APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cool vs Cold

Cool vs Cold

Hidup Avril berubah total sejak kehadiran Jay yang tiba-tiba. Sosok pria itu perlahan membangkitkan kembali emosi yang sekian lama ia kubur dalam-dalam. Lewat ketulusan dan kasih sayang yang nyata, Jay mampu meruntuhkan pertahanan dingin di hati Avril. Momen ini menyadarkan Avril bahwa menerima cinta sejati menuntut keberanian besar untuk melangkah. Sebuah kisah hangat tentang bagaimana ketulusan mampu mencairkan kebekuan jiwa yang paling rapat.
Bab
Bagikan

Bab 1

Senin pagi yang bersahabat, minggu kedua setelah libur kenaikan kelas. Sekolah SMA HARAPAN mulai ramai siswa angkatan lalu dan siswa baru untuk melaksanakan upacara sebagaimana mestinya.

 Namun, seorang gadis hanya bisa berjinjit menatap di sela-sela gerbang tertutup rapat lantaran terlambat yang berakhir tidak bisa masuk ke area sekolah.

Avril, gadis yang masih berstatus murid putih abu itu semalam bergadang untuk menyelesaikan

drama favoritnya sehingga melupakan sekolah yang sudah kembali normal dan KBM di

mulai.

Kebiasaan tersebut bukan hal mudah untuk dilupakan begitu saja apalagi dirinya sudah menekuni di saat masa putih biru ketika ia

mengalami Write’s Block maka pengalihannya hanya bisa dengan menonton dan membaca online.

Benar-benar sial, di tutup rapat. Mana enggak ada yang jaga, apa gue pulang ya? monolongnya seraya berpikir keras agar bisa masuk tanpa dihukum.

Mendengar suara gerbang di buka yang disusul suara vokal itu berhasil mengalihkan Avril untuk menghentikan berpikir dan membuang jauh-jauh harapannya melihat bapak guru muda berdiri di depannya.

“Kamu telat lagi?”

Sebelum menjawab, Avril tersenyum lebar menunjukkan gigi putih kecilnya mendapatkan pertanyaan dari guru yang sudah dekat dengan Avril.

“Iya Pak, lagian Avril telatnya sampai gerbang ditutup cuman hari ini saja. Hari lainnya mepet bel doang,” jawabnya membela diri. Karakter cuek dirinya bersyukur bertemu dengan guru tersebut sehingga tidak canggung lagi.

Yang dikatakan Avril memang benar, dirinya selalu sengaja berangkat siang agar tidak bosan menunggu waktu belajar dimulai.

“Cepat masuk, ikut barisan yang telat!” perintah guru itu setelah membuka lebih lebar gerbang agar Avril bisa masuk. Tidak mau repot merespons muridnya mengelak, dalam hatinya ia membenarkan sehingga untuk kali ini membiarkan sebagai toleransi pertama dan terakhir.

Avril berkata, “Thank You, pak Erik ganteng.” Tidak menunggu respons lawan bicara, ia langsung lari menuju baris yang disuruh.

Berlari seribu langkah padahal jarak dari pintu

gerbang utama ke lapangan tidak sejauh dari rumahnya ke sekolah, tapi Avril terlalu malu menjadi pusat perhatian. Bahkan setelah baris dirinya tidak peduli ransel masih mengantung di kedua pundaknya sementara kedelapan lelaki yang telat sedari tadi menyimpan di tribune lapangan.

Pak Erik adalah guru favorit Avril karena pelajaran yang menyenangkan tidak membosankan seperti guru-guru lain, bercerita

menjelaskan materi sendiri panjang lebar tidak memedulikan muridnya mendengarkan atau tidak. Yang mereka pikir, dirinya sudah menyampaikan mau muridnya serap dan pahami itu adalah urusan belakang serta bukan urusannya.

Pak Erik yang melihat anak didiknya tidak menunggu respon darinya geleng-geleng kepala, sudah biasa. Sembari berjalan melanjutkan tugas

keliling lagi. Melangkahkan kakinya ke kelas-kelas atau ke tempat persembunyian

seperti di belakang.

Beberapa menit Avril mengikuti upacara datanglah seorang cowok dan langsung ikut barisan di samping Avril. Avril meliriknya

sebentar lalu fokus mengikuti acara upacara yang terasa lama padahal kepalanya terasa nyut-nyutan.

Akhirnya upacara selesai, yang sudah menghabiskan waktu setengah jam itu. Matahari tampak sangat bersemangat pagi ini sehingga

membuat Avril kepanasan dan dehidrasi. Semuanya dibubarkan untuk menunggu KBM kecuali barisan yang telat akan diberi hukuman seperti biasanya.

