APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dark in Antares City

Dark in Antares City

Dunia kini dicekam teror Eaters, predator mirip manusia yang berubah jadi monster pemangsa daging saat malam tiba. Di tengah situasi mengerikan ini, Rio Rosswel harus menyaksikan ibunya tewas mengenaskan oleh makhluk bercakar tajam tersebut. Sambil bersembunyi di dalam lemari, ia terpaksa menahan tangis serta amarahnya. Kejadian traumatis itu memicu dendam mendalam, hingga Rio bersumpah akan membasmi seluruh Eaters dari muka bumi.
Bab
Bagikan

Bab 2

Terlihat seorang pria sedang terduduk di sudut belakang bangku kelas, sedang mendengarkan pelajaran yang di terangkan oleh gurunya yang tengah berdiri di hadapan para murid.

"Oke, sekarang tuliskan tujuan universitas yang ingin kalian daftar setelah lulus nanti, di kertas selembar. Dan semuanya wajib menulis!" tegas guru itu.

Semua murid disana pun lalu menuruti apa yang di perintahkan gurunya itu, dan mengumpulkannya di atas meja gurunya.

Guru itu pun membaca satu per satu kertas selembar yang di kumpulkan semua muridnya, namun tiba-tiba tatapan nya terhenti pada kertas selembar yang tertulis nama Rio Rosswel, seharusnya kertas itu di isi dengan tujuan Universitas, ia malah menuliskan,

"SETELAH LULUS NANTI, AKU INGIN MEMBASMI SEMUA PARA EATERS."

Setelah membaca itu gurunya pun lalu memanggil orang yang menulis ini yang tak lain bernama Rio Rosswel.

"Rio!" tegas guru itu

Tiba-tiba murid yang duduk di sudut belakang tadi berdiri.

"Iya bu?"

"Ibu bilang tuliskan tujuan universitas bukan menulis, apalah ini, ingin membunuh para Eaters?" ujar guru itu dengan dahi yang dikernyitkannya menatap kertas yang ia pegang.

Seketika yang awalnya hening tiba-tiba terdengar tawa para murid di kelas itu serta tidak sedikit murid yang mencemooh Rio.

"Diam!" teriak guru dengan tangan yang memukul meja,

"Kalian sangat ribut sehingga bel sekolah hampir tidak terdengar, sekarang saya sudahi pelajaran hari ini, dan kalian pulanglah."

...****************...

Rio Rosswel adalah seorang pria remaja berumur 17 tahun dengan rambut hitam lurus, yang panjangnya sampai menutupi alisnya, ditambah kedua bola mata hitamnya yang terkesan cuek, memiliki perawakan tegap yang tingginya sampai 172cm,sehingga tak heran banyak sekali wanita seumurannya yang jatuh cinta kepadanya.

Rio terlahir dari Ibu yang bernama Eva Rosswel dan tidak pernah tahu siapa Ayahnya, karena pada saat ia kecil ibunya mengatakan bahwa Ayahnya sudah meninggal sebelum Rio dilahirkan. Kebutuhan sehari-harinya ditanggung semuanya oleh bibinya yang sedang berada di luar negeri. Ia tinggal di sebuah apartemen kecil yang berada jauh di pinggiran kota Antares, sehingga jika ia ingin pergi ke pusat kota ia harus melewati jalanan sepi.

Seperti yang kita tahu, Ibunya meninggal tepat pada saat ulang tahun Rio yang baru menginjak 7 tahun, saat itu, Ibunya menjadi santapan kedua Eaters yang datang ke rumahnya secara mendadak.

Oleh karena itu Rio teramat sangat membenci makhluk yang bernama Eater, sehingga ia berjanji kepada dirinya sendiri selama seumur hidupnya ia akan membasmi para Eaters.

...****************...

Malam pun tiba, waktu menunjukan pukul : 10:30.

Rio menutup kedua matanya dengan niat ingin tertidur, namun beberapa menit kemudian ia tak kunjung tidur, karena ia agak sedikit ketakutan, ia takut mimpinya akan kejadian 10 tahun yang lalu, pada saat ibunya meninggal, yang  membekas terus di pikirannya. Ia pun memutuskan ingin mencari udara segar dan ingin meminum sedikit coklat panas di cafe yang berada di pusat kota.

