APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cukup Sekali Mengucap Selamat Tinggal

Cukup Sekali Mengucap Selamat Tinggal

Pernikahan tanpa cinta membuat sang istri harus membesarkan putranya tanpa kasih sayang dari suaminya yang dingin. Pria itu bahkan enggan melihat anaknya sejak lahir. Namun, kepulangan wanita masa lalu sang suami mengubah segalanya. Saat pria itu mabuk dan memeluk sang anak, bocah itu justru memanggilnya paman karena tidak mengenalinya. Sadar posisi mereka, sang ibu memutuskan membawa putranya pergi dan berhenti mengganggu kehidupan suaminya.
Bab
Bagikan

Bab 1

Suamiku tidak mencintaiku, apalagi anak kami.

Saat putra kami lahir, dia bahkan tidak sudi melihat dan langsung melemparkannya ke dalam dekapanku.

Kemudian, pujaan hatinya kembali ke negara ini.

Pria yang selalu dingin itu, untuk pertama kalinya mabuk berat di rumah, lalu tersenyum menggendong anak kami dalam pelukannya.

Putra kami dengan gembira memeluk lehernya, lalu berbisik padaku.

"Ibu, paman kenapa?"

Aku meraih dirinya ke dalam pelukanku, lalu menjelaskan dengan mata berkaca-kaca.

"Orang yang disukai paman sudah kembali, jadi kita nggak boleh mengganggunya lagi. Kita harus pindah."

Suamiku tidak mencintaiku, apalagi anak kami.

Saat putra kami lahir, dia bahkan tidak sudi melihat dan langsung melemparkannya ke dalam dekapanku.

Kemudian, pujaan hatinya kembali ke negara ini.

Pria yang selalu dingin itu, untuk pertama kalinya mabuk berat di rumah, lalu tersenyum menggendong anak kami dalam pelukannya.

Putra kami dengan gembira memeluk lehernya, lalu berbisik padaku.

"Ibu, paman kenapa?"

Aku meraih dirinya ke dalam pelukanku, lalu menjelaskan dengan mata berkaca-kaca.

"Orang yang disukai paman sudah kembali, jadi kita nggak boleh mengganggunya lagi. Kita harus pindah."

...

Setelah mengantar putra kami kembali ke kamar untuk tidur, aku menuju ke kamar tamu dan membuka komputer untuk mulai menyusun perjanjian perceraian.

Tahun ini adalah tahun ketujuh pernikahanku dengan Josh Watson.

Selain itu, juga tahun ketujuh kami hidup terpisah.

Sekarang, aku akhirnya berniat melepaskannya.

Tok, tok.

Pintu terbuka, putraku yang berusia tujuh tahun masuk sambil memeluk model pesawat.

"Ibu, benarkah kita akan pindah?"

Putraku menatapku, matanya penuh dengan rasa enggan.

"Tapi tadi malam paman masih menggendongku, apa itu berarti dia mulai menyukaiku?"

Aku tertegun sejenak dan sedikit kehilangan fokus.

Tujuh tahun menikah, Josh tidak pernah mengizinkan putranya memanggilnya ayah.

Saat usianya dua tahun, Josh pernah mengajak putra kami pergi ke supermarket. Di jalan Josh bertemu kenalannya.

Karena putra kami tanpa sengaja memanggilnya ayah, Josh langsung menurunkannya yang baru belajar berjalan itu ke tanah dan menyuruhnya pulang sendiri.

Saat tiba di rumah, lutut dan telapak tangan putra kami sudah lecet akibat terjatuh berulang kali.

Saat usianya empat tahun, putra kami memohon lama sekali agar Josh bersedia membawanya ke taman hiburan.

Namun, hanya karena putra kami tanpa sengaja memanggilnya ayah, Josh langsung melepaskan genggamannya.

Dia membiarkan anak empat tahun itu tersesat di tengah keramaian.

Saat ditemukan, putra kami bersembunyi di semak-semak, menangis hingga hampir kehabisan napas.

Sejak itu, putra kami belajar memanggilnya paman, dan rumah tangga kami pun sepenuhnya menjadi bahan tertawaan.

Mengingat hal itu, dadaku terasa sesak. Aku tidak kuasa menarik putraku ke dalam pelukan.

"Kai, orang yang paman sukai sudah kembali. Kita nggak bisa lagi tinggal di rumah ini."

Tatapan mata putraku meredup, lalu dia buru-buru mengangkat model pesawat di tangannya dan menunjukkannya padaku.

"Tapi, Ibu, paman memberiku hadiah malam ini. Kalau Paman nggak menyukaiku, mengapa dia memberiku hadiah?"

Ekspresi Kai begitu berharap, seakan ingin membuktikan bahwa dirinya adalah anak yang disayangi oleh ayahnya.

Aku membuka mulut, tetapi tidak mampu mengeluarkan sepatah kata pun.

Harus bagaimana aku menjawabnya?

Apa yang bisa kukatakan?

