APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel COMPLICATED LOVE

COMPLICATED LOVE

Kesenjangan sosial akibat perbedaan kasta dan harta membuat hidup terasa tidak adil bagi kaum miskin yang harus berjuang keras. Di tengah takdir yang kejam ini, Sean yang angkuh memaksa Mira bersujud demi mendapatkan maaf. Namun, interaksi tersebut justru menumbuhkan ketergantungan yang rumit di antara mereka. Bagai angin yang memutar kincir, keberadaan Mira kini menjadi sangat krusial dalam menentukan arah masa depan hidup Sean.
Bab
Bagikan

Bab 2

Terdengar suara pintu terbuka, menampakkan seorang siswa yang berjalan masuk ke dalam ruangan.

“ Pak guru memanggil saya, ada masalah apa?” ucap seorang siswa dengan rambut terkucir seraya tersenyum angkuh.

Dia Sean, Seandra Atma Buana. Anak dari donatur terbesar di SHS. Sean merupakan murid Badung yang senang melanggar aturan, angkuh, dan bersikap semaunya. Meskipun begitu, ia memiliki paras yang tampan dengan mata tajam, hidung seperti orang arab, berahang tegas, memiliki bentuk bibir seperti Jackson GOT7, dan selalu identik dengan rambut sebatas leher yang sering terikat.

“ Mira mengambil videomu yang sedang mengerjai Ail di Gudang. Jangan terlalu kasar saat mengerjai teman-temanmu. Orang lain bisa salah paham.” ucap sang guru membuat Mira menatap sinis Sean.

“ Saya minta maaf, pak guru. Tadi itu saya cuma main-main saja. Saya tidak sadar seseorang akan terganggu.” sindir Sean menatap Mira dengan simrik andalannya.

“ Lihat, kan? Mereka hanya main-main. Akhir-akhir ini anak-anak mengambil kesempatan untuk mengekspos orang lain. Belajarlah untuk melihat sesuatu dari semua sisi terlebi dahulu. Mengerti?” ucap sang guru penuh penekanan seraya menatap tajam Mira. Mira mengepalkan kedua tangannya menahan emosi.

“ Tolong, jangan marah padanya. Dia hanya salah memahami situasi. Kamu tidak hanya memiliki penampilan yang baik tapi juga hati yang baik.” sahut Sean melirik Mira yang membuang muka.

“ Tapi ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Sebagai guru wali kelas kalian, saya harus memperbaiki situasi. Mira, hapus klip video itu.”

“ Hah?” Mira menggebrak meja, ia tak habis pikir, benar kata orang uang bisa membeli sebuah kebenaran. Sean tersenyum penuh kemenangan.

“ Jika video itu keluar di publik, orang-orang mungkin salah paham juga. Dan sekolah kita juga bisa tercoreng. Hapus sekaligus.” Mira bimbang, ia tak terima. “ Hapus sekarang juga atau saya kurangi nilai kamu.” ucap sang guru dengan penuh penekanan. Dengan berat hati, Mira menghapus video tersebut. Ia menatap datar sang guru dan Sean secara bergantian.

“ Bagus. Hilangkan dari pikiranmu seolah itu tidak pernah terjadi. Sekarang, saling berjabat tangan. Jadilah dewasa. Ini hanya salah paham. Jadi sekarang, berbaikan.”

“ Baik. ” ucap Sean menyodorkan tangannya. Dengan ogah-ogahan Mira menerima jabat tangan itu. Ia kemudian berlalu pergi begitu saja, disusul oleh Sean.

“ Yang benar saja. Kenapa Lo laporin gue? Lo sangat ingin jadi pahlawan kesiangan, ya?” Sean mencekal tangan Mira.

Mira menghempaskan tangan Sean, kemudian mendongak seraya menatap benci Sean . “ Mau jadi pahlawanku, nggak?” ejek Mira tersenyum remeh.

