APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dendam Birahi Penakluk Hati

Dendam Birahi Penakluk Hati

Demi membalas kematian sang adik, Dirham Assegaff tega merenggut kesucian Dinar Azalea. Namun, aksi balas dendam itu berbalik menjadi bumerang saat Dinar mengandung lalu lenyap demi menyembunyikan aibnya. Bertahun-tahun berlalu, takdir mempertemukan mereka lagi. Dirham pun menawarkan pernikahan demi merebut anaknya. Sayang, hadirnya cinta pertama Dirham menjadi rintangan besar. Akankah kebencian terkikis oleh cinta, atau justru luka lama Dinar yang akan semakin perih?
Bab
Bagikan

Bab 2

Seminggu berlalu setelah perkenalan antara Dinar Azalea dan Dirham Assegaff, Dinar yang mulai bekerja dari jam 8 pagi sampai jam 4 sore itu heran, karena seminggu ini juga dia sering melihat Dirham makan siang di sana. Dinar hanya akan memberi senyuman manis dan menganggukkan kepala ketika mata mereka bertemu. Mungkin dia kerja di dekat sini. Itu yang dipikir oleh Dinar.

Setalah jam kerja habis Dinar berniat untuk pulang, dia berjalan hendak menunggu driver ojol, jam segini biasanya banyak ojol menawarkan jasa tanpa pakai aplikasi. Jam pulang kantor memang jalanan penuh dengan orang-orang pulang kerja.

Pin pin

Dinar masih berjalan tidak menghiraukan suara klakson mobil yang dibunyikan beberapa kali. Dia menoleh kesamping setelah mobil itu meluncur perlahan menyalip langkahnya.

Sebuah mobil berhenti tepat di depannya. kaca mobil dibuka dan tampaklah wajah pria muda yang beberapa hari ini sering muncul di tempatnya bekerja, cowok yang mengajaknya makan siang seminggu lalu. Yang mengaku temannya. Dirham tersenyum manis padanya.

"Ayo, aku antar pulang."

Dinar berhenti melangkah dan menoleh pada Dirham. Dia menatap pemuda itu lekat, seolah ingin tahu niat hati Dirham.

"Nggak usah repot-repot, rumah ku Deket kok." Tolak Dinar halus.

"Nggak repot, ayolah. Di sini banyak orang jahat kalau jam segini."

"Aku bisa jaga diri, jangan kuatirkan aku."

"Nggak usah takut gitu, aku bukan orang jahat." suara Dirham agak dikeraskan.

Dinar lanjut berjalan perlahan. Tidak menghiraukan ucapan Dirham, Sementara pemuda itu juga masih belum putus asa.

Mobil diberhentikan tepat di depan Dinar. gadis polos itu mengeluh perlahan, kenapa keras kepala banget sih. Apa maunya dia ini. Kenal juga tidak.

Dirham keluar dari mobil dan menghalangi jalan Dinar.

"Katanya sudah terima aku sebagai teman, masa diantar pulang aja nggak mau. Berarti bertemannya nggak ikhlas." Dirham melipat tangannya berdiri di depan Dinar sambil melipat tangannya.

"Maksa banget kenapa, sih?"

Dinar mulai kesal.

"Cuma pingin antar kamu pulang, nggak lebih."

Kerasnya keinginan Dirham melemahkan pendirian Dinar.

"Oke kalau maksa."

"Gitu dong. Ayo masuk."

Pintu mobil dibuka dan Dirham mendorong sedikit tubuh Dinar hingga gadis itu terduduk di bagian kursi penumpang. Sejurus setelah pintu ditutup Dirham bersiul kecil lalu masuk ke bagian pemandu, mobil bergerak perlahan.

"Kamu tinggal sama siapa, Di?"

"Sendiri aja. Aku sewa kamar kos aja kok."

"Hebat kamu, sendiri hidup tanpa keluarga, di kota besar ini."

"Biasa ajalah, aku bukan dari keluarga kaya, harus pinter-pinter hidup di sini."

Dirham melirik wajah gadis di sebelahnya, dia akui gadis ini cantik. Mata bulat dengan bulu mata tebal, panjang dan lentik meski tanpa maskara, pasti bisa menawan siapa saja. Kulit bersih terlihat sangat natural tampak masih asli tanpa sebarang skin care. Pemuda itu berdeham kecil membuang rasa gugup yang tiba-tiba datang di hatinya.

"Berhenti di depan saja, iya itu yang pagar hitam."

