APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Demi Ranjang Panas

Demi Ranjang Panas

Elena, gadis 23 tahun yang bekerja sebagai pelayan klub malam, harus menghadapi pilu akibat ulah Hendrik. Pasca kepergian sang ibu, ayahnya itu malah kecanduan judi hingga menunggak utang sebesar 500 juta kepada Darel. Kini, rentenir buncit berumur 45 tahun tersebut menagih janji. Karena tak sanggup melunasi, Hendrik tega menjadikan Elena sebagai jaminan utangnya. Akankah Elena terpaksa menyerahkan dirinya menjadi pemuas nafsu Darel demi menebus kesalahan sang ayah?
Bab
Bagikan

Bab 3

Elena mengikuti arahan dari pria cantik itu. Kini, ia duduk menghadap cermin dengan beberapa jumlah sorot lampu yang membuat matanya silau.

“Sebelum aku rias, apa ada permintaan? Soalnya Om Darel menyerahkan konsep make up sesuai dengan yang kamu minta aja.”

“Terserah kamu aja. Saya nggak niat nikah, jadi mau saya di make up kaya apa juga, saya nggak peduli.”

“Astaga ini penganten emang batu banget kalau dikasih tau! Aku kasih tau ya ke kamu, menikah itu seumur hidup sekali. Siapapun itu jodoh kamu, ya kamu harus terima dan maksimal menjalankan prosesnya.”

Elena yang merasa panas mendengarkan ocehan sang perias, bangkit dari duduknya untuk mengambil ponsel beserta earphone. Dari pada mendengarkan ucapan si banci yang berisik itu, lebih baik ia mendengarkan musik.

“Nggak usah nasehatin orang, deh! Perbaiki aja diri kamu sendiri baru nasehatin orang!” seru Elena sebelum memasak earphone di kedua telinganya.

KLEK.

Suara pintu terbuka, baru saja Elena ingin menikmati paginya. Seorang lelaki membuka pintu dan berjalan ke arahnya.

“Elena, sudah jam berapa ini? Harusnya jam segini kamu sudah siap. Lihat ayah, sudah siap sejak pagi buta. Kamu itu akan menikah, jadi jangan pernah bermain – main dengan pernikahan ini.”

“Kalau bukan karena ayah, aku juga nggak sudi menikah dengan tua bangka itu.”

“Jaga ucapanmu, Elena! Kamu sudah memutuskan, dan keputusan itu harus kamu jalani sekarang!” teriak Hendrik. Lelaki itu meninggalkan Elena kembali berdua dengan penata rias di dalam kamar.

Mendengar itu Elena hanya memasang wajah yang ditekuk. Mentalnya benar – benar kacau pagi ini. Kalau saja ia punya mesin waktu, mungkin gadis itu akan melewati fase ini. Bahkan mungkin ia bisa kembali ke masa lalu, agar ikatan janji antara ayahnya dengan Darel tidak pernah terjadi.

“Sudahlah, cantik, sekarang fokus dan lihat wajahmu ke cermin. Pernikahan ini sudah jadi takdir dan kamu nggak bisa menghindarinya.”

Kali ini Elena malas menanggapi ocehan pria yang berlagak seperti wanita itu. Elena hanya menatapa dirinya di depan cermin, sembari memerhatikan sapuan dan olesan make up di wajahnya.

“Kamu nggak meminta request apapun untuk pernikahan hari ini, cantik? Kamu yakin?”

“Udah berapa kali saya bilang, terserah kamu aja. Saya juga terpaksa ngejalanin semua ini.”

“Oke, kalau gitu, biar semuanya terserah aku aja ya mau rias kamu kaya gimana juga.”

“Hm,” ucap Elena yang kini sudah memainkan ponselnya.

“Tema untuk wajahmua sepertinya lebih cocok dengan make up soft dan flawlesh. Tetap terlihat sederhana tetapi juga mewah. Pasti nanti kamu akan terlihat cantik dan tentunya Om Darel pun akan terpesona dengan hasil make up ini. Hihihihi,” ucap pria cantik itu diakhiri dengan tawa yang membuat Elena geli mendengarnya.

Pria cantik memulai dengan mengoleskan primer di wajah Elena, kemudian fondation, cream blush on, conturing, bedak tabur dan produk lainnya yang dibutuhkan di wajah calon pengantin itu. Tak lupa ia membuat alis dan membingkainya, serta memberikan eyeshadow dan gliter di kelopak matanya. Terakhir, ia mengoleskan lipstik dengan warna pink agak peach untuk menambah keanggunan di wajahnya.