Ia berjalan keluar apartemen miliknya, dan menuju motor yang sedang ter parkir, di lanjutkan pergi meninggalkan apartemen itu.

Singkat cerita Rio pun sampai di tempat cafe lalu duduk di meja yang menghadap ke arah luar jendela.

Walaupun sudah malam hari, suasana di luar cafe itu banyak sekali orang yang melakukan aktivitasnya, sehingga jalan disana terlihat agak sedikit macet.

Saat asik memperhatikan jalanan sembari menikmati coklat hangat, tiba-tiba terdengar suara pembawa acara berita, dari televisi yang sedang tergantung, mengatakan,

"Saya peringatkan kepada masyarakat untuk berhati-hati di tempat sepi, karena kebanyakan kasus Eater, mereka memakan orang-orang pada saat mereka sendirian, jadi janganlah berpergian ke tempat yang sepi." ujar pembawa acara tv itu.

Rio pun menghiraukannya, karena ia sudah bosan banyak sekali orang yang mengatakan peringatan itu.

Tepat sesaat setelah itu, tiba-tiba seorang pria dengan nada yang berat mengatakan sesuatu kepadanya,

"Sudah berapa banyak yang sudah kau bunuh?" tanya pria misterius itu.

Mendengar itu, Rio hanya mengernyitkan dahinya lalu mendelikan matanya ke arah samping dan mengatakan,

"Hah?, apa yang kau maksud?" balik tanya Rio.

"Bukannya tujuanmu selama ini ingin membasmi para Eater?" jawab pria itu, sembari berjalan menghampiri Rio sampai tepat berdiri di sampingnya.

Rio pun menoleh ke arahnya, terlihat seorang pria berkisar 60 tahunan dengan rambut putih sebahu dan kumis serta janggut yang sedikit panjang, dengan perawakan yang tegap ia memakai jubah berbulu hitam yang panjangnya sampai menjuntai ke lantai. Terlihat disela-sela jubahnya tersisip sebuah pedang dengan gagangnya yang terpahat rapih berbentuk bunga mawar berwarna gelap, yang kokoh mendekap di pinggulnya. Rio pun bertanya,

"Siapa kamu?"

"Bukan siapa-siapa, aku hanya pria tua biasa yang sedang mencari cucuknya."

"Terus dimana cucuk kakek?" tanya Rio

"Pertanyaan bodoh, kalau aku tahu ia dimana, aku tidak mungkin mencarinya lagi." tegas kakek itu."

"Kalau begitu kuganti pertanyaanku, mengapa kau peduli berapa banyak Eaters yang sudah kubunuh?"

"Karena pada saat kamu melihat pembawa acara televisi itu kulihat wajahmu sangat tenang, dan tidak peduli,"   "jadi kusimpulkan kamu tidak takut akan keberadaan Eaters." jawab pria tua itu

"Benar sekali, aku tidak takut kepada makhluk menjijikan seperti mereka." tegas Rio.

Dengan sedikit tawa pria tua itu lalu mengatakan,

"Bicara begitu sangat mudah bagi orang yang belum pernah bertemu dengan mereka langsung."

"Aku pernah bertemu mereka langsung!" jawab Rio dengan nada yang ditinggikan

"Oh yah?" kata pria tua dengan dahi yang dinaikan

"Aku berani bersumpah kepada tuh...," sebelum Rio menyelesaikan kalimatnya pria itu berkata,

"iya,iya, aku percaya, lalu pada saat setelah kamu melihat mereka, apa yang kamu lakukan? apakah kamu membunuhnya? atau malah lari ketakutan?" pria tua dengan menampakan mata yang tajam kepada Rio.

Mendengar itu membuat Rio menunduk tidak bisa berkata apa-apa karena ia tahu pada saat terakhir bertemu Eaters ia tidak bisa melakukan apapun selain gemetar ketakutan walaupun terdengar jelas jeritan kesakitan keluar dari mulut Ibunya.

Saat itu juga Rio meninggalkan pria tua itu dan keluar dari cafe, Ia pun berjalan menghampiri motor nya lalu memutuskan pulang ke apartemennya.

Setelah setengah perjalanan menuju apartemennya, ia membelokan motornya menuju warung kecil yang berada di pinggir jalan.

