APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Crazy Maid ( Indonesia )

Crazy Maid ( Indonesia )

Felicity Jolicia Addison, gadis manja yang asing dengan urusan dapur, nekat menyamar sebagai Cia. Demi mendapatkan jet pribadi dari ayahnya, ia rela menjadi pelayan Jerrald Nataniel Mendez, pengusaha jet asal Spanyol. Jerrald dibuat pusing oleh ketidakmampuan Cia yang hampir membakar dapur saat merebus air. Meski dianggap gila karena boros dan polos, interaksi unik pelayan amatir dan majikan angkuh ini perlahan menumbuhkan benih cinta di antara mereka.
Bab
Bagikan

Bab 3

Feli berjalan gontai menyusuri taman kampus. Setelah dua hari tidak masuk kuliah karena gadis ini tak enak badan, lebih tepatnya terlalu shock oleh misi yang Daddy-nya berikan, kini Feli sudah merasa lebih baik walaupun hatinya tak baik sama sekali.

“Kenapa aku harus setuju dengan syarat yang Dad berikan?! Si4l! Menjadi maid? Ini benar-benar di luar akal sehat! Apakah Daddy sedang kerasukan arwah jahat, sampai meminta anaknya yang cantik ini menjadi maid?!” gerutu Feli. “Kulitku yang halus dan lembut ini pasti akan berubah sekasar kerikil!” Feli terus saja menggerutu di sela langkah kakinya menuju kelasnya yang tiga puluh menit lagi akan dimulai. “Percuma aku bersekolah tinggi-tinggi kalau hanya jadi seorang maid. Demi Tuhan! MAID?! Argh! Kalau tidak ingin menandingi Selena b1tch tanpa Gomes itu, aku tidak akan sudi menjalani misi ini!”

“Dude, kau seperti Superman yang tidak makan seribu tahun.”

Terdengar kalimat mengejek dari seorang pria diiringi tawa beberapa pria lainnya. Hal itu berhasil membuat Feli menghentikan langkah. Tak jauh dari tempatnya berdiri, Feli melihat seorang pemuda berkacamata tebal sedang dikelilingi enam pemuda lain.

“Kau tidak punya kemeja yang lebih besar lagi dari ini? Kemejamu sudah seperti tirai jendela di rumahku, Dude.”

Terdengar lagi tawa menghina yang keluar dari enam pemuda itu.

Feli memutar bola mata malas. Para pemuda itu menurut Feli adalah samp4h di kampus ini, karena selalu menindas orang-orang lemah. Dan Feli, selalu tidak suka melihat hal itu. Gadis ini walaupun sombong, tapi tak pernah menghina orang-orang lemah. Feli lebih suka berhadapan dengan orang yang dia rasa memiliki kekuatan yang sama dengannya. Bukankah itu terdengar adil?

Feli melangkah ke arah para pemuda itu. Lalu setelah sampai, gadis ini menepuk bahu salah satu pemuda yang mengelilingi pemuda berkacamata dengan pakaian kebesaran yang sepertinya sedang dibully habis-habisan.

“Apa-apaan—ah… Felicity! Hei, Cantik! Ada yang bisa aku bantu?” antusias sang pemuda saat membalikkan tubuh karena merasakan tepukan di belakangnya. Ternyata, pelakunya adalah salah satu gadis popular di kampus ini.

Lima orang pemuda lainnya langsung terbengong karena terlalu terpesona melihat wajah Feli dari dekat.

Selama ini, mereka semua hanya mampu melihat Feli dari jauh, karena Feli tidak terlalu suka berdekatan dengan orang-orang yang tidak dia kenal dengan baik. Jadi saat Feli kali ini menghampiri mereka, mereka seakan mendapat bonus dari Tuhan.

Feli bersedekap, lalu melirik sekilas pemuda berkacamata yang saat ini juga menatapnya. Pandangan Feli kembali beralih ke arah pemuda di depannya. “Ya, aku sangat butuh bantuanmu, Willie.” Feli tersenyum manis.

“Apa, Sayang?” tanya Willie semakin antusias. Kapan lagi gadis popular yang terkenal tak suka didekati pria ini butuh bantuannya. Willie harus memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya.

Senyum Feli hilang tak berbekas. Tergantikan dengan tatapan dingin meremehkan. “Berhentilah tertawa! Kau tahu, suara tawamu hampir saja merusak telingaku.” Feli menunjuk telinganya dengan sebelah tangan. Matanya menatap tajam pemuda bernama Willie itu.

Kelima teman Willie melebarkan mulut mereka tak percaya. Sementara Willie tersedak salivanya sendiri.

“Sorry, Baby, a-apa maksudmu?”

“Apa kau tidak malu main keroyokan seperti itu?” tanya Feli sambil melirik pria berkacamata yang berada di belakang Willie.