Bruk

Sean mendorong tubuh Mira ke tembok, ia mencengkram dagu Mira. “ Lo pikir, menjadi siswa terbaik membuat Lo bisa melakukan apapun yang Lo mau? Cangkam ini. Beasiswa yang Lo terima adalah uang yang dibayarkan bokap gue ke sekolah ini.” ucap Sean emosi.

Mira hanya menatap remeh Sean, tak ada raut ketakutan yang terlihat. Melihat tak ada perlawanan dari Mira, Sean melepaskan cengkeramannya.

“ Maaf. Gue mungkin agak pemarah di sini. Berhubung kita teman sekelas. Gue akan mengabaikan Lo. Tapi dengan satu syarat. Bersujud di kaki Gue.” printah Sean. Mira merendahkan tubuhnya, membuat Sean tersenyum kemenangan.

Cuih

“ Apa yang kau lakukan bajingan?!” triak Sean emosi saat Mira meludahi sepatunya. Mira hanya menghedikan bahunya acuh seraya tersenyum remeh, kemudian ia berlalu pergi meninggalkan Sean yang emosi.

. . . . .

Saat ini, Mira Cs sedang berada di dalam UKS. Ail meringis ngilu saat Keyla dan Mira mengobati luka-luka di wajahnya. Dengan sengaja Keyla menekan luka Ail lantaran kesal dengan Ail Karna tidak melawan sedikitpun saat ditindas.

“ Kau ini ya. Memperingatkan kami agar nggak berurusan dengan mereka. Malah kau yang menawarkan bantuan mengerjakan makalah mereka.” omel Keyla pada Ail.

Ail meringis ngilu, karna luka disudut bibirnya. “ Aku kan ingin uang untuk bayar tiket konser. ” bela Ail. “ Aku nggak nyangka bakalan jadi sejauh ini. Mira, aku minta maaf ya karena menyeretmu ke dalam masalahku ini.” sesal Ail.

“ Nggak apa-apa. Aku juga benci banget pada mereka kok. ” geram Mira mengingat perlakuan Sean and geng selama ini.

“ Terus sekarang gimana? Kita gebukin aja mereka? ” ujar Keyla bersimrik.

Ail melotot pada Keyla. “ Hei. Kau nggak lihat ya betapa inginnya guru menjilat mereka? Kalau kau melawan mereka, hampir bisa dipastikan kau akan dikeluarkan. Aku cuma perlu memperbaiki makalah mereka dan mengakhiri masalah ini.” terang Ail memberi peringatan.

Keyla hanya mendengus jengkel seraya kembali mengobati luka Ail.

“ Lebih pelan dikit dong Key! Klo nggak niat , sini.” dengus Ail kesal. Sedangkan Mira terdiam dengan raut wajah yang sulit diartikan.

. . . . .

Ruang seni

Nampak seorang gadis berambut sebahu sedang fokus pada karya lukisannya. Dia Syifa Nada Aurora, primadonanya SHS. Berwajah cantik dengan bulu mata lentik, bibir tipis dan berambut ash brown. Syifa menaruh alat lukisnya pada tempat yang tersedia, ia menatap heran pada siswa-siswa yang mengintip di jendela. Ia menghedikan bahunya acuh, senyuman mengembang saat melihat Sean datang menghampirinya.

“ Lapar, nih. Mau makan enggak?” tawar Sean begitu tiba di hadapan Syifa.

“ Boleh. Kalau kamu yang bayarin.”

Sean menjawil hidung Syifa, membuat Syifa terkekeh kecil. “ Kenapa putri seorang pemilik rumah sakit butuh aku untuk bayarin makan?” goda Sean.

“ Bukannya putra seorang CEO punya uang untuk bayarin makan ya?” ucap Syifa balik seraya bersidekap dada.

“ Yaudah. Tempat biasanya?” Syifa mengangguk setuju.

