APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cokelat Valentine Rasa Darah

Cokelat Valentine Rasa Darah

Kisah mencekam ini bermula saat seorang suami tega meninggalkan anaknya sendirian di dalam mobil di tengah hutan demi menemani cinta pertamanya. Ketika kawanan serigala mengepung sang anak, ponsel sang ayah tidak aktif. Sang ibu yang panik segera menyusul, namun ia hanya menemukan sisa cokelat Valentine bersimbah darah di mobil kosong. Saat hatinya hancur, sang suami menelepon dan menuduhnya merusak suasana hari kasih sayang. Amarah sang ibu memuncak, bersiap mengirimkan balasan yang mematikan.
Bab
Bagikan

Bab 2

Aku mengangkat kepala dan menatapnya dengan mata dingin. Pria ini sekarang sangat asing dan menjijikkan di mataku.

"Menurutmu?" Aku bertanya balik. Suaraku dingin tanpa kehangatan sedikit pun.

"Kamu kenapa, sih?!" Dhanu mengerutkan kening, suaranya mengungkapkan rasa tidak senangnya. "Sedikit-sedikit marah. Aku cuma tanya, apa salahnya?"

"Aku ingin tanya." Aku menatap kedua matanya lekat-lekat. "Kenapa kamu tinggalkan Selsa sendirian di dalam mobil?"

"Kenapa? Kamu tanya kenapa?" Dhanu tertawa sinis seolah mendengar sesuatu yang lucu. "Widya, otakmu pergi ke mana? Mobilnya mogok. Miko di rumah tiba-tiba demam. Akhirnya kami harus minta bantuan tim penyelamat, tapi mobil mereka cuma muat tiga orang. Jadi kami tinggalkan Selsa di dalam mobil dulu."

"Mobil tim penyelamat cuma muat tiga orang?" Aku mengulangi kata-katanya. Dadaku seperti diremas-remas. Rasanya sangat sakit sampai aku lupa cara bernapas.

"Memang begitu." Dhanu menjawab dengan tidak sabar. "Masa Citra yang harus disuruh menunggu di hutan? Anaknya sedang sakit! Lagian kami sudah minta orang lain untuk menjemput Selsa. Tinggal tunggu sebentar lagi. Masalahnya apa?"

"Sudah minta orang lain? Tinggal tunggu sebentar lagi?!" Aku melompat berdiri dan mengibaskan tangannya yang terulur. Mataku merah padam. "Dhanu, sadarkah kamu, karena kamu menganggap ‘tinggal tunggu sebentar lagi’ itu ... Selsa ... "

Suaraku tercekat oleh isak tangis. Aku tidak sanggup mengucapkan kata-kata kejam itu.

Dhanu mengerutkan keningnya tidak sabar. "Kalau bicara yang jelas."

"Selsa ... dia ..." Aku menarik napas dalam-dalam dan berkata dengan gemetar, "Dia ... mati diserang serigala!"

Mengucapkan kata-kata ini terasa seperti menjatuhkan diriku sendiri dari tepi jurang. Seluruh tubuhku dingin dan pandanganku dipenuhi kegelapan.

Dhanu tertegun sesaat, lalu berteriak marah, "Widya! Kamu benar-benar sudah gila! Aku nggak menyangka kamu sampai berani mengutuk anakmu sendiri. Ke mana perginya hati nuranimu?"

Penghinaan dan ejekan di matanya bagaikan pisau tajam, menusuk-nusuk hatiku tanpa ampun. Sakit sekali.

"Apa?" Mataku terbelalak. Suaraku bergetar. "Kamu nggak percaya?"

Dia menunjuk ke arahku dan berkata keras, "Widya, aku benar-benar salah menilaimu. Kamu bahkan nekat melakukan tipuan yang nggak masuk akal demi mencapai tujuanmu. Ibuku memang benar, kamu nggak layak sama sekali menjadi ibu!"

“Dhanu, jangan marah. Mungkin Widya cuma ingin ditemani kamu, makanya dia bohong." Citra tiba-tiba menghambur memasuki pintu. Dia menggandeng lengan Dhanu, tatapannya cemas dan kata-katanya menghibur.