Hukuman lantaran telat bukan pertama kalinya

dilakukan, sudah menjadi ritual setiap sekolah menetapkan hukuman bagi yang tidak menaati aturan. Tetapi tetap saja ada yang melanggar karena aturan ditetapkan untuk dilanggar.

Pertanyaan Relate keluar dari mulut pak Jino

selaku guru BK kepada murid barisan yang terlambat., “Kenapa kalian bisa

telat?”

“Kesiangan,” jawab mereka serempak kecuali Avril hanya menganggukkan kepala saja seraya memegang dahinya mulai merasa pusing,

menyerang berkali-kali lipat.

“Iya Bapak juga tahu, karena apa? Bergadang?” tanya pak Jino lagi dan dijawab anggukan oleh mereka. “Lari sepuluh putaran!” perintahnya

tanpa basa-basi lagi sebagai hukuman lalu kembali direspons anggukan.

Setelah membuat satu barus mereka langsung berlari tanpa dikomando. Avril baris di belakang dengan lelaki yang paling kesiangan

menjadi penutup.

Sudah sembilan kali putaran Avril jalani, seketika ia berhenti di tengah mendadak pusing yang amat sakit padahal sisa tinggal satu putaran lagi selesai. Berhentinya Avril membuat lelaki di belakangnya ikut berhenti otomatis

“Lo enggak papa?” tanya lelaki itu sembari menahan badan Avril yang lemah agar tidak jatuh.

“Pusing,” keluh Avril dengan nada lemas.

“Duduk saja, enggak usah dilanjut. Entar gue yang bilang sama guru.”

Namun, Avril keras kepala memaksa untuk berlari meninggalkan lelaki itu yang hanya bisa menatap Avril khawatir. Melihat Avril

sudah selesai tidak terjadi hal buruk lelaki itu berlari mendekati Avril.

Hukuman selesai, pak Jino bersuara. “Besok-besok jangan ulangi, segera masuk kelas masing-masing!” suruhnya yang diikuti mereka.

Ketika Avril akan berjalan tiba-tiba pusing menyerang kepalanya lagi. Lelaki tadi yang berada di dekatnya membantu seraya bertanya. “Mau ke mana?”

“Kelas,” jawabnya singkat.

Lelaki yang tidak tahu namanya menarik tangan Avril sembari berucap, “Ikut gue!”

“Ke mana?”

“Ikut saja,” paksa lelaki itu. Avril yang sudah tidak kuat melawan diam saja. Mungkin akan diantar ke kelas, pikirnya.

Tapi setelah sadar ini bukan menuju kelas melainkan kantin Avril bersuara, “Eh, kenapa ke kantin? Ini sudah telat nanti diomeli lagi.”

“Lo lebih pilih telat di ceramah atau pingsan enggak masuk kelas? Lagian bentar lagi juga jam istirahat.”

Bukannya menjawab pertanyaan Avril lelaki itu memberikan pertanyaan untuk dipilih seraya melirik jam yang melingkar di pergelangan

tangannya.

Avril tidak merespons perkataan lelaki asing itu lagi karena malas memperpanjang masalah. Kepalanya sungguh berputar dan Avril sudah

tidak tahan lagi jika harus berdebat.

Sampai di kantin lelaki asing tersebut meninggalkan Avril begitu saja tanpa mengucapkan sepata kata pun sedangkan Avril yang kesal di tinggalkan memilih duduk di kursi yang kosong di dekatnya. Karena sekarang masih

jam pelajaran jadi kantin hanya ada dirinya dan dia yang entah pergi ke mana.

Beberapa menit kemudian dia kembali membawa bunur danteh hangat yang diletakan di atas meja. “Makan!” suruhnya dengan nada sedikit

dingin padahal tadi dia banyak mengomel.

Avril yang sudah lapar dan disuruh memakannya tanpa mengucapkan apapun lagi melahap dengan cepat lantaran perutnya sedari tadi

berdemo. Seharian kemarin di tambah tadi tidak sarapan membuat Avril makan

dengan lahap.

“Thanks,” ucapannya terima kasih baru keluar

dari bibir Avril dengan sedikit senyuman, setelah menghabiskan makanannya.

“Hm, nama?” tanya lelaki itu singkat. Jika lelaki ini bertanya pada orang lain pasti tidak mengerti karena bertanya singkat seakan memaksakan diri. Tapi Avril mengerti lantaran karakternya yang cuek dan tidak uka basa-basi.

