APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta yang Terkhianati

Cinta yang Terkhianati

Rumah tangga Aulia dan Arman tak lagi hangat, hanya menyisakan kepedihan akibat tabiat buruk Arman yang dingin dan gemar bermabuk-mabukan. Badai besar datang ketika Rika membeberkan bahwa Arman berselingkuh dengan Maya. Kecewa berat, Aulia enggan melanjutkan kepura-puraan ini. Ia langsung melabrak suaminya untuk menuntut kejelasan. Meski Arman tak berkutik, hati Aulia telah telanjur hancur. Kini, ia dihadapkan pada pilihan sulit: bertahan atau melangkah pergi demi harga diri.
Bab
Bagikan

Bab 2

Aulia menatap Arman dengan tatapan kosong, seakan kata-kata yang baru saja keluar dari mulut suaminya tidak cukup untuk menjelaskan semuanya. "Maaf?" Aulia tertawa pahit. "Setelah semua yang kamu lakukan, hanya itu yang bisa kamu katakan? Aku telah mencoba bertahan, Arman. Aku mencoba memberikan kesempatan demi kesempatan, berharap kamu akan berubah. Tapi nyatanya, kamu malah menusukku dari belakang."

Arman menghela napas berat, lalu duduk di sofa, meremas rambutnya dengan frustrasi. "Aulia, aku... aku tidak tahu harus berkata apa. Aku tahu aku salah, tapi semuanya tidak seperti yang kamu pikirkan. Hubunganku dengan Maya... itu tidak serius."

"Jadi kamu pikir itu membuat semuanya lebih baik?" suara Aulia meninggi, amarahnya akhirnya meluap. "Apakah karena tidak serius maka aku harus memaafkanmu begitu saja? Kamu sudah mengkhianati kepercayaan yang aku berikan, Arman. Aku merasa begitu bodoh selama ini, berpura-pura semuanya baik-baik saja ketika kenyataannya kamu sudah melangkah jauh dari pernikahan kita."

Arman mengangkat wajahnya, memandang Aulia dengan mata yang memohon. "Aku tahu aku membuat kesalahan besar, tapi aku benar-benar ingin memperbaikinya. Aku akan memutuskan hubungan dengan Maya, aku janji. Aku hanya butuh kamu memberikan kesempatan lagi."

Aulia memalingkan wajahnya, berusaha menahan air mata yang kembali menggenang. Ia ingin mempercayai Arman, ingin sekali menganggap semua ini hanyalah kesalahan sesaat yang bisa diperbaiki. Tapi perasaan sakit itu terlalu nyata, dan luka di hatinya sudah terlanjur dalam.

"Kamu pikir semudah itu, Arman? Semudah mengucapkan janji dan aku akan kembali percaya?" Aulia berkata dengan suara lirih. "Aku sudah kehilangan diriku dalam pernikahan ini, dan aku tidak tahu apakah aku masih bisa memberikan kesempatan lagi."

Arman bangkit dari sofa, mendekati Aulia yang berdiri di ambang pintu. "Tolong, Aulia. Aku tidak ingin kehilangan kamu. Aku akan melakukan apa saja untuk memperbaiki ini. Aku akan berubah, aku akan berusaha menjadi suami yang lebih baik. Beri aku waktu, kumohon."

Aulia menatap Arman dengan mata yang berkaca-kaca. "Kamu tidak mengerti, Arman. Ini bukan hanya soal kamu berubah atau tidak. Ini tentang perasaan dan kepercayaanku yang sudah hancur. Apa kamu pernah berpikir bagaimana aku merasa setiap kali kamu pulang terlambat? Setiap kali aku mendengar kabar tentang kamu dan Maya?"

Arman terdiam, tak bisa menjawab. Untuk pertama kalinya, ia benar-benar melihat kedalaman luka yang telah ia goreskan pada hati istrinya.

---

Beberapa hari berlalu dengan suasana rumah yang kian dingin. Aulia merasa terjebak di antara dua pilihan yang sama-sama menyakitkan: tetap bertahan dengan pernikahan yang penuh kepura-puraan, atau mengakhiri semuanya dan menghadapi kenyataan bahwa pernikahannya dengan Arman telah gagal. Setiap malam ia tidur sendirian, memeluk selimutnya erat-erat seakan itu bisa menghangatkan hatinya yang beku.