Dirham melakukan seperti permintaan Dinar.

"Kamu sewa di sini?"

"Sebelah pagar rumah itu ada lorong agak kecil, sewaku di belakang rumah itu."

Dirham menganggukkan kepalanya.

"Aku masuk dulu, terima kasih."

"Aku antar sampai kosan."

"Nggak usah, terima kasih. Di sini sudah cukup."

Dinar membuka pintu mobil agak terburu-buru, dia tidak biasa diantar seorang lelaki seperti sekarang ini. Apalagi sampai kost-an. 

Dirham masuk kembali kedalam mobil dan meninggalkan tempat itu. Dia mengangkat teleponnya yang dari tadi bergetar.

"Bos, saya sudah dapat infonya. Iya setengah jam lagi kita ketemu, semua fotonya ada sama saya."

"Tempat biasa!" Dirham menyudahi panggilan dan segera menuju tempat yang disepakati. 

****

Sore itu Dirham pulang ke rumah orang tuanya. Dilihatnya ART sedang menyiram tanaman di taman depan. Rumah besar itu kelihatan suram tanpa keceriaan lagi, Dirham memarkir mobilnya setelah ART membukakan pintu pagar.

Dia keluar sambil meninjau keadaan rumah yang sudah seminggu ini tidak dikunjungi. Dirham tinggal di apartemennya sendiri, sudah beberapa bulan terakhir, di rumah ini terlalu banyak kenangan pahit manis bersama adik kesayangannya. 

Matanya berkaca-kaca mengingat hari dimana adiknya menangis dengan wajah frustasi. Fathia begitu hancur dan rapuh saat mengatakan tentang kehamilannya. Ayahnya, Adam Assegaff pasti akan membunuhnya jika sampai tahu hal itu. 

"Fa tidak ingin hidup lagi kak, Fa tidak kuat, Fa takut papa, Fa tidak mau memalukan keluarga kita." 

Fathia Assegaff adik semata wayangnya sedang memeluk lutut di kamarnya, di dalam gelap, air matanya berlinang dan tangisannya memilukan.

Dirham mendengar itu terkejut, dan segera memeluk adiknya. 

"Ada apa ini, Fa, nggak baik ngomong kek gitu." Fathia semakin menangis terisak-isak dalam pelukan kakaknya.

"Dia meninggalkan Fa, dia menghianatiku kak, dan cewek itu datang memakiku, menghinaku, katanya aku murahan, aku wanita murahan. Kak, tolong. Fa hamil kak, Fa hamil." lutut Dirham lemah mendengar itu semua. Tangannya mengepal. Apa yang harus dilakukannya untuk menolong si adik?

"Tenang, Dik. Kita pikir dengan kepala dingin. Siapa lelaki itu, bilang sama kakak, biar kakak kerjakan dia. Berani sekali dia buat adik kesayangan kakak menangis."

Fathia diam tidak menyahut pertanyaan dari kakaknya, tapi isak tangisnya begitu memilukan hati seorang kakak. Dirham ingin marah padanya, tapi melihat wajah sedih itu, hilang langsung amarahnya. Ini tidak bisa dibiarkan, lelaki bangsat itu harus terima akibatnya, belum tahu dia berususan dengan siapa. Urat di pelipis Dirham timbul. Wajahnya merah.

"Dik, bilang siapa laki-laki itu. Biar kakak hajar dia!" Suara Dirham meninggi. Tapi adiknya tetap diam. Emosi yang sudah tersulut tadi mengendor lagi melihat air mata sang adik yang sangat disayangi itu.

Dirham akan memberi waktu pada adiknya untuk menenangkan diri dulu. Dirham memutuskan untuk keluar kamar adiknya. 

Keesokan harinya ketika pulang dari kantor Dirham heran kenapa ada orang menjerit histeris, itu suara mamanya dan Mbak Santi, ART yang bekerja di rumah orangtuanya.   Apa yang terjadi sebenarnya, Dirham berlari masuk kedalam rumah, blueprint tube yang selalu menemaninya dilempar begitu saja di atas lantai, langkah Dirham melemah ketika sampai di tangga paling atas jeritan itu terdengar dari kamar adiknya, tidak! jangan! hatinya menidakkan bayangan menakutkan yang sempat terlintas di kepalanya. Tapi kaki lemahnya dikuatkan untuk melangkah menuju ke arah pintu kamar yang terbuka lebar. 