Haruskah kukatakan bahwa Josh gembira hanya karena pujaan hatinya kembali?

Atau haruskah kukatakan padanya, bahwa hadiah ini sebenarnya diperoleh berkat seorang bibi?

Aku tidak sanggup mengatakan apa pun.

Aku hanya mampu menelan getir dan pilu dalam diam. Seperti biasa, aku melindungi putraku dengan sebuah kebenaran yang telah dipoles.

Aku mengecup kening putraku, lalu menyeka air mata di sudut mataku saat Kai tidak melihat.

Inilah kepalsuan yang harus dipertahankan seorang ibu, meskipun hatinya remuk.

Menahan keinginan untuk terisak, aku tersenyum dan berkata.

"Kai, kalau Ibu ingin mengajakmu pergi dari rumah paman, kamu mau ikut, 'kan?"

Tubuh putraku menegang sejenak, lalu dia berkata pelan.

"Nggak bisakah kita nggak pergi?"

"Aku bahkan belum pernah memanggilnya ayah dengan lantang..."

Air mataku akhirnya tidak terbendung, bibirku kugigit erat-erat.

"Kai, paman... dia nggak menginginkan kita tinggal di rumahnya..."

"Ibu akan membawamu pergi, ya?"

Putraku menarik kembali tangannya dan memeluk erat model pesawat di dadanya. Setelah lama terdiam, dia berkata...

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Istriku Hamil Anak Siapa?
9.0
Kesedihan melanda sang istri yang keguguran dan divonis mandul seumur hidup. Sambil menangis, ia meminta suaminya mencari wanita lain demi keturunan. Sang suami memeluknya hangat dan berjanji bahwa anak bukanlah segalanya. Namun, di balik punggung sang istri, ia justru menyeringai puas. Obat aborsi tradisional yang dibelinya dari desa terbukti manjur dan bekerja cepat, melenyapkan janin yang sejak awal ia ketahui bukanlah darah dagingnya sendiri.
Sampul Novel Jejak Cinta Terlarang di Kampus Perjuangan
8.0
Di tengah dinamika kampus perjuangan, Adrian nekat menjalin hubungan terlarang dengan Maya. Padahal, Maya telah bertunangan dengan Romeo, yang berjuang keras menjaga komitmennya dari kejauhan demi norma keluarga. Situasi kian rumit saat Rina memanfaatkan kekecewaan Romeo demi menghidupkan kembali cinta masa lalu mereka, yang justru memicu luka baru. Ketika kebenaran terungkap, mereka terjebak dilema besar antara cinta, idealisme, dan tanggung jawab dalam pencarian jati diri.
Sampul Novel Jerat Cinta Saudara Tiri
8.2
Arjun Wira Mahendra dan Gea Sandi Pamukti selalu terlibat perseteruan sengit. Sebagai saudara tiri yang sama-sama keras kepala, pertemuan mereka tidak pernah damai dan selalu diwarnai pertengkaran. Namun, di balik permusuhan tersebut, perlahan muncul perasaan cinta yang tak terduga. Hubungan mereka pun menjadi sangat rumit. Kini, keduanya harus menghadapi rintangan besar berupa penolakan dari orang tua mereka. Akankah jalinan asmara penuh konflik ini berhasil bertahan?
Sampul Novel Rahasia Wanita Pemikat
8.3
Setahun menjadi selingkuhannya, hubungan terlarang Angel dengan seorang pria beristri akhirnya terendus oleh sang istri sah. Di tengah ancaman ini, sang ibu justru berniat menjodohkannya dengan anak temannya. Situasi kian pelik kala kekasih gelap Angel memberinya pekerjaan di perusahaan sahabatnya, tempat putra sang pemilik jatuh cinta padanya. Di tengah pusaran tiga pria ini, siapakah ayah dari janin yang dikandung Angel? Akankah rahasia perceraian ibunya ikut terbongkar?
Sampul Novel Satu Malam, Dua Anak
8.8
Lima tahun usai keluarganya bangkrut, Melita terpaksa memisahkan putra kembarnya. Satu anak ia bawa, sementara yang lain ditinggal bersama sang ayah. Kini, Melita kembali sebagai influencer sukses, namun bayang masa lalu belum hilang. Mantan kekasihnya menyambutnya dengan dingin dan provokatif. Ketika bertemu anak di rumah pria itu yang sangat mirip putranya, Melita malah ditegur dengan ketus. Ia pun bertekad merebut anaknya dari pola asuh kaku sang mantan.
Sampul Novel Unforgettable CEO
9.2
Akibat salah minum obat perangsang, Elina melewati malam panas bersama Kevin. Kevin yang mengira Elina adalah teman kencannya langsung membawanya masuk. Kejadian itu rupanya begitu membekas di hati Kevin. Meski Elina berusaha kabur demi menghindari konsekuensi dari malam tersebut, takdir berkata lain. Mereka justru dipertemukan kembali, dan kini Kevin bertekad untuk memburu wanita yang sempat mengelabui dirinya dalam situasi yang sepenuhnya baru.