Arman, di sisi lain, mencoba untuk menunjukkan perubahan. Ia mulai pulang lebih awal, mengurangi frekuensi pertemuannya dengan teman-teman, dan berusaha lebih banyak menghabiskan waktu bersama Aulia. Namun, setiap usahanya terasa hambar, seolah semua hanya dilakukan demi kewajiban, bukan karena cinta.

Suatu malam, ketika Aulia sedang menyiapkan makan malam, Arman menghampirinya di dapur. "Aku memesan tiket liburan untuk kita berdua ke Bali," katanya dengan senyum tipis di wajahnya, mencoba menawarkan sedikit kebahagiaan di tengah ketegangan yang terus menyelimuti rumah mereka.

Aulia hanya mengangguk singkat. "Liburan tidak akan memperbaiki semuanya, Arman," jawabnya tanpa mengalihkan pandangannya dari panci yang sedang ia aduk.

Arman mendesah pelan. "Aku tahu. Tapi mungkin kita bisa menggunakan waktu itu untuk bicara dan mencoba memperbaiki keadaan. Kita bisa mulai dari awal lagi."

"Aku tidak yakin ada 'awal lagi' untuk kita," jawab Aulia dengan nada datar. "Mungkin apa yang kita butuhkan bukan liburan, tapi waktu untuk sendiri-sendiri, untuk memikirkan apa yang sebenarnya kita inginkan dari hubungan ini."

Arman terdiam, merasa kata-kata Aulia bagaikan palu yang menghantam jantungnya. Ia telah membuat kesalahan yang besar, dan ia tahu bahwa memulihkan kepercayaan bukanlah perkara mudah. Tapi mendengar istrinya berbicara seolah-olah pernikahan mereka sudah tidak ada harapan lagi, itu adalah kenyataan yang begitu pahit untuk diterima.

"Aku akan terus berusaha, Aulia," katanya akhirnya, suaranya serak. "Aku tidak akan menyerah begitu saja."

Aulia hanya mengangguk pelan, namun hatinya belum bisa sepenuhnya menerima kata-kata itu. Di dalam hatinya, masih ada perasaan bimbang yang terus menghantui. Apakah benar ia harus terus mencoba mempertahankan pernikahan ini, ataukah ia harus melepaskan semuanya dan memulai hidup baru?

Malam itu, Aulia tidak bisa tidur. Ia berjalan-jalan di sekitar rumah, mencoba mencari ketenangan. Ketika ia sampai di ruang tamu, ia melihat foto pernikahan mereka yang tergantung di dinding. Tatapan bahagia yang pernah ia miliki terasa begitu asing kini. Foto itu seolah-olah berasal dari kehidupan yang berbeda, kehidupan yang sudah lama ia tinggalkan.

Ketika pagi menjelang, Aulia membuat keputusan besar. Ia memutuskan untuk memberikan waktu kepada dirinya sendiri. "Aku ingin kita berpisah sementara, Arman," ucapnya saat sarapan. "Bukan berarti aku ingin bercerai, tapi aku butuh waktu untuk sendiri. Aku butuh waktu untuk menyembuhkan diriku."

Wajah Arman berubah pucat. "Berpisah sementara?" ulangnya, seakan tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.

"Ya," jawab Aulia tegas. "Aku akan pindah ke rumah kakakku untuk sementara waktu. Kita bisa tetap berkomunikasi, tapi aku tidak bisa tinggal di sini saat hatiku masih dipenuhi luka. Aku harap kamu bisa memahami itu."

Arman terdiam lama. Ia tahu bahwa ini mungkin adalah satu-satunya cara agar Aulia bisa menemukan kedamaian, namun hatinya tidak bisa menerima kenyataan bahwa istrinya akan meninggalkannya. "Kalau itu yang kamu inginkan, aku akan menghormatinya. Tapi kumohon, Aulia, jangan pergi terlalu lama. Aku benar-benar ingin kita bisa memperbaiki semuanya," katanya dengan suara bergetar.

Aulia hanya mengangguk. "Aku juga berharap begitu, Arman," jawabnya lirih, sebelum beranjak pergi untuk mulai mengemas barang-barangnya.

