APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dari Pembantu Menjadi Ratu

Dari Pembantu Menjadi Ratu

Dalam kondisi gemetar dan mata tertutup rapat, Scarlett berupaya menjangkau celana Ethan. Keheningan mendadak buyar ketika Scarlett berteriak histeris lantaran tidak sengaja memegang sebuah objek yang sangat keras. Jeritan lantang yang memekakkan telinga itu pun seketika mengejutkan Ethan. Sambil menahan malu dengan wajah yang memerah padam serta didera rasa takut, Scarlett langsung menunjuk ke arah benda tersebut guna menerangkan pemicu kepanikan mendadaknya.
Bab
Bagikan

Bab 1

Akibat hutang yang ditinggalkan sang ayah. Scarlett harus bekerja keras melakukan apa saja yang dia bisa, termasuk menjadi pelayan di klab malam. Karena sering membuat kekacauan, ia diberi pekerjaan lain untuk merawat seorang kakek tua bernama Kakek Adam. Siapa sangka lelaki tua kaya raya itu akan menjodohkan Scarlett dengan cucunya. Tidak disangka, Cucu sang kakek adalah Ethan, mantan pelatih panahan saat SMA dan merupakan cinta pertamanya. Namun, kondisi Ethan ternyata lumpuh.

Scarlett kira orang lumpuh tidak akan punya hasrat apapun. Ternyata Badaka aja lewat...

Sesuatu yang terlihat sehat dan bersemangat, berdiri tegak di antara kedua kaki lelaki itu. Scarlett sampai tidak bisa berkata-kata. Ini pertama kalinya ia melihat hal seperti itu secara langsung. Ia kira benda itu akan ikut lumpuh seperti pemiliknya.

'Waow, luar biasa,' gumamnya dalam hati.

Apa ini tujuanmu ingin membantuku mandi? Ternyata kamu seorang wanita cablu, ya! sindir lelaki itu. Menyadari miliknya sedang menjadi pusat perhatian, ia menutupinya dengan kedua tangan. Jika dalam kondisi sehat, wanita itu sudah ia tendang keluar dari sana.

***

Semua bermula dari sini ....

Malam itu, tempat hiburan malam yang terkenal dengan sebutan 'The Club' memiliki jumlah pengunjung yang lumayan banyak. Semua pelayan yang bekerja di sana, tampak sibuk mengantarkan pesanan. Tidak terkecuali Scarlett, karyawan yang baru sekitar tiga bulan terakhir bekerja di sana, demi mencicil hutang yang ditinggalkan ayahnya.

Hidup Scarlett memang bisa dikatakan menderita. Setelah ibunya meninggal, ayahnya menjadi tukang judi dan mabuk-mabukkan. Bahkan, sekarang kabur meninggalkan hutang ratusan juta, yang mau tidak mau Scarlett harus tanggung. Padahal, Scarlett juga butuh biaya untuk kuliahnya dan sekolah adiknya yang masih SMA.

Scarlett, antarkan minuman ini ke kamar nomor 34! perintah Teijo, yang merupakan kepala pelayan di sana.

Scarlett hanya mengangguk, menerima nampan berisi makanan dan botol minuman keras. Ia membawanya ke ruangan yang disebutkan.

Saat masuk ke dalam, tampak beberapa orang lelaki muda berpenampilan rapi Tengah tertawa-tawa. ditemani para wanita yang mereka sewa, Bisa ditebak mereka sekumpulan pengusaha muda.

Permisi, ucap Scarlett seraya berjalan masuk membawa nampan itu. Ia meletakkan pesanan mereka di atas meja, Rasanya ingin segera keluar dari sana secepatnya.

Eh, kok buru-buru! Duduk dulu di sini!

Salah seorang lelaki itu menahan tangan Scarlett saat ia hendak pergi.

Maaf, Pak. saya harus kembali mengantarkan pesanan yang lain, tolak Scarlett dengan nada yang sopan.

Lelaki itu mengembangkan senyum. Tatapannya seperti orang mesium, mengamati penampilan Scarlett dari ujung kaki hingga ujung kepala.

Hei, Regan. jangan keterlaluan, dia kelihatan ketakutan. Lepaskan saja dia, pinta temannya yang tengah duduk sambal memeluk dua wanita sekji di sampingnya. Ucapannya membuat yang lain tertawa, seakan kini Scarlett menjadi bahan mainan.

Bukannya mendengarkan perkataan temannya. lelaki itu justru menarik tangan Scarlett hingga jatuh ke pangkuannya.

Maaf, Pak. ini sudah menyalahi aturan, ucap Scarlett tegas. Meskipun ia mau bekerja di sana, ia tidak mau sembarangan orang bisa menyentuhnya. Dia tidak menjual diri seperti wanita-wanita di sana. Ia berusaha melepaskan diri, dari dekapan lelaki kurang ajar yang ditemuinya malam ini.

