APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dendam Cinta dan wanita

Dendam Cinta dan wanita

Zheyya, seorang gadis biasa, dipertemukan dengan Kanha yang berjiwa playboy. Walau kehidupan mereka bertolak belakang, rasa benci di dada perlahan terkikis oleh tumbuhnya benih-benih asmara. Lewat pergolakan antara obsesi egois dan keikhlasan hati, keduanya dipaksa memahami kapan harus berjuang atau merelakan. Hubungan ini membawa gejolak emosi bagai tetesan air di padang gersang. Akankah takdir menyatukan cinta mereka pada akhirnya?
Bab
Bagikan

Bab 2

Juli, 2015.

Gadis itu duduk paling depan di kelas yang bising dengan kesibukannya masing-masing. Mencurat coret buku tulisnya, tanpa peduli dengan yang lainnya. Zheyya mutia, siswi kelas X di SMA Bahagia. Wajahnya terlihat muram, bibirnya dikerucutkan lalu menunduk menatap kedua kakinya yang dibungkus sepatu hitam polos. ‘Kapan pelajarannya dimulai sih? Gurunya juga ga datang-datang,' gerutu Zheyya dalam hati.

Di antara semua murid, hanya Zheyya yang tidak beradaptasi. Dia tidak menegur sapa atau menghiraukan siapa pun. Bagi Zheyya, sekolah hanya untuk belajar. Dia tidak ingin menjalin pertemanan yang tidak perlu. Sekali lagi, Zheyya menatap ke arah jam dinding di atas papan tulis. Pukul 9 tepat, dan itu menjadi awal pertemuan siswa siswi baru yang ricuh tanpa arahan. Tak ada guru ataupun kakak kelas OSIS yang datang membimbing.

Zheyya yang mulai bosan melirik jam dinding, menundukkan kepalanya lagi lalu menangkupnya dengan kedua tangan yang dilipat di atas meja. Perlahan matanya menutup. Namun tiba-tiba ... Kelas menjadi hening. Refleks zheyya mengangkat kepalanya dan duduk tegap. Matanya langsung menatap ke arah siswa yang datang dari arah pintu masuk. Seperti yang dilakukan semua murid di kelas itu. Bagaimana tidak? Selain penampilannya yang mencolok, siswa itu juga cukup menarik perhatian.

"Famous boy pentolan SMP TAMAN BAHAGIA" bisik seorang siswi di belakang Zheyya.

'Really? Ffft ... Famous boy?' Zheyya terkekeh dalam batin, meski begitu dia tak mengalihkan pandangannya.

“Kanha!" Seru seorang siswa yang duduk di barisan samping Zheyya sambil menepuk-nepuk kursi kosong di sisinya.

Namun Kanha acuh, dan malah mendekat ke arah kursi di samping Zheyya.

Drrrk .... Kursi itu digeser dan dia pun duduk santai. Zheyya menghela nafas berat, merasa apa yang dia lakukan sia sia.

'Kirain yang dateng guru atau OSIS' batin Zheyya. Lalu dia pun menurunkan bahunya dan menyender ke kursinya lagi dengan santai.

Tapi tak lama kemudian tiga orang siswi dengan rok SMP datang menghampiri Kanha. Mencubit lengannya yang sedang asyik memainkan Blackberry Gemininya sembari menunduk. Kanha pun menengadah, lalu merespons dengan senyuman kecil. Sontak dua gadis lainnya berteriak histeris.

"Aaaa! ... Ciye! ... Ciye! ... Jenny dan Kanha!,"Dan sekali lagi Kanha menjadi pusat perhatian seisi kelas.

Zheyya yang merasa risi, ikut melirik mereka. Melihat lirikan Zheyya, gadis itu menggelayut mesra di lengan Kanha sambil menatap sinis ke arah Zheyya.

'What's wrong with me?' batin Zheyya tak habis pikir, lalu memalingkan wajah dan menutupnya dengan buku.

