APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Crystal Of Soul : Twins

Crystal Of Soul : Twins

Dua saudara kembar terpisah sejak bayi tanpa sebab yang pasti, menjalani takdir berbeda di dunia manusia dan dunia kristal. Walau terhalang dimensi, ikatan batin mereka tetap terhubung erat. Didorong hasrat mengungkap asal-usul diri, keduanya berjuang memecahkan misteri di balik perpisahan mereka. Mampukah kekuatan hubungan batin ini menyatukan mereka kembali sekaligus menyingkap segala rahasia yang selama ini terselimuti?
Bab
Bagikan

Bab 3

Hari ulang tahun Yuan tiba, sebuah pesta kecil digelar. Acara perayaan pesta ulang tahun yang biasa dilakukan seperti meniup lilin, memotong kue dan memberi hadiah. Pesta ini benar-benar sangat sederhana hanya ada keluarga dan Archilles saja tidak ada orang lain.

Selesai acara Raja Edward menagih janji Archilles. “Hari ini sudah tepat 10 tahun, sekarang katakan padaku yang sebenarnya.”

“Apa harus sekarang, biarkan hari ini berlalu,” jawab Ratu Erina.

Yuan dan Rainsword yang tidak mengerti hanya bisa diam dan saling memeluk.

Archilles yang melihatnya langsung angkat biacara, “Lebih baik kita cari tempat lain, tidak baik di depan anak-anak.”

Mereka pun setuju dan meninggalkan Yuan serta Rainsword.

“Apa Ayah sangat membenciku?” Kali ini Yuan menangis. Sudah lama dia memendam perasaannya. Rainsword hanya bisa memeluk adiknya dan berusaha menenangkannya.

Cukup lama Yuan menangis, hingga hari sudah larut malam. Rainsword mengantar adiknya ke kamar dan memintanya segera tidur. Kedua orang tuanya tidak kembali lagi, entah apa yang mereka bicarakan.

Hampir dini hari Yuan terbangun, dia tidak menyalakan lampu kamarnya. Di depan cermin bayangannya terlihat. Mata sembab karena menangis terlalu lama terlihat jelas. Rambut berantakan bangun tidur dan suasana hati yang masih belum menentu. Yuan memandang cermin yang memantulkan bayangan dirinya. Ada yang aneh. Cermin ini apa rusak? Yuan menyentuh rambut peraknya lalu memandang lagi di depan cermin. Bayangan di cerminnya memiliki wajah yang sama dengan dirinya namun warna mata dan rambutnya berbeda. Mungkin hanya mimpi. Yuan kembali naik ke tempat tidurnya dan berusaha memejamkan mata.

***

Archilles mengajak Yuan ke Istana Timur tempat Erina berada. Istana Timur disebut sebagai istana Ratu karena disinilah Ratu lebih sering menghabiskan waktunya dengan segala aktivitasnya. Banyak yang mengira Istana Ratu hanya boleh dimasuki para wanita.

“Paman bukankah kita tidak boleh ke sini, kitakan bukan perempuan,” kata Yuan

Archilles hanya tersenyum melihat kepolosan Yuan.

“Sudahlah ayo masuk,” kata Archilles

Yuan hanya mengikuti perintah saja. Di ruangan itu tidak banyak benda, tapi yang menarik perhatian adalah bola kristal yang ada di ruangan itu.

“Apa ini?” tanya Yuan.

“Letakkan tanganmu di atasnya,” perintah Archilles.

Yuan menurut dan meletakkan tangannya. Bola kristal itu berubah warna, warna hitam pekat. Melihat warna hitam Archilles sudah tidak terkejut lagi karena dia sudah tahu sejak awal, namun tiba tiba ada warna lain muncul setelahnya warna putih tidak itu warna perak. Kedua warna itu berputar putar hingga mencapai posisi seimbang antara warna hitam dan perak.

“Paman ini apa?” tanya Yuan tidak mengerti.

“Tunggu sebentar.” Archilles mencari sebuah buku dan setelah beberapa saat mencari dia akhirnya menemukannya. Archilles membolak balik halaman buku itu. Sementara Yuan duduk manis di kursi yang ada di ruangan itu.

“Kristal perak, kristal perak” gumam Archilles dan akhirnya dia menemukannya.

“Ini dia, kristal perak merupakan satu dari tiga kristal spesial diantara kristal emas dan kristal tanpa warna, kristal perak memiliki kemampuan pengendalian alam yang sempurna, kekuatannya mengendalikan roh alam.”

