APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Crystal Of Soul : Twins

Crystal Of Soul : Twins

Dua saudara kembar terpisah sejak bayi tanpa sebab yang pasti, menjalani takdir berbeda di dunia manusia dan dunia kristal. Walau terhalang dimensi, ikatan batin mereka tetap terhubung erat. Didorong hasrat mengungkap asal-usul diri, keduanya berjuang memecahkan misteri di balik perpisahan mereka. Mampukah kekuatan hubungan batin ini menyatukan mereka kembali sekaligus menyingkap segala rahasia yang selama ini terselimuti?
Bab
Bagikan

Bab 2

10 tahun kemudian

Kerajaan Silverstone

“Yuan ... Yuan ...!” teriak Rainsword memanggil adiknya.

Yuan sudah tumbuh menjadi seorang anak laki-laki yang manis. Dia terlihat sangat cantik. Banyak yang menyangka dia perempuan karena kecantikannya.

"Ssttts ... Kakak diamlah ini perpustakaan," jawab Yuan acuh dan kembali membalik halaman buku yang dia baca.

Dari belakang, Rainsword memeluk Yuan, lalu mencubit pipinya dengan gemas.

"Ehmmm ...." Penjaga perpustakaan berdeham untuk penarik perhatian kedua pangeran cilik itu.

"Maaf pangeran harap tenang di sini perpustakaan," ucapnya.

"Siap," jawab Rainsword nyengir.

"Buku apa yang kamu baca?" tanya Rainsword.

"Ini buku kisah ras selain manusia, ada Elf, Drawf, Peri makhluk-makhluk fantasi seperti pegasus juga ada," jawab Yuan antusias menceritakan buku yang dia baca.

"Kamu mau hidup di dunia dongeng? Mereka itu makhluk fantasi artinya tidak nyata. Buang-buang waktu saja. Lebih baik berlatih beladiri atau membaca buku yang lain."

Rainsword mengambil buku yang baca Yuan. Yuan berusaha mengambil kembali bukunya namun tidak bisa. Rainsword memiliki perawakan yang tinggi dan berotot. Sedangkan Yuan terlihat mungil di sampingnya.

Jika diperhatikan mereka tidak seperti adik dan kakak. Kesamaan mereka hanya pada warna rambut mereka saja. Rambut keperakan yang dimiliki Rainsword dan Yuan. Postur tubuh, sifat, gaya pakaian bahkan perilaku mereka sangat berbeda.

Yuan yang kesal langsung keluar dari perpustakaan. Melihat itu Rainsword mengejarnya.

"Duh ngambek, maaf maaf," ucap Rainsword

Saat mereka berjalan terlihat ada rombongan kereta kuda dengan beberapa pengawal. Melihat itu wajah Yuan kembali ceria.

"Ayahanda pulang!" teriak Yuan girang dan berlari ke arah Istana. Rainsword ikut berlari di samping Yuan.

Tak lama kemudian di Istana, Raja Edward yang baru tiba disambut kedua pangeran yang berlari ke arahnya.

Raja Edward mengangkat Yuan tinggi-tinggi.

Tubuh Yuan yang mungil membuatnya mudah diangkat. Setelah itu dia memeluk Rainsword putra pertamanya.

"Kalian sudah besar ya. Rasanya cepat sekali waktu berlalu."

"Oiya, ayah ada hadiah untuk kalian," Raja Edward mengambil sebuah kotak dan memberikannya ke pada Yuan dan sebuah kotak panjang kepada Rainsword.

Rainsword membuka kotak yang diberikan padanya. Kotak itu berisi sebuah pedang perak. Pedang itu terlihat sangat bagus. Rainsword dan Yuan terpana melihatnya.

"Ini pedang perak, katanya mahkluk sejenis werewolf dan vampire akan ketakutan melihatnya, dan pedang ini menyimpan kekuatan yang hebat," ucap Raja Edward mebuat Rainsword dan Yuan makin berbinar.

Melihat tingkah kedua putranya Raja Edward hanya bisa tersenyum senang.

Yuan penasaran dengan kotak miliknya dia membukanya. Diluar dugaan isinya adalah baju dan sebuah kalung dengan liontin berbentuk pedang. Melihat itu terlihat ekspresi kecewa dari wajah Yuan.

Saat itu Archilles yang tidak sengaja melihatnya menghampiri pangeran Yuan.

"Pangeran ini adalah pedang Es abadi. Pedang ini akan melindungi Pangeran dari orang-orang yang akan berbuat jahat. Saat ini pedang ini terlihat kecil namun suatu saat nanti Pangeran akan menggunakannya sebagai senjata yang tak terkalahkan. Pedang ini tidak akan pernah hilang dan akan selalu menemani Pangeran," ucap Archilles mengalungkan kalung dengan liontin berbentuk pedang tersebut.

