APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel DARK LOVE

DARK LOVE

Kehidupan Aluna di keluarga Dewantara melahirkan benih cinta terlarang bersama saudara angkatnya, Albert. Namun, hubungan itu membuat Albert pergi. Saat Aluna mencoba bangkit dan bersiap menikah dengan Mark yang penyayang, Albert mendadak pulang. Ia membawa kebenaran masa lalu serta rahasia kelam tentang Mark. Kini, Aluna terombang-ambing dalam dilema besar antara cinta lama dan rencana masa depannya.
Bab
Bagikan

Bab 1

Apa kau merindukannya? Ya!! aku sangat merindukannya!! Apa yang kau rindukan darinya? Aku merindukan saat bermain di bawah hujan dengannya. Kau tidak merindukannya!! Apa maksudmu? Tentu saja aku merindukannya! Tidak! Kau tidak merindukannya, kau hanya rindu apa yang pernah kau alami bersamanya, bukan dirinya. Sesuatu yang tidak pernah kau temui dan rasakan pada orang lain, kau rindu kebiasaan bersamanya. Bukan dirinya.....!!

2018

Aluna POV

Ku pejamkan kedua mataku berharap wajah itu enyah dari pikiranku, sayangnya gelap justru membuat raut itu makin nyata dimataku. Kubuka mata dan kurasakan bayangnya ada dimana-mana. Sial!! Apalagi ini? Ku tutup laptop dan mulai melempar pandangan ke luar. Menembus kaca yang menghalangiku dengan deras hujan. Kuhembuskan nafas kearah kaca yang meninggalkan jejak embun disana, sejenak kuarahkan telunjukku dan mulai mengukir sebuah nama. Detik pertama aku tersenyum mendapati sebuah nama tertulis didepanku, detik berikutnya kurasa embun sudah berpindah ke mataku. Kurasakan pipiku basah, apa café ini bocor sehingga rintik hujan jatuh dan membasahiku? Tidakkah pemilik café ini tau bahwa aku sudah susah payah berjam-jam mengaplikasikan bedak dan blush on agar aku tampak cantik hari ini?

Seorang pelayan menawarkan sapu tangan padaku, apa-apaan ini? Apa kali ini hujan yang turun dari mataku? Bagaimana dengan mascara-ku? Apakah luntur? Mau tak mau aku menerima sapu tangan itu, malu-malu aku beranjak dari tempat dudukku menuju toilet, kuharap make up-ku tidak luntur.

Kulihat wajah yang memantul di cermin, sepertinya aku mengenal wajah itu. Ya! Aku sangat mengenal wajah itu. Wajah yang lelah. Lelah menahan kerinduan yang sudah keterlaluan.

Cepat-cepat kubasuh wajah itu dengan air dari wastafel, berharap guratan kerinduan itu ikut terbawa aliran air. Nyatanya guratan itu tak mau hilang. Seakan sudah mengakar disana. Aku menyerah. Lama kupandangi wajah itu, wajahku sendiri. Entah berapa lama sampai kurasakan getaran di saku celanaku.

Klik! "Hallo?"

"Mau sampai kapan kamu mengurung diri di toilet?"

Kujauhkan layar ponselku untuk melihat siapa yang menelponku, Krystal!

"Sebentar lagi aku keluar." Tanpa basa-basi kututup telponku, melihat sejenak wajah yang lelah itu. Ahh mascara-ku masih baik-baik saja. Make up-ku masih baik-baik saja. Hanya hatiku yang tidak baik-baik saja.

Cepat-cepat aku keluar dan bergegas kembali ke tempat dudukku, disana kudapati wanita cantik yang dengan santainya menikmati cappuccino-ku.

"Huh, lancang!"

Yang ku gertak hanya tersenyum manis.

Krystal meletakkan cangkirnya -cangkirku lebih tepatnya- menatapku dalam-dalam sembari tetap tersenyum.

"Apa sekarang toilet akan masuk list tempat favoritmu?"

"Kau ini bicara apa? Tentu saja tidak."

"Lalu kenapa kau lama sekali disana? Aku duduk disini sekitar 15 menit dan mendapati nomor meja tempat kau duduk hanya terdapat laptop dan secangkir cappuccino yang hampir dingin."

