APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta yang Sirna Sebelum Fajar

Cinta yang Sirna Sebelum Fajar

Shasa Handoko diam-diam menghitung mundur sepuluh hari terakhir yang tersisa sebelum ia mendonorkan ginjalnya demi menyelamatkan Arya Lexim. Setelah prosedur medis itu selesai, Arya akan mendapatkan kembali kesehatannya, sementara Shasa, sosok pengganti yang selama ini dibenci, memilih untuk melangkah pergi dan menghilang selamanya. Shasa hanya bisa bertanya-tanya dalam hati, apakah Arya akan mengingat dirinya saat pria itu hidup bahagia bersama wanita yang dicintainya, meski ia tahu jawabannya mungkin adalah tidak sama sekali.
Bab
Bagikan

Bab 3

Shasa refleks ingin menjelaskan sesuatu, tetapi sebelum sempat membuka mulut, Arya sudah lebih dulu merangkul pinggang Shasha dan berjalan melewatinya. Mereka berdua masuk ke dalam lift.

Shasa tetap diam, tidak bergerak sedikit pun. Hingga pintu lift perlahan tertutup, dia sama sekali tidak menoleh.

Dia takut, begitu menoleh dan melihat kedekatan antara Arya dan Shasha, ekspresi wajahnya akan mengungkapkan perasaannya yang sesungguhnya.

'Shasa, waktumu tinggal sepuluh hari lagi.'

'Masih banyak hal yang harus kamu urus dan selesaikan.'

Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengurus karya-karya fotografi yang belum pernah dipublikasikan.

Setiap karya adalah hasil jerih payahnya, rekam jejak dari masa lalunya.

Shasa memutuskan untuk pulang lebih dulu, menata semua hasil karyanya yang belum dipublikasikan, lalu menyerahkannya kepada perusahaan sebagai karya terakhirnya, sekalian mengajukan surat pengunduran diri.

Namun, begitu membuka pintu kamar, langkahnya langsung terhenti.

Ruangan itu penuh dengan pakaian dan barang-barang yang bukan miliknya. Negatif film dan album foto yang semula disimpan di lemari kini berserakan di lantai, disobek hingga tidak bersisa.

Pandangannya menyapu seluruh ruangan yang begitu berantakan.

Shasa mengepalkan tangan dan menarik napas panjang.

Tanpa perlu menebak pun, dia tahu siapa pelakunya, pasti Shasha. Shasa memang sudah bersiap untuk pindah, tetapi tidak disangka, perempuan itu bahkan tidak memberinya waktu beberapa hari.

Bahkan sebelum Shasa benar-benar pergi, rumah ini sudah bukan tempatnya lagi.

Dia bisa memahami tindakan Shasha, tapi tetap saja ada rasa sesak di dadanya yang membuatnya sulit bernapas.

Tidak pernah terpikir olehnya, baru beberapa hari sejak hitungan mundur sepuluh hari dimulai, seluruh karya fotografinya telah berubah menjadi tumpukan sampah.

Dengan tangan kosong, Shasa pergi ke kantor dan menyerahkan surat pengunduran dirinya.

Awalnya sang atasan menolak, tetapi melihat Shasa begitu teguh, akhirnya atasannya hanya bertanya alasannya.

Shasa tersenyum dan menjawab pelan, "Saya berencana untuk bepergian."

Saat membereskan barang-barangnya, pandangannya tertumbuk pada setumpuk foto di atas meja. Seketika pikirannya melayang.

Tanpa sadar, Shasa duduk di lantai ruang kerjanya, dia perlahan membuka dan menatap satu per satu foto itu.

Foto-foto itu diambil pada waktu yang berbeda, tetapi subjek di dalamnya hanya satu orang.

Semuanya adalah foto Arya, hanya Arya.

Dari berbagai sudut dan beragam ekspresi, keanggunan Arya yang lembut dan rapuh terpancar begitu sempurna.

Sambil menatap foto-foto itu, Shasa mengingat kembali momen-momen ketika dia memotret Arya.

Sebagian besar waktunya, dia habiskan untuk memotret Arya secara diam-diam.