Sudah, Regan. Wanita lain kan masih banyak. Sepertinya dia memang tidak membuka layanan special untuk pengunjung. Nanti kita bisa kena masalah, tegur temannya yang lain mengingat Regan sydah keterlaluan.

Regan tak mau mendengarkan siapapun. Tatapannya fokus kepada wanita yang kini ada di pangkuannya. Pertama kali melihat, ia sudah merasa jatuh cinta.

Kamu manis sekali. Berapa aku harus membeli waktumu malam ini? Sebutkan saja, aku akan memberikan yang kamu minta, bujuk Regan. Ia memang tipe lelaki yang ambisius, apa yang diinginkan harus ia dapatkan, Termasuk wanita itu.

Maaf, pak. Saya tidak seperti itu, kilah Scarlett.

Lelaki itu menyeringai. Benarkah? Dengan pakaian seperti ini kamu mau menganggap dirimu suci? Jangan sok jual mahal, aku sedang menawar hargamu untuk semalam, katanya.

Tangan lelaki itu tak sabar untuk mengelus paha mulusnya. Sontak Scarlett hilang kesabaran saat tangan itu menyentuh tubuhnya.

Dasar kurang ajar! maki Scarlett seraya melayangkan tinju sekuat tenaga, hingga lelaki itu jatuh tersungkur.

Sejak tadi ia sudah berusaha bersabar dan bersikap sopan, namun tamunya semakin keterlaluan. Perbuatan Scarlett yang melawan membuat semua orang tercengang.

Bisa tidak jaga sopan santun? Anda pikir semuanya bisa didapatkan dengan uang? Scarlett masih mengomel kesal.

Lelaki itu memegangi wajahnya yang terkena pukulan. Rasa sakitnya menorehkan kekesalan mendalam di hati sampai ia tidak terima. Wanita sialan! pekiknya. Ia hendak maju menyerang Scarlett, namun dihentikan oleh teman-temannya.

Awas, ya! Kamu sudah mempermalukan aku. Jangan harap hidupmu bisa tenang! Kamu harus tahu dengan siapa kamu berhadapan! ancamnya. Ia terus berusaha menyerang, meski sudah dihentikan oleh teman-temannya.

Beberapa saat kemudian, manajer klab datang setelah mendengar aduan tentang keributan. Ia meminta maaf kepada para pelanggan dan membawa Scarlett ke ruangannya.

Hah, kamu itu karyawan baru tapi sudah berkali-kali memancing emosi pelanggan. Kalau begini terus, hutang ayahmu tidak akan selesai dicicil karena kamu sudah merugikan usahaku, ucap sang manajer sembari menghisap rokoknya.

Aku tidak berniat seperti itu, Om. Dia tadi sudah kurang ajar pegang-pegang paha, masa mau aku biarkan? Scarlett berusaha membela dirinya.

Lelaki yang akrab disapa Om Burhan itu menghela napas, lalu kembali menghisap rokoknya. Seharusnya kamu bisa menolak secara halus, tidak perlu sampai menonjok. Kalau dia lapor polisi bisa repot kita.

Sudah aku lakukan, Om. Orang itu memang keterlaluan, dikira semua karyawan di sini bisa dia beli untuk ditiduri.

Hah, ya sudahlah! Mungkin kamu memang tidak bisa aku pekerjakan di sini, kata Om Burhan pasrah.

Yah, Om... jangan seperti itu. Aku butuh pekerjaan ini, pinta Scarlett memelas.

Mau bagaimana? Kalau kamu tetap bekerja di sini, aku bisa bangkrut! jawab Om Burhan.

Scarlett menunduk, Ia sudah pasrah dengan keputusan manajernya.

Melihat Scarlett yang demikian membuat Om Burhan kasihan, Ia sebenarnya tidak tega membiarkan Scarlett sengsara. Tapi, ayah Scarlett sudah berhutang jumlah uang yang besar kepadanya.

Bagaimana kalau kamu bekerja sebagai pembantu? tanya Om Burhan.

Scarlett mengangkat kepalanya, Seperti ada secercah harapan yang tersisa.

Temanku bilang sedang butuh seorang pembantu, yang bisa bekerja dengan tekun dan telaten untuk mengurus kakek berusia tujuh puluh tahunan. Aku rasa kamu cocok dari pada bekerja di sini. Apalagi kakek itu dari keluarga kaya, gaji yang ditawarkan juga lumayan. Kalau kamu berminat, nanti gajinya dibagi dua. Sebagian untuk mencicil hutang ayahmu, kata Om Burhan.

Aku mau! Aku sanggup! jawab Scarlett mantap. Ia tahu hanya bermodalkan ijazah SMA, ia tidak bisa pilih-pilih pekerjaan. Om Burhan sudah sangat baik selama ini, memberinya pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan juga waktunya.

***

Ayo, turun! Ini rumahnya!