Aku tak menjawab, mengambil cangkir cappuccino-ku. Hanya menggenggam, tidak meminumnya. Kulempar pandangan yang mana hujan masih belum lelah berjatuhan. Kurasa Krystal juga melakukan hal yang sama.

Di luar ada banyak anak kecil berlarian, mereka tertawa seakan tanpa beban. Menikmati setiap tetes hujan yang berjatuhan. Aku pernah seperti mereka, bermain di bawah hujan, tidak sendirian tentu saja. Ada dia.

Kau tau apa yang paling menyenangkan dari hujan?

Tidak, apa?

Kamu!! Karena ada kamu setiap kali hujan turun.

"Hujan itu lucu yaa, terkadang dia datang sambil membawa kenangan yang tidak sepatutnya ia bangkitkan."

Aku menatap Krystal, apa maksudnya?

Krystal sadar bahwa aku menatapnya, sepasang bola mata besar miliknya berbalik menatapku, seakan mencoba memberi jawaban lewat tatapan lembutnya itu.

Kusadari bahwa Krystal adalah teman dekatku yang paling cantik, siapa yang bisa menyangkal kecantikannya? Mata bulat, hidung bangir dan bibir yang menawan, belum jika kau melihat senyumnya. Kupastikan kau akan jatuh cinta padanya. Jika tak ingat kalau kami ini sama-sama wanita, sudah kupacari dia.

"Hujan turun setiap ....."

"Sudahlah Krys!!" sergahku. -Aku paham sekarang. Sangat paham- "Kau tak perlu mengingatkannya."

"Tidak, aku tidak mengingatkannya, karena kuyakin kau tak akan pernah melupakannya."

Tatapan Krystal semakin lekat.

Aku tak menimpali perkataannya, hanya menghirup habis cappuccino-ku, benar kata Krystal, cappuccino-nya hampir dingin. Kuletakkan cangkir kopiku yang sudah tandas, bebarengan dengan pesanan Krystal yang baru datang. 3 Muffin stroberi dan secangkir kopi hitam yang kental.

Aku menatap pesanan Krystal lekat, kupandangi sekian lama sampai aku sadar bahwa aku mendengus keras.

"Kau mau kopiku?" tawar Krystal.

"Tidak terimakasih." Ujarku sopan.

"Atau mau kupesankan? Sebagai ganti cappuccino-mu yang kuminum tadi." Krystal tulus menawariku, Dia memang selalu begitu.

Aku menggelengkan kepala.

"Baiklah." -Krystal menggigit muffin-nya- "Ini enak... hmmm, nyam... hmmm."

Aku tak memberi respon apapun, mataku terbagi antara menatap hujan dan melirik kopi hitam miliknya.

"Kalau kau memang mau, aku bisa pesankan, atau kau boleh mencicipi kopiku." -Aku hanya diam- "Lagipula, bukankah kau dulu sangat menyukai kopi hitam yang kental seperti ini?" -Lagi-lagi aku diam- "Kenapa?" lanjutnya, masih menunggu jawaban dari pertanyaannya.

"Tidak apa-apa."

"Apa kau takut darah tinggimu kumat?"

"Bukan!"

"Serangan jantung?"

"Tidak."

"Lantas?"

Aku tau Krystal menunggu jawabanku, tapi mungkin aku tidak akan menjawabnya.

Memang benar, dulu aku adalah penikmat kopi hitam, tapi sekarang jangankan minum, melihatnya saja aku tak mau. Bukan karena takut serangan jantung atau darah tinggi, tapi hitamnya mengingatkanku akan warna matanya yang tak pernah bisa lagi kutemui.

Kupilih untuk memalingkan wajah demi menghindari tatapan Krystal.

"Kau tau Luna, terkadang ketika kau melihat sesuatu yang membuatmu teringat akan dia, itu bukan salah sesuatu yang kau temui, bukan pula salahmu karena mengingatnya lagi. Itu adalah kenangan yang tidak bisa kau hapus meski bertahun-tahun telah kau upayakan untuk kau tinggalkan. Tidak ada yang pernah tuntas dari memori, jangan dipaksakan. Lepaskan! Biarkan memori itu lewat, pilihanmu adalah menuruti memori itu, atau membiarkannya berlalu."

