APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dendam dan Hasrat Liar

Dendam dan Hasrat Liar

Alyssa Hartanto menyamar sebagai asisten pribadi demi menghancurkan Damian Valente, miliarder yang telah meruntuhkan bisnis dan keluarga orang tuanya. Namun, misi balas dendam tersebut terancam gagal saat kebencian di hati Alyssa perlahan terkikis oleh gairah yang tak terduga. Kini, ia didera dilema besar: tetap menuntaskan dendam masa lalunya atau justru menyerah pada perasaan cinta yang mulai tumbuh di antara mereka.
Bab
Bagikan

Bab 3

Damian Valente duduk di ruang kerjanya, pandangan matanya kosong memandang dokumen yang terserak di meja. Kata-kata Alyssa terus bergema di pikirannya, membuatnya merasa hampa dan bersalah. Selama bertahun-tahun, dia telah menjalani hidup dengan satu tujuan: meraih kesuksesan tanpa memikirkan dampak tindakannya terhadap orang lain. Dan sekarang, dia harus menghadapi konsekuensi dari ambisinya.

Suara ketukan pintu membuyarkan lamunannya. Alyssa muncul di ambang pintu, terlihat ragu untuk masuk.

“Bolehkah saya masuk?” tanyanya dengan suara pelan.

Damian mengangguk, menandakan bahwa dia dipersilakan masuk. Alyssa melangkah masuk dan duduk di kursi di hadapannya. Hening sejenak mengisi ruangan, menyelimuti mereka berdua dalam kebingungan dan ketegangan.

“Alyssa,” kata Damian akhirnya, suaranya berat dengan rasa bersalah. “Aku tahu aku tidak bisa memperbaiki apa yang sudah terjadi, tetapi aku ingin kamu tahu bahwa aku benar-benar menyesal.”

Alyssa menatap Damian, melihat kilatan kejujuran di matanya. “Aku tidak tahu harus berkata apa, Damian. Aku datang ke sini dengan niat untuk membalas dendam, tetapi sekarang… semuanya terasa lebih rumit.”

Damian mengangguk pelan. “Aku mengerti. Aku telah membuat hidupmu menderita, dan aku tidak berharap kamu bisa memaafkanku begitu saja. Tapi, aku ingin mencoba memperbaiki kesalahan-kesalahan ini.”

Alyssa menghela napas panjang, merasakan beratnya beban emosional yang dia bawa. “Aku hanya ingin tahu, mengapa kamu melakukan semua ini? Mengapa kamu harus menghancurkan hidup orang lain demi ambisimu?”

Damian terdiam sejenak, lalu mulai bercerita dengan suara pelan. “Aku tumbuh dalam keluarga yang penuh tekanan dan ekspektasi. Ayahku selalu menuntut kesempurnaan dan kesuksesan, tidak peduli berapa banyak orang yang harus terinjak di sepanjang jalan. Aku terpaksa mengikuti jejaknya, karena itu satu-satunya cara untuk mendapatkan pengakuan dan rasa hormat darinya.”

Alyssa mendengarkan dengan cermat, mencoba memahami latar belakang Damian. “Tapi, apakah itu sebanding dengan penderitaan yang kamu sebabkan pada orang lain?”

Damian menggelengkan kepala. “Tidak, tidak sebanding. Aku tahu itu sekarang. Tapi pada saat itu, aku terlalu fokus pada ambisi dan kebencian. Aku ingin membuktikan diriku kepada ayahku, tetapi aku tidak menyadari harga yang harus dibayar.”

Alyssa merasakan empati mulai tumbuh dalam hatinya, meskipun masih ada rasa sakit yang menghantuinya. “Damian, aku tidak tahu apakah aku bisa memaafkanmu. Tapi aku juga tidak ingin hidup dalam kebencian selamanya. Mungkin ada cara untuk kita berdua menemukan kedamaian.”

Damian mengangguk, merasakan sedikit harapan dalam kata-kata Alyssa. “Aku akan melakukan apa pun yang aku bisa untuk memperbaiki keadaan ini, Alyssa. Aku berjanji.”