“Avril,” balasnya sama-sama singkat. Karakter yang sama dipersatukan membuat keadaan semakin hening tidak bersuara lagi.

“Jay,” sembari mengulurkan tangan dan Avril membalas uluran tangan itu, lelaki yang sudah menolongnya.

“Lo ... Rill!” teriakan seseorang itu berhasil

menghentikan ucapan Avril seraya berjalan cepat menghampiri meja Avril. Avril yang

akan bertanya harus terhenti karena suara itu dan membuatnya menjadi pusat perhatian

sebab bel istirahat sudah berbunyi sebelum panggilan itu menyapa di telinga

Avril.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Anak Kembar Rahasia Milyader
9.2
Akibat kekeliruan kecil di depan Ben Clayton, CEO New York yang sangat berkuasa, hidup Ivy Anderson kini terancam. Ben yang terobsesi mulai melancarkan siasat licik untuk menjebak Ivy, bahkan mendekati anak kembar Ivy, Terra dan Terry. Demi melindungi buah hatinya, Ivy terpaksa menyerah pada ancaman kejam pria tersebut. Mampukah Ivy melarikan diri dari jeratan berbahaya ini, atau ia akan selamanya terjebak dalam kendali dominasi Ben yang gelap?
Sampul Novel Biarkan Aku Pergi, Suami CEO-ku yang Sombong
9.1
Demi menyelamatkan bisnis keluarganya, Averie rela mengorbankan segalanya untuk menikah dengan Brayden, meskipun suaminya itu mencintai wanita lain. Saat kejayaan diraih Brayden di Grup Fowler, tragedi justru menimpa Averie yang kehilangan bayinya dan hampir kehilangan nyawa di laut. Trauma berat ini mendorong Averie menuntut perceraian demi menata hidupnya kembali. Namun, Brayden yang kini dipenuhi penyesalan menolak melepaskan Averie dan bersikeras mereka ditakdirkan bersama selamanya.
Sampul Novel Hanya Suami di Atas Kertas
8.0
Agnes Permatasari harus merelakan rumah tangganya hancur. Pernikahannya dengan Rama Pratama kandas akibat tekanan dari ibu mertua serta ipar yang toksik. Setelah perceraian itu, Rama langsung menikahi perempuan kaya pilihan ibunya. Di tengah status barunya sebagai janda, Agnes menjadi sasaran hinaan dan cemoohan orang-orang sekitar. Kini, ia harus berjuang keras menentukan arah hidupnya. Mampukah Agnes bangkit dan bersinar, atau justru semakin terpuruk dalam kehancuran?
Sampul Novel Hasrat Terpendam di Gerbong Tidur Kereta
8.3
Dalam novel modern Hasrat Terpendam di Gerbong Tidur Kereta, perjalanan malam di gerbong tidur menjadi penuh ketegangan sensual. Terpikat oleh aroma maskulin para pekerja konstruksi di sekitarnya, seorang wanita tak mampu menahan gejolak gairahnya yang membara hingga nekat memuaskan diri di balik selimut. Namun, tindakan rahasia itu justru berujung fatal saat seorang paman memergokinya. Dengan napas tertahan, pria itu menyingkap selimutnya dan menawarkan kepuasan nyata yang tak terduga.
Sampul Novel My Moonlight
9.8
Cassiopeia Arsy, gadis angkuh berjuluk Devil Girl karena gaya Baratnya yang provokatif, pindah ke sekolah baru. Di sana, ia justru jatuh hati pada Zein Damar Priyambada, ketua OSIS dingin yang disegani meski impresi pertama mereka sangat kacau. Di balik konflik yang terus membara, mereka berdua rupanya memendam trauma masa lalu yang kelam. Akankah hubungan emosional ini mampu menyembuhkan luka lama mereka seiring terungkapnya berbagai rahasia?
Sampul Novel Perubahan Hidup Seorang Penari
8.7
Demi membayar biaya kuliah di New York, Seraphina terpaksa mengambil langkah ekstrem dengan bekerja sebagai penari pribadi Kael Westbrook. Sosok miliarder misterius yang kejam itu membawanya masuk ke lingkaran kehidupan yang penuh intrik dan tekanan emosi. Di bawah kendali dingin Kael, Seraphina terjebak dalam pusaran dominasi yang rumit. Ia kini dihadapkan pada dilema besar: menemukan jalan keluar atau terperangkap selamanya dalam dunia gelap sang konglomerat.