APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cintamu Bohong, Ya?

Cintamu Bohong, Ya?

Kirana hancur saat mengetahui rahasia kelam suaminya, Raka, di balik keguguran yang dialaminya lima kali berturut-turut. Di depan ruang dokter, ia mendengar Raka mengaku sengaja memberinya obat aborsi agar rahimnya diangkat, sementara selingkuhannya yang bernama Maya sedang hamil sehat. Menyadari pernikahan dan cinta tulusnya selama ini hanyalah kebohongan fatal yang dirancang untuk menghancurkannya, Kirana harus menghadapi kenyataan bahwa fisiknya kini melemah tanpa harapan bisa mengandung lagi.
Bab
Bagikan

Bab 1

Setelah mengalami keguguran lima kali berturut-turut, akhirnya aku konsultasi ke dokter untuk menanyakan alasan mengapa tubuhku tidak mampu mempertahankan janin.

Namun, sebelum masuk ke ruangan pemeriksaan, aku mendengar percakapan suamiku dengan dokter di depan pintu.

"Obat aborsi yang kamu berikan cukup manjur. Dia sudah keguguran lima kali. Kapan bisa dilakukan operasi pengangkatan rahim? Aku nggak bisa membiarkan Kirana mengandung anakku," ucap Raka.

Dia melanjutkan, "Oh ya, tolong resepkan juga obat penguat kandungan untukku. Maya sedang mengandung anakku, aku harus memastikan bayi itu lahir dengan sehat."

Dokter berkata, "Tapi kondisi tubuh Kirana sudah sangat lemah selama beberapa tahun terakhir. Kemungkinan besar dia nggak akan pernah bisa hamil lagi."

Raka malah menanggapinya dengan santai, "Memangnya kenapa? Justru aku memang mau dia nggak pernah bisa punya anak, makanya aku selalu membuatnya keguguran."

"Sudahlah, nggak usah bahas ini lagi. Aku masih harus menemani Maya membeli perlengkapan ibu dan bayi," lanjut Raka.

Aku mendengar semua percakapan itu di balik pintu, tubuhku terasa dingin.

Aku baru sadar ternyata cinta yang selama ini kupertahankan hanyalah sebuah lelucon.

Di ruang konsultasi, Raka masih terus berbicara.

"Kebetulan, kamu 'kan dokter kandungan, beri aku saran makanan apa yang baik untuk ibu hamil. Aku mau menyiapkannya untuk Maya," ucap Raka.

Dokter Gilang yang juga sahabatnya, langsung mengerutkan kening.

"Kenapa kamu begitu perhatian pada Maya yang cuma sekretaris? Istrimu itu Kirana!" ucap Gilang.

Ekspresi Raka langsung berubah, dia bertanya, "Kenapa kamu harus menyebut dia?"

"Dia memang istriku, lalu kenapa? Di hatiku, Maya lebih penting!"

"Lagi pula, lihat saja kondisinya sekarang. Umurnya sudah nggak muda, wajahnya penuh flek dan komedo, kulitnya juga kusam membuatku mual begitu melihatnya. Tubuhnya gemuk seperti tong air, nggak ada lekukan tubuh yang indah. Aku nggak menceraikannya saja sudah baik padanya."

Gilang tampak terkejut, dia tidak percaya temannya bisa berkata seperti itu.

"Raka, kamu bisa punya posisi seperti sekarang, bukankah karena mengandalkan Kirana? Lima tahun lalu, kalau nggak ada dia yang mati-matian mencari sponsor dan investor untukmu, perusahaanmu sudah lama bangkrut," ucap Gilang.

Ucapannya jelas menyentuh titik paling sensitif Raka. Dia kemudian membentak.

"Itu masa lalu! Kenapa masih harus kamu ungkit?" bentak Raka.

"Aku sudah memberinya banyak uang, apa masih kurang? Maya nggak punya apa-apa selain aku!" lanjut Raka.