Archilles memandang Yuan yang juga sedang memperhatikan dirinya dengan pandangan ingin tahu serta tersenyum manis kepada Archilles.

Bagaimana aku memberitahunya, selama ini dia tidak tahu apapun. Harus mulai darimana? Apa dia bisa menerima semua ini?

“Paman?” Suara Yuan membuyarkan lamunan Archilles yang sedang berpikir keras.

“Begini, Yuan. Ini adalah bola kristal, aku dan ibumu berasal dari bangsa kristal sepertinya kau juga mewarisi kemampuan bangsa kami.” Archilles duduk di sebelah Yuan. Mencari kata-kata yang tepat supaya mudah dimengerti. “Hasil tes yang baru Kau jalani tadi menunjukkan bahwa Kau memiliki kristal perak dan kristal hitam.Kristal perak memiliki kemampuan memanggil roh alam.”

“Maksud Paman Aku bisa memanggil roh alam, keren.” Mata Yuan berbinar penuh semangat.

“Yuan, rahasiakan ini, terutama dari kakakmu,” kata Archilles. Yuan mengangguk mengisyaratkan setuju.

Mereka keluar dari Istana Timur, Yuan terlihat senang dan bersemangat. Archilles hanya bisa tersenyum melihat tingkah polos Yuan.

“Paman ada urusan sebentar, Kau langsung saja ke tempat latihan ya, sampaikan ke Pangeran Rainsword kalau Aku akan terlambat,” kata Archilles. Yuan mengangguk dan segera berlari kecil menuju tempat latihan.

Di tempat latihan, Rainsword sudah menunggu.

“Di mana Paman Archi?” tanya Rainsword.

“Paman akan terlambat, jadi Aku di sini untuk menemani kakak berlatih,” jawab Yuan.

Yuan mengambil pedang dan memainkannya. Melihat adiknya bermain pedang, Rainsword tersenyum dan mengajaknya berlatih.

“Kemarilah, jadilah lawan kakak.” Rainsword sudah menyiapkan kuda-kuda dan siap bertarung.

“Baiklah,” balas Yuan. Yuan mengikat rambut panjangnya supaya tidak menggangu. Lalu bersiap dengan kuda-kuda dan pedang di tangannya.

Duel pun dimulai, mereka berdua saling serang, menangkis dan bertahan. Mereka terlihat imbang, walaupun sebenarnya Rainsword hanya bermain saja tidak serius menghadapi adiknya. Di mata Rainsword, permainan pedang Yuan memiliki banyak celah terbuka, sangat mudah baginya untuk menjatuhkan Yuan. Namun, dia sengaja membiarkannya, menikmati permainan pedang bersama adiknya cukup menyenangkan.

Yuan baru berusia 10 tahun, permainan pedangnya sangat bagus, gerakannya gesit, terarah dan selalu mencari titik fatal musuh. Kurangnya pengalaman bertarung membuat gerakan Yuan terlihat tidak bervariasi. Seperti masih bergerak seperti instruksi buku, monoton dan tidak ada improvisasi. Rainsword memainkan pedangnya dengan mengikuti semua gerakan Yuan. Hanya untuk menjaga ritme permainan supaya tidak cepat berakhir. Di saat dia merasa perlu ada sedikit tekanan, Rainsword memberikan serangan yang mengagetkan Yuan hingga dia kehilangan pedang di tangannya.

“Kakak hebat!” Yuan mengambil pedang dan menyarungkannya.

Rainsword tersenyum dan mengacak rambut Yuan. “Kau juga hebat, masih kecil sudah mahir, saat besar nanti pasti sangat kuat.”

“Pangeran Rain, di mana pedang yang kemarin diberikan Ayah Anda?” tanya Archilles.

“Oh, ada di kamar,” jawab Rainsword.

“Mulai hari ini biasakan menggunakan pedang itu. Sekarang bisakah Anda mengambilnya?” perintah Archilles.

“Baiklah akan kuambil.” Rainsword segera pergi mengambil pedangnya.

“Pangeran Yuan, ulurkan tanganmu,” pinta Archilles. Yuan segera mengulurkan tangannya. Archilles memasang sebuah gelang berwarna perak dengan empat batu kristal sebagai hiasannya. Gelang itu pas di tangan kecil Yuan. “gelang ini untuk membuat kontrak dengan roh alam, jadi jangan pernah dilepaskan. Kita tidak pernah tahu kapan dan di mana akan bertemu roh alam, atau perlu memanggilnya.”