Lalu dia membuka baju yang masih terlipat. Baju itu sebuah jaket dengan hoodie. Archilelles mengenakan jaket itu di tubuh Yuan. Jaket itu pas dikenakan Yuan. Seketika jaket yang dikenakannya berubah warna menjadi senada dengan rambut peraknya.

"Ini jaket kamuflase, bisa berubah warna. Kamu bisa bersembunyi dengan ini," ucap Archilles.

Melihat hadiahnya ternyata sangat bagus Yuan menjadi sangat senang.

“Terimakasih Ayahanda,” kata Yuan.

Kedua pangeran pergi meninggalkan Raja Edward dan Archilles.

“Darimana Anda mendapatkan benda-benda itu Paduka Raja?” tanya Archilles yang penasaran dengan pedang Yuan.

“Beberapa hari yang lalu ada pertemuan para raja, ada seorang raja yang mendekatiku dan memberikan hadiah ini. Aku belum pernah melihatnya Dia sebelumnya, namun Dia mengenal Rainsword dan Yuan. Sangat aneh, tidak ada yang mengenal Yuan di luar istana tapi darimana Dia mengenalnya.” Raja Edward menghela napas panjang seakan seharusnya dia tidak menerima hadiah itu.

“Hadiah itu akan sangat berguna untuk mereka, keputusan Paduka Raja sudah tepat, tidak perlu menyesalinya.” Archilles menundukkan kepala mengisaratkan pamit dari hadapan sang Raja

“Tunggu, katakan padaku yang sejujurnya. Apa yang kau sembunyikan?” tanya Raja Edward.

“Saya tidak menyembunyikan apapun Paduka,” jawab Archilles.

“Kau berbohong.” Raja Edward memandang lekat-lekat Archilles. “katakan, Siapa Yuan sebenarnya?”

Archilles menelan ludahnya. Sulit baginya untuk jujur, dan tidak mudah pula untuk berbohong.

“Paduka, saya tidak bisa menjelaskannya sekarang. Mohon maaf,” jawab Archilles.

“Lalu kapan? Sudah jelas Yuan bukan anakku, apa Erina selingkuh dibelakangku?” tanya Raja Edward.

“Paduka, tolong percaya Ratu Erina sangat mencintai Anda, Dia tidak mungkin selingkuh,” jawab Archilles. Kali ini Archilles tidak mampu menatap Raja Edward.

“Kalau begitu jelaskan padaku, bagaimana bisa Yuan berbeda. Apa kau kira aku buta?” Raja Edward berusaha menahan amarahnya. Dia duduk di kursi yang ada.

“Tunggulah, setidaknya hingga Pangeran Yuan berulang tahun, Ratu Erina akan menjelaskan semuanya,” jawab Archilles. Dia tidak tahu lagi harus mencari alasan apalagi.

“Baiklah, tidak lebih dari itu.” Raja Edward meninggalkan ruang itu. Kini Archilles berdiri mematung seorang diri.

***

Rainsword dan Yuan melihat ayahnya berjalan dengan santai segera menghampiri. Yuan memanggil ayahnya, “Ayahanda... Ayahanda ....”

Raja Edward yang suasana hatinya sedang kacau tidak menyadari panggilan Yuan dan tetap berjalan tanpa menoleh. Yuan meraih tangan ayahnya yang seketika ditarik dengan kasar.

Raja Edward yang melihat ekspresi Yuan begitu terkejut dengan tindakannya segera menyesalinya. Apa yang kulakukan anak ini tidak bersalah, bahkan dia juga tidak tahu.

“Yuan, maaf Ayah hanya kaget saja.” Raja Edward ingin mengelus rambut Yuan tapi berhenti karena teringat dia bukan anaknya. Rasa sakit hati membuat Raja Edward memperlakukan Yuan tidak seperti biasanya.

Sejak bertemu dengan raja yang memberikan hadiah kepada Rainsword dan Yuan, dia tidak bisa melupakannya. Wajah raja itu sangat mirip dengan Yuan. Bukan hanya wajahnya postur tubuh juga memiliki kesamaan. Bagaimana mungkin anaknya memiliki wajah yang sama dengan pria lain? Awalnya Raja Edward hanya mengira Yuan mungkin seperti istrinya yang memang bertubuh mungil tapi pria yang dia temui memiliki kesamaan yang hampir 100% dengan Yuan. Satu-satunya yang terlintas dalam pikirannya adalah istrinya berselingkuh hingga melahirkan anak hasil hubungan mereka.