Gilang akhirnya menyerahkan catatan menu makanan sehat untuk ibu hamil kepada Raka, lalu berkata, "Raka, kamu benar-benar sudah berubah."

Dia melanjutkan, "Aku nggak akan banyak bicara, tapi sebagai teman, aku cuma bisa mengingatkanmu jangan lupa hati nurani. Kamu memperlakukan istri yang setia menemanmu dari nol seperti ini, suatu hari nanti kamu pasti akan mendapat balasan."

Raka melototi Gilang dengan tajam, mengambil catatan menu itu, lalu membanting pintu keluar.

Aku buru-buru bersembunyi di balik tangga, menatap Raka yang menjauh dengan langkah tergesa.

Dari kaca pintu salah satu ruang rawat, aku melihat bayangan diriku sendiri.

Usiaku baru tiga puluh, tetapi tubuhku sudah gemuk dan tidak berbentuk. Kulitku kendur, wajahku penuh flek hitam. Aku memang tidak lagi sepadan dengan Raka yang kini memimpin ribuan karyawan.

Wanita muda dan cantik tentu terlihat lebih serasi berdampingan dengannya.

Namun, dulu saat keuangan perusahaan Raka bermasalah, aku yang berlari kesana-kemari mencari investor dan memohon dana bantuan untuk mengatasi krisis perusahaan.

Aku bekerja lembur tanpa tidur, membuat proposal sampai lupa makan, hingga akhirnya menderita sakit maag kronis.

Demi memberinya seorang anak, tanganku penuh dengan bekas suntikan hormon kesuburan. Namun, tetap saja, lima kali keguguran merenggut anak-anakku.

Sejak itu, tubuhku membengkak seperti balon. Aku menjadi gemuk dan jelek.

Tidak heran dia jijik padaku, karena aku yang sekarang, memang tidak ada daya tarik bagi pria. Hatiku sakit sekali.

Aku tidak mengerti. Raka, kalau kamu tidak mencintaiku, kamu bisa jujur saja. Kita bisa bercerai baik-baik, tapi kenapa kamu harus merampas kemampuanku untuk menjadi seorang ibu? Kenapa harus selingkuh dan mengkhianatiku?

Aku tidak pergi menemui dokter, melainkan langsung pulang.

Vila ini dulu adalah rumahku dan Raka saat pernikahan. Saat itu, usahanya baru mulai berkembang, kami membeli vila ini dengan bahagia.

Kami berbaring di ranjang sambil berpelukan, merencanakan masa depan, bercita-cita punya seorang putra dan seorang putri.

Harapan kami adalah hidup bahagia berempat.

Namun, kini tidak ada lagi suasana bahagia di vila ini, yang ada hanya pengkhianatan.

Aku berdiri di balkon mengingat kembali kenangan masa lalu, air mata jatuh tanpa bisa dikendalikan.

Setelah cukup lama, akhirnya aku memutuskan. Raka, aku tidak butuh kamu lagi!

Saat hendak kembali ke kamar, aku melihat mobil Raka perlahan memasuki halaman dan parkir di depan pintu.

Dari atas balkon, aku menyaksikan dia mengobrol dengan Maya, tertawa mesra layaknya sepasang kekasih yang sedang jatuh cinta.

Ketika Raka mengangkat kepala, matanya melihatku. Ada jejak panik di wajahnya.

"Sayang, kenapa kamu berdiri di balkon? Angin dingin sekali, gimana kalau kamu sakit nanti?" ucap Raka.

Aku tersenyum tipis sambil menggeleng. "Nggak apa-apa. Di dalam terlalu pengap, aku mau menghirup udara segar," jawabku.

Begitu aku berjalan ke koridor pintu, aku melihat Raka sedang menyuruh Maya pergi.

Begitu melihatku, dia segera merentangkan tangannya dan memelukku ke dalam pelukannya.