Aku menghela nafas panjang, meresapi kalimat Krystal yang panjang lebar dan memang benar, semua adalah soal pilihan, mengalahkan atau dikalahkan oleh memoriku sendiri.

Di luar masih hujan, bahkan kian deras, beberapa orang berjalan tergesa menuju tempat yang bisa dijadikan teduhan dari hantaman hujan yang jatuh tanpa ampun.

Dan kali ini bukan sekedar embun yang berpindah ke mata, tanpa kusadari butiran kristal berlelehan dari bola mataku yang sedari tadi sudah panas. Derasnya sama dengan hujan di luar sana.

"Air matamu akan runtuh sebanyak tetes-tetes cintamu ... Aluna,"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta dan Ilmu Hitam
8.7
Pernikahan ini justru membawa perubahan aneh pada fisikku. Berat badanku melonjak drastis karena rasa lapar ekstrem yang membuatku makan lima kali sehari. Padahal, hasil pemeriksaan medis menyatakan tubuhku normal. Saat melakukan siaran langsung di internet untuk meminta bantuan, seorang warganet mengungkap kenyataan pahit. Suamiku diduga mengirim guna-guna yang menyiksa diriku sebagai istri sah, demi memberi keuntungan bagi selingkuhannya.
Sampul Novel Dijatah Lima Juta
9.2
Rumah tanggaku berada di ambang kehancuran akibat uang belanja bulanan sebesar lima juta rupiah. Nominal tersebut sangat tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup kami sehari-hari, hingga memicu pertengkaran hebat yang terus berulang. Aku benar-benar tidak mengerti dengan sikap keras kepala suamiku. Ia tetap bersikeras memberikan jatah yang sangat terbatas itu tanpa mau peduli pada kenyataan sulit yang harus kuhadapi dalam mengelola keuangan keluarga kami.
Sampul Novel Ditinggal Suami Dinikahi Adik Ipar
8.9
Pasca kecelakaan maut merenggut Elzien Kagendra, Shifra yang sebatang kara malah diperlakukan layaknya pembantu oleh mertuanya. Nasib membawanya pada peristiwa satu malam yang berujung pernikahan dengan adik iparnya sendiri. Namun, saat Shifra telah melahirkan anak mereka, Elzien yang dikira sudah tewas mendadak kembali. Shifra kini didera dilema hebat antara cinta pertamanya atau suami kedua sekaligus ayah dari bayinya.
Sampul Novel Hasrat liar ayah tiri
8.1
Seorang gadis remaja mengira ayah tirinya adalah pelindung. Namun, sebuah tragedi berdarah memaksa mereka tinggal berdua. Di balik topeng kebaikannya, pria itu perlahan memikat sang putri tiri yang masih polos dengan rayuan dan sentuhan. Masa SMA gadis itu pun terenggut demi memuaskan obsesi sang ayah. Hubungan keluarga yang semula normal kini berubah menjadi skandal terlarang yang disimpan rapat-rapat dari dunia luar.
Sampul Novel Ipar Tercinta
8.1
Wasiat terakhir sang kakak sebelum mengembuskan napas terakhir menjungkirbalikkan dunia Diraya Paramitha. Di usianya yang masih sangat muda, Dira dituntut mengemban tanggung jawab besar sebagai ibu sambung bagi keponakannya sekaligus istri baru bagi Wira Dharmawan. Pernikahan mendadak ini menguji kedewasaannya. Akankah benih cinta yang tulus tumbuh di antara mereka seiring waktu, ataukah hubungan ini selamanya bertahan hanya demi menunaikan kewajiban terhadap sang anak?
Sampul Novel Istri Kontrak Mr Billionaire
8.6
Claudya terpaksa menikahi seorang miliarder Eropa demi melunasi biaya pengobatan ibunya. Alih-alih bahagia, kehidupan barunya justru dipenuhi siksaan batin karena sang suami menjadikannya pelampiasan atas luka masa lalu dari sang mantan kekasih. Meski sempat menaruh hati pada pria tersebut, Claudya akhirnya memilih menyerah. Ia memutuskan pergi jauh demi mengakhiri penderitaan dalam pernikahan kontrak tanpa cinta ini.