Setelah make up seleai, pria cantik itu menata rambut Elena yang sudah mulai kering. Menyisirinya dan membuat sanggul di kepala Elena. Gaya rambut chignon sangat cocok untuk rambut Elena yang panjang dan bervolume. Di akhir, tak lupa sang perias itu meletakkan beberapa bunga kecil di sanggul Elena sebagai pemanis.

“Nah, selesai,” ucap pria cantik itu.

Elena takjub melihat pantulan wajahnya di depan cermin. Ia merasa bahwa yang berada di sana bukanlah dirinya.

Elena mencoba menghadap ke kanan lalu kiri, untuk memastikan ternyata pantualn perempuan yang ada di sana memang dirinya sendiri.

“Gimana? Cantik bukan?” tanya pria cantik itu, sembari meletakkan jemarinya di dagu Elena yang terbelah.

Elena hanya mematung, ia ingin mengakui bahwa hasil riasannya sempurna, tetapi rasa gengsi mengusai hatinya.

Setelah make up, Elena diarahkan untuk memakai gaun pengantin yang sudah dibelikan Darel tanpa sepengatahuan Elena dan Hendrik.

“Hey cantik, sekarang kamu pakai gaun ini ya.”

Elena hanya takjub dengan gaun yang dibawa oleh pria cantik itu. Ia sudah bisa menebak bahwa gaun yang dipakainya bukanlah gaun murahan.

Gaun dengan warna putih cantik dan panjang menyapu lantai. Pikiran Elena sudah menerawang jauh pasti ia kan terlihat cantik dan anggun saat menggunakan gaun itu. Untuk pertama kalinya, Elena menuruti apa yang diperintahkan oleh perias itu tanpa menolaknya. Ia memasukkan bagian tangan secara bergantian, hingga gaun itu telah melekat di tubuhnya.

Elena melihat dirinya kembali di depan cermin. Kali ini penampilannya benar – benar seperti putri di dalam dongeng. Sayangnya, bukan pangeran tampan yang akan menikahninya. Melainkan hanya pria gendut yang lebih layak disebut sebagai si buruk rupa.

“Sekarang, aku mau ambil gambar kamu ya untuk arsipku.”

Pria cantik itu menyalakan ring light dan mulai memotret Elena. Ia mengarahkan gaya agar Elena tersenyum dan menempelkan jemarinta di dekat wajah.

“Senyum cantik, 1 2 3, oke sempurna!”

“Dekatkan jarinya, cantik, siap ya. Aku potret, 1 2 3, percfect!”

Setelah melihat ulang hasil foto tersebu, si pria cantik mulai merasa puas.

“Jangan kirim foto saya ke tua bangka itu ya!” perintah Elena.

Pria cantik itu hanya tersenyum. “Ngapain juga aku kirim foto ke dia, nanti malam juga dia bakal unboxing kamu!”

“Jaga ucapan kamu!”

Pria cantik itu hanya tersenyum, sembari merasa geli membayangkan malam pertama calon pengantin yang ada di hadapannya dengan Om Darel, pria dengan tubuh gendut itu.

“Sssst, nggak boleh marah – marah, nanti cantiknya bisa hilang, lho!” ucap si perias dengan surasa berbisik.

Elena hanya memalingkan wajah dari pria cantik yang ada di hadapannya.

***

KLEK.

Pintu kembali dibuka. Sesuai dugaan Elena, Hendrik kembali membuka pintu untuk memastikan apakah putrinya sudah selesai di make up atau belum.

Saat membuka pintu, Hendrik terpaku dengan kecantikan putrinya. Lelaki itu sama sekali tak mengedipkan kedua matanya. Ia memandangi Elena dari ujung kaki hingga ujung kepala.

“Amazing! Putri ayah cantik sekali,” puji Hendrik di depan Elena.

“Tentu saja om, kan aku yang buat dia jadi cantik,” balas pria cantik yang sedang mengembalikan alat make up ke dalam tasnya.

“Diam kamu! Saya nggak bicara sama kamu!” pekik Hendrik dengan tatapan sinis, kemudian ia mengalihkan lagi pandangan kepada Elena.

“Sudah siap, Elena?”