"Tanganmu dingin sekali. Jangan lakukan ini lagi, ya. Kalau kamu sakit, aku akan khawatir," ujar Raka.

Dia melanjutkan, "Aku bawakan vitamin dari rumah sakit lagi. Ingat minum tepat waktu, ya."

Aku menerima kotak itu, senyum sinis mengembang di bibirku.

"Baiklah," jawabku.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel After You
9.8
Kiren terjebak dalam dilema batin akibat hubungan rahasianya dengan Fabian, pacar sahabatnya, Aurel. Alih-alih sembuh dari trauma masa lalu, Kiren justru kian terpuruk dalam kepedihan baru. Ia terpaksa menyembunyikan perselingkuhan ini karena sadar posisinya hanya sebagai wanita simpanan. Di sisi lain, Fabian cuma memanfaatkan Kiren demi memuaskan hasrat yang tak diperolehnya dari Aurel, tanpa memedulikan perasaan Kiren yang hancur.
Sampul Novel Harta Tahta Kesayangan Duda
8.9
Hidupku yang unik mendadak berubah saat seorang duda tenang mulai mengejarku. Ingin rasanya aku menghindar, tetapi pesona anaknya yang sangat menggemaskan terus membuatku ragu. Walau ada rasa takut terlihat cepat tua jika mendampinginya, gelimang hartanya tentu sulit diabaikan. Begitu dia datang melamar, aku pun menuntut syarat untuk mempunyai bayi yang lucu. Di luar dugaan, respons santainya kini membawa masa depan kami pada sebuah keputusan yang tak disangka-sangka.
Sampul Novel Ikatan Yang Ditakdirkan
9.6
Demi menepis rumor miring, Zayyad, seorang CEO muda yang mengidap gynophobia, terpaksa menikah. Di sisi lain, Alina yang misandris rela mengesampingkan prinsipnya demi sang nenek. Pertemuan antara rasa takut dan benci ini membawa mereka ke dalam pernikahan penuh kontradiksi. Zayyad mendambakan keluarga normal yang bertahan selamanya, sedangkan Alina justru merencanakan perceraian setelah tugasnya usai. Akankah takdir menyatukan mereka, atau berakhir tragis sesuai rencana Alina?
Sampul Novel Istriku selingkuh
9.5
Bagaimana jadinya saat wanita yang paling kucintai justru mengkhianati pernikahan kami? Kenyataan pahit bahwa istriku telah berselingkuh seketika meruntuhkan seluruh kepercayaan yang selama ini kurawat dengan sepenuh hati. Kini, di tengah luka batin yang teramat perih dan gejolak emosi yang membara, aku dituntut untuk mengambil keputusan besar. Aku harus segera menentukan arah dan masa depan rumah tangga kami yang kini tengah berada di ambang kehancuran.
Sampul Novel Pernikahan Suami di Rumah Mertua
8.2
Kemala dikhianati oleh Herdian yang memilih wanita lain. Penderitaannya kian berat akibat kekejaman serta keserakahan sang mertua. Sempat terpuruk meratapi nasib, teguran ayahnya menjadi titik balik bagi Kemala untuk bangkit melawan. Di tengah situasi bersuamikan pria yang tunduk pada hasutan ibunya, ia dipaksa mengambil sikap tegas. Mampukah Kemala bertahan dan menghadapi segala penindasan di rumah mertuanya tanpa menyerah?
Sampul Novel When Romeo meet Juliet
9.3
Sejak Juliet bekerja di kantornya, Romeo yang dikenal sebagai bos dingin dan angkuh mendadak berubah menjadi sangat perhatian. Keistimewaan yang diterima Juliet dalam seminggu memicu kecurigaan rekan kerja. Di tengah situasi itu, Romeo berhasil membongkar perselingkuhan pacar Juliet. Meski kini berjuang mendekati Juliet, Romeo harus menghadapi rintangan besar dari orang tuanya yang menuntut menantu dari kelas sosial yang setara.