---

Hari itu, Aulia meninggalkan rumah dengan perasaan campur aduk. Ada bagian dari dirinya yang merasa lega karena akhirnya ia bisa mendapatkan ruang untuk bernapas, namun ada juga rasa takut akan masa depan yang belum pasti. Ia tidak tahu apakah perpisahan ini akan membawa mereka kembali bersama atau malah semakin menjauhkan. Yang ia tahu, ia membutuhkan waktu untuk menemukan dirinya sendiri kembali.

Saat mobilnya melaju meninggalkan rumah yang pernah ia huni bersama Arman, Aulia hanya bisa berdoa agar keputusannya ini adalah langkah yang tepat untuk menyembuhkan luka di hatinya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Anakmu Bukan Anakku
8.0
Edwin Yogaswara tak berkutik saat dipaksa Gunadi menikahi putrinya, Melati Anastasia. Amarahnya meledak begitu menyadari perempuan sombong itu tengah mengandung lima bulan. Merasa dijebak dalam pernikahan penuh tekanan ini, Edwin menjalani hari dengan kekecewaan mendalam. Di tengah ego mereka yang sama-sama tinggi, akankah benih cinta tumbuh, ataukah rumah tangga ini justru hancur akibat pengkhianatan? Simak kisah pelik mereka.
Sampul Novel Asmara Mendendam
9.5
Demi pekerjaan, Nezza nekat tinggal di kos angker dan jatuh hati pada Ari, anak pemilik kos yang bersikap dingin. Walau harus bersaing dengan Adelina dan Putri yang agresif mendekati Ari, kekaguman Nezza tak luntur. Situasi mencekam saat teror mistis melanda, namun Ari curiga ada dalang manusia di baliknya. Ketegangan memuncak ketika Rahma menuduh Jessy sebagai pelaku teror sekaligus pembunuh mahasiswi dua tahun lalu. Akankah misteri kelam ini terpecahkan?
Sampul Novel Desakan Perceraian dari Saudara Laki-Laki
8.5
Setelah diceraikan saat hamil dan diusir oleh ibu mertua serta putri angkat bernama Linda Santoso, hidup Sita Hartanto berubah total. Sita ternyata merupakan putri kandung Keluarga Syailendra yang hilang. Ia kini dilindungi oleh enam kakak laki-laki kandungnya yang luar biasa sukses—mulai dari pengusaha raksasa, ilmuwan AI, ahli bedah, pianis, pengacara, hingga aktor terkenal. Ketika mantan suaminya memohon untuk rujuk kembali, ia harus menghadapi rintangan berat dari para kakak Sita yang protektif.
Sampul Novel Love a Sweet Psycho
7.9
Kehidupan tenangku berubah drastis sejak Hun, pria tampan mirip pangeran dongeng, mulai terobsesi mengejarku. Meski aku tak tertarik, sosok berdarah dingin ini justru bertindak ekstrem demi melindungiku, seperti membunuh ular hingga nyaris mencekik penggangguku. Aku sangat benci menjadi pusat perhatian dalam drama gila ini. Mengapa takdir mengubah hidup mediokerku menjadi serumit ini hanya karena campur tangan seorang psikopat?
Sampul Novel Perjodohan Tidak Diinginkan
9.7
Di usia 22 tahun, Nadira terpaksa menikahi Adrian, seorang pengusaha sukses yang rupanya telah memiliki istri bernama Rania. Pernikahan ini sebenarnya adalah rencana kakek Adrian guna menutupi rahasia kelam sang istri pertama demi menjaga nama baik keluarga mereka. Terjebak dalam kemelut rumah tangga yang rumit dan penuh tekanan, Nadira kini menghadapi ketidakpastian. Akankah Adrian akhirnya menerima kehadirannya, ataukah konflik membara dengan Rania justru akan menghancurkan hidupnya?
Sampul Novel PRIME MINISTRE'S DAUGHTER
8.2
Demi menikahi Eleanore, putri perdana menteri yang berhati dingin, Ken rela menghalalkan segala cara. Sayangnya, pernikahan impian keponakan raja ini berubah menjadi mimpi buruk saat Ken mengungkap sebuah rahasia kelam masa lalu istrinya. Rasa cinta Ken seketika berubah menjadi kebencian yang mendalam. Meski menderita dan terus disakiti akibat perubahan sikap suaminya yang sangat drastis, Eleanore memilih bertahan demi cinta di tengah konflik masa lalu yang sulit termaafkan.