Melalui lensa kameranya, dia menangkap setiap momen bersama Arya, sekaligus menuangkan perasaan cintanya dalam setiap jepretan.

Tangannya perlahan mengusap wajah Arya di salah satu foto.

Setelah lama terdiam, Shasa menghela napas pelan.

Dia memandangi foto-foto itu berulang kali, seakan ingin mengukirnya dalam-dalam di ingatannya.

Sayang sekali, foto-foto yang awalnya ingin dia simpan sebagai kenangan ini...

Sekarang, semuanya hanya bisa dihancurkan.

Shasa memegang setumpuk foto di tangannya. Setelah ragu cukup lama, akhirnya dia memasukkan semuanya ke dalam mesin penghancur kertas.

Mendengar suara mesin yang sedang menghancurkan foto-foto itu, dia tidak bisa menahan diri untuk berpikir, andai saja perasaannya pada Arya juga bisa dihancurkan seperti ini, alangkah baiknya...

Sesaat kemudian, Shasa tertawa getir, dia menertawakan kebodohannya sendiri.

Setelah menghapus semua foto beserta versi digitalnya hingga tidak bersisa. Dia pergi dengan diiringi perpisahan penuh keengganan dari rekan-rekan kantornya.

Namun, baru saja melangkah keluar dari kantor, tanpa disangka, dia melihat Arya dan Shasha.

Mereka berjalan keluar dari gedung sebelah dengan bergandengan tangan.

Bukankah kata orang, musuh bebuyutan pasti akan bertemu?

Shasha lebih dulu melihatnya daripada Arya. Sambil memanggil nama Shasa, dia tersenyum cerah dan menarik tangan Arya untuk menghampirinya.

"Ah, sungguh kebetulan sekali, kita bertemu lagi, Kak Shasa!"

Shasa hanya membalas dengan senyum tipis.

"Barusan Kak Arya mengajakku melihat-lihat cincin berlian. Modelnya banyak sekali, aku sampai bingung mau pilih yang mana!"

"Seandainya aku tahu bakal ketemu kamu, pasti aku sudah minta tolong kamu untuk bantu pilihkan."

Nada suara Shasha seolah penuh keluhan, tetapi dari raut wajahnya jelas terlihat betapa bahagianya dirinya.

Arya menunduk dan menatapnya lembut. "Bodoh, kalau suka, beli saja semuanya."

"Benarkah? Kak Arya, kamu baik sekali!" Shasha tersenyum bahagia, memamerkan kasih sayang Arya padanya.

"Tentu saja aku baik padamu. Aku hanya berharap ingin cepat sembuh, bercerai, dan bisa menikah denganmu."

Kalimat itu Arya tujukan pada Shasha, tetapi pandangannya terarah tajam pada Shasa, mata hitamnya berkilat samar.

Setiap ucapannya bagai pukulan palu yang menghunjam keras ke hati Shasa.

Meski hati Shasa tersiksa, dia tetap memaksakan diri untuk tersenyum. "Kalau begitu, kuucapkan selamat lebih dulu untuk kalian berdua."

Shasha menatapnya sambil tersenyum puas. "Ah, ucapan selamat darimu membuatku makin bahagia."

Arya merangkul pinggang Shasha, tetapi pandangannya tidak lepas dari Shasa. "Kalau gitu, kapan kamu akan menandatangani perjanjian perceraian?"

"Secepatnya," jawab Shasa. Kemudian tanpa banyak bicara lagi, dia segera meninggalkan tempat itu.

Di belakangnya, suara manja Shasha terdengar samar.

"Kak Arya, kamu sungguh akan menceraikannya demi menikah denganku? Padahal Kak Shasa juga sangat baik."

"Bodoh, di hatiku, hanya kamu yang terbaik. Hanya kamu yang kucintai."

"Benarkah?"

"Tentu saja benar."

Shasha terkekeh manja. "Kak Arya, kamu nggak lagi membujukku, 'kan?"

Setelah itu, tidak terdengar suara apa pun lagi. Melalui kaca gedung, Shasa menoleh ke belakang dan tanpa sengaja melihat dua orang itu berpelukan dan berciuman.