Tapi, rasa bangga yang terpancar dari matanya tidak bisa disembunyikan.

Dhanu menepuk punggung tangan Citra dengan sedih, lalu lanjut memarahiku. "Widya, kamu membuatku kecewa! Citra juga ibu. Lihat betapa perhatiannya dia. Bandingkan dengan dirimu sendiri. Kamu nggak terlihat seperti ibu sama sekali."

Dia menarik napas dalam dan masih berkata tanpa perasaan, "Aku sudah putuskan. Mulai hari ini, Selsa harus bersama Citra, agar Citra bisa mendidiknya dengan baik. Agar kamu juga bisa belajar cara menjadi istri dan ibu yang baik!"

"Aku bersedia. Aku pasti akan membesarkan Selsa dengan baik." Citra menyetujui dengan lembut dan menyunggingkan senyum kemenangan di bibirnya.

Dhanu pergi ke kamarnya. Menatap Citra, aku sudah terlalu marah sampai hampir kehilangan kemampuan bicaraku. "Kamu cuma simpanan yang cuma bisa disembunyikan selamanya. Punya hak apa kamu membesarkan anak orang lain?! Anakmu sendiri saja diajari bohong!"

"Diam!" Aku menyerang tepat di titiknya yang paling sensitif. Citra langsung marah, lalu mendekat padaku dan berbisik padaku dengan nada yang paling kejam. "Kamu keras kepala sekali. Sudah tahu Selsa mati, masih keras kepala saja?"

Tanganku spontan menghantam wajah Citra.

Suara "plak!" keras menggema di ruangan yang sunyi.

Harusnya aku sudah menduganya sejak awal. Semua ini akal-akalan Citra!

Selsa mati di tangan wanita kejam ini!

Kemarahan dan rasa takut menguasai akal sehatku. Aku sangat ingin menerjang ke arahnya dan mencabik-cabik wajahnya.

Dhanu bergegas keluar kamar saat mendengar suara keributan. Dia seketika marah melihat Citra duduk di lantai dengan mulut tertutup sementara aku bertingkah seperti orang kesetanan.

"Widya, apa-apaan kamu ini?!"

Sebelum aku sempat bicara, Citra menangis dan menghempaskan dirinya ke dalam pelukan Dhanu sambil terisak-isak. "Dhanu, aku cuma takut Kak Widya khawatir, karena sekarang sudah malam dan Selsa belum pulang. Jadi aku mau memberi tahu dia kalau Selsa tadi sudah pamit mau main. Tapi Kak Widya tiba-tiba mengamuk dan memukulku ...."

Dia menangis sambil memelototi aku dengan mata penuh kebencian. Seakan-akan akulah orang yang berdosa dan keji.

Dhanu memeluk Citra erat-erat dan memarahiku dengan tegas. "Widya, sekarang aku yakin sepenuhnya kalau kamu benar-benar wanita licik. Keluar sekarang juga, aku nggak sudi melihatmu!"

Aku menunjuk Citra dan berteriak marah, "Kamu ingin dia membesarkan Selsa? Tapi dia sudah membunuh Selsa duluan! Kamu nggak berhak menentukan siapa yang bisa jadi ibu untuk Selsa!"

Aku menghela napas panjang, lalu merogoh ke dalam tas dan melemparkan surat perjanjian cerai yang sudah kusiapkan sejak lama.

"Tanda tangan sekarang. Kita bercerai!" Meski hatiku sudah bersimbah darah menanggung kesedihan, aku berkata lagi kepada Dhanu, "Kita sudah menikah bertahun-tahun. Aku tahu kamu sudah pindah ke lain hati, tapi apa kamu benar-benar lupa aku orang seperti apa? Mungkinkah aku bercanda tentang keselamatan anakku sendiri?"

Ekspresi ini belum pernah muncul di wajahku sebelumnya, mungkin Dhanu bisa merasakannya. Setelah hening beberapa saat, dia mengambil surat perjanjian cerai itu dan berkata kepadaku dengan suara berat, "Widya, kamu pikir aku nggak tahu permainanmu? Kamu mengancamku dengan perceraian untuk memaksa aku kompromi, ya 'kan?"