***

Hari-hari berikutnya, Alyssa dan Damian mencoba membangun kembali hubungan mereka. Meskipun masih ada ketegangan, mereka berusaha bekerja sama dan mencari cara untuk memperbaiki kerusakan yang telah terjadi. Damian mulai menunjukkan sisi dirinya yang lebih manusiawi, dan Alyssa melihat bahwa pria ini mungkin tidak sepenuhnya jahat.

Suatu hari, Damian mengajak Alyssa untuk menghadiri sebuah acara amal yang diadakan oleh perusahaan besar di Jakarta. Dia berpikir bahwa ini bisa menjadi langkah pertama untuk menunjukkan bahwa dia benar-benar ingin berubah dan berbuat baik.

Acara itu diadakan di sebuah hotel mewah, dengan dekorasi elegan dan tamu-tamu yang berpakaian anggun. Alyssa mengenakan gaun malam sederhana namun indah, dan Damian tampil elegan dalam setelan hitam. Mereka tiba di tempat acara, disambut oleh para tamu yang terkesan dengan penampilan mereka.

“Alyssa, terima kasih telah datang bersamaku,” kata Damian dengan suara rendah saat mereka berjalan menuju aula utama.

Alyssa tersenyum tipis. “Terima kasih telah mengundangku, Damian. Aku berharap acara ini bisa menjadi langkah awal yang baik.”

Mereka berdua menghabiskan malam dengan berbicara dengan para tamu, mendengarkan pidato-pidato inspiratif, dan menyaksikan pertunjukan musik yang menghibur. Alyssa merasa sedikit lega melihat Damian berusaha keras untuk berbuat baik dan menunjukkan sisi positif dari dirinya.

Di tengah acara, seorang wanita paruh baya dengan wajah ramah mendekati mereka. “Damian, senang bertemu denganmu lagi,” katanya dengan senyum hangat.

Damian membalas senyumnya. “Senang bertemu denganmu juga, Mrs. Sutanto. Ini Alyssa, asistunku.”

Mrs. Sutanto menatap Alyssa dengan penuh minat. “Oh, jadi ini Alyssa. Damian sering bercerita tentangmu. Senang bertemu denganmu.”

Alyssa merasa sedikit terkejut. “Senang bertemu dengan Anda juga, Mrs. Sutanto.”

Mrs. Sutanto mengangguk. “Aku tahu Damian bukanlah orang yang mudah didekati, tetapi aku bisa melihat bahwa dia berusaha keras untuk berubah. Teruslah mendukungnya, Alyssa. Dia membutuhkan seseorang yang bisa membantunya menemukan jalan yang benar.”

Alyssa merasa terharu mendengar kata-kata Mrs. Sutanto. “Aku akan mencoba yang terbaik, Mrs. Sutanto.”

Malam itu berakhir dengan perasaan campur aduk. Alyssa merasa ada harapan untuk perubahan, tetapi dia tahu bahwa jalan di depan masih panjang dan penuh rintangan.

***

Keesokan harinya, Alyssa kembali bekerja di rumah Damian. Mereka berdua semakin dekat, berbagi cerita dan bekerja sama untuk menghadapi tantangan-tantangan baru. Namun, Alyssa tetap waspada, mengingat tujuannya yang sebenarnya.

Suatu sore, saat Alyssa sedang merapikan dokumen di ruang kerja Damian, dia menemukan sebuah surat yang tersembunyi di antara tumpukan kertas. Surat itu tampak tua dan usang, seolah-olah telah lama disimpan.

Alyssa membuka surat itu dengan hati-hati dan mulai membacanya. Surat itu berasal dari seorang wanita bernama Isabella, yang ternyata adalah ibu kandung Damian. Dalam surat itu, Isabella menceritakan betapa dia merindukan Damian dan berharap bisa bertemu dengannya suatu hari nanti.

Alyssa merasa terkejut dan penasaran. Dia tahu bahwa Damian jarang berbicara tentang keluarganya, terutama tentang ibunya. Mungkin ada sesuatu yang lebih dalam di balik sikap dingin dan keras Damian.

Saat Damian masuk ke dalam ruangan, Alyssa menyembunyikan surat itu dengan cepat. “Damian, aku menemukan sesuatu yang mungkin ingin kamu lihat,” kata Alyssa dengan hati-hati.