Wajah Shasa seketika pucat, seluruh tenaganya seolah tersedot habis. Dengan sisa kekuatan terakhir, dia memaksa diri untuk melangkah pergi.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Palsu di Balik Perjalanan Dinas
8.3
Empat puluh tahun menikah, aku baru tahu suamiku berselingkuh dengan sahabatku, Wulandari. Lewat tablet cucu, terungkap ribuan foto mesra mereka saat dinas palsu. Tragisnya, Rizal, anak kandungku, justru berpihak pada wanita itu. Aku sadar hanya dijadikan mesin pencetak anak karena Wulandari mandul. Enggan terus diperalat, aku menggugat cerai dan mengambil seluruh aset mereka. Kini aku hidup sukses di Bali, membiarkan mereka jatuh miskin dan memohon maaf tanpa kuberi ampun.
Sampul Novel ENIGMA: When We Are
8.1
Elang Albimanyu, pemuda dari keluarga broken home, sangat mendambakan kehangatan rumah yang penuh kasih sayang tulus. Dalam pencariannya, ia jatuh cinta pada wakil ketua OSIS, Sabiru Anantasya, yang masih terikat bayang masa lalu. Walau kerap dibuat kesal oleh sikap judes Sabiru, Elang tak menyerah. Di tengah rumitnya perasaan dan tanggung jawab organisasi, mampukah perjuangan cinta Elang meluluhkan hati Sabiru dan mengubah segalanya?
Sampul Novel Hati yang Kau Sakiti
9.5
Kabar kehamilan yang harusnya membawa kebahagiaan bagi Kiran justru berubah menjadi mimpi buruk. Ia mendapati kenyataan bahwa Arka, suaminya, telah berselingkuh hingga memiliki anak dari perempuan lain. Di tengah hancurnya pernikahan yang ia pertahankan, Kiran harus menanggung kepedihan mendalam akibat dikhianati. Kini, ia dihadapkan pada perjuangan sulit untuk memulihkan diri. Akankah Kiran sanggup bangkit, ataukah rasa cintanya pada Arka sudah sirna tanpa sisa?
Sampul Novel Malaikat Cinta: Jadilah Mamaku yang Baru
7.8
Pernikahan Daryl selama lima tahun hancur saat suaminya tega menyerahkannya pada pria lain. Di tengah kepedihan, kehadiran bocah lima tahun mengembalikan senyumnya. Konflik memuncak ketika tes DNA membuktikan anak itu adalah darah dagingnya bersama Zack, CEO dingin dari masa lalunya. Kini, Daryl harus menghadapi takdir baru yang membalikkan hidupnya yang kelam.
Sampul Novel Menikahi Bos Mafia yang Menghancurkanku!
8.1
Ellea harus mendekam di penjara selama dua tahun setelah membela diri dari pelecehan yang ternyata telah direncanakan. Setelah bebas, ia mendapati tunangannya telah menikahi sahabatnya, Ivana, yang juga merebut posisi dokternya. Di titik terendah, Edwin Guntoro, pemimpin mafia Nigari, hadir sebagai penyelamat dan menikahinya. Namun, empat tahun kemudian Ellea mengetahui kebenaran pahit bahwa Edwin adalah dalang di balik tragedi masa lalunya demi kebahagiaan Ivana. Didorong rasa dikhianati, Ellea memutuskan bersekutu dengan rival terbesar suaminya, Cavin Nugroho, untuk menghancurkan Edwin.
Sampul Novel PERANGKAP PANAS CEO DINGIN
9.7
Demi membalas budi sang bibi, Ellshora terpaksa menjebak deretan CEO kaya meskipun ia telah memiliki kekasih. Kini, Luke Whiston menjadi target pamungkas dalam misinya. Namun, CEO berhati dingin tersebut rupanya telah mengendus rencana busuk Ellshora sejak awal. Alih-alih menghindar, Luke justru berniat membalikkan permainan agar Ellshora yang bertekuk lutut dan jatuh cinta kepadanya. Siapakah yang akhirnya akan terperangkap dalam jerat asmara membara ini?