“Aku—”

“Memalukan sekali! Apa kau tidak punya keberanian melawan ‘superman yang kau bilang tidak makan seribu tahun’ itu? Hahaha… Kasian sekali kau, Willie! Tapi aku tidak heran. Tubuhmu terlihat kecil seperti cacing kelaparan, maka dari itu kau bisanya hanya main keroyokan,” seru Feli sambil menatap Willie merendahkan.

Tubuh Willie menegang. Kedua tangannya mengepal kuat. “Hei! Dasar jal4ng! Jangan ikut campur!”

“Apa kau bilang?! Aku jal4ng?! Kalau aku jal4ng, lalu kau itu apa?! Pria pengecut! Aku sangsi kalau ‘senjata’mu itu bisa berdiri!” ejek Feli sambil menatap area bawah perut Willie, yang semakin memancing amarah pemuda itu.

Willie mengangkat tangannya hendak meninju Feli. Namun tiba-tiba tubuhnya terjatuh mengenaskan karena tinjuan seseorang.

Feli mengalihkan pandangan ke arah seseorang yang sudah berdiri di sampingnya.

“Jangan coba-coba menyentuh Nona-ku, Ber3ngsek!” ucap datar seseorang itu.

“Kau… kenapa kau keluar dari persembunyianmu, Eric?!” seru Feli tak suka.

“Maaf, Nona, sudah menjadi tugas saya melindungi Anda dengan nyawa saya.”

“Tapi aku tidak apa-apa!”

“Pria itu hampir meninju Anda, apakah itu bisa dikatakan ‘tidak apa-apa’?” tanya pria tampan bernama Eric yang saat ini menggunakan pakaian formal berwarna hitam. Tak lupa kacamata hitam bertengger indah menutupi matanya. Ekspresi wajahnya datar terkesan dingin.

Feli mendengus kesal. Ia tak dapat membalikkan kata. Ucapan bodyguard setia sang daddy benar adanya.

Sial!

Sebenarnya Feli sangat tidak suka jika pergerakannya selalu diawasi sang daddy melalui bodyguard yang diperintahkan menjaganya dari jauh sejak Feli berusia tiga belas tahun.

Demi Tuhan, gadis ini merasa seperti bayi yang diawasi babby sitter. Namun Feli tidak dapat berbuat apa-apa, karena dia tahu semua ini demi kebaikannya sendiri. Saingan bisnis sang daddy menyebar di negara ini, dan tak jarang ada saja yang bermain jalur kotor dengan cara mencelakakan anggota keluarga saingan bisnisnya.

Pandangan Feli kembali beralih ke arah Willie. “Sakit, tidak? Aku sebenarnya tidak suka jika bodyguard Daddy-ku ikut campur. Tapi sepertinya kau pantas mendapatkannya karena luka yang didapat Andrew.” Feli menunjuk pria berkacamata yang tadi dibully Willie dan kawan-kawan pria itu.

Memang ada luka di sudut bibir pemuda bernama Andrew itu. Belum lagi rambut klimisnya yang biasa tertata rapi, terlihat sangat berantakan. Sepertinya Willie sudah melakukan kekerasan fisik pada pemuda malang itu.

Willie hanya mampu meringis nyeri sambil menatap kesal ke arah Feli. Sementara kelima pria yang lain langsung pergi ketakutan meninggalkan tempat itu. Siapa yang berani melawan anak dari Leonel Addison. Belum lagi bodyguard wanita itu yang memiliki tubuh atletis. Tidak sebanding dengan tubuh mereka semua.

“Lihatlah, para sahabatmu bahkan lebih pengecut daripada dirimu, Willie. Sebaiknya kau pergi, dan berhentilah bersikap sok jagoan di kampus ini.”

Willie terdiam sesaat, lalu segera bangkit dan langsung melangkah pergi meninggalkan Feli. Tentu saja masih dengan wajah kesal.

Sial4n! Berharap dekat dengan Feli, pria itu justru mendapat tinjuan maut.

Setelah kepergian Willie, Feli beralih ke arah Eric. “Pergilah. Aku ingin masuk kelas.”

Eric terdiam sesaat. Menatap Feli dengan tatapan yang sulit diartikan, lalu mengangguk kaku setelahnya. Pria berusia tiga puluh tiga tahun itu kembali bersembunyi untuk mengawasi Feli dari jauh.

“Fe-Feli…”

Feli berbalik. Tatapannya bertemu dengan tatapan pria bermata biru di balik kacamata pria itu.

“Te-terima kasih telah… telah menolongku,” ucap pria itu gugup.

Feli tertawa kecil, lalu menepuk bahu Andrew. Hal itu membuat Andrew semakin gugup. Apalagi aroma parfum dan shampoo feminin Feli, menggoda indera penciumannya.