“Hm,” jawab putrinya singkat.

“Orang suruhan Darel sudah datang dan menjemput kita dengan mobil. Setelah dia selesai mengemasi barang – barangnya, ayo kita berangkat ke hotel.”

“Hah, hotel?”

“Iya hotel. Kamu akan menikah di hotel bersama Darel! Nggak usah banyak protes, lakukan saja yang sudah menjadi keewajibanmu.”

Suasana seketika menjadi hening. Elena lagi dan lagi tidak punya pilihan, selain menjalankan perannya dengan baik mulai hari ini, meskipun dengan perasaaan terpaksa.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bersinar Setelah Menjanda
9.0
Amira sempat dipandang sebelah mata oleh Irfan yang mengira mantan istrinya itu tak akan mampu bertahan sendirian. Namun keadaan kini berbalik total. Saat Amira berhasil membuktikan kemandiriannya hingga meraih puncak kesuksesan, hidup Irfan justru hancur berantakan. Di tengah penyesalannya, Irfan datang lagi berusaha mendekati dan memikat Amira kembali. Apakah Amira akan luluh pada rayuan masa lalu, atau membiarkan sang mantan suami meratapi nasibnya?
Sampul Novel Hayu
9.2
Hayu
Hayu mengira asal-usul keluarga tak lagi penting di zaman modern. Namun, anggapan itu runtuh saat ia berhadapan dengan Nyonya Adibrata. Statusnya yang hanya sekretaris biasa membuat hubungannya dengan Bisma, sang pewaris tunggal Adibrata Group, terancam kandas. Demi memperjuangkan cinta mereka, Hayu kini harus menghadapi interogasi ketat dari ibu kekasihnya itu. Sanggupkah hubungan mereka bertahan di tengah jurang perbedaan status sosial yang begitu nyata?
Sampul Novel Mengungkap Istriku yang Dijauhi: Dia Menyembunyikan Seribu Identitas
9.4
Kehilangan orang tua akibat pembunuhan, Kathryn kembali untuk menuntut hak warisnya. Dia kerap dicaci sebagai anak haram yang tak layak bersanding dengan Evan. Namun, sang suami justru sangat mencintai wanita misterius ini. Di balik keanggunannya, Kathryn menyimpan rahasia sebagai peretas andal, dukun legendaris, dan peracik parfum istana. Saat Evan memanjakannya di hadapan publik, satu per satu topeng Kathryn terbuka, memaksa para pembencinya tunduk.
Sampul Novel Kekayaan Setelah Pengkhianatan
7.9
Dikhianati sang kekasih di usia 20 tahun membuat emosi Tristan hancur. Namun, takdirnya berubah saat tetesan darahnya mengaktifkan detektor garis keturunan kuno pada cincin miliknya yang sempat mati. Rahasia besar itu terungkap, mengubah status Tristan dari mahasiswa miskin menjadi miliarder penguasa bisnis global. Kini, sebagai pemuda terkaya di dunia, ia siap menghadapi orang-orang yang dulu menghina dan mengkhianatinya saat mereka datang bersujud memohon ampun.
Sampul Novel Reinkarnasi Dewa Bela Diri
9.0
Austin terlempar dari era modern dan terbangun di Dunia Bela Diri Utama masa lampau. Di sana, ia merasuki tubuh pemuda yang dicap bodoh dan tidak berdaya. Namun, Austin tetap memiliki pikiran yang tajam. Memanfaatkan raga barunya yang masih muda, ia bertekad melatih diri demi meraih kekuatan tertinggi. Inilah kisah perjuangan Austin untuk mendominasi dunia dengan kekuatannya sendiri dan menjadi sosok Dewa bela diri legendaris.
Sampul Novel Sinar di Balik Pengkhianatan
8.6
Tiga tahun membina rumah tangga dengan gembong jaringan gelap Kota Beirus, Suryanto Pradana, membuat Julianti Sahara harus lolos dari maut sebanyak enam puluh delapan kali. Musuh-musuh suaminya mengincar Julianti sebagai kelemahan terbesar Suryanto. Setelah sebuah ledakan bom hampir merenggut nyawanya, Julianti terbangun di rumah sakit dengan pendengaran yang mendadak pulih. Di sanalah ia mendengar rahasia kejam: pernikahannya hanyalah siasat Suryanto untuk menjadikan dirinya tameng demi melindungi wanita lain yang dicintainya.