Tap

Tap

Tap

“ Ciyeee Ciyeee. Kenapa kalian berdua bertingkah begitu manis di depan umum? Nggak heran sih siswa-siswi di sini memasangkan kalian berdua.” ucap pemuda berambut pirang _Damian Anggara, yang baru menyusul Sean ke ruang musik.

“ Kenapa kalian belum resmi juga?” heran Kevin Alexander.

“ Lihat aja Nona Muda ini.” tunjuk Sean pada Syifa. “ Dia cuma peduli pada melukis dan nggak peduli pada yang lain. Suaminya pasti dibuat gila tiap hari.” sindir Sean tersenyum mengejek.

Syifa menatap tajam Sean.“ Itu namanya fokus, Sean.” kesal Syifa.

“ Berantemnya manis banget sih. Gue nggak bisa nggak ikutan nge'ship' dan meleyot juga.” ucap Damian dramatis, membuat Syifa terkekeh kecil.

“ Oh ya, kalian mau kemana? Kami boleh gabung?” tanya Kevin.

“ Sorry. I have something for you guys do.”

Damian dan Kevin saling pandang, kemudian mendekat pada Sean. “ Soal Mira.” bisik Sean membuat keduanya paham.

. . . . .

Mira berjalan melewati lorong-lorong kelas. Banya siswa-siswi yang berlalu lalang di sekitarnya. Melihat kedatangan Mira mereka berbisik-bisik. Ada apa sih? Itu yang terlintas di benak Mira.

Byurr

“ Sial.” tanpa diduga, seember air jatuh dari lantai atas ke arahnya. Beruntung Mira berhasil menghindar. Mira mendongak menatap ke atas. “ siapa itu?” teriaknya. Tak ada sahutan, Mira memutuskan untuk melanjutkan langkahnya menuju kelas.

Setibanya di kelas

“ Apa-apaan? Mereka menyiramkan air padamu dari ketinggian? Brengsek. Kedengarannya seperti adegan bully dari drama Jepang. ”geram Keyla saat mendengar kejadian yang menimpa Mira.

“ Bisa aja itu cuma kecelakaan. Lupain. ” Mira mendudukkan pantatnya pada kursi tempat duduknya.

Bruk

“ Sial. ” Mira terjatuh dari kursinya. Bagaimana tidak, jika salah satu kaki kursi tersebut telah dimodifikasi agar Mira terjatuh.

Ail dan Keyla segera membantu Mira untuk berdiri. “ Kau tidak apa-apa? Ada yang terluka?” tanya Keyla dan Ail khawatir.

“ Aku baik-baik saja. ” ucap Mira tersenyum tipis seraya menahan sakit di pinggangnya.

“ Siapa yang melakukannya?” triak Keyla tak terima.

“ Tunggu. Ke man perginya tas dan lembar makalahku?” ujar Mira panik menyadari tas dan makalah miliknya menghilang.

Mira menatap ke pojok kelas, ia melihat tas dan lembar makalahnya tercecer dilantai. “Brengsek! Apa-apaan ini? Emangnya mereka harus berbuat sejauh ini ya?” geram Mira mengambil tas dan juga lembar makalahnya yang sudah terpotong-potong.

Keyla menatap Sean Cs yang baru masuk ke dalam kelas. “ Eh Bangsat! Apa yang sudah kau lakukan pada temanku?” triak Keyla emosi mencengkram kerah baju Sean .

“ Memangnya gue berbuat apa?” Sean melepaskan cengkraman Kelya dari kerah bajunya.

“ Jangan sok polos. Kau mematahkan kaki kursi temanku. Tas dan lembaran makalah temanku digunting dan dirobek. Kalau mau melakukan perbuatan bajingan, lakukan secara terbuka. Jangan lakukan di belakang, pecundang.” emosi Keyla bertambah saat melihat wajah Sean yang kelewat santai.

“ Kau punya bukti? Tempat ini seperti hutan. Kalau nggak tangguh, Lo nggak akan bertahan hidup. Belajarlah menerimanya.”