“Kau, sebaiknya kau belajarlah seni bela diri, Andrew. Dan ubahlah penampilanmu, agar kau tidak lagi diremehkan oleh orang lain. Ayo masuk. Sebentar lagi kelas kita akan dimulai.” Feli berjalan lebih dulu tanpa menanti jawaban Andrew.

Andrew tak langsung melangkah. Ia menatap punggung Feli yang menjauh dari pandangan dengan tatapan memuja yang tidak ditutupi. Gadis itu adalah gadis satu kelas dengannya sejak mereka duduk di bangku senior high school, dan mereka kembali dipertemukan di kampus dengan jurusan yang sama dan beberapa kali berada di kelas yang sama. Mereka memang tidak pernah terlibat percakapan selama ini. Namun Andrew diam-diam sudah menaruh hati pada gadis itu, gadis yang terkenal sering adu mulut dengan Selena.

Dan pembelaan Feli tadi, membuat perasaan Andrew pada gadis itu semakin bertambah.

“Kalau aku mengubah penampilan, akankah kau melihat ke arahku, Felicity Addison?” monolog Andrew.

***

"Feli, kau ke mana saja? Aku terus menghubungimu, tapi kau seperti hilang ditelan bumi," ucap Sally saat ia bertemu Feli di parkiran kampus mereka.

Feli melihat sang sahabat memperhatikannya. Pasti Sally melihat kantung matanya yang mengerikan. Sudah tiga hari mereka tak bertemu. Kemarin, saat Feli ke kampus, gadis ini tak menemukan keberadaan Sally. Mungkin karena kemarin suasana hatinya masih tak baik-baik saja, jadi Feli memang sengaja tidak mencari Sally.

"Aku sedang stress memikirkan sesuatu," ucap Feli lesu.

Sally menatap ekspresi lelah sahabatnya itu dan mencoba mengorek informasi lebih dalam. Biasanya Feli selalu ceria dan blak-blakan dalam berbicara. Namun, kali ini ia terlihat sedang memikul beban berat.

"Kita harus bicara empat mata, Feli," seru Sally.

Feli hanya mampu mengikuti langkah sahabatnya itu saat Sally menarik lengannya menuju tempat rahasia mereka berdua, yaitu di atap gedung kampus yang hanya beberapa orang saja yang bisa menaikinya sampai benar-benar ke atap.

Mereka berdua memilih untuk bolos di mata kuliah pertama. Karena bercerita satu sama lain adalah hal yang jauh lebih penting ketimbang menumpuk beban sendirian lagi.

"Katakan padaku, apa yang terjadi padamu?" tanya Sally langsung. Matanya terlihat menyelidiki Feli.

Feli menghela napas panjang. Ia merasakan rambut panjangnya yang tergerai melambai-lambai akibat tiupan angin. Tak ada bedanya dengan rambut Sally.

Feli menatap lurus ke depan dengan tatapan kosong. "Demi mendapatkan private jet limited edition, aku menerima tantangan yang diberikan oleh Daddy ku untuk menjadi seorang maid," cerita Feli. "Benar-benar tidak masuk akal," gumam Feli.

Semakin dipikirkan, Feli jadi merasa jika sang daddy memang sedang kerasukan arwah jahat.

"WHAT!! MAID? SERIOUSLY?" pekik Sally dan Feli mengangguk malas.

"Kenapa kita senasib? WHAT THE FVCK!" Sally menjambak rambutnya sendiri frustasi. Gadis ini berjalan mondar mandir di depan Feli, membuat Feli tak mengerti dengan reaksi sahabatnya ini.

"Apa maksudmu?"

Sally berhenti berjalan mondar mandir, lalu duduk di samping Feli. "Daddy ku juga memberiku misi sial4n itu untuk aku lewati. Jika aku menginginkan sebuah pulau beserta fasilitasnya, aku harus menjadi maid di tempat yang tidak aku ketahui nantinya," cerita Sally pada Feli.

Feli melotot. "H3ll! Apa mereka semua bersekutu untuk mengerjai kita berdua?!" tuding Feli tak suka.

Atau, Daddy dari sahabatnya ini juga kerasukan arwah jahat?

Sally mengedikkan bahunya. "Uang jajanku pun mulai minggu ini sudah dikurangi dan kartu kredit limited edition ku juga ditarik," keluh Sally.

"Hah? Kau serius tentang ini?" kaget Feli. Gadis ini tidak percaya jika Daddy Sally akan melakukan hal sejauh itu pada anak semata wayang kesayangannya. Untung saja Daddynya tidak melakukan hal yang sama.

Poor Sally…

Sally mengangguk lesu. "Daddy ku menjadi kejam sekali padaku. Setiap hari aku diminta untuk mengawasi kinerja semua maid di rumahku. Kau tahu, aku bahkan disuruh mempelajarinya. M3njijikan sekali, bukan?" ucap Sally frustasi.