"Aku tadi hampir percaya, tapi sayang sekali, Selsa mengirim pesan kepadaku."

Dia mengeluarkan ponselnya dan membuka sebuah pesan suara.

"Ayah, aku sudah dijemput Om Wisnu!"

"Ayah, aku nggak pulang malam ini, mau main di rumah Meila. Jangan khawatirkan aku!"

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Cari "B26538" di goodnovel para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Goodnovel untuk melanjutkan membaca.
B26538
Salin

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel  Aku sangat menginginkanmu
8.7
Sebuah kecelakaan tragis menyeret Ana ke dalam ingatan masa lalu yang rumit bersama suaminya, Sebastián, dan cinta lamanya, Gabriel. Alur waktu yang berliku mengungkap kebohongan pernikahan serta perselingkuhan berbahaya yang selama ini tertutupi. Di tengah konspirasi keluarga dan pengkhianatan yang menyakitkan, Ana kini harus memilih antara cinta masa lalu atau menuntut balas dendam. Akankah ia meraih penebusan, atau justru hancur oleh rahasia gelap yang tersingkap?
Sampul Novel Paman Terobsesi Padaku
8.3
Kehidupan indah Serena hancur seketika setelah orang tuanya tiada. Kini, ia harus menghadapi perubahan drastis Paman Xavier yang dahulu sangat menyayanginya. Sang paman bertransformasi menjadi sosok posesif yang mengontrol ketat setiap jengkal kebebasan Serena. Di balik kelembutan Xavier saat keinginannya dituruti, tersimpan ancaman senjata tajam yang siap mengintai tiap kali Serena membangkang. Serena pun terjebak dalam lingkaran obsesi mengerikan pamannya.
Sampul Novel PEMBALASAN DENDAM SANG PUTRI SINDEN
7.8
Tujuh belas tahun berlalu sejak kematian tragis Jernih Suminar. Sang putri, Lintang Prameswari, bertekad membalas dendam dengan mencari dalang ruwat sakti. Namun, ia terkejut saat mengetahui bahwa Ki Narendra, pria awet muda itu, adalah ayah kandungnya sendiri. Narendra tega menumbalkan jiwanya demi kekuasaan dan menelantarkan Lintang. Kini, di tengah intrik klenik dan mitos, Lintang harus menghadapi pembunuh ibunya dengan bantuan sosok misterius bernama Wage.
Sampul Novel REVEAL
9.6
Demi menemukan sahabat kecilnya, Rasen memutuskan kuliah. Di sana, ia malah bertemu Eleena, gadis unik yang terus mendekatinya hingga mereka bersahabat erat. Namun, hubungan manis ini goyah ketika sesosok hantu wanita hadir dan mengklaim sebagai sosok yang dicari Rasen. Perubahan sikap Rasen yang drastis pun membuat Eleena cemas. Mampukah Eleena membawa Rasen kembali, atau sang hantu justru sukses menjauhkan mereka demi membongkar rahasia kelam masa lalu?
Sampul Novel Setiap Rahasiamu Akan Kubongkar
7.9
Selina memberi Dina pilihan sulit: menjadi istri kedua atau menjauhi Rafael selamanya. Alih-alih mundur, Dina justru kian gencar merebut posisi Selina. Ketika putri mereka, Alya, mulai mengendus perselingkuhan tersebut, Selina memutuskan untuk bertindak. Dibantu dua saudara Rafael, ia merancang strategi matang guna menghadapi teror emosional Dina. Kini, di tengah badai pengkhianatan, Selina dihadapkan pada pilihan sulit: bertahan atas nama cinta atau bangkit demi harga dirinya.
Sampul Novel Suara Bayi di Ponsel Suamiku
9.0
Pernikahan Suci yang tenang mulai diguncang keraguan setelah ia mendengar tangisan bayi misterius di telepon suaminya. Meski sempat mengabaikan kecurigaan tersebut, berbagai keanehan lain justru terus bermunculan. Perlahan, tabir misteri mulai terbuka dan membongkar rahasia kelam yang selama ini disembunyikan sang suami di balik sikap manisnya, menyeret Suci pada kenyataan pahit yang tak pernah ia duga sebelumnya.