Teman Om Burhan mengajak Scarlett ke sebuah rumah besar, yang luasnya mungkin setara dengan lapangan bola. Saking besarnya sampai membuat ia tercengang, Rumah itu bagaikan istana dengan halaman dan taman yang luas.

Sebelah sini! ajak teman Om Burhan.

Scarlett mengikuti langkah kakinya, menuju bangunan yang terpisah dari bangunan utama. Dalam komplek rumah itu seperti terbagi menjadi beberapa bangunan yang berdekatan. Pelayan yang bekerja di sana bahkan memakai seragam yang bagus, menunjukkan betapa kayanya keluarga itu.

Mari masuk,

Seorang lelaki berpenampilan rapi menyambut kedatangan mereka, dan mempersilakan keduanya masuk ke dalam bangunan bergaya klasik itu. Di dalam ruangan, terdapat sebuah kamar yang nyaman. Seorang kakek terbaring di sana, dengan selang infus yang terpasang di tangan. Scarlett merasa kakek itu yang Om Burhan maksud, kakek yang akan dirawatnya.

Tuan, pelayan baru untuk Anda sudah datang, ucap lelaki itu.

Bersambung

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Masuk Tiga Besar Daftar Orang Terkaya di Negara Ini
7.9
Divonis tumor otak saat suaminya, Ethan Wood, berselingkuh dengan manajernya membuat dunia wanita ini runtuh. Menolak diam demi menutupi skandal itu, ia memilih bercerai demi mengejar impiannya. Tak disangka, investasi impulsif dan galeri seninya sukses besar hingga ia masuk daftar tiga orang terkaya di Preayork. Di tengah ejekan Ethan tentang sisa umurnya, sebuah keajaiban datang: diagnosis tumor itu ternyata salah. Kini, ia siap bangkit berkuasa.
Sampul Novel Dokter Ajaib Primadona Desa
9.4
Kehidupan Tirta Hadiraja berubah drastis setelah ia tidak sengaja memakan seekor ular putih. Masalah impotensi yang dideritanya lenyap, digantikan dengan keperkasaan luar biasa, kemampuan mata tembus pandang, serta daya ingat super. Sebagai pemilik klinik, Tirta memanfaatkan keahlian baru ini untuk mengembangkan kemampuannya ke tingkat yang luar biasa. Di saat kejayaannya mulai menanjak, ia justru dihadapkan pada perebutan hati dari seorang janda, primadona desa, hingga putri konglomerat yang bersaing ketat untuk menjadi istrinya.
Sampul Novel I Love You
8.7
Dua puluh tahun lamanya seorang CEO tampan mencari cinta sejatinya. Penantian panjang sang miliarder akhirnya berujung manis saat takdir mempertemukannya dengan sosok yang dicari lewat sebuah kejadian tidak terduga. Di balik kehidupan mewahnya yang bergelimang harta, momen tak disangka-sangka ini hadir dan siap mengubah seluruh jalan cerita asmara serta masa depan hidupnya untuk selamanya.
Sampul Novel Menunggu Perceraian yang Dinantikan
9.0
Keputusan berpisah diambil sang istri setelah Navish, suaminya, lebih memilih mengantar obat flu untuk sang asisten saat dirinya terjebak di lift dalam kondisi klaustrofobia. Menganggap istrinya hanya merajuk karena sebatang kara, Navish menandatangani berkas cerai dengan penuh percaya diri, yakin masa tunggu 30 hari akan membuatnya memohon kembali. Di tengah pamer kemesraan Navish dengan asistennya di media sosial, sang istri justru diam-diam mengemasi barang dan bersiap terbang ke New York.
Sampul Novel Nodamu Bukan Masalah Bagiku
8.0
Nabila, yang dipaksa suaminya menjadi wanita malam demi uang, berhasil diselamatkan oleh seorang CEO kaya bernama Riko. Tak hanya menolong, Riko juga membantu Nabila mengurus proses perceraiannya. Kebersamaan itu menumbuhkan rasa cinta di antara mereka. Namun, hubungan ini ditentang keras oleh ibu Riko yang mempermasalahkan masa lalu Nabila. Kini, mereka harus berjuang bersama demi meraih restu dan membuktikan bahwa cinta mereka sanggup mengalahkan prasangka serta ego keluarga.
Sampul Novel Penantian Yang Tak Kunjung Kembali
9.2
Enam tahun pernikahan rahasia dengan seorang direktur menyisakan luka bagi sang istri, terutama karena suaminya menolak dipanggil ayah oleh putra mereka. Ketika sang suami kembali mengabaikan ulang tahun anak mereka demi sekretaris wanitanya, ia memutuskan pergi membawa putranya dan mengajukan cerai. Kehilangan ini membuat sang suami yang biasanya tenang menjadi lepas kendali dan mencarinya ke mana-mana bagai orang gila. Namun, kali ini sang istri dan putranya benar-benar tidak akan pernah kembali lagi.