Mata pemuda itu terbeliak, keringat dingin membasahi tubuhnya, dia menggigil, kaki dan tangannya gemetar tidak kuat lagi melangkah. Air mata jantannya membasahi pipi. Hatinya hancur. Sakit sekali.

Dirham jatuh terduduk ke lantai melihat mamanya sedang memangku kepala Fathia sambil menjerit histeris, sementara Mbak Santi menangis terisak-isak, tangannya memegang siku Fathia. Pergelangan tangan gadis itu penuh dengan darah yang hampir mengering. Dirham tidak kuasa untuk mendekati ibu dan adiknya, dia menangis tersedu di tengah pintu kamar itu dia melutut tidak mampu berdiri lagi. 

Inikah keputusan yang diambil adiknya kemarin. Dirham menggelengkan kepalanya menyesali apa yang terjadi. 

Fathia, Fathia ! 

Jangan Fathia, jangan pergi, kami sayang kamu.

Fathiaaaaaa. 

"Dirham, bangun!" 

"Kamu mimpi buruk ini, Ayo bangun."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Because That Night
8.0
Menyesali hidupnya, Ariel Anata nekat menyerahkan kesucian kepada Sean Rinadi di kelab malam. Meski berjanji berpisah selamanya, takdir justru mempertemukan mereka kembali saat Sean hadir sebagai calon tunangan Vania, kakak Ariel. Sean memanfaatkan situasi ini demi mengejar cinta Ariel. Sebaliknya, Ariel yang selalu dibanding-bandingkan dengan kakaknya memilih memanfaatkan Sean sebagai alat balas dendam kepada keluarganya sendiri.
Sampul Novel Benih Dari Kebencianmu
8.2
Lima tahun berlalu, namun kematian tragis Anya menyisakan dendam mendalam bagi Rizky. Kembalinya Lia, sepupu Anya yang selamat dari tragedi itu, memicu murka Rizky yang menganggapnya sebagai biang keladi penderitaan mereka. Di satu malam kelam, kemarahan Rizky tak terbendung hingga merenggut masa depan Lia. Kini, di tengah kebencian orang-orang sekitar, Lia harus bertahan dan memikul beban luka yang teramat berat.
Sampul Novel BERONDONG PERKASA
9.8
Lewat teropongnya, Danny Sasmita kerap mengamati Camelia, sang tetangga baru. Saat Camelia histeris akibat kecoak, Danny datang menolong. Sialnya, aksi itu memicu salah paham warga hingga memaksa mereka menikah meski beda usia jauh. Di tengah tekanan itu, mantan tunangan Camelia mendadak muncul setelah dua tahun berpisah. Kini, Camelia pun bimbang memilih sang suami berondong atau pria dari masa lalunya.
Sampul Novel Getaran Hasrat Cinta
8.8
Clara terpaksa menjadi madam demi menggantikan sang ibu. Kehidupan kelam ini ia jalani sejak James merebut kesuciannya lewat transaksi mahal. Dipenuhi rasa benci, Clara bersumpah akan menghancurkan hidup lelaki itu sebagai balas dendam atas takdir buruknya. Namun, rencana tersebut diuji saat James kembali hadir sebagai pelanggannya. Di tengah gemerlap dunia malam, pertarungan sengit antara harga diri, dendam, dan hasrat yang membara pun tidak lagi terhindarkan.
Sampul Novel Gue Bukan Perempuan Nakal!
8.3
Demi memikat kembali mantan kekasihnya, seorang wanita terjebak obsesi masa lalu hingga rela melakukan segala cara. Tindakan nekat tersebut justru membawa petaka, menghancurkan hubungan keluarga, merusak persahabatan, dan melukai pria tulus yang mencintainya. Apakah segala pengorbanan buta ini akan berujung indah, atau malah menyisakan penyesalan mendalam? Ikuti kisah emosional tentang perjuangan menghadapi dampak dari keputusan yang salah.
Sampul Novel Jodoh Terpilih
8.4
Akibat perbuatan Bulan yang tertangkap basah bermesraan dengan Arjuna, Mentari yang berketerbatasan harus menanggung akibatnya. Demi mengejar karier, Bulan menolak menikah dan menjadikan Mentari sebagai pengantin pengganti, meski sebenarnya ia dan Arjuna saling mencintai. Mentari pun terpaksa menikahi pria asing tersebut. Di tengah ujian cinta Bulan dan Arjuna, mampukah Mentari menemukan kebahagiaannya sendiri?