Feli menepuk pundak Sally. "Demi meraih apa yang kita inginkan, aku yakin, kita bisa melewati semuanya," kata Feli menyemangati Sally dan dirinya sendiri.

"Ya. Aku tidak ingin dipecundangi oleh kedua jal4ng sialan itu. Bisa-bisanya mereka berdua mengklaim sudah menggeser posisi kita berdua," kata Sally geram.

Feli mengangguk antusias. "Tidak ada yang bisa menggeser Twins Queen di kampus ini!"

Sally dan Feli berhighfive ria.

"Malam ini aku akan mentraktirmu untuk minum sepuasnya. Sudah lama kita tidak bersenang-senang," ucap Feli girang. Feli benar-benar merasa prihatin pada Sally.

"Kau memang sahabat terbaikku, Feli. I love you so much," kata Sally dan mereka berdua terkekeh.

***

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Gairah Ranjang CEO Kejam
9.2
Alice Morrigan terpaksa menggantikan sang kakak kembar, Berenice, yang kabur di hari pernikahannya dengan Nicholas Chevalier. Menjadi istri pengganti, Alice justru diperlakukan kejam layaknya budak. Ia kerap menerima siksaan fisik dan cambukan menyakitkan dari sang suami saat di ranjang. Kebebasan serta raga Alice dikungkung habis-habisan oleh Nicholas yang posesif. Di tengah penderitaan tiada akhir ini, sanggupkah Alice bertahan, atau ia akan berhasil meloloskan diri?
Sampul Novel Is This Love?
8.7
Farrel Aditama Effendi, pria kaya berjiwa bebas, sangat berbeda dari Fachmi, saudara kembarnya yang kaku. Didorong obsesi untuk memiliki sang kakak, Farrel berniat merusak rencana pertunangan Fachmi dengan seorang wanita lembut. Namun, taktik sabotase lewat penyamaran sebagai kembarannya justru menjadi bumerang. Farrel malah jatuh hati pada calon tunangan kakaknya itu. Kini, ia didera kecemasan besar jika kedoknya terungkap.
Sampul Novel Kau Pilih Dia, Aku Bawa Anakmu Pergi!
9.7
Malam sebelum pernikahan megah dua keluarga mafia, Jeny menemukan pesan mesum dari Via di ponsel Leo. Meski Leo berjanji setenang mungkin untuk memutuskan hubungan dengan adik mendiang wakilnya itu, pengkhianatan nyata terjadi di hari pernikahan mereka. Saat janji suci hampir diucapkan, Leo memilih pergi menyelamatkan Via yang mengancam bunuh diri. Ditinggal sendirian di altar, Jeny memutuskan mengakhiri hubungan mereka selamanya. Ia menghilang tanpa jejak, membawa pergi anak Leo yang sedang dikandungnya.
Sampul Novel Kerinduan Tak Berujung
7.9
Lima tahun membina rumah tangga, Stella baru menyadari bahwa pernikahan dengan Felix hanyalah kepalsuan belaka. Sang suami sengaja memalsukan akta nikah mereka demi memberikan status hukum kepada wanita lain bernama Tania demi kelancaran bisnisnya. Felix mengira Stella yang telah mengorbankan hubungan keluarga demi dirinya tidak akan pernah pergi. Namun, rasa kecewa yang mendalam membuat Stella memilih melangkah pergi selamanya, meninggalkan Felix yang terlambat menyesali keputusannya.
Sampul Novel Kontrak Cinta: Rahasia dan Janji
9.7
Clara Martins terancam kehilangan toko roti peninggalan neneknya di São Paulo akibat lilitan utang dan pengkhianatan. Di tengah keputusasaan, Enzo Albuquerque hadir menawarkan solusi. Mantan kekasihnya yang kini menjadi pengusaha dingin itu mengajukan pernikahan kontrak setahun demi melindungi posisinya dari intrik keluarga. Namun, hidup bersama justru membangkitkan kembali rasa yang dulu ada. Kini, Clara harus menyembunyikan kehamilannya, sementara Enzo menyimpan rahasia besar yang dapat menghancurkan hubungan mereka.
Sampul Novel MY CEO [Hate & Love]
9.5
Tiga tahun Mayleen terjebak dalam pernikahan menyiksa bersama Gu William. Prahara ini dimulai saat sang kakak, dokter Li Jancent, melakukan transplantasi jantung ilegal dari tunangan William demi menyelamatkan nyawa Mayleen. Demi membalas dendam, William menghancurkan karier Jancent dan menyandera dirinya, memaksa Mayleen bertahan di tengah siksaan demi melindungi sang kakak. Akankah keteguhan hati Mayleen sanggup mengubah kebencian mendalam William menjadi cinta?