Terlihat suasana disana tidak ada seorang pun yang melewati jalan itu, ya, karena orang-orang tidak berani keluar rumah apalagi pergi pada malam hari menuju pusat kota.

Di kota Antares tempat yang paling aman dari para Eaters adalah di pusat kota, karena kota ini tidak pernah sepi pengunjung tiap harinya, yang membuat pusat kota tidak pernah sepi.

Warung itu berada tepat di pinggir jalan yang menuju pusat kota dari arah pinggiran kota.

Sepanjang jalan itu pemandangan kanan kirinya terdapat banyak sekali pohon-pohon besar yang menambah seramnya jalan itu. Memang daerah itu tidak ada seorang pun yang berani membangun rumahnya disana, ya, karena sepi.

Rio pun memarkirkan motornya dan berjalan menuju warung kecil itu, karena ia lupa di pusat kota tadi ia tidak membeli cemilan.

"Pak beli ini 3." ucap Rio sembari mengambil cemilan yang berada di depannya.

"Oiya silahkan dek." jawab pemilik toko itu

"Malam-malam gini kok sendirian aja dek?" lanjut ucap pemilik toko itu.

"Iya nih, habis dari cafe di pusat kota."

"Ga takut sama Eaters?"

"Nggak, bapak aja jualan sendiri disini tidak apa-apakan, lagian saya pake motor, jadi kalo mereka muncul, mana mungkin bisa mengejarnya."

"Hehehe, Bener juga."

"Tapi adek pernah bertemu langsung sama Eater belum?"

"Pernah, itu pun sudah bertahun-tahun yang lalu"

"Oh yah, tenang saja hari ini kamu akan melihatnya lagi" ujar penjaga warung itu dengan sedikit senyum yang lama-lama senyumnya melebar hingga ia tertawa.

Rio pun menatap penjaga warung itu dengan ekspresi keheranan, namun dengan sekejap tiba-tiba Rio membulatkan matanya, ia kaget dengan apa yang dilihatnya.