BERSAMBUNG...

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ada Cinta di Meja Hijau
8.7
Anita Putri, pengacara andal bertubuh gempal, dikhianati oleh Adrian Hartono. Putra pemilik firma hukum tempatnya bekerja itu hanya memanfaatkan kecerdasan Anita demi memenangkan berbagai kasus, meski Anita tulus mencintainya. Kecewa dengan perlakuan Adrian, Anita memutuskan bangkit dan mengubah penampilannya secara drastis. Ini menjadi awal perjuangannya membalas dendam sekaligus menemukan kembali harga diri yang sempat hilang di dunia hukum.
Sampul Novel Bukan Cinta, Ternyata Dusta!
8.3
Setelah mengorbankan kakinya demi sang suami, wanita ini hanya mendapatkan kebencian dari mertua dan pengabaian dari orang tuanya sendiri. Ia mengira suaminya tulus mencintainya, hingga menjelang ajal menjemput saat pria itu membunuhnya demi uang hasil menjual drama kesedihan mereka di internet. Kini, ia terlahir kembali tepat sebelum kecelakaan tragis itu terjadi. Alih-alih menyelamatkan sang suami seperti di kehidupan lalu, ia memilih diam dan menyaksikan segalanya dengan dingin.
Sampul Novel Darling Enemy
8.7
Vanilla Putri Mahameru sangat membenci Altan Wijaya Kesuma, putra mantan kekasih ibunya yang angkuh dan kerap mengejeknya tidak berotak. Konglomerat itu menilai Vanilla hanya mendompleng nama besar keluarganya. Ketegangan di antara mereka memuncak saat Vanilla diwajibkan menjalani magang selama empat bulan di kantor Altan. Sejak wawancara kerja yang diwarnai drama dan jawaban aneh, Vanilla harus bertahan di bawah pengawasan ketat pria yang ia juluki Setan Borjuis tersebut.
Sampul Novel Finally, I Love You
9.3
Penderitaan dari keluarga sendiri membuat hidup Hellena hancur bagai roller coaster. Di tengah desakan orang tuanya yang menuntut pernikahan secepatnya, sebuah jalan keluar yang tidak terduga tiba-tiba muncul. Pertemuan singkat dengan seorang lelaki asing menjadi titik balik kebahagiaannya. Pria misterius itu datang layaknya malaikat penolong yang siap merubah takdirnya. Tanpa ragu, Hellena mengambil keputusan nekat untuk menikahi orang asing yang baru ditemuinya tersebut.
Sampul Novel Kasih Sayang Yang Dikhianati
8.6
Tiga tahun pernikahan Althea hancur setelah mengetahui kebohongan Lucas. Sang suami rupanya memanfaatkan dirinya sebagai pelindung bagi mantan sahabatnya, sosok yang bertanggung jawab atas kematian ibu Althea. Luka Althea kian dalam saat menyadari wanita itu mendapat nafkah lebih banyak, bahkan hadiah mewahnya hanyalah barang bekas sang selingkuhan. Meski sangat terluka, Althea memilih diam dan merancang pembalasan dendam yang setimpal atas segala dusta Lucas.
Sampul Novel Saat Aku Mati, Pacarku Sibuk Menolong Wanita Lain
7.9
Bencana melanda saat hujan deras memicu banjir di area parkir bawah tanah, mengurung Yuni dalam situasi kritis karena pintu darurat yang terkunci rapat. Di tengah kepanikan, ia segera menghubungi kekasihnya, Wibi, untuk meminta bantuan darurat. Namun, panggilan darurat Yuni justru ditanggapi dengan kemarahan. Wibi memilih mengabaikan nyawa kekasihnya demi membantu Maya mengevakuasi seekor kucing yang terjebak di atas pohon. Tanpa rasa iba, Wibi memutuskan kontak dan membiarkan Yuni berjuang sendirian.