Yuan memandangi gelang di tangannya, kristal bening jernih berkilau di bawah sinar matahari. Tak lupa dia mengucapkan terimakasih kepada Archilles.

Selain sebuah gelang Archilles juga memberikan sebuah buku. Yuan langsung membaca buku tersebut, hingga tidak menghiraukan kakaknya telah kembali dengan pedang perak di tangannya.

Melihat Yuan sudah membaca buku lagi, Rainsword hanya bisa menggelengkan kepala. Archilles memanggilnya dan dia segera mendekatinya. Dia diajarkan bagaimana menggunakan pedang yang baik, pedang perak yang diberikan ayahnya terasa lebih berat dari pedang yang biasa dia pakai.

“Biasakan dengan bebannya, awalnya pasti akan sulit tapi seiring berjalannya waktu kau akan terbiasa dengan pedang ini,” kata Archilles yang terus memberi instruksi ke mana dia harus bergerak.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel A Thousand Tears of Sword
8.8
Di benua terkutuk yang penuh penindasan dan perdagangan manusia, dewa mengutus Dewi Kematian untuk menegakkan keadilan. Sialnya, sebuah insiden saat turun ke bumi melenyapkan seluruh kekuatannya. Ia justru bereinkarnasi sebagai gadis kecil bernama Hua Hua. Tanpa kekuatan dewa yang tersisa, mampukah ia menuntaskan misi sucinya untuk menyelamatkan mereka yang tertindas di tengah neraka dunia ini?
Sampul Novel Bisikan Abu
7.8
Menyamar sebagai gadis bisu di kuil Ezen, Asha menyembunyikan kemampuan terlarang membaca memori dari sisa abu. Di kekaisaran pemuja api ini, ia mengungkap sejarah perang masa lalu bersama Kael, seorang pejuang misterius. Saat konspirasi besar dan pemberontakan mulai pecah, benih cinta tumbuh di antara mereka. Melalui ritual kuno serta pelarian yang mengancam nyawa, kekuatan unik Asha kini menjadi penentu mutlak apakah dunia mereka akan bangkit atau lenyap selamanya.
Sampul Novel Dewa Alkemis
8.9
Tian Fan, pemuda berbakat dari keluarga bangsawan rendah, bercita-cita menjadi alkemis hebat. Namun, kejeniusannya memicu kebencian para tuan muda kelas atas yang terus menekannya. Di tengah intimidasi tersebut, sebuah peristiwa besar mengubah segalanya. Kejadian tak terduga ini membuka jalan baru yang memperbesar peluang Tian Fan untuk mewujudkan ambisinya menjadi Grandmaster Alkemis.
Sampul Novel Di Balik Topeng Bodyguard
9.1
Alice mengandung anak dari bodyguard-nya, Leo, yang dipandang rendah sang ayah. Walau ditentang, pernikahan tetap terjadi hingga Alice menyadari kekejaman asli suaminya. Saat menderita, Alice juga mencurigai Deborah, ibu tirinya, sebagai pembunuh ibu kandungnya. Bersama bodyguard lain bernama Deny, Alice berusaha menguak misteri kelam ini. Namun, misi tersebut justru perlahan mengungkap identitas asli Deny serta rahasia cinta masa lalu mereka.
Sampul Novel Dia Memilih Kakak Angkatnya
9.4
Alpha Carl mendadak menghentikan operasi saat pisau bedahnya telah merobek kulitku. Demi menyelamatkan Bianca, adik angkatnya yang berniat bunuh diri, ia tega meninggalkanku di meja operasi dalam kondisi perut terbuka. Carl menyerahkan hidupku kepada Alpha Arthur sebelum pergi. Di tengah keputusasaan dan rasa sakit yang hebat, Arthur mengambil alih tindakan medis tersebut dengan dingin, sambil menegaskan bahwa ia tidak akan membiarkanku mati.
Sampul Novel Luna Jatuh Cinta pada Alpha Lain Setelah Pasangannya Mengkhianatinya
9.2
Saat pesta ulang tahun Alpha Marc Dale, ia membawa kembali mantan pasangan sejatinya, Lucy Burton, yang dahulu disiksanya. Namun, tepat pada hari jadi kami, saya menyaksikan Marc memeluk dan menandai Lucy di kamar. Meski Marc berdalih itu adalah hukuman, Lucy justru mengejek saya dengan memamerkan cincin pernikahan yang persis seperti kepunyaan saya. Pengkhianatan keji ini seketika menghancurkan jiwa serigala saya dalam kepedihan yang teramat sangat.