Dengan satu kedipan, mata penjaga warung itu tiba-tiba berubah warna menjadi merah terang, sambil terus tersenyum dengan dengan taring gigi yang sedikit demi sedikit memanjang.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Dikira Selingkuhan Kakakku
8.3
Akibat panggilan sayang dan kiriman uang dari kakaknya, seorang gadis dituduh sebagai wanita simpanan oleh calon kakak iparnya. Kelompok perundung mendatangi rumah barunya, merusak bangunan tersebut, merobek pakaiannya, dan memotretnya dengan kartu pelajar untuk mempermalukannya di forum kampus. Namun, situasi berbalik menegangkan ketika sang kakak tiba. Menatap adiknya yang ditindas, amarahnya meledak dan ia siap membalas siapa saja yang mengusik keluarganya.
Sampul Novel Alpha Damon
9.5
Sejak kecil, Damon hidup dalam bayang-bayang kutukan misterius. Meski sang ayah mengisolasinya dari dunia luar, ia justru tumbuh menjadi pemburu yang sangat mematikan. Ketiadaan serigala batin membuatnya menjadi sosok brutal yang enggan memimpin kawanan. Namun, takdirnya berputar arah ketika seorang putri rupawan datang ke hidupnya. Demi keselamatan perempuan tersebut, Damon harus menerima takdir sebagai Alpha terkuat yang pernah ia benci demi melindunginya.
Sampul Novel Code Name Amaryllis
8.6
Hukum Indonesia runtuh pada 2050 akibat korupsi massal. Menghadapi situasi ini, Presiden mendirikan organisasi rahasia yang diperkuat pemuda genius berteknologi canggih untuk menumpas konspirasi elite politik. Fokus cerita tertuju pada agen muda berkode nama Amaryllis. Ia harus mempertaruhkan nyawa di tengah intrik mematikan demi mengembalikan keadilan negara. Sebagai tumpuan terakhir bangsa, sanggupkah Amaryllis menghancurkan kejahatan sistemik tersebut?
Sampul Novel Gairah Membawa Petaka
8.3
Mengandung konten 21+ Harap bijak menentukan bacaan... Jangan lupa mampir juga cerita pertama "Mertua Hiperseks" Zakia Ananta Arman, gadis remaja yang masih sangat polos dan tidak pernah mengenal apa itu jatuh cinta sebelumnya. Dia terpesona dengan ketampanan pemuda tampan yang merupakan putra dari kyai pengasuh pesantren dikingkungannya. Malam itu gadis yang cakap dipanggil Kia itu secara sengaja masuk ke dalam kamar pria yang sering di panggil Gus Beren oleh para santri. Kia memasukkan obat perangsang dan alkohol secara bersamaan pada teh yang disajikan oleh Santri dan akan di minum oleh Gus Beren. Alhasil, malam itu tanpa sadar Gus Beren menyetubuhi Kia yang bersembunyi dibalik tirai gorden kamarnya, saat Gus Beren tengah membersihkan badan di kamar mandi setelah acara pengangkatan pengasuh baru di adakan di pesantren yang di miliki abahnya. Hubungan satu malam itu berakhir duka bagi Kia. Ia tidak pernah menyangka bahwa dari hubungan itu ia akan mengandung anak dari Gus Beren, tapi sayangnya Gus Beren tidak mau bertanggung jawab atas anak itu. Karena bagaimana pun anak itu tetap akan bernasab pada ibunya, sebab ia hadir sebelum terjadinya Ijab Qobul pernikahan. Apalagi Kia baru mengetahui, jika Gus Beren sudah memilik istri yang di nikahi secara siri, karena saat ini istri Gus Beren masih melanjutkan pendidikannya di Mesir. Kia teringat akan perbuatan papanya Arman beberapa waktu yang lalu, ia membawa Cantika yang merupakan wanita selingkuhannya ke rumah dan melakukan perbuatan mesum di depan mamanya Arini. Mungkinkah yang terjadi saat ini merupakan balasan atas perbuatan Arman, yang telah menyakiti Arini. Bukan hanya itu, Arman juga sering melampiaskan amarah pada mamanya dan juga kakaknya Zoni saat mereka memberontak kelakuan Arman untuk bermain panas dengan Cantika. Kata-kata Kia terngiang begitu dalam pada ingatan Arman, yang menyiratkan kebencian dari seorang putri yang sangat ia sayangi. Arman tak pernah begitu menyesal atas perlakuannya dan perkataannya yang sering menyakiti Arini dan Zoni, tapi untuk Kia, dia benar-benar menyesal karena telah membuat putri kesayangannya itu kecewa dan berkata kasar padanya. Teringat pada masa lalu kelam tentang Rania yang harus mati akibat ulah Ayah Arman, ia takut hal itu terulang kembali pada Kia. Akankah Kia bisa mendapatkan keadilan serta tanggung jawab dari Gus Beren untuk anak yang dikandung? Sedang usianya saat ini masih belum cukup umur untuk melangsungkan pernikahan karena ia baru 9 SMP. Ataukah ia akan menjalani sisa-sisa hidup dengan karma yang telah papanya perbuat selama ini? Siapakah Rania, yang menyisakan luka begitu dalam bagi Arman?
Sampul Novel Intelijen Tampan
9.7
Carlo Bandarez, agen rahasia Rusia berparas menawan, selalu menutup hati dari wanita walau banyak yang memujanya. Namun, hatinya goyah setelah bertemu kembali dengan sahabat kecilnya, Claudia Rodriguez. Meski Carlo berusaha meredam gejolak asmara tersebut, cinta di antara mereka justru semakin membara. Kini, ia menghadapi dilema pelik ketika diperintahkan menyelidiki kasus kejahatan ayah Claudia, Samuel Rodriguez. Carlo pun harus memilih antara loyalitas tugas atau perasaan cintanya.
Sampul Novel Kembali Bangkit Hancurkan Para Pengkhianat
9.1
Demi Gunawan, aku rela lumpuh sepuluh tahun. Namun, tunanganku itu malah berselingkuh dengan Vivian, dan Keenan, adikku sendiri, menyembunyikannya demi uang. Mereka mengira aku tidak tahu apa-apa, padahal aku telah sembuh dan melihat semua kebusukan itu. Setelah menghilang selama tujuh tahun, kini aku kembali sebagai Alena Kusuma. Menjelma menjadi seorang investor kaya raya, aku siap membalas dendam dan menghancurkan hidup mereka yang dahulu telah mengkhianatiku.