“Ayah banyak urusan, pergilah,” kata Raja Edward. Yuan pun meninggalkan ayahnya dan segera berlari menuju kakaknya.

Selama beberapa hari menjelang hari ulang tahunnya. Raja Edward menjauhi Yuan. Tentunya perlakuan itu menyayat hatinya. Ayah yang sangat disayanginya telah berubah.

“Kak Rain, apa Ayah benci padaku?” Yuan berhenti membaca dan menutup bukunya.

“Jangan terlalu dipikirkan, Ayah mungkin lelah,” jawab Rainsword. Dia juga menyadari perubahan sikap ayahnya terhadap adiknya.

“Kurasa ayah membenciku, kalaupun lelah Dia tidak akan seperti itu.” Yuan mengenang perlakuan Raja Edward yang selalu mengacuhkannya atau berusaha menghindari dirinya.

Rainsword memeluk adik kesayangannya. “Sudahlah Yuan, kakak akan selalu sayang.”

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Alice and The Blue Sea
8.6
Nyawa Alice terselamatkan dari gulungan ombak maut berkat aksi heroik Archer. Sosok misterius penolongnya itu ternyata adalah duyung jantan, fakta luar biasa yang baru Alice percayai setelah menyentuh ekor berototnya sendiri. Usai kejadian ajaib tersebut, Archer meminta bantuan kepada Alice. Akankah kehidupan tenang Alice berubah sepenuhnya setelah terikat takdir dengan sang penghuni samudra? Ikuti kisah fantasi romantis modern yang penuh keajaiban ini.
Sampul Novel AMARAH DALAM SELUBUNG
9.5
Riana pernah terjebak pernikahan penuh dusta dengan pria beristri yang memanfaatkannya lewat ilmu hitam. Setelah berhasil melawan dan menolak cinta suaminya yang telat tumbuh, ia mengusir pria itu. Riana lalu berjuang sendirian membesarkan putranya hingga sukses dan menjadi wanita kaya. Kini, saatnya pembalasan tiba. Secara perlahan dan rahasia, Riana memakai kekuatan gaibnya untuk menghancurkan seluruh kejayaan mantan suaminya hingga tak bersisa.
Sampul Novel Goyangan Pohon Beringin
8.2
Hubungan erat Adrian dan Wandi kini renggang sejak kemunculan Hesta. Gadis penuh misteri itu begitu memikat Adrian, tetapi Wandi justru melihat sosok mengerikan dalam dirinya. Wandi berjuang keras memperingatkan sahabatnya bahwa Hesta bukanlah manusia. Sejak mereka mengunjungi beringin tua yang angker, teror mistis mulai membayangi. Di tengah ancaman bahaya, sanggupkah Adrian menyadari kenyataan? Apakah asmara beda alam ini akan terwujud, atau malah berujung pada kehancuran?
Sampul Novel Jodohnya yang Tak Diinginkan, Sihirnya yang Terlarang
9.2
Lima tahun mengabdi sebagai pendamping Alpha Bram, kesetiaanku dibalas pengkhianatan kejam. Saat lampu gantung jatuh, Bram menjadikanku tameng hidup demi menyelamatkan Bella, selingkuhannya. Akibatnya, tubuhku hancur dan serigalaku lumpuh. Tak cukup sampai di situ, Bram tega memutuskan ikatan suci kami secara paksa. Rasa sakit luar biasa itu merenggut nyawaku, tepat ketika rahasia bahwa aku mengandung ahli warisnya terungkap. Kini, penyesalan Bram sia-sia.
Sampul Novel SAMSARA
9.3
Sejak menginjak umur tujuh belas tahun, hidup Larasati Sinta tidak lagi sama karena berbagai kejadian ganjil terus menerornya. Situasi kian rumit dengan munculnya Erland Altair Januar. Walau hubungan mereka diawali kejadian buruk yang menciptakan jarak, senior idola sekolah itu justru pantang menyerah mendekati Laras demi menjadikannya pacar. Kini, Laras terjepit di antara teka-teki misterius yang membayangi dan obsesi Erland yang membingungkan.
Sampul Novel Sumpah Hening Balas Dendam Sang Luna Berparut
9.7
Kehadiran seorang wanita dengan anak bergenetik Alpha Damian di klinikku mengungkap kebenaran pahit. Melalui ikatan batin, aku merasakan cinta tulus Damian untuk wanita itu. Puncaknya, di pesta kawanan, Damian melindunginya hingga membuatku keguguran. Ia bahkan mengabaikanku yang sekarat demi luka kecil putranya. Setelah dibuang ke jurang oleh kekasihnya dan ditolak atas namanya, aku berhasil selamat. Kini, aku melangkah ke Swiss untuk bangkit dari segala kehancuran.