari dunia bawah tanah itu juga?

"Dia memang tak mengenaliku tapi aku yakin dia pernah mendengar namaku. Hahahaha!"

"Siapa namamu?" tanya Yudha dengan sorot mata tajam.

Razzor menggeleng. Yudha menarik nafasnya kuat-kuat. Baginya sekarang yang utama adalah bagaimana ia bisa membujuk monster di depannya itu untuk melepaskan anaknya.

"Baiklah Tuan. Tolonglah. Kasihani anak itu, dia tak tahu apa-apa! Kau bisa menahanku untuk menebusnya! Kau ... kau bahkan bisa menunggu ibunya!" seru Yudha dengan nafasnya yang tersenggal.

Tangisan Farid semakin membuatnya tak karuan. Ia semakin dekat dan dekat, tak peduli Razzor menghadang dan menatapnya tajam. Tangan kanan laki-laki srigala itu melentang.

"Kau akan kubiarkan hidup jika kau berhenti sampai di sini. Biarkan aku membawa anak itu," ujar Razzor dingin menghentikan langkah Yudha.

"Mungkin kau tak tahu, Seorang ayah akan menukar nyawanya untuk keselamatan anaknya," jawab Yudha menabrak tangan Razzor dan melangkah.

Wuusshhh!!!

Razzor menarik kerah baju Yudha dan menyeretnya menjauh. Yudha meronta-ronta mencoba melepaskan diri dan berhasil. Dengan kekuatan penuh Yudha menendang dan meninju Razzor namun nihil. Laki-laki bertopeng srigala itu justru tertawa.

Buuughh!!

Sebuah hantaman dari tangan besi berduri Razzor mengenai dada Yudha. Lalu disusul di perutnya dan tendangan kaki besi Razzor berhasil membuat Yudha tersungkur. Begitu santainya, Razor menginjak perut Yudha hingga laki-laki itu menyemburkan darah. Dengan kejam, Razzor memutar-mutar telapak kakinya di atas tubuh Yudha sehingga menambah rasa sakitnya.

"Allaaaaaaah ...," lirih Yudha hampir tak terdengar.

Deeerrrt ....

Deeerttt ....

Suara getaran dan deringan ponsel yang di atas meja mengalihkan perhatian Razzor. Dengan isyarat tangan, salah satu anak buahnya meraih benda itu dan menyerahkannya pada bossnya.

"The Moriz?" gumam Razzor pelan menatap layar.

Mendengar itu, Yudha membuka matanya. Aleksei The Moriz, seperti air di tengah gurun untuk Yudha saat ini.

"Aleksei!!! Aleksei!!!" teriak Yudha dengan sisa tenaganya. Ia seolah melihat sahabat istrinya itu di depannya.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bodyguard Mafia Seksi
8.4
Drystan Cordner kini harus mengemban tugas sebagai pengawal pribadi Avyana Burcardo. Avyana, seorang putri mafia dengan hobi mengoleksi pria rupawan, terus melancarkan godaan intens yang menguji keteguhan hati Drystan. Meski mulai goyah, sang bodyguard tetap berupaya keras menjaga profesionalitasnya. Hal ini membuat Avyana geram karena Drystan selalu mempertegas batasan status mereka. Mampukah sang putri mafia mengubah pengawal yang polos ini menjadi sosok pria yang lebih agresif?
Sampul Novel Gairah Liar sang Mafia
8.0
Arnius Nagendra bertekad membalas kematian sang istri akibat kekejaman Janied Marques, sepupunya yang memimpin sindikat perdagangan manusia. Dalam misi penuh bahaya ini, ia menyamar sebagai guru dan menyeret seorang guru TK cantik ke dalam rencana balas dendamnya. Sambil menyembunyikan identitas aslinya di dunia abu-abu, kerja sama ini justru memicu benih cinta. Akankah hubungan mereka bertahan, atau sang wanita malah ikut tenggelam dalam lingkaran hitam yang mematikan?
Sampul Novel Hukum Sang Pewaris Cacat
8.7
Pasca kematian istrinya, Don mafia Damon Valenti frustrasi karena Enzo, bayinya, terus menolak susu formula. Di tengah situasi kritis ini, ia bertemu Isabella Moreno yang baru saja kehilangan anaknya. Damon pun menawarkan sebuah kontrak kerja dingin agar Isabella bersedia menjadi ibu susuan bagi Enzo. Namun, kelembutan Isabella justru memicu obsesi gelap dalam diri Damon. Sang penguasa mafia kini terjerat gairah berbahaya pada wanita yang seharusnya hanya menjadi pekerja.
Sampul Novel Rhododendron
9.3
Demi misi rahasia di desa terpencil, seorang gadis mafia nekat membangun keluarga palsu agar dapat membaur dengan warga setempat. Namun, penyamaran yang ia rancang dengan rapi mulai terancam saat beberapa pendatang baru mencurigai identitas aslinya. Di tengah situasi yang kian genting dan berbahaya, ia harus berjuang menyelesaikan tugasnya sekaligus melindungi rahasia gelapnya agar tidak terhindar dari ancaman orang-orang di sekitar.
Sampul Novel Sembilan Nyawa yang Kuhabiskan untukmu
8.8
Tiara memiliki kemampuan fantasi unik berupa sembilan nyawa, di mana enam di antaranya telah melayang demi menyelamatkan Rico Sarihan. Dari tertimbun salju hingga ditusuk puluhan kali, pengorbanannya justru membuat sang miliarder abai dan tega mencelakainya demi wanita lain. Saat sisa hidupnya menipis menuju ajal kesembilan yang permanen, Rico baru menyadari kehilangan besarnya. Kisah romantis berbalut misteri dan horor ini menyajikan penyesalan terdalam seorang pria di hadapan jasad yang takkan pernah bangkit lagi.
Sampul Novel The Last Trace
9.7
Demi membalas kematian saudara angkatnya, Lee Zin mengincar nyawa Carlos De Baule, bos mafia yang sangat kejam. Namun, setelah berhasil membunuh putra Carlos, Zin tertangkap lalu disiksa hingga hilang ingatan. Di tengah situasi kritis tersebut, Suster Evalingsta yang ditugaskan mengawasinya justru memilih berkhianat. Eva membantu Zin lolos demi menjalankan misi rahasia mereka untuk menghancurkan kekuasaan Carlos bersama-sama.