Zheyya yang tak ingin menjadi pusat perhatian menjadi sangat tidak nyaman, karna ikut terlihat di antara pasangan itu. Iris mata Jenni yang berbinar menatap Kanha dengan malu, dan wajah putihnya semakin terlihat imut saat kedua lesung pipinya ikut merona. Hanya dengan melihat sudut bibir Kanha sedikit melengkung saja, gadis-gadis berteriak histeris. Namun lain dengan pandangan Zheyya, baginya Kanha tidak menarik perhatiannya sama sekali.

Romansa SMA, kisah cinta klise yang umum terjadi. Manis dan mendebarkan! Cinta? Itu tidak ada di kamus Zheyya. Baginya cinta adalah hal tabu, perasaan yang harus ia hindari. Lingkungan dan tuntutan keluarga membentuknya menjadi pribadi yang kaku, dan berpikiran kolot. Di usia remajanya Zheyya sudah harus bekerja sangat keras. Berjualan kue keliling, mengasuh anak tetangga, atau melakukan apa saja demi beberapa lembar rupiah meski harus melakukan pekerjaan yang cukup berat.

Teng! Teng! Teng!

Bunyi bel sekolah membangunkan Zheyya dari mimpi singkatnya.

“Oke, hari ini sampai di sini saja. Kalian boleh pulang! Jangan lupa bawa alat alat yang kakak suruh untuk kegiatan besok!” ujar seorang siswa dengan seragam OSIS, sambil menutup spidol yang baru saja ia gunakan lalu meletakannya di atas meja.

Semua murid pun berhamburan keluar kecuali Zheyya yang masih melongo sambil mencerna situasi. Beberapa saat kemudian akhirnya kelas pun hening. Zheyya mengeluarkan pulpen dengan malas, lalu mencatat tulisan yang ada di depannya. Tiba tiba ....

“Pules banget tidurnya, besok-besok bawa bantal gih,” celetuk seseorang di belakang Zheyya. Sontak Zheyya pun menoleh kaget. Ternyata sedari tadi Kanha berdiri di belakangnya. Namun Zheyya memasang wajah sedatar mungkin, dan malah kembali menulis tanpa menggubris kehadiran Kanha.

Melihat Zheyya yang mengacuhkannya, Kanha berjalan gontai pergi meninggalkan ruangan itu. Setelah Kanha pergi, gadis itu membuang nafas kasar sambil memegangi dada sebelah kirinya.

“Dasar cowo aneh, gajelas! Bikin kaget aja!” Zheyya mendengus kesal.

Selesai menulis, Zheyya memasukkan buku dan pulpennya ke dalam tas. Lagi-lagi Zheyya menghela nafas berat seakan enggan melakukan apa pun, lalu meregangkan badan mungilnya sambil menatap ke luar jendela. Terlihat lapangan sekolah dengan beberapa pohon rindang di kedua sisinya. Semilir angin menggoyangkan dedaunan pohon-pohon itu, lalu masuk ke sela ventilasi jendela kelas.

Zheyya pun refleks menarik nafas dalam-dalam, merasakan kesejukan saat kedua manik matanya ia pejamkan sesaat. Tapi kali ini gadis ini bangkit dari duduknya, menggendong ransel hitamnya dan berlalu dari sana.

Sementara itu, Kanha bersenandung kecil menikmati semilir angin bersama kuda besinya. Lalu terkekeh saat mengingat kejadian di kelas tadi. Ia sengaja berdiri di belakang Zheyya saat murid-murid lainnya berhamburan keluar untuk pulang, demi menutupi sobekan di punggung baju Zheyya.

“Sialan. Ngapain juga gua repot-repot nutupin punggungnya kalo tau dia gak tau trimakasih gitu!” umpat Kanha.

Saat sedang asyik bermonolog, tiba-tiba gawai di saku celananya bergetar. Kanha pun menepikan motornya lalu mengambil ponsel itu.

[Bae, kamu jadi ke tongkrongan gak?]

Tanya seorang perempuan dari seberang, saat Kanha mengangkat teleponnya.

“Ya jadi lah sayang ....” Jawab Kanha manja.

[Oke ditunggu. Jangan lama-lama, udah kangen nih.]