Damian menatapnya dengan tatapan ingin tahu. “Apa itu?”

Alyssa menyerahkan surat itu kepada Damian. “Ini surat dari ibumu, Isabella.”

Damian terdiam sejenak, lalu mengambil surat itu dengan tangan gemetar. Dia membaca surat itu dengan cermat, matanya berkaca-kaca saat mengenang kenangan yang terlupakan.

“Ibu…” bisik Damian dengan suara pelan. “Aku hampir lupa tentangnya.”

Alyssa merasa simpati terhadap Damian. “Apa yang terjadi padanya, Damian?”

Damian menghela napas panjang. “Ibuku meninggal ketika aku masih kecil. Ayahku selalu menyalahkan dirinya sendiri atas kematiannya, dan aku tumbuh dengan kebencian terhadapnya. Itulah sebabnya aku begitu terobsesi dengan kesuksesan, untuk membuktikan bahwa aku bisa lebih baik daripada ayahku.”

Alyssa merasakan beban emosional yang dirasakan Damian. “Damian, aku tidak tahu harus berkata apa. Tapi, aku berharap kamu bisa menemukan kedamaian dengan mengenang ibumu.”

Damian mengangguk, menahan air mata. “Terima kasih, Alyssa. Aku akan mencoba.”

Malam itu, Damian menghabiskan waktu sendirian di ruang kerjanya, merenungkan kenangan tentang ibunya. Alyssa merasa hatinya terenyuh, menyadari bahwa Damian juga mengalami penderitaan yang mendalam.

***

Hari-hari berlalu, dan hubungan antara Alyssa dan Damian semakin erat. Meskipun masih ada perasaan sakit dan dendam di hati Alyssa, dia mulai melihat Damian sebagai manusia yang juga memiliki kelemahan dan kesakitan. Mereka berdua berusaha saling mendukung dan mengatasi masa lalu yang menghantui.

Suatu malam, saat mereka sedang makan malam bersama di ruang makan rumah Damian, Alyssa merasa bahwa ini adalah waktu yang tepat untuk berbicara lebih dalam tentang masa depan mereka.

“Damian, aku ingin bicara tentang sesuatu yang penting,” kata Alyssa dengan suara pelan.

Damian menatapnya dengan tatapan serius. “Apa itu, Alyssa?”

Alyssa menghela napas panjang. “Aku telah banyak berpikir tentang semua yang telah terjadi. Tentang keluargaku, tentang kamu, tentang kita. Aku tidak tahu apakah aku bisa sepenuhnya memaafkanmu, tetapi aku ingin mencoba. Aku ingin kita berdua bisa menemukan cara untuk melanjutkan hidup tanpa kebencian.”

Damian merasakan harapan tumbuh di hatinya. “Alyssa, aku tahu aku telah melakukan

banyak kesalahan. Tapi aku benar-benar ingin berubah dan menjadi orang yang lebih baik. Aku ingin kamu tahu bahwa aku akan melakukan apa pun untuk memperbaiki keadaan.”

Alyssa tersenyum tipis. “Aku tahu kamu berusaha, Damian. Dan itu berarti banyak bagiku. Mari kita coba melangkah maju bersama, mencari cara untuk memperbaiki hidup kita.”

Damian mengangguk, merasakan kebahagiaan yang langka dalam hatinya. “Terima kasih, Alyssa. Aku akan berusaha sebaik mungkin.”

Mereka berdua saling menatap, merasakan ikatan yang semakin kuat di antara mereka. Meskipun jalan di depan masih panjang dan penuh tantangan, mereka tahu bahwa dengan saling mendukung, mereka bisa menemukan kedamaian dan kebahagiaan yang mereka cari.

Malam itu, mereka berdua duduk di teras rumah Damian, memandang bintang-bintang di langit dan berbicara tentang masa depan. Alyssa merasa bahwa ini adalah awal dari sesuatu yang baru, sesuatu yang penuh harapan dan kemungkinan.

Namun, di balik kedamaian malam itu, ada bayangan masa lalu yang masih menghantui mereka. Mereka tahu bahwa perjalanan mereka belum selesai, dan masih banyak hal yang harus dihadapi. Tapi, dengan tekad dan cinta yang tumbuh di antara mereka, mereka yakin bisa mengatasi segala rintangan.

***

Beberapa minggu kemudian, Alyssa menerima kabar dari sahabatnya, Clara, yang bekerja sebagai jurnalis investigatif. Clara telah menemukan bukti baru yang menunjukkan bahwa ada pihak ketiga yang terlibat dalam penghancuran perusahaan keluarganya.

“Alyssa, kamu harus datang ke kantorku sekarang,” kata Clara melalui telepon dengan suara tegang.

Alyssa merasa cemas. “Apa yang kamu temukan, Clara?”

“Aku tidak bisa menjelaskan semuanya melalui telepon. Kamu harus melihatnya sendiri.”

Alyssa segera pergi ke kantor Clara, perasaan campur aduk memenuhi hatinya. Ketika tiba di sana, Clara menunjukkan dokumen-dokumen yang mengungkapkan bahwa ada konspirasi yang lebih besar di balik kehancuran perusahaan keluarganya. Ternyata, ayah Damian, Richard Valente, adalah dalang sebenarnya di balik semua itu.

“Ini tidak mungkin…” bisik Alyssa dengan suara gemetar.

Clara menatapnya dengan penuh simpati. “Aku tahu ini sulit dipercaya, tapi bukti-bukti ini tidak bisa dibantah. Richard Valente menggunakan Damian sebagai pion untuk mencapai tujuannya.”

Alyssa merasa marah dan bingung. “Aku harus memberi tahu Damian tentang ini. Dia berhak tahu kebenarannya.”

Clara mengangguk. “Aku setuju. Tapi hati-hati, Alyssa. Ini bisa menjadi sangat berbahaya.”

Alyssa mengangguk, merasa tekadnya semakin kuat. Dia kembali ke rumah Damian dengan hati yang penuh gejolak. Ketika tiba di sana, dia menemukan Damian sedang duduk di ruang tamu, memandang foto ibunya.

“Damian, aku perlu bicara denganmu,” kata Alyssa dengan suara tegas.

Damian menatapnya dengan tatapan cemas. “Apa yang terjadi, Alyssa?”

Alyssa mengambil napas dalam-dalam, lalu mulai menjelaskan apa yang telah dia temukan. “Clara menemukan bukti bahwa ayahmu, Richard Valente, adalah dalang sebenarnya di balik kehancuran perusahaan keluargaku. Dia menggunakanmu sebagai alat untuk mencapai tujuannya.”

Damian terdiam, wajahnya berubah pucat. “Apa… apa maksudmu?”

Alyssa menyerahkan dokumen-dokumen yang Clara berikan kepadanya. “Ini semua bukti yang menunjukkan bahwa ayahmu adalah orang yang bertanggung jawab atas semua ini.”

Damian membaca dokumen-dokumen itu dengan tangan gemetar, matanya berkaca-kaca. “Ini tidak mungkin… Ayahku… dia selalu mendorongku untuk menjadi yang terbaik. Aku tidak pernah berpikir bahwa dia bisa melakukan sesuatu seperti ini.”

Alyssa merasakan empati dan simpati terhadap Damian. “Aku tahu ini sulit untuk diterima, Damian. Tapi kita harus mencari cara untuk menghadapi ini bersama.”

Damian menghela napas panjang, merasa beban yang luar biasa di pundaknya. “Alyssa, aku tidak tahu harus bagaimana. Ayahku… dia telah menghancurkan begitu banyak hal. Aku merasa begitu terkhianati.”

Alyssa mendekati Damian, meletakkan tangannya di bahu Damian. “Kita akan menghadapinya bersama, Damian. Kita akan mencari cara untuk mengungkap kebenaran dan memperbaiki semua yang telah rusak.”

Damian menatap Alyssa dengan rasa syukur. “Terima kasih, Alyssa. Aku tidak tahu apa yang akan kulakukan tanpa kamu.”