“Iya, gua lagi di jalan nih. Tungguin aja ok?” Kanha menutup telpon tanpa menunggu jawaban. Lalu menghapus daftar panggilan dengan nama kontak *Player 13 itu sebelum akhirnya memasukkan gawainya kembali ke saku celananya.

Dengan mimik wajah yang berubah, Kanha melajukan kembali motornya. Melesat di atas aspal dengan kecepatan tinggi. Menyalip setiap kendaraan yang menghalangi jalannya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Menikahi Kakak Pembunuh
8.6
Malam pengantin yang tragis berujung maut ketika Carlos Fowler membiarkan aku mati di tangan penculik demi perempuan lain. Namun, Vincent, kakak laki-lakinya yang lumpuh, datang membalas dendamku di detik-detik terakhir. Saat terbangun, aku telah kembali ke masa lalu untuk mengubah nasib. Di depan altar, secara tak terduga kubatalkan pernikahan dengan Carlos. Aku justru melamar Vincent yang duduk di kursi roda. Carlos mengira aku cuma menggertak, tetapi ia akan segera kehilangan segalanya.
Sampul Novel Bukan Menantu Idaman Mama
8.6
Demi mempertahankan cintanya pada Alya, seorang pemuda berani menentang dominasi sang ibu. Mirna, sang ibu, menuntut pernikahan bisnis guna menjaga kestabilan perusahaan mereka. Ia menolak keras Alya yang merupakan seorang yatim piatu miskin. Bagi Mirna, pernikahan hanyalah alat demi keuntungan finansial. Namun, putranya menolak tunduk pada kendali keluarga dan memilih berjuang demi wanita pilihannya.
Sampul Novel Gairah Panas Sang Mantan
8.4
Sakit hati akibat pengkhianatan suaminya, Gilang, mendorong Kayla yang kini berusia 37 tahun untuk membalas dendam. Ia memilih kembali ke pelukan Farel, mantan kekasihnya. Terpikat oleh pesona Kayla yang kian menawan, Farel menyambutnya hingga mereka terlibat perselingkuhan yang membara. Meski keduanya telah membina rumah tangga masing-masing, hubungan gelap yang intim ini terus berlanjut. Kini, rahasia besar tersebut mengancam pernikahan mereka. Akankah cinta terlarang ini membawa bahagia?
Sampul Novel GAIRAH PEREMPUAN NAGA
8.1
Koh Ho Ming memercayai Diandra, putri piatu dari asisten rumah tangganya, sebagai reinkarnasi Perempuan Naga. Sejak kecil, ia memperlihatkan tanda spiritual kuat selaku titisan Dewi Kesayangan Langit. Diandra pun harus menghadapi rintangan berat serta tragedi hidup demi menggapai keberhasilan. Perjalanan takdirnya yang penuh liku diwarnai oleh kisah cinta yang mendalam serta sisi erotis yang membara.
Sampul Novel Hati Beku yang Tak Dapat Dicairkan Lagi
9.2
Di kamar utama vila Keluarga Andara, Natasha bersiap mengakhiri pernikahan kontraknya yang tersisa satu bulan lagi. Ia bahkan telah merencanakan kematian palsu untuk pergi. Meski ibu mertuanya memohon agar kesepakatan dibatalkan karena sangat menghargai jasa Natasha merawat Varo selama sepuluh tahun dan melahirkan keturunan mereka, Natasha dengan tegas menolak. Keputusannya sudah bulat untuk tetap menyelesaikan hubungan pernikahan tersebut sesuai dengan kontrak awal.
Sampul Novel Janji yang Diingkari, Hati yang Sejati
8.7
Della terkejut saat matanya bisa melihat lagi dan mendapati dirinya telah menikah dengan Hurst Owen, adik dari kekasihnya. Kebenaran menyakitkan terungkap saat ia tahu Brady Owen, sang kekasih, sengaja meninggalkannya yang buta demi Betty Kirk. Brady berjanji akan kembali sebulan lagi dan menganggap pernikahan adiknya tidak sah. Namun, Hurst mulai jatuh cinta pada Della. Tanpa memberi tahu bahwa ia sudah sembuh, Della justru mengajak Hurst meresmikan pernikahan mereka agar sah seutuhnya.