Mereka berdua berpelukan, merasakan ikatan yang semakin kuat di antara mereka. Meskipun masa depan masih penuh dengan ketidakpastian dan tantangan, mereka tahu bahwa dengan saling mendukung, mereka bisa menghadapi segala rintangan dan menemukan kedamaian yang mereka cari.

Malam itu, mereka berdua merencanakan langkah-langkah berikutnya untuk mengungkap kebenaran dan menghadapi Richard Valente. Mereka tahu bahwa ini akan menjadi perjuangan yang panjang dan sulit, tetapi dengan cinta dan tekad yang mereka miliki, mereka yakin bisa mengatasi segala rintangan.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bayarlah Kesalahan Ayahmu Dengan Hidupmu
8.0
Alona terperangkap dalam pernikahan dingin bersama Ferdinand Craig, miliarder yang menyimpan dendam kesumat. Ferdinand menikahinya hanya untuk melampiaskan amarah atas kematian sang ayah. Tragedi masa lalu itu terjadi saat ayah Alona, seorang dokter, melakukan kesalahan fatal kala mengoperasi ayah Ferdinand. Kini, Alona dipaksa menebus dosa orang tuanya dan hidup dalam siksaan kebencian sang suami. Sanggupkah ia bertahan melewati kekejaman Ferdinand dalam rumah tangga mereka?
Sampul Novel Benih Satu Milyar
8.0
Nara harus menghadapi kenyataan pahit saat ibu kandungnya, yang telah lama menghilang dan dicari ke kota, tega menjual kesuciannya di usia delapan belas tahun hanya demi melunasi utang. Alih-alih mendapatkan kehangatan keluarga yang didambakan, pertemuan itu justru menghancurkan masa depan Nara sepenuhnya. Tiga tahun berlalu sejak tragedi kelam tersebut, kini ia terpaksa bertahan hidup dengan menjalani realitas baru yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya sebagai seorang sugar baby.
Sampul Novel Cinta Gadis Bunga
8.0
Lucyana, seorang gadis biasa, mendadak jadi sorotan saat Nyonya Silviana menunjuknya sebagai pewaris tunggal. Perubahan nasib yang instan ini memicu penolakan dari orang-orang sekitar yang meragukan dirinya. Di tengah kepalsuan dan intrik kaum elite, Lucyana harus berjuang bertahan hidup. Mampukah ia menghadapi tekanan lingkungan barunya sembari menemukan sosok cinta sejati yang tulus?
Sampul Novel CINTA GILA KENAN
9.7
Kenan, pebisnis dingin tanpa ampun, terusik saat Yezi kembali ke hidupnya. Merasa diabaikan oleh wanita blasteran Jepang-Indonesia itu, Kenan menuntut ganti rugi tak masuk akal pada ayah Yezi. Tak gentar, Yezi membalas ancaman tersebut menggunakan rekaman rahasia dari tiga tahun lalu. Di balik arogansi dan persaingan bisnis yang sengit, ada rahasia besar masa lalu yang mengikat mereka berdua.
Sampul Novel Istri Idaman Tuan Ares
8.1
Pernikahan paksa tanpa cinta adalah mimpi buruk bagi siapa saja. Takdir pahit ini harus dijalani oleh Ares dan Anggun yang dipersatukan dalam perjodohan tanpa rasa. Meski batin mereka menolak keras, tidak ada jalan keluar untuk melarikan diri dari situasi pelik ini. Mereka terpaksa tunduk pada komitmen pernikahan yang tak diinginkan, karena tidak ada satu pun alasan kuat yang mampu membatalkan ikatan sakral tersebut.
Sampul Novel My Handsome Boy
9.4
Demi melunasi utang yang menjeratnya, Kiara Mauren bersedia bekerja apa saja. Namun, Ken justru menyodorkan sebuah kontrak pernikahan. Meski terpikat oleh kecantikan Kiara, Ken tetap bersikap sinis saat tawarannya sempat ditolak. Kiara pun bimbang karena dirinya telah memiliki calon suami. Sayangnya, Ken tidak memberikan pilihan lain bagi Kiara. Di tengah situasi pelik ini, tatapan tajam Ken tetap tidak bisa teralihkan dari sosok Kiara yang sangat memikat hatinya.